460x110-sep

460x110 IWB

Y P 440

mesinCBR150R

Bro sekalian, ide tulisan ini dari mas Darsonosu, Kompresi mesin Tinggi namun oktan bahan bakar rendah adalah sebuah dilema saat ini . . . Premium oktan 88 boleh dibilang idealnya dipakai untuk mesin mesin dengan kompresi di bawah 10:1 . . .Oktan Rendah dari bahan bakar akan membuat bahan bakar lebih cepat terbakar, yang artinya tidak sesuai dengan timing pengapian mesin berkompresi tinggi . . . bbm meledak sebelum piston mencapai titik mati atas . . . bayangin aja lagi bergerak ke atas trus dihantam ledakan ke arah bawah  . . . akibatnya adalah dome piston bisa kena tekanan hantaman ledakan yang kalau berlangsung lama dan terus menerus akan bisa berakibat fisik terhadap permukaan piston ..  . paling parah bisa jebol crown Piston nya

Web banner beatskoolfest

MBtech-Riders-nop30

440x110 5

Lha bagaimana jika satu saat Motor yang kita pakai Notabenenya berkompresi diatas 10:1 namun cuma ada bahan bakar dengan oktan rendah misalkan premium 88 ?  . .  ada beberapa cara dua diantaranya dalah :

  1. menaikkan Oktan bbm dengan bermacam macam penaik oktan
  2. mengatur timing pengapian dari busi agar sesuai dengan timing ledakan dari bahan bakar . . .

Untuk hal kedua kita butuh dulu sama yang namanya peranti pendeteksi terjadinya knocking/ detonasi / ngelitik  . . . Namanya Knock Sensor  . . . Nah kali ini kita akan bicara khusus tentang Knocking Sensor/ Knock Sensor sob

Jadi pada dasarnya Knock Sensor bekerja layak nya sebuah Microphone . . . yang mendeteksi getaran tak biasa yang terjadi pada Head cylinder . .  bentuk penampak struktur umumnya adalah sebagai berikut ni sob ( diperoleh dari Total Automotive Technology. USA, New York: Thomas Delmar Learning.) :

knock-sensor-structure

Nah di bagian bawah itu ada ulir, ulir tersebut dibaut tanam kan pada permukaan silinder, jadi seakan menyatu dengan silinder. Lalu ada Piezoelectrik, Piezoelectric ini unik sob cekidot deh gambar berikut

piezo

Piezoelektrik biasannya terbuat dari bahan membran keramik yang Bisa digerakkan dengan listrik dan Bisa juga menghasilkan listrik karena gerakan ( getaran) yang dihasilkannya  . . . ngambil gambar dari mas Heru Rider tua nih

schema-piezo

Gambar animasi di atas menunjukan bahwa perubahan bentuk membran piezoelectrik akan menghasilkan listrik . . . nah ide ini lah yang dipakai . . . Piezoelektrik yang ada dalam Knock Sensor tentunya sudah di tunning sesuai dengan frekuensi knocking/ ngelitik yang terjadi di silinder ruang bakar . . . dan biasannya voltase yang dihasilkan adalah sekitar 300-500 milivolt . . . tegangan ini dikonversi ke signal digital oleh Sebuah ADC ( analog to Digital Converter ) lalu bisa dibaca oleh ECU

Lalu Bila ECU mendeteksi frekuensi tertentu dari Knock Sensor ini yang menandakan bahwa terjadi Knocking/ ngelitik karena perbedaan antara spek kompresi dan penggunaan oktan bahan bakar, maka ECU akan memerintahkan sistem pengapian untuk merubah timing pengapian yang sesuai dengan timing terbakarnya bahan bakar sehingga dihasilkan pembakaran yang sempurna walaupun bahan bakar yang digunakan berbeda tidak ideal bila dibandingkan dengan spesifikasi dari Kompresi mesin.

KNOCK-SENSOR--OEM-30530-P5M-013-for-HONDA

Knock Sensor ini sudah sangat umum di roda empat, pada sepda motor ? Motor Yang sempat tmcblog temukan menggunakan sensor ini adalah CBR150R yang CBU Thailand, Via tulisan sobat blogger Kilat Perak, diketahui bahwa CBR150R CBU Thailand sudah menggunakan Knock Sensor ini ( cekidot foto di atas ) . Ulir pada sensor tersebut di baud masuk ke dalam blok silinder dari CBR150R CBU . Produk Lain? tmcblog belum sempat menemukan, Monggo silahkan mas bro sekalian tambahkan produk produk roda dua mana yang dijual/ pernah dijual di Indonesia dan menggunakan Knock Sensor . . . untuk sementara silahkan dikunyah kunyah dan semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

53 COMMENTS

    • Mulai k45 dan k15f ud ada.cmn bentuknya sperti per didalam kop busi.ini dperkuat dgn adanya o2 sensor..Makany dulu k15a banyak yg klotok2..

      Guest
  1. Penting tuh sensor kyk gtu soalnya di indonesia apalagi di daerah pelosok susah nemu pertamax. Klo di pasang d motor karbu yg udh kompresi tinggi bisa ga?

    Guest
  2. Lebih bagus lagi kalo pabrikan bikin sign knockingnya ditampilin di dashboard motor… jd warningnya langsung ketahuan…

    Guest
  3. Terus yang kompresi 11,3 : 1 ngeyel premium ready, ga pake sensor macem cbr jones impor wak haji ?
    Alamak bakal jebol tuh mesin ,konsumen di mari kan yang penting di isi bensin mtr jalan . . .

    Guest
  4. Kalau mesin cr 11,3:1 bunyi khlotok klotok saat berhenti terus buka gas itu kenapa ea wak haji padahal dari baru tak isi pertamax ?
    Wtf sampean gitu gak wak haji

    Guest
  5. Percuma FByaMaho gk bakalan Gableg masalah teknologi kayak ginian Men.. taunya dari jaman batu sampe skrng mesin ya SOHC Operstruk hasil riset yaMaho Njiplak mesin honda GL MAX tahun 80an broo…
    Motor yaMaho Mesin mulai bebek, metik sampe y ngaku ngaku sport Pul pairing…. semua tipe mesinnya tetep Sama SOHC Operstruk……

    Guest
  6. intinya fungsi alat itu sebagai pengayure timing pengapiAn melalui ECU
    wahh wahh klo ncb sama sonic ada nggak yaa.. Lhawong kompresi 11,3:1 premium ready katanya.
    dari power aja bisa di bandingkan klo di cekokin premium sama pertamax
    motor bebek yg 10:1 udah kerasa bedanya.
    monggo kang ipan sampean test new cb minum premium

    Guest
  7. intinya fungsi alat itu sebagai pengayure
    timing pengapiAn melalui ECU
    wahh wahh klo ncb sama sonic ada nggak
    yaa.. Lhawong kompresi 11,3:1 premium
    ready katanya.
    dari power aja bisa di bandingkan klo di
    cekokin premium sama pertamax
    motor bebek yg 10:1 udah kerasa
    bedanya.
    monggo pak kaji taufik sampean test new cb
    minum premium

    Guest
  8. Wak haji saya kok masih bingung ya, jadi intinya premium sama pertamax yang lebih cepat terbakar yang mana ya? Bukannya dengan oktan lebih tinggi titik bakarnya semakin rendah ya wak? Mohon penjelasannya wak haji.

    Guest
    • terbalik mas bro, oktan lebh tinggi, akan lebih lambat terbakar,
      lambat disini jelas ukurannya sangat kecil, mungkin mikro atau mili detik, cmiiw

      Administrator
      • bukan cepat atau lambat terbakar wak.
        Premium vs Pertamax mah sama2 mudah terbakar.
        Perbedaannya terletak pada struktur ikatan kimia pada zat aditifnya.

        Bedanya apa??
        Pertamax dan pertamax plus lebih tahan pada TEKANAN dan SUHU tinggi agar tidak terbakar. Pertamax dan Plus baru bisa terbakar pada saat ada api dari busi.
        Makanya pada saat mesin dg kompresi tinggi (11:1 misalnya), maka bbm kudu tahan dulu biar ga terbakar pada tekanan dan suhu tersebut kan? Pada saat busi nyala, langsung deh “booommm!!” ledakan instan terjadi

        Premium? Pada tekanan dan suhu tertentu premium udah bisa terbakar tanpa tersulut api dari busi wak. Berlaku pada mesin dg kompresi diatas 10:1.
        CMIIW

        Guest
      • Wah tenkyuu infonya pak, muantap pencerahannya, begini ni seharusnya warung bagusnya dipenuhi sharing2 seperti ini (y) (Y)

        Guest
  9. jd kalo cbr 150 thai yg uda ada knock sensor ini,,
    walopun pake premium ga masalah gt ya mas?
    btw suara ngelitik pake premium itu mirip2 ga ky suara pas kecepatan rendah tapi gigi tinggi gt,, serasa ky ngelitik gt bukan ya mas? cmiiw

    Guest
  10. Kalo gak ada knock sensor + kompressi + dibilang premium ready = timming pengapian sudah di mundurin dari pabriknya.

    Efeknya, kalo pake pertamax hasilnya gk jauh beda pake premium.

    Jd kalo mao siginifkan pake pertamax kudu setel ulang timmingnya pake piggyback.

    Guest
  11. Ada lagi wak solusi menghilangkan knocking selain merubah timing & meningkatkan oktan bbm..kompresi 10:1 itu kan cuma itungan statis,nah biar gak knocking overlap klep in&ex diperbesar sehingga kompresi dinamis (real saat mesin bekerja) bisa turun 9:1 sehingga premium ready.cmiiw

    Guest
  12. begini bro ane kasih tau,,,meskipun kompresi mesin 14:1 kulau puncak peak power di taruh di 8500 RPM masih aman mau minum premium,&kalau kompresi mesin 10:1 trus peak power 10000RPM maka wajib minun pertamak pls oktan 95.

    Guest
  13. konsumen indonesia tetap premium.

    beli lamborgini juga premium.
    beli helikopter juga premium.

    apapun kendaraannya premium bensinnya :topbingit

    Guest
  14. pre firing sebelum piston di TMA ini ibarat ejakulasi dini sebelum pasangannya mencapai orgasme…kira kira gitu ya?

    Guest
  15. udh ta jual punyaku, soale sparepart lumayan hrganya n ngeri waktu bnyk begal, btw, cbr cbu thai is the real DOHC if talk about character n engine contr.

    Guest
  16. bukan cepat atau lambat terbakar wak.
    Premium vs Pertamax mah sama2 mudah terbakar.
    Perbedaannya terletak pada struktur ikatan kimia pada zat aditifnya.

    Bedanya apa??
    Pertamax dan pertamax plus lebih tahan pada TEKANAN dan SUHU tinggi agar tidak terbakar. Pertamax dan Plus baru bisa terbakar pada saat ada api dari busi.
    Makanya pada saat mesin dg kompresi tinggi (11:1 misalnya), maka bbm kudu tahan dulu biar ga terbakar pada tekanan dan suhu tersebut kan? Pada saat busi nyala, langsung deh “booommm!!” ledakan instan terjadi

    Premium? Pada tekanan dan suhu tertentu premium udah bisa terbakar tanpa tersulut api dari busi wak. Berlaku pada mesin dg kompresi diatas 10:1.

    Guest
  17. knock sensor yg ad di head cyclinder itu memang jarang dipakai di sepeda motor. alasannya karena terlalu berisik, jadi kurang akurat. itukan cuman seperti microphone yg mengubah getaran ledakan ke sinyal listrik masuk ke ecu. di sepeda motor getaran terlalu besar sampai ke mesin jadi kurang akurat, apalagi yg cc rendah, peak power rendah. untuk sistem anti-knock di r2 biasanya dg ion sensor, atau sensor O2 seperti vixion, cb150r dll. dengan mengatur ulang campuran udara/bensin untuk menghindari pembakaran tiba-tiba. juga membuat pemakaian bahan bakar lebih efisien, dengan gas buang yg lebih bersih. pengaturan ulang campuran udara/bensin ini terjadi terus menerus, setiap pembakaran bisa berbeda-beda, karena kualitas bensin atau udara yg tidak sama setiap saat. jadi kalo gonta-ganti bensin atau nyampur2, otomatis pembakaran akan disesuaikan. selain itu knocking bisa juga terjadi karena ada deposit di ruang pembakaran, busi yg kepanasan atau ada sudut tajam di ruang pembakaran atau di piston yg rentan menjadi menyala merah, bisa memicu pembakaran. anti-knock system sudah diaplikasikan di sebagian besar mesin dari tahun 1990 keatas. di tahun 2000 keatas seharusnya semua udah pake.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.