460x110-maret2

IWB-TMC-Banner

tmc-sukamart-april2

maveric-paddock

Bro sekalian, salah satu Kontributor TMCBlog yang merupakan Jurnalis Full Time MotoGP asal Spanyol kembali mengirim satu email berbahasa Inggris yang berisi hasil Ulikan dan Interview non-formal beliau dengan salah satu Rookie MotoGP 2015 yakni Maveric Vinales . . . menarik, karena di artikel ini kita akan tahu beberapa hal tentang Maveric Vinales yang berhubungan dengan karir balapnnya seperti bagaimana Impresi pertamannya tentang Motor Sekelas MotoGP, apa saja yang dia sudah pelajari, siapa saja pembalap yang menurut Maveric punya skill dewa di Track . . . Cekidot deh bro  . . .  You may find The english Version of this article at ringpiston.com

banner-440x100px

MBtech Riders-APR

Menjadi kelas tertinggi di kejuaraan Balap Sepedamotor membuat MotoGP bukanlah kategori yang mudah. Untuk seorang Pemula ( Rookie) untuk bisa Familiar dan mengerti bagaimana cara mengendarai motor paling ngejelimet didunia ini butuh banyak fokus perhatian, dedikasi dan kerja keras. Begitulah Maveric Vinales . . . selain itu ia selalu memperhatikan bagaimana Para Rider senior dan lingkungan disekitarnya

maveric-paddock-5

Oke seorang Maverick Viñales telah menunjukan kemampuannya di 4 gelaran GP Qatar, Texas, Argentine dan Jerez. Paska race jerez, Kami ( Pecino) berhasil bertanya kepada Maveric tentang pengalaman anak muda ini di MotoGP. Kami ingin tahun apa saja yang sudah ia pelajari selama ini, apa yang menjadi pusat perhatiannya dan bagian mana yang baginya cukup sulit . . . apa yang ia tulisakan di “buku catatan”nya cukup menarik . . .

Manuel Pecino :  ” siapa 3 Rider dengan gaya Pengereman paling “keras”

Maveric Vinales : Crutclow, Marquez dan yang ketiga . . . DOvizioso

MP : Bagaimana dengan Valentino Rossi, Ia punya reputasi sebagai ‘pengerem yang hebat ‘

Maveric Vinales : Nggak, secara Normal .. .  ia ( VR46) tidak ngerem segitu keras. Rossi melakukan seperlunya saja . ..  jika ia merasa nggak perlu ia nggak akan mengerem dengan keras

MP : Pembalap mana yang kau patok sebagai ‘guru’ kamu, Pembalap yang selalu kau monitor

Maveric Vinales : Marc Marquez  . . . tanpa keraguan

MP : Kenapa Dia

Maveric Vinales : karena ia mengendalikan Motornnya semau dia, Marc dominan dan mengendalikan motornya  . . di kasus saya, Motor yang masih mengendalikan saya  😀 (Maveric tertawa)

MP : Bagaimana dengan Lorenzo

Maveric Vinales :  Lorenzo bagus, namun gaya ridingnya itu lho . . . ia terlalu banyak ‘mengukur’ . . . saya jelas memilik Marc

mavrc-turn4-sepang2-day2-2

MP : Secara Mendasar  . . . semuanya di MotoGP adalah Baru buat rider Rookie, Khususnnya dari Moto2. Perubahan dari Motor bertenaga 130 hp ke UFO beroda dua yang bertenaga lebih dari 250 hp . ..  apa yang sulit ?

Maveric Vinales : yang paling sulit adalah di elektronik. Saya nggak banyak masalah di pengereman dan akselerasi . . . namun di Elektronik? saya kacau .. . (contohnya begini) Team menyuruh saya sebelum race . . . ” nanti pada lap ke 10 kamu harus mengganti Mapping ke mode untuk mengirit pemakaian ban ” dan saya LUPA . . . ketika saya ingat . .. saya malah membuatnnya lebih kacau dengan berbagai pencetan tombol di motor . . . sebagai contoh di tikungan, saya pernah tekan tomnbol” pit lane” dan seketika itu juga motor cma punya maksimum speed 60 km/jam . . . setelah itu  team mengoreksi dan tidka pernah kejadian lagi  . .

Semoga Berguna

Manuel Pecino On behalf of TMcblog.com

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

 

 

39 COMMENTS

  1. mode pengiritan ban? beuh, eco riding we sakalian. teu kaci lah balapan kaya gini. sekedar opini.

    Guest
  2. iya Bener bgt Lorenzo balapanya penuh perhitungan dan hati2 mangkanya ga se agresif yg lain..btw enaknya di motor ada tombol NoS nya

    Guest
  3. iannone di argentina malah pencet tombol wet race, wakakaka…yg biasa pake yamaha trus naik honda aja sering salah tombol klakson sama reting….

    Guest
  4. Makanya..yang namanya tunggangan laki2 itu harusnya tombol cukup 2 kayak d cewek.cukup kiri & kanan.ben gak mbingungno

    Guest
  5. Teryata angel le ngapali tombol
    、 ‘
    ╰=D︿′
    ‵︿)

    •”̮•ωk•”̮•ωk•”̮•ωk•”̮•

    Guest
  6. Marq memang pemain motor beringas..

    Jadi ingat tikungan chicane Le Mans yang bagi Marq sangat mudah..

    Guest
  7. bayangin bro! giliran mo nombol rem yg dipencet tombol gas, motore bukane nunduk malah ndangak-ndangak. pembalape raine pucat panik, wkakaka… tombol mana tombol? tombolku rusak wak…

    Guest
  8. masih adaptasi. wajar. nih vinyales emang punya sesuatu yang besar ke depan. di dukung rekannya aleix. kenapa ga belajar ama aleix aja. hehe.

    Guest
  9. owhh ini versi bahasa indonesianya…
    lagi lagi bro harga BBM naik per tanggal 15 mei 2015, solar mengalami kenaikan paling tinggi
    beritanya di goozir.com

    Guest

  10. Boro-boro naik motor GP yg ribetnya bukan main, lah naik motor konsumen beda brand aja tombol klaksonnya beda – hahaha

    Guest
  11. iya bener masbro…saya kaget pas dulu beli spacy tahun 2011…kok tombol klakson sama sein dibalik…setelah itu mau beli honda lagi males…bikin kagok kalau ganti pakai motor yang lain…soalnya sering mau sein malah pencet klakson…terus terang sampai sekarang saya masih bertanya2x kenapa harus dituker tempatnya…padahal dulu pas saya punya astrea grand tempatnya klakson ama sein sama seperti pabrikan lain…

    Guest
  12. Jika saya rookie pasti akan memilih Marquez sebagai panutan, namun berhubung ane udah toku imho Lorenzo justru rider paling sempurna dimata ane yg amatiran ini. Overtake juga paling clean, teknikal abis.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.