440x100_supragtr150

muffler-4

Bro sekalian, selalu Kepo kalau pabrikan MotoGP bilang mereka sedang melakukan test Part baru seperti sasis, muffler, dan swing arm . . Bukan apa apa, sepertinya hanya itu doang yang bisa diubah dan tidak kena pembekuan pengembangan untuk team team tanpa Konsesi seperti Honda, Yamaha dan Ducati. Nah di artikel sebelumnya telah kita ketahui bahwa Honda sedang ngetest Muffler baru . . kayak apa Keterbaruannya? . .. TMCblog lihat Paling tidak ada dua detail  . .. Cekidot deh

440x100_tirei

cengkareng-shop

MBtech-Riders-24feb2016

Yang pertama ada dimensi muffler side fairing kanan yang berdesain lebih pendek dan lebih tidak berlekuk dibandingkan dengan desain Muffler side Fairing Honda RC213V sebelumnya  . .. Cekidot  . .

muffler-2

muffler-1

Yang kedua adalah Muffler under tail yang boleh dibilang memiliki dimensi yang lebih pendek dari Muffler sebelumnya . .. dan dihilangkannya bentuk (maaf) Pig Tailnya sob . .. silahkan lihat gambar yang tmcblog peroleh dari GPOne (1) ini sob

honda_exaust02

honda_exaust03

Dan bedakan dengan bentuk Muffler under tail Honda RC213V sebelumnya

honda_exaust-old

beda tho?  muffler baru boleh dibilang punya dimensi lebih pendek karena detail seperti (maaf) pig tail dihilangkan

THE VERDICT

Oke Maksudnya Gimana Kira Kira ? Biasannya Muffler yang memiliki lekukan sedikit dan memiliki leher yang pendek akan mengutamakan sesuatu putaran di rpm rendah ( sebaliknya Biasanya yang silencer panjang, putaran atasnya lebih enak dan panjang)  cmiiw , imho   . . . nahh tmcblog melihat ini ada hubungannya dengan masalah yang diderita oleh HRC di awal musim ini dimana mereka kalah akselerasi keluar tikungan ( exit Corner Acceleration) , atau boeh dibilang , kalah akselerasi ketika RPM Honda RC213V masih berada di Low-Medium RPM . .. hmmm klop sih, tinggal lihat nih apakah part ini punya imbas positif terhadap performa Marc Marquez dan Pedrosa kedepan? atau malah mengorbankan bagian lain seperti akselersi atas ? tentu Sudah diperhitungkan masak masak sih hitungan volume metriknya oleh para mekanik dan desainernya . . .silahkan dikunyah kunyah dan didiskusikan sob . ..

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

 

81 COMMENTS

      • wak klo diperhatikan pada saat hard braking honda rcv marc terlihat lebih struggle drpd m1 rossi.. apakah itu pengaruh dr sasis atau bagian lain? dan jika ada info.. mohon dpt di compare

        Guest
        • itu bener, hard Brakenya struggle, tapi bukan hanya tahun ini sih, dari tahun tahun yang lalu struggle .. tapi entah itu Hondannya atau gaya ngerem Marc, saya juga masih belum ngerti . . Kudu liat Marc diatas M1 kayakny ya 😀

          Administrator
        • Lho…bukannya satu2nya keunggulan recikv yg masih ada tinggal pengeremannya?
          Saking bagusnya, dipaksa late braking ekstrim kyk gtu, mm93 gak jatuh.

          Kalau recikv tdk punya pengereman fantastis, mm93 tdk bakalan bisa podium.

          Slipper clutch recikv sampai saat ini masih yg terbaik, ini yg membuat recikv bisa direm seektrim yg dilakukan mm93.

          Guest
  1. psti ada plus minusnya
    contohnya panigale dg underbelly muffler… suaranya brisik ampun daghhhh

    Guest
    • Wak haji kenapa pig tail perlu dikasih awalan maaf. Menurut ane itu bukan kata2 yg kasar/kotor toh artinya kan ekor babi.
      .
      Babi emg haram, tp ga perlu pake kata maaf juga gpp kayanya wak haji hehehe.

      Guest
      • ya gak apa apa, mungkin ada yang nggak berkenan sama konotasinya, makanya saya minta maaf dulu

        Administrator
  2. bang haji….aq mw tnya out’y knalpot dikasih kyk jaring kyk gtu da fungsi’y tha bang????kok di yzf M1 jg kyk gt model’y pdhal beda suplier…trims bang

    Guest
      • Setau ane itu buat mecah flow aliran udara dari Muffler biar tendangannya tidak langsung kena ke pembalap belakangnya…

        Guest
      • Nyumbang info saja wak haji…
        Itu untuk bikin aliran udara jadi laminer.

        Beberapa flow meter menggunakan prinsip ini untuk membuat aliran udara menjadi laminer sebelum diukur flownya, agar diperoleh hasil pengukuran lebih akurat.

        Contoh lainnya, beberapa MAF sensor juga membuat orifice (istilah untuk fungsi “jaring” tersebut) di mulut body MAF sensor.
        Tujuannya sama…yaitu membuat aliran udara menjadi laminer saat melewati MAF sensor element nya.

        Guest
    • Setingan ecu memang open alias bisa dioprek2 bro
      kalo Algoritmannya nggak boleh diubah, kan udah dalam bahasa yang tinggal pake

      Administrator
  3. MOTOGP MANUFACTURERS’ CHAMPIONSHIP 2016 (Round 7 of 18, Catalunya)
    1 Yamaha 165
    2 Honda 135
    3 Ducati 92
    4 Suzuki 78
    5 Aprilia 37

    Guest
  4. Apa mungkin pengapiannya dirubah jadi bigbang wak, soalnya dulu pernah baca artikel knalpotnya dibuat memutar biar bisa meredam ganasnya screamer

    Guest
  5. kalo bisa skalian bensin nya pake premium n radiatornya di copot spy lebih ngacir di putaran bawah n meleduk di putaran atas wkwk

    Guest
  6. Setauku sedikit lekukan lebih bagus buat putaran atas (free flow), sebaliknya banyak lekukan bagus buat turbulensi di putaran bawah.

    Guest
  7. wah menyambung pertanyaan sebelumnya…kalo alogaritmenya gak boleh di oprek2…terus apanya yah wak yang dioprek?..kan software ama hardware dah dari MM semua…di tret sebelumnya apa sih yg dioprek jadinya…kan selain knalpot, twinspar apalagi…ecu?..

    Guest
    • saya pikir yang dioprek adalah matriksnya dan penyesuaian dengan sensor/aktuator yang dipakai, cmiiw

      Administrator
  8. Knalpot tdk melingkar lagi berarti lebih pendek daripada sebelumnya.
    Dipastikan hahrese menggeser torsi maksimum ke rpm lebih tinggi.
    Pgn melembutkan torsi di putaran rendah biar tdk wheelie sekaligus mendapatkan torsi yg cukup di rpm atas biar tdk kalah top speed.
    Semoga sukses!
    ____________________________________________

    Kopi komen bro CHM di warung sebelah..
    Jd bingung wak..sebenere yg putaran atas jos tu mupler panjang ap pendek?

    Guest
  9. bang haji….aq mw tnya out’y knalpot dikasih kyk jaring kyk gtu da fungsi’y tha bang????kok di yzf M1 jg kyk gt model’y pdhal beda suplier…trims
    ===========

    selain menjaga kotoran msk,

    juga membuat flow lebih laminer

    Guest
  10. kemarin masih ujicoba.kita lihat aja nanti diAssen.kalo dipakai berarti pembalap menganggap bisa menambah kecepatan Laptimenya.telemetri saat race masih ada,jadi dibandingkan dgn ujicoba.lebih bagus pasti dipakai.wait and see.

    Guest
  11. Setau ane sih, knalpot yg bayak lekukannya justru buat torsi lebih nampol dari pada kenalpot yg lurus? ini yg bener yg mana??

    Guest
    • saya copas ya : http://otomotifnet.com/Motor/Tips/Leher-Dan-Ujung-Knalpot-Panjang-Atau-Pendek-Beda-Karakter#

      Pendapat yang sama juga diungkapkan Hasyim Sonedi, tunner tim AHRS. “Knalpot leher panjang membuat napas mesin juga lebih panjang. Selain itu, tipe knalpot ini cocok dipakai motor yang power mesinnya sudah besar,” timpal tunner ramah penggemar Holden ini.

      Permainan leher knalpot, sebenarnya tak ubah moncong silencer. Kalau sobat perhatikan, ada knalpot yang silencer-nya memiliki ujung menekuk dengan tambahan pelat. Selain itu, ada juga yang tak mengaplikasi ujung silencer.

      “Kalau ujung silencer model menekuk, cocok untuk yang butuh putaran atas. Top speed lebih jalan, karena ada gas buang yang bisa menahan gas buang agar tidak keluar langsung,” kata Kampret yang hidup di dua alam. Maksudnya di alam balap era 2-tak dan era 4-tak ini.

      Nah, gas buang yang tertahan terus menciptakan tendangan balik. Sedang model lurus, pastinya cocok buat bermain di putaran bawah dong. Tetapi, menurut Kampret yang juga jago seting karburator, sebaiknya perhatikan volume silinder pacuan atau power juga

      Administrator
      • Busyet dahhh…mana ada LSA sampai 250 derajat?
        Cam lobe in & ex saling bertolak belakang saja sdh 180 derajat…

        Lagian overlap besar justru kecil sudut LSA nya.
        Overlap kecil, LSA nya besar.

        Jangan asbun ahh…

        Guest
      • Durasi cam in ya durasi cam in.
        Durasi cam out ya durasi cam out.
        Beda dengan durasi overlap.
        LSA ya LSA.

        Sampeyan gak ngerti gitu main asbun saja 😀

        Guest
      • in 7-180-47 (234°) dan
        out 48-180-(-2) (226°)
        Overlap 5°
        -> LSA 112.5 derajat

        In 29-180-59 (268°)
        Out 59-180-29 (268°)
        Overlap 58°
        -> LSA 105 derajat

        Sebenarnya sampeyan ngerti gak sih apa itu LSA?

        Dari gambaran geometrinya saja, anak SMP juga langsung tau kalau LSA sempit, durasi overlap besar…LSA lebar, durasi overlap kecil.

        Belajar lagi gih sono…
        Biar gak asbun di sini

        Guest
      • Nah ini nih, banyak tuner² di Indo yg hobi nyesatin, dimana2 leher dan silencer lebih pendek minim lekukan buat power rpm atas, liat aja deh drag2 luar sana yang extreme², top fuel drag dll, semua pake straight pipe pendek², ngapain?? Mau badakin torsi bawah biar mobil atau motornya kebalik?? Mereka gitu buat geser powerband ke atas, buat start torsi dengan mesin segitu udah lebih dari cukup buat njengatin atas, malah dibikin “secukupnya” aja biar ban tetep dapet traksi sama aspal…IMHO yaa…

        Guest
    • Inline khan headernya di depan semua bro…kalo V ada yg di depan ada yg ditengah..otomatis cari space yg paling mudah buat naruh knalpot dari silinder 3 & 4…ya paling pas ya di ekor…
      Kalo silinder 1 & 2 paling pas ya di bawah..

      Guest
  12. nahh dari penjelasan wak haji.
    knalpot RCV yang melengkung di ubah jadi lurus berarti top speednya tergadaikan dong.
    akselerasi nambAh..
    gitu maksudnya..

    Guest
  13. wak kalo knalpot RCV di buat sperti knalpot 2tak apa munggkin tnaga nya naik? tau sendiri lah wa motor 2tak kan kenceng2

    Guest
  14. Untuk yamaha gmn? Knalpotnya udh ga kliatan lagi tuh, perlu komparasi juga nih, ducati, suzuki, aprilia bgmn ?

    Guest
  15. Mas taufik, kalo tes kayak gini pake mesin bekas atau baru yg dialokasikan utk balapan, atau ada unit sendiri ?!?

    Guest
  16. wak… tuh bahan knalpotx apa ya..?
    pny fotox pas mesin hidup g wak, pengen tau warna knalpotx se merah apa soalx dl pernah liat foto knalpot mobil f1 pas d geber merah membara

    Guest
  17. Panjang dan pendek knalpot gak semata-mata satu2nya parameter yang menentukan posisi puncak torsi pada sebuah mesin. sebetulnya bentuk sebuah knalpot akan menentukan kekuatan dan frekuensi resonasi. Resonasi pada knalpot memberikan efek penguatan terhadap frekuensi yang dihasilkan gas buang yang berbentuk impuls. biasanya dengan rancangan yang fixed (non variable) hanya akan ada 1 frekuensi resonasi yang secara teori hanya menguatkan tekanan balik pada satu titik RPM dan harmonisanya.

    Guest
  18. Kalo tiap artikel komen nya kyk begini kan jd adem bacanya..gx saling hujat,,gx ada yg fanatik sampai memBABI BUTA.

    Guest
    • Gak pa2 bro…kita sama2 belajar.
      Yg tau share yg benar.

      Asalkan jangan sok tau seperti teman kita di atas.
      Bolak-balik ngomong bore x stroke, pakem tuning, backpressure, durasi overlap, LSA, header knalpot, blablabla…
      Ternyata LSA saja tidak tau yg mana.
      Dia pikir LSA itu durasi cam…hehehehehe…asbun ahh… 😀 😀 😀

      Guest
  19. menarik sekali ulasan dari wak haji taufik,,, tp saya masih ragu dengan kemampuan RC213V,, kenapa dia masih belum hijrah ke ( inline ) seperti suzuki,,,dan mitosnya,, juara GP Catalunya itu pasti jadi juara dunia,,, bisa dilihat di juara2 sebelumnya,,, pasti juara dunia dan juara catalunya juga ditahun yang sama..

    Guest
  20. bro, LSA motor sohc dan dohc beda lho, pada sohc bisa dilihat dengan gampang jika profil camshaft simetris.
    Itu saja harus memperhitungkan titik kontak antara camshaft dengan rocker arm. jika titik kontak rocker arm tidak segaris aksial, LSAnya bisa dihitung dengan penyesuaian selisih derajat titik kontak rocker arm.
    kalau dohc, untuk melihat lsa harus terpasang dulu dengan posisi tensioner terpasang juga. apalagi dohc silinder tunggal. silahkan bingung lihat camshaft fu ato cb 150 r, lo kok LSAnya numpuk jadi satu?
    LSA yang bisa berubah2 sudah diaplikasikan pada VVTI,

    Guest
  21. fungsi mesh (jaring, bukan orifice) pada ujung knalpot, untuk mencegah gravel/kerikil masuk ke engine ketika motor crash di gravel, kerena sering kejadian seperti itu.
    motor jatuh posisinya bisa beraneka macam.
    dulu sebelum ada pembatasan mesin, penggantian mesin bisa dilakukan (meski mahal), tapi sejak ada pembatasan mesin, menjadi hal yang sangat krusial. makanya bagi yang knalpotnya pendek dan freeflow, rata2 menggunakan mesh untuk mencegah engine failure akibar kerikil masuk ke engine ketika crash.
    gak ada hubungannya sama sensor atau aliran laminer.
    sumber http://scottjones.net/2010/05/06/lets-eat-fewer-rocks/
    gak ada hubungan sama LSA, profil cam, dsb.
    2 tak produksi masal (misal ninja) bisa 13000 rpm (stroke 54,5 mm), piston speed 23,61 m/s.
    siapa bilang 2t mentok 21m/s.
    apalagi racing version, bisa 15000-16000 rpm, which is 29,06 m/s
    motor 4t street version di Indonesia ada yang sentuh 22 m/s gak? ngebul iya.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.