460x110-sep

460x110 IWB

banner Yamalube motoGP R

Ride-by-wire

Bro sekalian, Selama ini kita mengenal adanya Kabel yang menghubungkan antara grip Gas kanan Motor dengan klep Kupu kupu yang berada di Karburator atau di Throtel Body (gambar 2 ) . . . Namun Di sistem Ride By Wire ( gambar 1 ) beda sob, di sistem ini bahkan Nggak ada yang namanya kabel fisik ( Kabel Baja Pilin) yang menghubungkan Grip Gas dan klep Kupu kupu di Karb atau di TB ..  . Jadi sebenarnya Ride By Wire agak sedikit membingungkan karena boleh dibilang, Secara umum malah nggak pake Kabel baja yang dipilin itu, atau mungkin wire disini yang dimaksud kabel tembaga listrik ya ?  . .. Jadi Ride By Wire itu kayak apa dong ? Oke sob mari kita bahas  . .

Web banner beatskoolfest

MBtech-Riders-nop30

440x110 5

Comando-Ride-by-cable

🙄 sistem gas dengan Kabel

Pada sistem Ride By Wire, Seriap gerakan grip gas/ betotan gas yang kita lakukan akan ditransfer melalui sebuah Transporder yang sebenarnya merupakan sebuah Konverter analog ke Digital (ADC) . Dan hasilnya adalah sebuah signal listrik digital yang akan di salurkan ke engine management computer atau boleh dibilang ECU/ ECM yang nanti akan membaca apa yang sedang dilakukan oleh pengendara  …

1290_sdr_throttlebody

🙄 Servo-controlled throttle pict (c) motorcyclistonline

Setelah memperoleh signal dari Transporder, Lalu ECU/ECM akan mengirimkan signal ke Aktuator dalam hal ini motor steper yang akan mengoperasikan berapa bukaan klep kupu kupu pada Throtel Body . .  Jadi Boleh dibilang Yang tadinya hubungan antara grip gas dan bukaan klep kupu kupu di Throtel body adalah langsung , sekarang di sistem Ride By wire menjadi tidak langsung, masuk ke ECU dulu.

Biasannya kehadiran Ride By Wire akan menghasilkan fitur ftur lanjutan dari sebuah motor seperti Cruise Control, Kontrol Traksi dan Variable Mode Power  . . .  Kenapa Gitu ? Gini Logikannya sob  . . .

Jadi pada sistem gas konvensional ( dengan kabel langsung ke klep kupu kupu), saat kita betot sekencang kencangnya itu grip gas/ throtel  maka sebesar  itupula klep kupu kupu  intake Throtel Body (TB) akan membuka . . . Untuk Motor dengan Lubang Intake besar, maka ada kemungkinan akan membuat motor langsung stall ( mati )

throttle-by-wire-schematic

Nah Pada sistem Betotan gas dengan Ride By wire, Saat Kita buka gas sebesar apapun, maka Komputer akan berfikir dan melakukan respon tidak selebay apa yang kita buka di grip gas. Komputer (ECU) hanya akan membuka klep Kupu kupu sebesar yang mesin bisa sebelum treshold (batas) suplai udara membuat motor stall ( mati)

Jadi pada dasarnya sebesar apapun gas kita buka, bukaan klep kupu kupu di Throtel body tetap saja yang mengendalikan adalah ECU, Bukan Kita/ Manusia secara langsung

Nah Hubungan sama Cruise Control, Cruise Control, Kontrol Traksi dan Variable Mode Power apa dong? Gini sob . .. ambil yang sederhana saja . . . Variable Mode Power  . . . DI motor motor jaman sekarang ada mapping power tuh kayak di MV Agusta Brutale 675/ F3 675 contohnya ( Selain Brutale 675, contoh lain adalah KTM RC390, Honda VFR1200F, dan Yamaha R6) ..  . Di MV agusta Brutale 765 ada 4 mode riding yang memiliki karakteristik dari respon throtel, torsi, limiter dan engine Brake yang berbeda beda . . . Rain, Normal, Sport dan Custom . . .

brutale_675_12

Nah Kalau Respon gasnya pakai kabel dan langsung membuka Klep Kupu kupu di Throtel Body, bakalan susah dong mengkondisikan mode ridingnya, alias bakalan gagal mode ridingnya karena Manusia ambil peranan langsung . .  beda kalau Komputer (ECU) yang ambil peranan utama, ia ( ECU) bisa mengkondisikan berapa bukaan throtel saat Hujan, berapa saat Normal, dan berapa saat dipakai Sport/ Race . . . nahhh cerdaskan ?

Kelebihan lain Ride By Wire selain bisa ditancapkan fitur fitur seperti Cruise Control,Cruise Control, Kontrol Traksi dan Variable Mode Power adalah kita bisa memastikan delivery Power menjadi smooth, tidak meledak ledak, dan tidak mengintimidasi  dan efek bonusnya bisa juga membuat efesiensi pemakaian bahan bakar . . .

Nah itukan enaknya, gimana nggak enaknya ? Yang pertama masalah feel kali yeee, Jadi kerasa dibatasi githu heheheh, logikanya walau kita yang nyuruh, tapi komputer punya peranan penting menentukan disana. Yang kedua adalah masalah teknologi yang butuh sumberdaya lebih cerdas untuk menangani masalah . . . kalo masalah kabel gas Nyangkut doang sih, bisa langsung di deteksi . . . lha kalo sudah semuanya digital signal? mumet mas broo hehehe gak sembarangan mekanik bisa handle . .

CBR250RR-006

Nah Githu Deh soal Ride By Wire . . . ini berhubungan dengan testimoni pengunjung tmcblog yang kemarin mengatakan bahwa tidak ada Kabel gas di Prototipe dari Honda K64A atau Calon Honda CBR250RR dua silinder . . . Jika di simak lagi di konsol speedometer ada indikator “STD” yang tmcblog sinyalir sebagai salah satu dari indikator Variable Mode Power . . . dan ini jelas secara langsung membuat Sinyalemen benang merah antara K64A dengan sistem Ride By Wire menyeruak . . .

Benar apa Nggak ? Kita simak saja nanti bro di Bulan ke dua pada Paruh kedua 2016 saat Honda K64A ini disinyalir Mulai di Produksi Massal . . .dan jika saja benar Honda CBR250RR nanti benar pakai Ride By wire ini jelas menjawab pertanyaan Mas Heru Rider Tua  . . . Ride By Wire apakah Apakah kita Masih Cukup usia Untuk merasakannya…???  . . . sebenarnya kalau mas heru naik Brutale 675 jawabannya jelas cukup . . . namun CBR250R kan harganya masih akan lebih rendah dari B675 jadi jelas akan lebih bisa membuka kemungkinan itu

Silahkan dikunyah kunyah, mohon maaf artikelnya cukup teknis, namun tmcblog yakin semua mas bro enthusias dan cerdas melihat ke kepoan ini  . . . semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

151 COMMENTS

      • Sebenere nggak mahal2 amat 😀
        Perkembagan microcontroller sangat pesat & semakin murah (ane orang elektro)..
        Yg bikin mahal itu karena emang sengaja dijual mahal. Hahaha

        Guest
  1. motor yg mengendalikan emosi raider donk yaaaahh……udah diprogram ECM sihh buka tutup gas nyaaa….ngopreknya sih murah tinggal ngurangin nilai resistornya sajjaaa

    Guest
  2. udah biasa di hampir semua supercar, bahkan mobil eropa taon 2000an pun udh pake throttle by wire kok. Kalo pake software + hardware canggih sih ga akan berasa lag

    tapi kalo pake software murah ama hardware kw 12 kek mobil2 jepang awal 2000an baru berasa lag nya

    anyway ada teknologi ini enak kok, ga usah takut canggih lah macem jaman dulu aja pas injeksi baru masuk indo pada ketakutan kalo rusak gimana hahahaha

    Guest
  3. Kalo Trottle Posision Sensor (TPS) ?? fungsinya buat apa wak?? bisa dibilang semi semi ride by wire gk, ya minimal fungsinya??

    Guest
  4. mobil masal kita juga sudah mulai banyak yg pake teknologi ini, seperti suzuki ertiga, dan mobil-mobil lain yg sudah punya cruise control

    Guest
  5. nah kalo yg ini ngerti nih maksud nya,,
    tapi teknis nya mungkin agak susah,,
    tapi ngerti lah hehe,,
    yakin ini teknologi dipakai di cbr 250 mas?
    bakalan mahal banget tuh motor,, ckck,,
    ga kebayang harga nya,,,
    btw apa motogp jg mirip2 gini? kalo ky gini bener kata rosi teknologi yg balapan bukan skill pembalap nya,, hehe,, cmiiw

    Guest
  6. trus mau dikasih harga berapa wak… kalo tekhnologi dasyat gini ditaruh di mongtor 250cc… trus apa iya bengkel ahass daerah bisa benerin yg beginian nih

    Guest
    • yoi, jadi semakin jelas dan logis bahwa ini teknologi bisa di aplkasikan di motor 250 cc harian dan harusnya tidak membuat motor harga selangit kan?

      Administrator
  7. waktu saya baca setengah dari seluruh artikel ini, agak mengira” kalau indikator STD yang ada di speedometer si cbr ini ada hubungannya sama ride by wire, eh ternyata bener ada kemungkinan seperti itu

    Guest
  8. berarti teknologi sekelas motoGP menggunakan “Ride By Wire” ya

    untuk mengatasi hal tersebut

    mau tahu juga kang
    motor berkapasitas berapa aja sih kang yang udah menerapkan kable gas model ride by wire ini

    nuhun

    Guest
  9. Kalo jd diterapkan di CBR250, bisa jd jalan masuk penerapan teknologi ini ke motor yg lebih mainstream. Skuter matic bs lebih irit ?

    Guest
  10. Wih kelas 250cc mulai panas nih. Setelah r25 melempem lawan ninja, new cbr250r siap bertarung. Untuk menggeser klan ninja memang harus meloncat jauh fitur dan teknologinya. Tinggal harga aja mau dikasih berapa, kalo beda terlalu jauh/kemahalan ya tetap ninja yg pegang MS.

    Guest
  11. kalo orang terbiasa gas konvensional bakal kayak maen ps jadi nya. tenaga jadi lebih linear tapi kalo buat nanjak2 gimana ki kang ? kan feel nya orang beda2

    Guest
  12. FBY pasti gk gableg masalah teknologi ginian… kl FBH penyemplak mobil honda pasti udah faham teknologi ini… mentok FBYaMaho kl naek motor Maho di gas ya Nembak nembak Dhor dhor Dhor macem Tanjidor….

    Guest
  13. wak mau nanya,, kalo ride bywire di yamaha r6 itu fungsinya untuk mengkontrol bukaan gas atau cuma throttle konvensional diganti dengan elektronik , soalnya rada aneh, di sebagian pabrikan lain ride by wire dipadukan dengan riding mode yang artinya ride bywire untuk mendukung penggunaan riding mode, traction control,lalu di r6 kan tdk ada riding mode, jadi keberadaan ride bywire agak percuma atau memang memberikan riding quality yang lebih baik dibandingkan throttle konvensional.?

    Guest
    • riding mode kan cuma Bonus atau fitur yang bisa diaplikasikan, namun tujuan utamannya sebenarnya untuk membuat R6 easy/ Friendly Use aja, jadi nggak melompat lompat .. . kedepan kalo yamaha mau gunakan riding mode ya . .. mudah tho tinggal buka dikit jooos 😀

      Administrator
    • Dlu prnh mimpi kpn y mtor2 250cc traplikasikn Traksi Kontrol, Power Mode, Slippery Clutch dll… Jd hal biasa, g eksklusif d Supersemprot doank.
      Alhamdulillah udh mlai k arah situ… Mksh infony, Wak

      Guest
  14. Di metik yaMaho katae udah ada teknologi ginian wak Haji.. Jadi ketika di Gasss ostosmastis dari Knalpot Item Dekilnya menembak nembak laksana Meriam Ujung kulon.. Door door Bhret Dhuor.. MuooooooooooooDhar..Moo

    Guest
  15. secara teknis feelnya sama aja dg konvensional,hanya saja sistem ini ( kalo tim sy biasa nyebutnya ETV ) lebih baik kerjanya dibanding manual,ECU bisa lebih tepat mengukur output BB untuk menghasilkan tenaga maksimal karena udara masuk jg di diteksi lewat bukaan trotel dan AFS klo dilengkapi.Selain berfungsi spt yg disebutkan td jg tambahan untuk membatasi putaran maksimum RPM saat diteksi terjadi masalah pada mesin.sehingga bisa meminimalkan kerusakan yg terjadi,

    Guest
  16. mantaapppsss… dari kemaren bingung apa maksud’y ride by wire… eh dibikinin makalah ama wak haji… te o pe be ge te lah…

    Guest
  17. betul sekali new avanza sudah mengadopsinya
    cuma perlakuanya harus diurut perlahan ga bisa dibejek langsung
    karena ECU kan membaca presentasi pembukaanya apalgi sensor sekarang sudah mengadopsi signal digital
    cuma kasian aja kalau ga tahan air secara kan kalao mobil kan tertutup
    sedangkan motor kan terbuka
    gimana tuh apakah dibuat supaya tahan air .
    kalau jalan sendiri kec 60 itu cruise contol tp pengaturanya ttp dari situ cuma di indonesia ga kepake cos jalan macet
    beberapa mobil skrg sudah tidak dipakai cruise control.

    Guest
  18. pengalaman pake ertiga yang udah drive by wire
    paling tricky ya pas nanjak
    kalo nanjak di gear 2, trus terpaksa tutup gas dan rpm drop di bawah 2000, begitu buka gas lagi ga mau ngangkat, walo gas di injek sampe mentok
    harus pindah gear 1

    dan kadang respon mesin beda, kadang gas dikit dah meraung, kadang gas dalem masih stall/ga gerak rpm nya

    Guest
  19. jgn khawatir obeng nya mekanik ngahaem sakti ms broww..cukup colek dikit..dah ketauan problem nya di mana…ngoahahaha..nguimpi..

    Guest
  20. Mirip2 livina ane… walopun gak ada riding mode tapi udah electronic throttle …

    memang agak kurang responsif dan kesannya kayak loyo… tapi ni mobil bener2 alus… rambatannya mirip2 sedan mid-big size
    yg paling kerasa kalo tutup gas sama perpindahan gigi… dengan teknologi+skill oper gigi, temen ane org jerman aja heran mobil manual kok rasa matic…

    sedan kecil kaya bal*no, vi*s, c*ty (tahun yg sama *2008) kalah alus ama mobil ini, gak tau dah kalo yg baru2

    Guest
  21. sebenarnya sih cuma masalah buat bahasa pemograman berupa intergal di software ECU.

    kalu mode STD (standard), bukaan butterfly valve(katup kukpu-kupu) xx%

    kalu mode Rain , bukaan butterfly valve(katup kukpu-kupu) xx%

    dst,

    yach artinya ECU nya lebih komplet pembacaanya dibanding ECU injectiin doang, plus sensor di bukaan gas,

    yach mode mapping ngak usah 4/5, cukup 3 aja,

    standard, rain dan sport

    harga pasti lebih mahal, tapi kalu bicara mass produktion, harga bisa ditekanlah

    Guest
  22. Yyaaahh payah
    nggak bisa betot gas seenak udell 😀
    klo mau nyalip kendaraan yang pnjang ancar ancang dulu 1km 😀
    susahnya klo buat naik gunung ni.

    Guest
  23. Klo udah diangkat materi kayak gini ke permukaan biasanya 80% akurat ni… buat mensyukuri adanya ride by wire silahkan betot gas lgsung dr gigi 2 rolling speed approx +-60km/h posisi miring kira2 20 derajat pakai z1000 sugomi… dijamin itu jantung mau copot badan rasa melayang… bayangin posisi motor miring terus ban spin di tempat pada kecepatan 60km/h… ride by wire definitly will save your life… tp di 250cc honda nanti kok gw rasa terlalu overrated (bs diilang mubazir) ya kecuali power or torque nya emg gede… gawe pnasaran wae ki…

    Guest
  24. wingi CBR 1000 sampe stuck throttle berarti sek pakai kabel ya..motor mahalnya ja masih pake kabel CBR 250rr ndak pake..ruarr biasa…

    Guest
  25. Livina pk ride by wire yah, pantes klo antara gas sm kopling kurang sesuai kan biasanya di mobil-mobil yg blm punya teknologi ini mati mesinnya. Di livina ngga

    Guest
  26. Nah kabar dari Robot yaMaho gmna wak..?? apakah masih cuman bisa nungging nungging Aj ap udah bisa merangkak sendiri Wak…??? makasih

    Guest
  27. Jangan dibilang transponder wak, tapi encoder yang menterjemahkan dari gerakan mekanik ke digit angka yang diteruskan ke motor servo.

    Kebayang kalo bacanya loncat2 gimana ya, respon gasnya hwiwiwi…
    Error dikit itu encoder harus ganti.

    Guest
  28. Terlalu banyak dibatasi jadi ga asyik, sekarang teknologi dah mulai mengurangi peranan manusia karena faktor human error dianggap besar.

    Jadi lama2 kita mungkin ga perlu skill dan tinggal duduk aja di motor yg nyetir dan nyeimbangin dirinya sendiri.

    Guest
  29. Mz Taufiq, di R6 emgnya udah ada Power mode / Mapping power ? setau saya itu satu2nya moge supersport yg paling minim fitur, ABS aja belum. Berharap Facelift.

    Guest
  30. mungkin kalo untuk rtoduksi masalkabel gas pushpull udah layak produksi. tapi kalo mau ride by wire diterapkan buat yang SE dulu aja biar lebih prestige..

    Guest
  31. Tlat….bca (so mlas baca teknis )…mantap artikelnya wa haji….aduh mtr2 klas capung mkin canggih bae…serasa moge bneran…kantongpun hrus ikutan gede…adeuhhh…mantap

    Guest
  32. Apa yg tdk bisa dioprek oleh anak mtr indonesia…teknologi ini pasti pda dioprek pula…(tpi klo ada masalah error dlm pembacaan signal…ya yg namanya brang d pke pasti lama2 haus…kya polume aktifspeker kresek2…..pas mtr jln santai tiba2…ngoooongggg….dooor…bisa kya gtu tdk wa hji atau ad batas pake…sekian kilo ganti modulnya….maaf orang desa)

    Guest
  33. mmm…lama2 mengendara sambil tidurpun bisa..peranan manusia akan diganti perangkat elektronik atau robot…sekalipun manusia pula yg membuatnya…

    Guest
  34. la di Suzuki Satria FU kan juga pake mode kayak gitu wak. mode Eco,Normal dan mode Sport wak.. itu juga kan gak pake Ecu ato tekno tingkat cerdas yah..
    hehe.. icik kiwir..

    Guest
    • beda dong bro, utk satria hanya lampu indikator aja berdasarkan putaran mesin. klo kurang dari 4500 = eco, lebih dari itu power, netral ya netral. *imho.

      Guest
    • ride by wire itu udah wireless masbro (wire disini kabel olor itu tuh). jd yg buka tutup koin kupu2 buat atur bukaan udara+injektor yg nyemprot bukan kabel lg, melainkan sistem elektronik.. makanya berdasarkan artikel wak haji sangat2 memungkinkan ada riding mode (penyunatan tenaga dr yg trrkecil sampe terbesar alias g disunat, ini kalo di moge2 riding mode rain, normal, race/sport/power). cmiiw

      kalo di fu mah bener kata atas ane tuh, cuma lampu idikator aja musti shifting gear saat lampu indikator putih nyala (kalo fu 2013 kebawah eco-normal-power, kalo 2013 batok kecil keatas eco-normal-hi, kalo yg Fi ane blm tau deh)

      Guest
  35. Harga nya brapa kalo tuh motor jadi dijual di sini? …harga motor naik terus ga pernah turun, , bbm premium & pertamax aja ada turun nya xixixxi

    Guest
  36. Di fu ada ride by wire? Perasaan itu riding mode buat mandu aja,mungkin. BTW,klo dimotor yg ada ride by wire trus ada riding mode dan diseting racing,apakah respon mesin ketika gas dibejek sampe mentok sama kyk motor yg gak pake ride by wire??

    Guest
  37. MakNyuuuuzzzz mazbroo… kalau bener honda k64 / cbr 250 r pakai ride by wire… artinya, ini motor pertama produksi indonesia (ahm) sebagai pionir produk berteknologi tinggi… kayaknya pabrikan lain juga akan ngikutin dgn teknologi ini hahahaaa…. ???

    Guest
  38. Mgkin itu slh satu strategi marketing jg ya wak
    Mau mnciptakan image teknologi baru dkelas 250cc,
    Mslaz kan mtor 150cc yg bkal USD pertama (nti klo launching d sini),
    Cbr250rr mtor 250cc prtama yg bkal bkin ride by wire itu,. Plus swing arm banana n USD jg konon ya wak.. hhee

    Guest
  39. Dengan kata lain teknologi ini mampu meredam emosi rider
    Tapi sedahsyat apa sih tenaga cbr sampai pakai teknologi ini?
    Kalau mode berkendaranya dibagi 4 juga?
    Mode paling ekonomis udah kayak naik sepeda ontel

    Guest
  40. Segala tehnologi canggih itu pada prinsipnya mengebiri performa motor. Pada motor dengan power melimpah macam moge tentu kata mengebiri bisa dibaca sbg mengontrol, tp pd motor ber cc kecil tehnologi pengebirian ini hanya soal gaya2an. Power dikisaran 30 hp sirna sdh kenikmatan berkendara jika tenaganya masih hrs disunat.

    Guest
  41. Kalo pake tehnologi ini..pasti ada jeda/kurang reponsip antara tarikan grip gas sama respon mesin..
    Harus dibiasakan dulu..

    Guest
  42. Dh Ngerti 100% mas… mangkanya metode ini di gp yg bikin rosi ama stoner.. “ngomel-gomel” yh mas.. hehe

    Guest
  43. malah rumit kayaknya… trus gimana klo pas mau nyelip kendaraan besar.. tp dari arah depan ada kendaraan juga yg terlalu dekat.. trus mau nyelip dengan spontan wuss…. psti gk bisa lgi dong… kan bukaan gas di atur ecu.. rawan ktabrak pastinya…

    Guest
  44. Teknologi yang kurang disukay alay….bakal punah klo dah pake teknologi spt ini para alayer….ga bisa sruntulan lagi….n motor yg lemot makin lemot aja.

    Guest
  45. Seperti yang sudah banyak disebut diatas, teknologi ini memang sudah lama diaplikasikan pada mobil. Tapi akan menjadi baru di sepeda motor, terlebih pada sepeda motor dengan harga di bawah 100Juta rupiah.
    Pabrikan kan begitu wak Taufik, mereka jual motor dengan teknologi yang cukup aja laris manis produknya, apalagi dikasih fitur yang wah. imho
    Oiya, untuk membedakan kabel kawat dipilin dengan kabel tembaga, mungkin bisa dengan menyebut sling (kabel dipilin) dan wire (kabel tembaga). cmiiw.

    Guest
  46. nah iniiii… artikel yang keren juga dari kang haji.. mantap euy klo benar terjadi ada pilihan mode gitu. kaya naik motogp. hehe.. 😀

    Guest
    • klo saya om taufiq. no problem tambah seneng. pakai motor gk pecicilan. gk sak penake udele. asalkan aftr sales nya aja bs handle klo suatu saat terjadi eror. itu saja. ttp nunggu si twin vs r25 vs ninin 250.dan katanya yamaha juga mo rilis 250 terbaru.

      Guest
  47. Utk membunuh ninja 250:
    -Yamaha dg power (saja)
    -Honda dg power, desain dan teknologi

    Siapa yg all out?
    Siapa yg memanjakan konsumen?
    Siapa yg cerdas?
    Siapa yg dtg dg senjata lengkap?
    Siapa yg dtg hanya utk kalah?

    Guest
    • itulah kelebihan klo muncul belakangan gan..

      R25 muncul buat ngebunuh ninja 250 dgn power yg dia punya,dan terbukti dilapangan std vs std R25 menang telak diatas n250. tapi lagi2 pasar masih segan dgn nama besar ninja gan..

      kita liat aja dgn kedatangan the next cbr250rr apakah bisa membunuh merk Y dan K? (knp the next? krn yg duluuuuu bgt nama ini jg dipake simbahnya cbr kapasitas 250cc tapi udah four inline 16valve)

      kalo pabrikan S g perlu di bahas krn mereka punya pasarnya sendiri kali ya 😀

      Guest
  48. […] Sesuai dengan judul sebuah artikel di tmcblog.com dan pada tulisan wak haji Taufik juga sudah ditulis dengan jelas mengenai teknologi RBW (ride by wire) ini guys. Simplenya… Jika nantinya CBR250RR menggunakan teknologi RBW, maka pada handle gas tidak ada kabelnya lagi. Pada sistem ride by wire ini, setiap putaran gas yang kita lakukan akan di transfer melalui sebuah transporter semacam konverter analog ke digital (ADC). Dan hasilnya, sebuah signal listrik digital yang akan disalurkan ke engine menagement computer (ECU/ECM) yang nantinya akan membaca apa yang dilakukan oleh sang pengendara. Lebih jelasnya bisa anda baca di artikel tmcblog.com (klik disini). […]

    Guest
  49. Kapan nih ada teknologi canggih terbaru
    Kopling by wire?
    Soalnya kalo Rbw sih mobil udah duluan. Jadi bukan hal baru lah.
    Nah
    Jadi kopling diatur oleh ecu kapan bukaan yg pas dengan gas. Biar kampas kopling ga cepet habis
    udah ga pake kabel sling atau pake hidrolis lagi deh.

    Guest
  50. Ride by wire? .. Di CBR250?.. hanya satu opini saya = mubazirrrr
    Seliar apakah yg anda harapkan dari 2 silinder 250cc? hmm..

    Guest
  51. Keren, padat dan jelas. Makasih wak.
    Untuk terminologinya “wire” mengacu pada kabel listrik, yg menggantikan sistem mekanik. Krn pd thn 70an pertama kali digunakan pada pesawat “fly by wire” yg mulai menggunakan komputer. Jadi, wire/ kabel2 terhubung ke komputer (ecu).
    Sekedar menambahkan dikit. Semoga bermanfaat.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.