460x110-indent-now

 

worldsbk-aragon-2015-start

TMCBlog.com – Bro seklaian WSBK Untuk musim mendatang yakni 2017 Terapkan Aturan Grid Start Baru yang cukup Radikal. Seperti Kita ketahui WorldSBK atau WSBK digelar duakali race dalam setiap serinya, Nah Perubahan Radikal starting Grid Terjadi pada Race 2. Dimana posisi start pada race 2 didasarkan hasil dari race 1 . .  Cekidot detailnya berikut ini sob

MBtech - TMC sep16

tnt25_tmcblog

wsbk-grid

  • Untuk Pebalap yang finish di Race 1 pada posisi 10 atau lebih posisi starting gridnya di race 2 akan mengikuti hasil superpole
  • Pebalap yang finish di Posisi 1, 2 dan 3 pada Race 1 akan Start di race 2 pada posisi Row ke tiga dengan posisi start yang dibalik antara 1 dan 3 ( start posisi 9, 8, dan 7 )
  • Pebalap yang finish di Posisi 4, 5 dan 6 pada Race 1 akan Start dipromosikan di race 2 pada posisi Row Pertama ( start posisi 1,2, dan3 )
  • Pebalap yang finish di Posisi 7,8 dan 9 pada Race 1 akan Start di race 2 pada posisi Row Kedua ( start posisi 4,5, dan6 )

yap di pengumuman FIM tertulis , : ” Superpole results will continue to define starting positions for riders who finished in 10th position or lower ” .  . . ini tmcblog artikan sebagai ” Untuk Pebalap yang finish di Race 1 pada posisi 10 atau lebih posisi starting gridnya akan mengikuti hasil superpole ” . . kayaknya tmcblog salah ngartiin yah, atau ada arti lain . . soalnya kalo begitu adanya, Riders yang start misalnya di posisi 1 pada Race 1 hasil superpole, lalu di race 1 tersebut finish di posisi 10, maka ia akan start di posisi mana ? ngikutin hasil superpole atau gimana?

Ngikutin hasil superpole disini artinya sepertinya bukan tepat berada di posisi start pada race 1 Namun dengan Order atau urutan yang sesuai dengan hasil Superpole. Kenapa hal ini dilakukan di WSBK . ..  tmcblog mensinyalir hal ini dilakukan sebagai upaya membuat WorldSBK menajdi lebih menarik dan tidak bonsenin untuk dilihat . . karena ada kemungkinan  Juara Seri Yang Loe Lagi Loe Lagi ( 4L) jadi semakin kecil. Juara Di race 1 bukannya dikasih penghargaan, melainkan dikenai hukuman masuk ke Row ke tiga yang artinya di race 2 ia harus berusaha lebih keras di awal race untuk menerobos gerombolan rider yang ada di depannya.

WorldSBK 2017 Sepertinya mau membentuk Super Champion yang bukan hanya bisa Race setelah start dari posisi terdepan, namun juga bisa menjadi champion saat start dari posisi yang sulit . .  Silahkan didiskusikan sob

Yang kedua pertaturan yang cukup menarik adalah akan hadirnya Flag to Flag race di Kelas WorldSupersport (WSS) 600 cc yang artinya , akan ada sesi pergantian ban saat perubahan cuaca, mirip motoGP nih

Taufik of BuitenZorg

sumber : WorldSBK

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

23 COMMENTS

  1. Ekkekekkee

    Interview Sales ngohaaem!!

    Manager : Nama kamu siapa?
    Calon. : Udin.
    Manager : motor kamu Ap?
    Calon. : merek sebelah pak
    Manager : siap ganti ngondaaaaaaaa ga?
    Calon. : harus ya pak
    Manager : harus, kamu siapin KTP.ntar q yg urus kredit
    Calon. :iya pak, tp saya dungu pak
    Manager : ga papa , kamu bisa NGIBUL kan.
    Calon. : bisa pak
    Manager : ya wes besok kamu kerja.

    HAHAHAHA

    ????

    Guest
    • Bisakan komen sesuai topik artikel. Isi artikel apa, yg di bahas lain lagi. Jaka sembung bawa golok gak nyambung. Dasar sales gemblung.

      Guest
  2. ” Untuk Pebalap yang finish di Race 1 pada posisi 10 atau lebih posisi starting gridnya di race 2 akan mengikuti hasil superpole ”

    wak mau tanyak… misalnya waktu superpole dapat grid 5, trus waktu Race 1 posisinya jadi melorot ke 12. jadi waktu Race 2 start di grid berapa wak??

    terima kasih

    Guest
    • @bung towo
      Jika ketika finish didepan dia tidak ada yg posisi superpolenya lebih baik maka di race 2 dia start d posisi 10

      Guest
    • Maaf koreksi…
      Jika yang posisi superpolenya lebih baik dari dia tidak finish p10 atau lebih maka dia start d posisi 10 pd race 2

      Guest
  3. 10th position or lower itu mksdnya lebih rendah/lemot dari posisi 10 kali.. jadi posisi 10 11 12 13 dst..
    maybe?

    Guest
  4. Mungkin Gampangnya begini
    Race1: posisi sesuai superpole
    Race 2: posisi 1-9 dibalik dg urutan tertentu.
    Urutan 10 ke belakang sesuai finish race 1. Bkn sesuai superpole
    Mungkin begini ya? Masa rider yg pole, finis 10 pengen pole lagi di race2, ga mungkin lah

    Guest
    • Sepertinya tidak
      Pole race2 : finish posisi 4 race1
      2 : finish p5 race1
      3 : finish p6 race1
      4 : finish p7 race1
      5 : finish p8 race1
      6 : finish p9 race1
      7 : finish p3 race1
      8 : finish p2 race1
      9 : finish juara race1

      10 dst ngikutin urutan start race1

      Misal finish 10-12 race1
      10: superpole p12
      11: spole p8
      12: spole p10
      Maka posisi start race 2
      10: yg finish d p11 race1
      11: yg finish d p12 race1
      12: yg finish d p10 race 1

      Guest
  5. @pendekar ngek-ngok
    “Urutan 10 ke belakang sesuai finish race 1. Bkn sesuai superpole
    Mungkin begini ya? Masa rider yg pole, finis 10 pengen pole lagi di race2, ga mungkin lah”

    mungkin untuk urutan 10 ke belakang itu diurutkan berdasarkan hasil superpole, misal rider yang pole di race 1 finnish di posisi 10 kebelakang. Nanti waktu race 2 bakal start di posisi 10

    Guest
  6. mungkin kurlebnya kaya gp2 yg race 1 finish diposisi 8 race 2.nya dia start di posisi 1.. selain biar gak 4L buat yg di barisan 8 kebawah lebih “seru” lagi buat ngerebutin pole di race 2

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.