460x110-maret2

blog-460x120-soulGT

corrado

Bro sekalian cukup menarik mengunyah ngunyah Opini Pribadi yang disampaikan oleh seorang Corrado Cecchinelli yang saat ini menjabat sbagai Technical Director gelaran seheboh MotoGP kepada crash.net mengenai seperti apa seharusnnya Gelaran MotoGP mengalami perubahan dari sudut pandang teknis agar terlihat bisa lebih kompetitif dan menarik untuk dilihat . . . Cecchinelli  secara umum mengatakan Race di MotoGP jangan dijadikan sebuah Perjudian, harus terukur dan membuat Rider terbaik yang bisa menjadi pemenangnya . . . wah makin penasaran . . . Cekidot deh sob . .

440x100 (11)Maret19

banner-mbtech-tmcblog

Bridgestone-tyre-motogp2015

Opini Pribadi Cecchinelli  Yang pertama adalah soal Ban. Karakter Ban Bridgestone memang sangat diakui oleh Para rider dimana gripnya sangat bisa di percaya. Namun menurut Cecchinelli  biasannya Grip itu berbanding terbalik dengan prediksi umur dari bannya sendiri . . . The higher the maximum grip, the less predictable this grip becomes. begitu Cecchinelli mengatakan . ..  Bila grip ban sangat mendekati maksimum maka biasanya umur dari Ban tersebut sulit untuk diprediksi . . . menurut tmcblog cukup logis misalnya saja Ban soft compound memang nge-grip sangat, namun cepat habis . ..

Michel_turco-tyre-PI-rossi-lorenzo

Degradasi dari keausan Kompon ban yang tidak bisa diprediksi membuat kita menyaksikan hanya beberapa rider saja yang sanggup mempertahan kan ban sampai akhir Race dan ini membuat Battle dan dog fight antar masing masing Rider mayoritas hanya terjadi di awal Race, sedangkan di akhir Race jarang terjadi karena keterbatasan kualitas kompon dan grip ban yang sudah terkikis. Nah Cecchinelli  telah melakukan serangkaian diskusi Unofficial dengan Michelin yang akan menjadi penyuplai ban pada tahun mendatang untuk mempertimbangkan hal ini.

Opini Pribadi Cecchinelli  Yang kedua adalah pengurangan jumlah electronic controls namun untuk soal ini Cecchinelli mengatakan harus hati hati dan dipikirkan masak masak karena menyangkut  masalah safety.

Factory-test-bike-M1-14

Opini Pribadi Cecchinelli  Yang ketiga adalah melakukan beberapa amandemen regulasi sehingga membuat Motor yang dipakai di MotoGP lebih mudah dikendarai dan lebih Murah . Cecchinelli  menyebutkan beberapa opsi seperti rev limiter yang diturunkan sehingga membuat putaran mesin jadi lebih rendah. Mesin yang bisa bertahan di Kitiran tinggi tentu buth ridet dan bahan material yang juara sob ini yang membuat mahal . . . ya gampangnya Gini kenapa NSF250R lebih mahal dibanding CBR250RR . . . padahal sama sama 250 cc satu silinder, tapi HP nya jauuuh beda . . . yap salah satunnya karena Material Yang dipakai NSF250R punya Grade lebih tinggi . . . cmiiw

Hal teknsi lain yang disampaikan oleh Cecchinelli adlaah penyederhanaan sistem Kontrol elektronik dan penambahan kapasitas penggunaan Bahan Bakar . . . namun Cecchinelli  menambahkan bahwa hal hal yang ia pikirkan tersebut tentunnya banyak tida di sukai oleh pabrikan . . .  nah kalau menurutmu gimana sob ?

taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

50 COMMENTS

  1. Bikin one make race aja kyk moto2. Pasti seru. Motor seimbang, tinggal skil ridernya yg akan menentukan.

    Guest
  2. Jelas opini seperti ini jelas di tolak oleh pabrikan yang pasti honda..karena selain adu balap disini juga adu teknologi
    .
    .
    .
    Mana teknologi mu?????
    Ini teknologiku!!!!!

    Guest
  3. Tentu pabrikan tertentu tidak suka terutama yang punya budget besar karena development motor jadi lebih terbatas dan memungkinkan team2 gak bermodal besar untuk masuk mengisi posisi depan. Kalau rev limiter diterapkan disinyalir mesin2 MotoGP akan beralih dari screamer ke big bang semua nih.

    Guest
  4. lah motogp kan ibaratnya kuat2an pabrik wak dalam pengembangan motor, jadi klo dibikin murah dgn pengurangan rev limit kayaknya ada yg gak setuju

    Guest
  5. kalau ingin pabrikan ikut berkpmpetisi, jangan batasi masalah teknis.

    batasi aja jumlah bbm, yang akan berakibat insinyur dan pembalap berusaha mencari cara untuk kencang dan irit.
    tapi effeknya biaya riset bengkak

    Guest
  6. setuju dgn komen 10, kalo mau murah kan sudah ada wsbk, motogp balapan prototype, dengan penambahan open class saja udah kurang ekslusif

    Guest
  7. intinya penurunan performa dan penurunan biaya,, ganti aja motorma ma motor bebek.., klo masih kurang, di kasih embel embel STD

    Guest
  8. bikin aj pengurangan bbm shg akan lebih riset ke teknology ramah lingkungan & bebaskan penggunaan ban pada balap motogp shg pabrikan/ pembalap gak akan menyalahkan ban lg ttg hasil race…

    Guest
  9. kangen masa2 MotoGP 2 tak dulu. Ga ada electonic assistance atau regulasi teknis yang njelimet. Intinya, pembalap yg harus berperan dominan bukan si motor yang semakin pintar.

    Guest
  10. ok opsi V8 jadi V6 di F1 memang jadi polemik, suaranya ga yahud lagi
    nah kalau motogp di turunkan limit rpmnya, harus tetap kencang dan irit , insinyurnya botak xixiixx
    ://pertamax7.com/2015/03/20/beli-yamaha-r25-rakitan-2014-berhadiah-samsung-galaxy-note-4-jaket-respiro-cicilan-0-dan-voucher-bensin-shell-rp-200-ribu/

    Guest
  11. mau diapain regulasinya yg penting siarannya bisa dinikmati segala lapisan masyarakat.jangan kayak f1 selama bernie eclestone belom mampus yg nikmatin siarannya ya segelintir orang

    Guest
  12. Opini saya
    1.Jumlah putaran/lap dikurangi atau jadi dua kali race, biar ban lebih awet.
    2.Kembali pake elektronik motor masal ala jalanan.
    3.motogp bs lebih murah bila setiap tim pake motor yg dijual masal.

    Eh, kayanya udah ada balapan model gini.

    Guest
  13. Tapi angel pak Haji…pebalap legend jg ga lahir tiap tahun….soal teknis motor mau di bikin kompetitif ya one make race kayak moto2…tapi inget, sifat dasar pebalap…pengene yo menang tho, rossi jg dah paham betul knp dulu dia ga bisa bawa ducati sehebat stoner…ya itu,manusia ciptaan Tuhan…panjang sikile bedo,dowo tangane bedo, otomatis posisi bokong yo bedo pas belok…nah itu knp motogp ada pak Haji…bikin motor sesuai karakter masing2 .

    Guest
  14. Sbg penggemar race… Saya ingin melihat pembalap jadi hero…. Bukan sebongkah motor yg dipuja-puja…..
    ———————–
    Misteri nggembosnya R25 di 78deka.com

    Guest
  15. masuk akal juga kang toh demi research juga kan
    http: //balimotorider.com/2015/03/20/seputar-data-aisi-yamaha-bulan-februari-2015/

    Guest
  16. ya tujuannya lebih baik sih wak, namun jika motogp mendekati wsbk itu yang jd gimana gt.

    bahkan skrg motor2 di wsbk sdh hampir mendekati motor prototype motogp.

    monggo di jelaskan wak.

    Guest
  17. rider motogp ibarat tentara kalau mau perang yah harus punya senjata yang powerfull (motornya),tidak mungkin kan musuhnya pakai tank harus di hadapi pakai bambu runcing.

    Guest
  18. KLo menurut ane lebih adil batasin aja dana oprek motornya misal semua team di budget 10jt dolar silakan oprek motorny dgn dana yg sama besar itu,jd keliatan siapa yg cerdas. Ngembagin teknologi dg biaya sama besar
    Lha klo biaya pengembanganya njomplang. Antarr team/ya yg byk dananya to yg menang, misal balapan lokal 150 cc yg satu punya dana 10jt yg satuny lg cma ada dana 500rebu dah ketauanlah siapa yg menang wlo rider kompetitif

    Guest
  19. Klo dana tak d batasin dlm hal ini yg menang ya honda ,wak kaji. Bukn karena paling pinter soal mesin, mungkin klo team yg lain py dana besar jg bisa
    .kenapa Nsf 250 lebih power full dibanding cbr jomlo yg ga laku itu, itu ada kaitanya dg duit wak, bedalah cuma org bodo taunya kn cc sama

    Guest
  20. electronic buat safety tpi jga bikin nmbh kencang psti krn pasti merasa pede otomatis kencang, itu jdi mainan para factory tuh ky honda-yamaha mainnya electronik

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.