honda-vario-440x100

desmo lama

Bro seklaian, Bro Ben Piss ( thks Bro ) telah bersusah payah sharing ilmu yang beliau ketahui untuk menjawab kekepoan tmcblog mengenai apa yang dishare Oleh Gigi Dall Igna di artikel sebelumnya bahwa Mesin MotoGP sulit mendekati power maksimum 300 hp dengan dua kondisi regulasi Yakni pembatasan Jumlah mesin dan pembatasan dimensi piston ( bore 81 mm )  . . . namun komentar bernas ini sempat nyangkut  .. . di folder pending nggak ada, namun akhirnnya ketemu . . . silahkan deh sobat sekalian simak sharing yang ditulis oleh bro Ben Piss . .

440x100_tirei

cengkareng-shop

Dengan dibatasinya kapasitas maksimum 1000cc, maksimum 4 silinder, dan maksimum bore alias diameter piston 81mm artinya kalau rpm mesin ditambah, kecepatan linier piston akan bertambah. Sedangkan ada batasan maksimum linier piston (piston speed) adalah 21 29 m/s. Kalau mau tambah rpm tapi piston speed tidak melewati batasan 21 29 m/s, maka bisa dilakukan dengan mengurangi stroke piston.

Volume sedikit berkurang tapi dapat keuntungan rpm lebih tinggi. Masalahnya regulasi MotoGP juga membatasi rpm maksimum 18,000 rpm. Ini yang membatasi power mesin MotoGP menurut Gigi. Ini hebatnya yang membuat regulasi, mereka benar2 tahu sisi technical. Silahkan dihitung sendiri wak haji, volume dimaksimalkan 1000,0000 cc Pas maksimum, diameter piston maksimalkan sampai 81,0000 mm (ketelitian 100 micron ? ), jumlah silinder 4, rpm maksimal 18000 rpm pas maksimum.

Berapa piston speed nya? Dugaan saya hasil hitung-hitungannya akan benar-benar mepet limit 21 29 m/s malah mungkin lebih sedikit yang memaksa pabrikan harus mengkalkulasi ulang faktor keselamatannya. Tujuannya untuk jadi handicap bagi pabrikan. Kalau nekat bermain di limit, umur mesin akan makin pendek dan pastinya lebih boros bensin. Padahal masih ada pagar pembatas lain yaitu regulasi jumlah mesin maksimum dalam 1 musim ( 9 mesin untuk team factory) , jenis material mesin yang diijinkan, dan kapasitas tangki maksimum (22 liter )

spidi-2

Saya yakin dengan batasan di atas, piston speed akan mepet 21 29 m/s, buktinya saat regulasi jumlah maksimum mesin dibuat sedikit longgar tahun ini, Desmosedici langsung naik signifikan top speed nya. Ducati bermain di rpm maksimum (dengan mengorbankan sedikit volume), tapi dengan tambahan quota mesin, ducati menambah kapasitas mendekati limit dengan menaikkan sedikit stroke. Piston speed naik tapi ada back up cadangan jumlah mesin. Kalau regulasi jumlah mesin tidak dikembalikan ke 5 mesin per musim, pabrikan lain akan ikut-ikutan mulai tahun depan.

Ducati-Desmosedici-2016-022

Tantangan daya tahan mesin akan diabaikan untuk mengejar gap top speed dari Ducati. Kenapa regulasi saat ini dibuat dengan membuat barrier yg begitu ketat di sana sini? Mau bermain rpm maksimum , ada batasan bore, jumlah silinder, etc… Sengaja dibuat susah agar engineer pabrikan kreatif mencari opsi lain di luar dari upaya mengail power setinggi-tingginya dan memakai material aneh-aneh. [Note Contohnya RnD winglet ]

yzr-m1

Dan bukan cuma Dorna yg merancang sendiri regulasi ini, tapi juga masukan dari MSMA untuk memaksa diri mereka sendiri lebih kreatif dan berpikir out of the box. Sayangnya tahun ini ada kelonggaran di batasan jumlah mesin maksimum dlm 1 musim…

Ben Piss On Behalf of TMCBlog

Taufik of BUitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

 

49 COMMENTS

  1. Segitu saja udah kencang, keselamatan pembalap juga mungkin yg membantasi power maksimum makanya dibuat regulasi

    Guest
  2. Ntap surantap penjelasannya bung Ben Spiss.
    Mungkin Dorna melakukan ini dgn berkaca kebijakan di F1 yg aturan teknikalnya demikian ketat. Sehingga memaksa pabrikan melakukan riset yg out of the bo dan membawa MotoGP ke level berikutnya.
    Sy menduga musim depan pabrikan akan merancang winglet yg integrated dgn fairing

    Guest
  3. masa si

    ketemunya stroke 48,xx mm
    setara stroke satria fu

    padahal batas 21 m/s fu sekitar 13000 rpm
    sementara motogp 18000 rpm

    jauh,, speed piston motogp bisa sampai 30 m/s

    Guest
    • Bener Bro, gw hitung dapat 29 m/s.
      Tadi malas ngitung sih… 😀
      Gw kirim ralat tp nyangkut

      Guest
    • Td jg malas nyari buku buat buka2 lg referensi.
      Yg benar:
      Ternyata 21 m/s itu untuk produk massal yg dimodif untuk balap.
      Kalau khusus untuk balap:
      – 22 m/s untuk race endurance
      – 25 m/s untuk race short trip (termasuk MotoGP)
      – 30 m/s untuk drag race.

      Semoga wak haji cek jaring & revisi artikel biar bisa berguna buat semuanya 😀

      Guest
  4. asal tahu aja,,
    cbr1000sp,, dengan stroke 55 mm dan 14000 rpm
    piston speed nya udah 24 m/s

    dan itu masih motor harian,, dan garansi 1 tahun km unlimited

    motogp 21 m/s???
    pffff….

    Guest
  5. Kok saya rada rada gak percaya sama piston speed kelas motogp yang 21m/s

    Speed segitu itu imho max speed buat durability produk massal biar awet hingga nanti

    Guest
  6. emang motogp pake rev limiter ya??
    setau sy sejak 1000cc (2012) rev limiter gak dipatuhi sm pabrikan2. pas kamera onboard keliatan rpmnya udah +16000 sekian, bahkan kata motomaters RCV dan desmo udah tembus 17000an rpm

    Guest
  7. jd regulasi musim ini menguntungkan ducati …
    habis pake ganti baru secara pabrikan kaya kali

    tp reality-nya desmo dr thn 2011 – skrg sama z performnya
    di awal musim meyakinkan tp sesudah itu bosok gk karu²an
    ada z problem saat race..
    tp ya susah sih, prinsip ducati kan motor juara adlh motor kencang n konfigurasi V engine…
    YZR-M1 berhasil mementahkan prinsip itu
    saat ini m1 cocok di segala sirkuit

    haiyyaaa

    Guest
  8. Power maksimum, efisiensi bahan bakar, material mesin yg tahan lama, riset dilakukan sesingkat mungkin. Keberhasilan di motogp akan berdampak positif dalam alih teknologi di motor produk masal. Pada akhirnya kitalah yg diuntungkan.

    Guest
  9. seru pembahasannya…
    saya mau gelar tiker disini mau denger penjelasan dari komentator yg namanya PENGAMAT
    biasanya kan dia keliatan paling tau segalanya soal bore x stroke

    Guest
  10. Coba gk usah ketat2 bngt aturannya..
    Seperti diperbolehkan pasang supercharger..
    Pasti akan lebih seru lg.. :v
    sekarang terlalu ketat bgt

    Guest
  11. kalau bore dibikin 80,999
    dapet stroke 48.552
    dikali 4 silinder ketemu 999.999.01 cc
    tipis cak.
    asli overbore tenan wak

    Guest
  12. Dlu F1 kena engine freeze tpi bsa lbh cepat cuma ngandelin desain aero…. Bahkan saking tambh cepatnya, saat itu ban di tambah alur dri 3 jdi 4 utk memperlambat sperskian detik

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.