TMCBlog.com – Bro sekalian, Honda Boleh dibilang Superior dalam hal power di tahun 2014 dan 2015 (terlepas dari hilangnya gelar di 2015 )  dan pada saat itu boleh dibilang merupakan puncak masa dari tingginya tingkat kesenjangan kekuatan yang terjadi antara Factory team dan Satelite / Customer team. Setelah itu Dorna mengambil inisiatif dengan mengubah secara signifikan regulasi mengenai elektronik secara bertahap . . pertama tama ECU diseragamkan, lalu yang paling perih bagi team factory adalah saat kolaborasi ECU dan Software diseragamkan. Kalau Softwarenya mirip atau selevel dengan software factory sih kayaknya nggak terlalu Masalah. Namun sepertinya software buatan Magneti Marelli ini punya spek di bawah spek software buatan Factory Sebelumnya . . . . dan ternyata resep Dorna ini manjur, Factory team ‘kelabakan’ dan memang yang paling terasa sepertinya adalah HRC karena boleh dibilang state of The art Software HRC saat itu sangat tinggi.

Sebenarnya Dorna sudah memberikan aba aba dan masa persiapan untuk memasuki era baru ini dengan memperkenalkan Open Class. Dengan Open Class, Pabrikan/ factory seperti dapat ‘masa orientasi’ atau masa pengenalan mengenai bakal seperti apa software yang akan dipakai oleh Mereka di era baru nanti ( mulai 2016 )  . . namun Ya itu dia  . . Honda always Take The Hard Way . .  alih alih konsentrasi sama software baru dengan serius memeperbanyak data dan development di sana, Honda Mungkin malah sibuk dan konsentrasi di Motor baru Yakni Honda RCV1000R  . . sementara Factory lain Seperti Yamaha dan Ducati lebih memilih memberdayakan mesin Lama untuk dijadikan Riset berjalan dan pegambilan data Software di Open Class . . hasilnya . . . ? Mungkin ini yang menyebabkan Honda kalah start dalam riset software dan membuat di awal 2016 mereka kelabakan karena paling telat memahami software Magneti Marelli. IMHO

Namun Ya itu dia Honda, di awal 2016 mereka langsung bikin Strategic Plan . . Marc Marquez diminta untuk Tidak 100 % beringas di awal Musim 2016 dan bersabar sementara Honda mencoba Step awal penggunaan Mesin Screamer namun dengan perubahan di Counter/ Backward Rotating CrankShaft ( BRC) sembari menunggu hasil test tengah musim 2016 IRTA di Brno . . . ternyata kesabaran berbuah hasil Positif ( bro bisa baca soal bagaimana struggle dan bersabarnya seorang Marc Marquez pada Strategy plan ini di artikel Marc Marquez dan Honda RC213V di Musim 2016 . . From Nothing To Something  ) .  . . . yang jadi pertanyaan , kenapa di Awal sebelum era 2016 Honda keukeuh dengan mesin Screamer Plus Forward Rotating CrankShaft (FRC) ?

Adalah Lucio Cicchinello dari Team LCR Honda menjelaskan bahwa ternyata sudut pandang dari pemilihan jenis mesin saat itu adalah masalah Konsumsi Bahan Bakar . . . Menurut Lucio dengan Mesin Screamer dibantu lagi dengan putaran Crankshaft yang sejalan dengan arah putaran Ban ( Forward Rotating CrankShaft ) maka Konsumsi bahan bakar bisa dimaksimalkan di angka 18 literan saat itu. . . si its all about irit dan irit ternyata . .

Dengan Screamer Engine Plus Forward Rotating Crank shaft menurut yang tmcblog bisa simpulkan dari Penjelasan Lucio Via speedweek tersebut adalah Honda Bisa Irit, kencang namun memang punya efek negatif yakni Karakter mesin yang beringas dan Butuh pebalap Khusus yang bisa menjinakkannya. Nah datang Era baru 2016 dimana Kapasitas bbm dinaikkan, Honda mulai berfikir kearah backward Rotating Crankshaft untuk mengatasi liarnya RCV di tikungan walaupun ada harga yang harus dibayar yakni penggunaan bbm yang lebih boros dibanding saat menggunakan Mesin Forward Rotating Crankshaft.

Namun sepertinya Honda melihat bahwa RC213V Screamer bukan motor yang Mudah untuk dibesut hanya dengan mengubah putaran Crankshaft saja. Sobat tmcblog manuel Pecino di Media centre Sepang dua pekan yang lalu dengan berapi api mengungkapkan hasil pengamatan di sisi Track ( Trackside ) tentang perbedaan Yamaha M1 dan Honda RC213V sesaat sebelum memasuki tikungan 1 ( T1 ) sirkuit sepang.

Yamaha M1 itu karakter saat melakukan hard Brake bersiap menyambut tikungan terlihat kedua ban depan dan belakangnya berada pada satu aksis yang sama  . ..  Pengereman Yamaha M1 terkoordinasi bagus antara ban depan dan ban belakang sedangkan Honda RC213V ? Manuel pun meneruskan cerita , bahwa Roda belakang Honda RC213V selalu ‘mis-align ( misalign )’ jadi tidak dalam satu garis aksis yang sama karena oversteer entah ban belakang punya tendensi maju ke kanan atau ke kiri tergantung arah tikungan dan Nah ternyata Peralihan Putaran Crankshaft dari forward ke Backward tahun 2016 tidak signifikan mengobati masalah RC213V ini..

Sedangkan di kubu Yamaha, Sobat bisa lihat betapa Mudahnya Maverick Vinales menorehkan Laptime Bagus di debut pertamanya dengan M1 . . selain talenta Vinales, tentu faktor M1 yang ‘ rider Friendly ‘ sepertinya punya peran utama  . . Mau fakta yang lebih ekstrim lagi? Menurutmu kenapa Johan Zarco dan Jonas Folger di masa debut awalnya dengan M1 ( walau sepertinya versi mesin 2016 ) bisa tampil impresif pada Test Pramusim sepang 2017 untuk ukuran debutan / rookie ?

Dari omongan Lucio Cicchinello, terasa sense bahwa sebenarnya menurut beliau Honda memang mau nggak mau harus berkompromi dengan regulasi  . ..  harus Come Back ke karakter mesin yang sudah lama mereka tinggalkan – Luccio mengatakan Baik Big bang dan backward Rotating Crankshaft sebenarnya Honda adalah Pionirnya . . . menurut Luccio, Big Bang engine digunakan pertama kali di Honda GP500 dan menurutnya pula Honda pula Yang menemukan Backward Rotating Crankshaft.

Kenapa Dulu Honda mau menggunakan BigBang ? Jika kita mau sedikit Flashback . . di saat GP500 2 tak berlangsung tahun 2001, bahan Bakar yang bisa dibawa saat Race sebanyak 36 liter  . . which is bbm bukan masalah utama saat itu. . Lalu saat era MotoGP 4 tak diperkenalkan di 2002 bahan bakar bisa dibawa sebanyak 26 Liter. Lalu setelah musim 2002 berakhir, threshold maksimum bahan bakar menyusut ke 24 liter, Tahun 2007 menyusut lagi menjadi 21 Liter ketika Kubikasi mesin turun ke 800 cc dan tahun 2015 seperti kita ketahui hanya 18 liter bbm yang boleh di gendong . . ini artinya tahun 2014/2015 punya regulasi bbm setengah dari Kapasitas bbm saat era dua tak tahun 2001 ( 36 liter )  . .

Saat  era pembatasan bahan bakar diperketat, Honda konsentrasi banget di sana dan ketika bahan bakar kembali dilonggarkan dengan ketambahan 4 liter lagi menjadi 22 liter di 2016 honda melihat bahwa Harga yang mereka bayar untuk bisa irit dengan membuat Motor yang liar sepertinya sudah tidak worth lagi kedepan . . so mereka seperti mau nggak mau harus meninggalkan ego factory dan jadilah seperti Musim 2017 ini . . engine 4 Tak 4 silinder V dengan Backward Rotating Crankshaft dan berkarakter Big Bang  . . . Harusnya sih, teorinya Bukan hanya bisa mengantarkan Marquez bisa lebih positif,namun dengan efek Motor yang lebih ‘kalem’ ( walau power berkurang) akan membuat rider honda lainpun bisa lebih merasakan motor yang lebih Friendly  . . . Semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

149 COMMENTS

    • Team HRC mikirin gimana bisa irit dan kencang di moto GP, sedangkan factory yamaho sedang mikirin M1 yg gampang meleduk,ngebul dan gak bisa belok….fakta mugelo dan motegi 2016…??

      Guest
    • Mesin inline mirip angkot carry itu terlalu jadul buat honda,honda punya tapi g dipakai di moto gp.malah honda bikin V5 awal moto gp 4t berlanjut bikin V4.dari sini aja tahu mana pabrikan yg jenius dan dana melimpah.sampai ecu sakti honda dilarang,takut moto gp kayak 2014 terulang,marq 13x juara race dan pole 13x.

      ??????

      Guest
    • Mau hondut mau yamaho …. Mau v mau inline … Nonton GP toh yang disembah juga kadang kalah kadang menang. Fair and square. Intinya gak usah jumawa …. Klo mau fair hondut mmg jumawa… Toh di WSBK di kamplengi sama kawak…. Di MotoGP di asepin jg sama yamaho. Di kelas market maspro ya silakan di pilih mana yang cocok. Gitu aja pada repot…. Santai aja… Rossi masih legend. Markuwes belom tentu … Sapa tau besok jatoh dan cidera ato mati… Gak ada yg tau… Makanya jgn jumawa.

      Guest
    • @gudal iya bener siapa tahu kalo rossi besok jatuh juga pasti jadi legend karena sarat utama jadi legend selain berprestasi adalah sudah gak aktif(turun balap lagi) honda ga boleh jumawa dengan prestasinya yg boleh jumawa cuma Yamaha dan Rossi (Tes cunter komen di jaring gak )

      Guest
    • Mau jatuh atau cidera marquez dah 3x jurdun ngalahin rossi,sama2 kualifikasi bareng,start bareng,dan fight bareng dilintasan dan rossi belum pernah jurdun 1x pun ngalahin marquez.fakta!!!
      Jadi tetep marquez lebih hebat dari rossi..
      Kalau rossi lebih hebat dari pesainggnya dulu,ok saya akui.tapi sama marquez jelas lebih hebat marquez.

      ??????

      Guest
    • intinya mesin v honda borosbhn bkr..udah lemot lg..
      mnding inline knceng irit..

      udaah ngimong ja hobda slalu cr jln mudah..

      klh mtr.bkin 5 slinder.

      klh inovasi baned winglet.

      klh knceng bkin bigbang.

      cjck..hard way apaan..

      Guest
    • Warning!!!
      Diharapkan para mbingha bawa pemadam kebakaran apabila ke bengkel AHASS untuk mencegah kerugian dan korban jiwa.. WAJIB !!!!!!???

      Guest
    • Jangan mau dibodohin sales honda palagi yang bilang yamaha mentok cuma bisa bikin mesin Inline karena faktanya yamaha punya motor bermesin V bahkan level komuter yaitu yamaha FZR 150, V-Star 250. Terus yamaha buat motor inline di moto gp tujuannya biar lebih mudah dikendalikan sama semua pembalap karena yamaha paham batasan kapasitas manusia terhadap mesin. Beda dengan honda yang justru mikir sebaliknya.

      Guest
    • @matteo bandingin rossi n marc kagak bisa apple to apple lu bandingin mereka saat ini yg satu dah berumur yg satu masih bringas. Intinya kalo yg berumur masih bisa njabanin yg bringas tu artinya apa?? Fakta juga kan
      Inti dari semuanya adalah rossi n marc sama sama jago titik. Nyales nyales aja kagak usah ngasih fakta versi lu aja,pake nge bc pabrikan segala

      Oke @matteo aka @marquezz aka soichiro

      Guest
    • Lari ke umur lagi??rossi 13 tahun di gp dan marquez baru naik kelas moto gp.itu udah fair bgt persaingan kalau dilihat dari umur.tapi akhirnya rossi yg kalah.akuin aja kalah ya kalah,lari ke umur mending pensiun aja…

      ?????

      Guest
  1. emang factory yg satu ini keren, risetnya selangkah lebih maju Dr yg lain, tp ya itu, sombongnya masa ampun, sampe2 rider gak dianggap…. unsur manusiawinya dinomor duakan…

    Guest
    • Apa gue bilang,big bang itu mainan honda sejak nsr500.ck ck ck..honda punya 2 opsi mesin v4,yamaha mentok inline 4 mirip angkot carry 1000.

      ???????

      Guest
    • Dari dulu honda selalu unggul motor cuma faktor pembalap aja yg kalah dari yamaha(rossi dan lorenzo)begitu stoner dan marquez di honda,kocar kacir tuh pembalap yamaha.puncaknya saat marquez baru belajar naik rcv,doi langsung bisa ngalahin rossi 3:0 dalam perebutan jurdun.padahal rossi dah 13 tahun dimoto gp(sejak 2000-2013).

      ???????

      Guest
  2. Power screamer dngan big bang boleh di bilang lbih besar yg scremer krna menguntungkan di track lurus atau pun keluar tikungan tp klo dri segi casis n kaki” yg di ubah kira” bisa mengatasi masalah liar sblm masuk tikungan bisa ngga wak haji kira”??menurut wak haji kira” gimna?

    Guest
    • sepertinya honda sudah melakukan . . selain sasis, memang sepertinya butuh orang orang setengah alien yang bisa jinakin screamer . . . Marquez, stoner memang sepertinya pas

      Administrator
  3. Ngoahahaha team tapir blue sales langsung pura2 gak baca artikel sampean wak….artikel ini singkatnya honda dikasih aturan main apa aja hayoook.

    Guest
  4. kalau menurut saya sasis honda masih sama dengan tahun 2014 dimana menggukan ban depan sebagai tumpuan belok dan Late brake
    ke untungan nya degradasi ban belakang jd berkurang
    tapi ban depan tersiksa bisa hilang traksi sewaktu waktu

    Guest
  5. gila gila balapan pun masih mikir irit, Honda banget yah. menurut gw ini positive sih, balapan prototype yang ada signifikansi buat pengembangan motor road legal

    Guest
  6. Bukan soal keren atau nggaknya, tapi Honda adalah salah satu pabrikan yg punya dana paling melimpah dan yg paling berpengalaman soal mesin V. Dengan begitu mereka bisa merekrut dan menggaji tinggi para enginering supaya terus melakukam riset riset terbaru.

    Guest
  7. Jangan melupakan fakta bahwa rider non factory team yg sukses podium satu di musim 2016 adalah 2 pebalap Honda, Crutchlow dan Miller. Terlepas dr special circumstances saat 2 org ini sukses spt hujan, DLL, ttp bs dibilang kemampuan dan determinasi rider open class Honda setingkat diatas kompetitor wak mengingat motor Honda yg lbh sulit dikendalikan saat itu.

    Guest
    • ^ mohon iyain aja deh si fby satu ini…

      Maklum lah semenjak miko gagal nepatin janji terus jadi ghoib, maka dari itu fby satu ini dilestarikan..??

      Guest
  8. Ini “ego” atau “ambisi” Honda sebenernya?
    Sampe bikin motor yg high tech tapi melupakan ridernya bisa nyaman makenya apa ga.
    Alasan dulu rossi ninggalin honda pun seperti itu. mereka terlalu serius ngembangin motor, too much hard work, sampe lupa bersenang-senang dengan balapan. Yang penting tujuannya kan sama? menang!

    Guest
    • kalau kita ngerti core perusahaan yang namanya Honda
      mereka ini membuat kendaraan balap baik itu motor maupun mobil based awalnya bukan di sasis . .
      mereka ini adalah engine company
      jadi ya ego dan ambisi menurut saya ajdi peran utama selain kekepoan mereka untuk terus inventing sesuatu

      Administrator
    • Yg lebih kasihan sama rossi dikasih mesin inline buat moto gp,bisa keok digebukin anak ingusan yg baru belajar naik rcv..

      ???????

      Guest
  9. jadi inget artikel juragan rondo, liat judulnya doang sih, “honda motogp di 2016 menganut counter rotating crank shaft ngikutin yamaha”, stlh baca artikel ini, owh ternyata honda pioneernya, koplak juragane

    Guest
  10. Berarti inovasi honda di motogp bisa dibilang bertumpuk2..dicekik atu ngeles dg inivasi lainya.bisa2 penyelenggaranya yg malah puyeng bikin regulasi untuk membendung biar honda gak terlalu jauh di depan.

    Guest
  11. rdy – February 10, 2017
    ekekekek
    Insinyurnya sampai terkewerrr kewer biar Honda nya bisa lari…
    hayayayyaya

    lebih tepatnya kerja keras utk menang,
    bukan mangap2 liat monitor pas motor pembalapnya ngebul di mugello baik pre maupun ketika race
    dan mohon dilihat rasio si MM masuk kelas premier, dgn 4 musim berjalan 3 jurdun terkantongi
    smoga nambah pinter ya RDY,
    dasar makhluk yg ga punya harapan utk nambah pinter

    Guest
  12. style & taste-nya honda memang seperti itu wak. nomer 1 di dunia tentu pengennya lain daripada yg lain. namun ternyata didunia balap (contoh ducati yg dulu beberapa kali ganti frame) perlu semacam standarisasi spesifikasi agar dapat bersaing. IMHO

    Guest
  13. kalau saya cukup menikmati balapan motogp nya saja. masalah mesin big bang atau teriakan itu biar mereka yang mikir. lihat salip menyalip Yamaha honda ducati suzuki aprilia and soon sudah bikin asyik. apa lagi jika tim lawan dari tim yang kita suka ada yang crash.. Rasakno…. senyum dan senang. itulah motogp dari segi penonton biasa macam saya ini.

    Guest
  14. Dg mesin yg irit aja dah nyisa 3 race marq dah jurdun tahun kemaren,gimana dg mesin rcv diborosin tahun ini???tambah ngeri coy..

    ?????

    Guest
  15. waduh pak….udah terlanjur ngejek Honda njiplak Yamaha soal bigbang dan backward rotating….ternyata Honda pionernya….gimana ini?

    Guest
  16. BERARTI MOTOGP TAHUN KEAMREN DAN INI MERUPAKAN SUATU KEMUDURAN TEKHNOLOGI MOTOR SEMAKIN LAMA BUKAN SEMAKIN KENCENG TP SEMAKIN LEMOT..?

    1. TERBUKTI DAN TERJAWABKAN SIAPA PIONNIR BIGBANG & BACK ROTATING CANSAFT KAN HONDA JAWABANYA?
    2. MOTOR HONDA TERKENAL POWER BESAR DAN LIAR SIAPA TENTU BUTUH SKIIL & TENAGA YG TINGGI UNTUK BISA MENAKLUKANYA..!
    SIAPA YG BILANG KEMAREN BOCAH MM93 BOCAH INGUSAN ANAK BARU KEMAREN TERLALU DIBANTU ELEKTRONIK ?? EMANG BISA JL & ROSSI PAKE RCV LAGI DIJAMIN JUMPALITAN…
    3. ENGINE MOTOGP SEMAKIN TAHUN HARUSNYA SEMAKIN KENCENG GUNA MEMECAHKAN REKOR LAPTIME TRCEPAT YG SUDAH LAMA, TP SEKARANG POWER DIPANGKAS GR2 MOTOR SULIT DIKENDALIKAN DITIKUNGAN YG HARUS DISALAHKAN SIAPA ? APAKAH BAN SEKARANG SUDAH TIDAK MAMPU MENGAKOMODIR KECEPATAN MOTOGP SEGHINGGA CEPAT AUS DAN MOTOR GK STABIL LAGI..?

    Guest
  17. champions 2016 mah juara seri terbanyak dibanding juara tapir atau si lorenzo ,liat fakta bang…. Jangan Koar2 tanpa data… Wkwkwk..

    Guest
  18. Ketika yamaha, suzuki, ducati, aprillia, ktm menggelontorkan dana riset agar motornya kompetitif

    Honda menggelontorkan dana riset juga agar motornya hanya kompetitif, karena selama ini.. motor honda over-kompetitif

    Guest
  19. Masalahnya kalau teknologi MotoGP ga dibatasi, Honda bakalan terlalu jauh di depan! Tim pabrikan macam Ducati, Yamaha, Aprilia, Suzuki aja ga akan mampu ngikutin, apalagi tim satelit! (Kalau kawak mah santai aja, nyadar diri). Mau kayak F1, yang menang dia2 aja? Aku sih, big NO.

    Guest
  20. Wak haji SALAH BESAR kalo honda itu PIONIR dalam segala hal mesin dan teknologi. Yang ada itu honda adalah PENGEKOR SEJATI.
    kalo gak percaya tanya GEROMBOLAN fby yg pekoknya minta ampun ????

    Guest
  21. rdy – February 10, 2017
    ekekekkeke
    Terbayarkan LUnas M1 Lorenzo Overtake rcv digaris finish tim hrc vsudah bergelantungan di pagarrr
    patut diketahui Marques jurdun berkat bantuan pabrikan lain yg masih banyak masalah

    akhirnya ngaku
    wkwkw
    ngbul di mugello

    Guest
  22. gudal – February 10, 2017
    Mau hondut mau yamaho. Mau v mau inline. Nonton GP toh yang disembah juga kadang kalah kadang menang. Fair and square. Intinya gak usah jumawa. Klo mau fair hondut mmg jumawa.Toh di WSBK di kamplengi sama kawak. Di MotoGP di asepin jg sama yamaho.

    wkwkwk
    iya ngasep di mugello si M 1 yah,,
    dan jurdun nya honda yah

    bongko

    Guest
  23. 19. Star kid – February 10, 2017
    Mungkin konfigurasi mesin honda yang bertipe V sedikit banyak mempengaruhi kestabilan di tikungan

    ane ga punya alasan empiris,
    cuman mngingat mesin v engine lbih ramping drpd inline 4 kok kayanya kestabilan motor itu bner2 ranah sasis aka frame,.

    Guest
  24. rdy – February 10, 2017
    ekekekekke
    itu zaman kapannn 1000 cc kah 4 stroke kahhh…
    Bing bang dan Backward sudah lama diterapiin di YAMAHA … baik Protitype ataupun motor massalnya

    saking panik nya
    nybut bigbang engine, jadi “bing bang”
    ga skalian bang bang atau gang bang?
    khas tapir
    ingonan darmo

    Guest
  25. Hanya ngekek baca dari atas sampe bawah, FBH ga ketulungan ngibulnya kwwkwkwk sotoy soal pengembangan mesin. Noh dohc bala2 17 ps di urusin dulu wkwkwk
    Lama2 kaum daster fbh bisa jadi kyk pengikut sekte nih ngibulny ga ketulungan demi sesembahan.

    Guest
  26. Pokoke semua teknologi itu asalny dari honda. Engine screamer dan big bang itu penemunya honda. Juara world grand prix/motogp yg pertama kali adalah honda. Tanpa honda ga bakal ada harley davidson chrisler dll intiny otomotif dunia ga bakal ada tanpa honda.
    Honda adalah pioneer
    *mendadakjadiFBH ????

    Guest
  27. wak haji tolong publish data aisi januari 2017, sudah keluar tuh datanya, yamaha menyalip ms hondiah, barangkali bisa jadi obat pelipur ayan……….. bagi fby sekeluarga.

    Guest
  28. mulai lg FBH nyalahin merk ecu bukan motor nya. padahal tahun 2005an top speed berkutat di angka 330 km/jam. pake magneti marelli tembus 350 km/jam. jadi siapa kah yg downgrade? ???

    Guest
  29. Karena ecu magneti marelli tidak memiliki resource yg cukup (baik CPU & RAM) untuk benar benar mengontrol liarnya muntahan power mesin screamer

    Guest
  30. Wes to bro gk ush ribut2 mulu sesama sales sy sebgai konsumen cerdas n tdk fanatik merk akan beli motor yg value harganya no.1 tenaga dan penampilanya…mau merke VIAR juga ok…dlu CBR 150 keren smpet tergoda mau ambil tp begitu R15 new keluar eit tahan dlu iman ku mulai ambrol tp tk pikir2 knp gk ambil KTM RC 200 ja ya wkwkwkwk…

    Guest
  31. Lah kalo masalah wheel aligned atau enggak sih menurutku emang karakteristik cara bawa motor tiap2 pabrikan beda aja sih wa. Yamaha banter kalo bawanya alus, honda banter kalo agresif, jd tiap2 rider pun mau ngga mau harus menyesuaikan sama karakteristik motornya, case in point: lorenzo.

    Guest
  32. Dukung wak haji Taufik jadi komentator Moto GP..di Trans7… gak cuma jas jas joss…. tapi pakek mikir analisa dan memberikan pencerahan…

    Guest
  33. Komen pada gak jelas semua, Mau Honda ato yamaha, Mereka bisa bikin mesin powerfull tapi ada yg bisa bawanya gak ?, semua dah di pikirkan, bikin paket powerfull dan juga kompetitif, Honda dan yamaha dah membuktikannya mereka factory team motogp terkuat di era 4 tak, Regulasi pun selalu berubah tuk menghadang keperkasaan honda dan yamaha, kalau gak di batasi regulasi, saya yakin yg balapan cuma honda sama yamaha di kelas motogp, mau????
    Komen jangan pake dengkul tp pake otak jangan dibikin sok jadi idiot, biar otak loe kepake, think again brott,,,,,,,

    Guest
  34. Sekian lama dorna di dikte honda, sekarang mau apa? Dorna sdh berani lawan honda.
    Astra itu cina, kalau bisa di indo jgn beli produknya deh. Ngambil untuknya gede bgt. Produk gk istimewa. Contoh mesin honda motor pada kasar dan cepet ngebul, toyota body kaleng dan di atas 300jt gak ada yg pakai Anti Slide Control. Kebangetan orang cina astra. Mending beli yg org kita deh. Indomobil, SIS (suzuki), yimm, tiga berlian. Mobil honda gk apa-apa dibeli bukan produk astra.
    #gerakantidakbeliprodukAstra

    Guest
    • Setau ane cina itu viar, tossa, jialing, hyosung, yg produknya ada kk cbr150r tapi 200cc, sama cs1 keok…

      Guest
  35. Dikatakan penemu big bang honda, namun nyatanya Michael Iskandar (Om Chia) dari Indonesia custom sendiri engine suzuki jauh sebelum 2001 menjadi konfigurasi bigbang, dan hebohnya, engine customnya mampu juara dan disegani pada masanya.
    bahkan, sebelum itu konon engine2 eropa juga ada yang pernah menerapkan bigbang. jadi?

    Guest
  36. ketika salah satu pabrikan sudah mendominasi, dorna berkepentingan menyaimbangkan lagi agar motogp mendapatkan penonton. itulah sebabnya ketika honda mendominasi, regulasi diubah untuk kembali menyamakan dengan yang lain. gak cuma honda, dulu ketika yamaha mendominasi pun juga demikian.
    ketika ducati pun juga (ingat regulasi pembatasan jumlah engine?)
    kemudian kenapa seolah2 ada yang dianak emaskan?
    sebenarnya all about money n business. honda bisa dapat alien rookie di factory team ya karena kontribusi mereka ke dorna yang besar. kenapa jadi 800 cc dari 1000 cc (justru yang diuntungkan ducati), tapi toh sama juga, kalau sudah mendominasi honda pun juga mendapat perlakuan yang sama, pabrikan lain juga.

    Guest
  37. akibat honda terlalu canggih. tapi regulasi dibuat agar terjadi kesetaraan.

    teknologi memang harus terus berjalan, tapi teknologi gak harus dimotogp saja.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.