TMCBlog.com – Bro Sekalian, Seperti sudah tmcblog tuliskan di artikel kemarin bahwa Sirkuit Red Bull Ring Di Spielberg Austria ini cukup Unik . . . Banyak Spot straight yang mengedepankan power, Namun dibatasi oleh tikungan tajam dan tuntutan Maksimum 22 liter bbm membuat Kunci Kemenangan Bukan hanya di persoalan performa dan pilihan ban, Namun variabel tersebut harus pula dikombinasikan dengan strategi, pengalaman dan skill balap dari rider . . Pokoknya harus lengkap . . Nah di artikel kali ini tmcblog kepo ingin membandingkan bagaimana angka capaian 3 pabrikan di Sirkuit ini di Race MotoGP tahun 2016 yang lalu dan tahun 2017 ini . . Cekidot . . .

Data data lingkungan yang bisa terekam untuk dua event ini adalah Tahun 2017 Race MotoGP Austria di red Bull ring diadakan dalam kondisi Dry Race, Temperatur udara 23° C, temperatur permukaan Track 30° C dan kelembaban 46% sedangkan Race MotoGP austria Tahun 2016 di tempat yang sama, Race diadakan dalam juga dalam kondisi Dry Race, Temperatur udara 27° C, temperatur Track 38° C dan kelembaban 46% . . . artinya sebenarnya race tahun lalu memiliki tingkat kelembaban yang sama walaupun temperatur sedikit lebih hangat . .. sobat bisa baca juga di Grafik atas mengenai kondisi track ini . .

Nah untuk membahas 3 Pabrikan, Kita akan Pakai data tiga Rider tercepat pilihan yang tahun 2016 dan 2017 membalap di Pabrikan yang sama Yakni Yamaha Kita akan pakai Data Valentino Rossi karena Vinales tahun kemarin masih di Suzuki. Untuk Honda Kita Pakai data Marc Marquez. Dan untuk Ducati Kita akan Pakai Data Andrea Dovizioso . . . dan diatas adalah data resmi dari Michelin mengenai Penggunaan ban Pebalap pada race day motoGP Austria 2016 dan 2017

Grafik di atas memperlihatkan Grafik Laptime Rossi, Dovi dan Marquez di race MotoGP Austria 2016 . . terlihat memang Dovi umumnya adalah yang paling kencang dengan Yamaha berada ditengah tengah antara Ducati terkencang dan Honda yang saat itu ( 2016 ) jadi Yang ter-lemot di antara Ketiga pebalap Pabrikan ini

Grafik di atas adalah Grafik progress Laptime di 28 lap MotoGP Austria 2017 akhir pekan kemarin . . menurut tmcblog Baik Yamaha M1, Ducati Desmosedici GP17, Maupun Honda RC213V memiliki pace yang beda beda tipis di sekitar 10 lap awal. Namun di setengah lap terakhir ketika Honda dan Ducati terus bisa nempel, Yamaha terlihat mengendur . . . Nah sekarang kita bandingkan data masing masing Pabrikan yaa . .

Yamaha M1 | Valentino Rossi

Persamaan Yamaha M1 dari Tahun 2016 dan tahun 2017, disinyalir tidak ada perubahan sigifikan dari Mesin 4 silinder segarisnya ( dibandingkan perubahan Honda RC213V ) Plus penggunaan kompon Ban Slick Yang sama dimana tahun 2016 dan Juga 2017 ia pakai Kombinasi depan – belakang Medium – Hard, . Perubahan signifikan antara Motor Yamaha M1 yang dibesut Rossi pada Race MotoGP Austria Tahun 2016 dan tahun 2017 adalah kemungkinan strategy Setingan elektronik ( kita nggak bakalan tahu secara detail ), sasis dimana mereka sudah mulai Full mencoba di MotoGP Brno dan Part aerodinamika dimana di Di Austria 2016 mereka Pakai Winglet seperti Kumis dan di MotoGP Austria 2017 ini duo pebalap Yamaha Movistar resmi menggunakan Aero-Fairing dengan inner winglet dan front cowl desain baru.

Terlihat dari Grafik Progress laptime diatas bahwa Yamaha M1 MY17 yang dibesut Rossi sebenarnya memiliki pace yang lebih cepat di lap lap awal dibandingkan Saat M1 MY16 dibesut Rossi tahun lalu. Namun setelah Lap ke 10 race Austria Tahun 2017 ini terlihat dengan Jelas Laptime Rossi terus Drop sedangkan Tahun lalu Pace Yamaha M1 masih bisa dipertahankan sampai akhir Race . . Penyebabnya ? Valentino Rossi mengatakan bahwa Performa Grip ban belakang mulai berkurang Pasca Lap ke 10 . . . akibat dibuat kerja keras di lap lap awal . . ??

VR46 : “Today the problems started after ten or twelve laps. Unfortunately, we stressed the rear tyre too much, so the rear tyre dropped a lot and we lost a lot of performance and speed . . “

Secara rata Rata Laptime , Yamaha M1 MY17 lebih lambat hampir 0,08 detik tiap Lap dibanding Yamaha M1 MY16 yang dibesut Rossi Tahun lalu di Track red Bull Ring yang sama . . 0.08 kalau dikali 28 lap kan lumayan sob jadi lebih lambat 2,4 detik . . .

Soal progress Top Speed 28 lap masing masing Race bisa sobat lihat di atas . . secara umum di Paruh ke dua race Tahun 2017 Top Speed Yamaha M1 Yang dibesut Rossi lebih rendah dari pada Top Speed Yamaha M1 tahun lalu 2016

Jika dibuatkan Grafik rerata Top SPeed maka datanya adalah seperti di atas dimana Secara rata rata Top Speed Yamaha M1 Tahun 2017 ini lebih lambat 2,2 km/ jam dari tahun 2016 yang lalu

Honda RC213V | Marc Marquez

Secara Umum Jenis Kompon Karet Ban Michelin yang dipakai Marc Marquez membalut roda RC213Vnya adalaah sama di event race MotoGP Austria 2017 dan 2016 yakni SLick Dengan kombinasi depan-belakang Medium-Hard . . Perbedaan signifikan adalah di mesin dimana tahun lalu Honda RC213V menggunakan Mesin V-4 dengan firing order Screamer Counter rotating Crank shaft sedangkan Tahun 2017 ini Honda RC213V menggunakan Mesin V-4 dengan firing order BigBang ( putaran crank belum ada info resmi ) . Selain itu Sasis kemungkinan besar Juga berbeda. Jika di 2016 yang lalu Marc Marquez bahkan menggunakan Sasis Lama sedangkan menurut beberapa sumber Mulai tengah Musim tahun 2017 ini Marc Marquez ditengarai sudah menggunakan sasis Baru 2017.

Data Nggak bisa dibohongi Jika Tahun 2017 ini di redBull ring walaupun Honda RC213V tidak melakukan test privat maupun resmi sebelumnya namun secara umum Grafik progress laptime sangat menunjukan kenaikan kualitas yang tajam dan kontras antara MotoGP Austria 2016 dan 2017.

Secara rerata Laptime , Honda RC213V yang dibesut Marc Marquez bisa memangkas sekitar setengah detik atau tepatnya 0,54 detik lebih cepat setiap lap sob tahun 2017 ini dibandingkan tahun 2016 yang lalu. . . artinya dalam satu race full 28 lap, Secara umum Motor Yang dibesut Marc Marquez lebih cepat 14 detik dibanding tahun lalu.

Bicara Top SPeed dengan mesin BigBang V-4, Di GP Austria 2017 Marquez paling cepat hanya torehkan 310,5 km/jam dan berada di posisi 10 . . . Sedangkan di GP Austria 2016 Marc Marquez bisa tembus 311 km/jam . . . namun secara umum walaupun begitu jika sobat lihat dari Grafik di atas . . . Progress Top Speed Marc Marquez tahun ini lebih stabil dibanding tahun 2016 lalu di austria terutama di 2/3 bagian terakhir Race di mana topspeednya hanya berkisar di 304-an km/jam saja saat itu

Sehingga bila dihitung rerata top speed dari 28 lap . . Maka di event race MotoGP Austria 2017 ini Top speed rata rata marquez ( 306,76 km/jam ) naik sekitar 2,4 km/jam dibanding di event race race MotoGP Austria 2016 ( 304,39 km/jam ).

Ducati Desmosedici GP | Andrea Dovizioso

Ducati Desmosedici GP 2016 dan 2016 secara umum memiliki mesin jeroan yang nggak terlalu berbeda, perbedaan signifikan pertama yang terlihat terjadi di Musim 2017 Untuk Desmosedici GP17 dibanding GP16 adalah dari jenis fairing dan rear-endnya . . . Bagian depan penggunaan Winglet yang masif tahun 2016 digantikan Inner winglet baru yang diperkenalkan Mulai GP Brno 2017 yang lalu plus bagian buritan yang ketambahan Box Rahasia yang menurut tmcblog memang ada hubungannya dengan perubahan desain dari Fornt cowlnya . . untuk perubahan Fairing ini silahkan sobat simak di artikel sebelumhya soal fairing ducati dan tentunya artikel techtalk tinjauan teknis Fairing ini

Sedangkan perbedaan kedua yang sangat signifikan dari Dovizioso di race MotoGP Austria 2017 dan 2016 adalah penggunaan kombinasi Kompon Ban slicknya dimana tahun 2016 yang lalu ia menggunakan Kombinasi Karet kompon depan medium belakang Hard sedangkan pada Race day MotoGP Austria 2017 ia menggunakan Kombinasi Karet kompon depan medium belakang Soft . . so ada perubahan kontras dalam sudut pandang pemakaian Kompon Karet roda belakang dari hard ke Soft . . .

Dari data progress Laptime di atas sobat bisa melihat bahwa di lap lap awal MotoGP 2017 Austria, pace Andrea Dovizioso bisa lebih lambat sekitar 0,4 detik-an dibandingkan lap lap awal Di race seri yang sama tahun 2016 . . namun Progress Laptime Desmosedici GP17 di 2/3 Bagian race akhir 2017 dan 2016 cenderung punya Pace yang mirip

Jika dihitung dari data 28 lap, diperoleh bahwa laptime rata rata Andrea Dovizioso tahun 2017 ini meningkat 0,138 detik tiap lap . . yang kalau saja dikalikan 28 lap hasilnya akan lumayan sob yakni Musim 2017 ini di Austria Dovi dan Ducati lebih cepat sekitar 3,86 detik dalam menyelesaikan 28 lap dibanding dirinya Tahun lalu di tempat yang sama.

Bicara Top Speed . . seperti Kita ketahui tahun 2017 ini, top speed event race MotoGP Austria Andrea Dovizioso ( 313,2 km/jam) dengan GP17 lebih tinggi dibandingkan tahun 2016 lalu (313 km/jam ) di tempat yang sama dengan GP16. Dan hebatnya, Tahun 2017 ini di Red Bull Ring cukup sering Dovi menorehkan Top Speed di atas 310 km/jam dibanding tahun lalu di tempat yang sama . . .

Dan jika dihitung, Pada event race MotoGP Austria 2017 ini rerata top Speed Dovi dengan Ducati GP17 lebih tinggi 0,875 km/jam dibadingkan Event race yang sama tahun lalu dengan Ducati GP16. memang sih secara top speed, Dovi masih kalah dibanding Bautista yang bisa tembus 316,1 km/jam . . Namun menurut Gigi Dall’Igna, Ducati Desmosedici GP tahun ini lebih Balance dibanding GP16 tahun lalu . . . hmmm dengan perbedaan Point yang hanya berselang 16 Point, sepertinya kans Dovi menjadi salah satu title contender terkuat kembali terbuka . .. so, sudah jelas dan terang benderang sekarang perbedaaan Yamaha M1, Honda RC213V dan Ducati GP tahun 2016 dan 2016 secara angka angka performa . .

kesimpulannya menurut tmcblog dengan koridor sempit hanya di Track RedBull ring austria antara 3 Motor factory MY17 : Ducati GP Makin Balance Positif, Honda RC213V Improve banget, Yamaha M1 sedikit turun performanya . . . Silahkan dikunyah kunyah dan semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

135 COMMENTS

    • panjang bgt….artikelnya!!!
      kesimpulannya m1 menurun……!!!
      rc213 v meningkat ….performanya!!!

      kesimpulannya menurut tmcblog dengan koridor sempit hanya di Track RedBull ring austria antara 3 Motor factory MY17 : Ducati GP Makin Balance Positif, Honda RC213V Improve banget, Yamaha M1 sedikit turun performanya . .

      komentarnya mbah jimmmmo alias darmo plg blg …efek usd…!!!!
      wkwkkkkkwkk…..!!

      Guest
    • Datanya salah itu waaaaakkk…

      Kata jimoo tahun lalu top speed Ducati Desmosedici 350 km/jam lho

      Klo ga percaya tanya aja sama si jimoo

      Beliau dapat data itu setelah puasa Pati-Geni di Gunung Sumeru..

      Wkwkwkk.

      Guest
    • Tersirat ketakutan dalam diri kambingers kalo ntar mm93 pindah nasib kami gimana ya, lirik pedrozonk n crutclowsor yg sekarang alergi gelar ngohahahahaa

      Guest
    • kalau pindah pindah aja.. toh saya fans MM93 bukan FBH . sekalian biar bisa juara dgn 3 pabrikan berbeda biar FBr yang jago nyocot pada diem…

      Guest
    • wak…apakah memang ada perubahan tehnik late braking dari dovi tahun kemarin sama tahun ini?? apakah penggunaan rem depan saat late braking lebih dominan tahun ini dibanding tahun lalu makanya kompon ban depan lebih keras dibanding belakang?

      Guest
    • Share opini ya wak, waktu marc bilang kalo hrc semakin kuat setelah race brno ane udah curiga wak kalo perkembangan hrc semakin moncer, juga keputusan hrc memutus kontrak jackass. Ini berarti konfidensi hrc terhadap perkembangan rcv sdah tumbuh, dimana software dan konfigurasi mesin yg diterapkan dalam arah yg benar. Untuk sasis kayakny yg perlu diupdate dikit. Logikanya jika musim depan mereka mau kasih motor spek 2017 ke satelit kan g mungkin motor tsb cacat dalam arti masih ada kekurangan. Fairing hrc juga paling minimalis dlm penggunan sidefairingnya. Liat aja problem exitcornerny rcv bisa diminimalisir, terbukti marc, pedro dan cal udah jarang wheelie.
      Wow bgt hrc nguber ducati dan yfr 2th dlm pengembangan motor dan software dan sekarang sudah ada sinar cerah ?. Moga setelah ini ada penemuan2 baru dari hrc.
      Ane yakin kalo marc juara musim ini, ato paling tidak runner up, maka rookie morbindelli diatas rcv 2017 bisa saja merepotkan tim papan atas termasuk repsol honda. Secara menurut ane skill dan potensi morbindelli diatas alm. Simoncelli. Sila dibookmark kalo gak percaya

      Guest
      • tapi motor prototipe tetap sulit ditebak improvenya dimana
        semua nya serba rahasia, saya cuma bisa lhat dari hasilnya saja

        Administrator
    • bone August 15, 2017 at 12:21
      Tersirat ketakutan dalam diri kambingers kalo ntar mm93 pindah nasib kami gimana ya, lirik pedrozonk n crutclowsor yg sekarang alergi gelar ngohahahahaa
      .
      .
      .gk da masalah bro….
      dulu gk da doohan ada criville
      gk da criville ada rossy…
      gk da rossy ada hayden….
      gk da hayden ada marques….
      gk da marquess pasti honda punya ganti bro…..
      pabrikan kaya gk da masalah…

      Guest
  1. Seperti nya yamaha sudah mulau mentok pengembangan nya ya wak.
    Paling cuma update handling sm settingan doang.
    Sementara honda dan ducati terus berbenah di sektor mesin dan chassis.
    Yamaha cuma bisa maen chassis, krn mesin sepertinya sudah mentok, CMIIW

    Guest
    • Lho katanya kan KIPAS2 DOLAR kok sekarang ngeluh soal dana…?
      Gimana nih Tolet Teblum kamu kan garda pasukan fby terdepan bersama jimo, emvik25, kribo, darmo.
      Jangan2 dolarnya HABIS TAK BERSISA buat ngeRECALL r24, mt09, aerox, nmax dan tmax diseluruh dunia?

      Guest
    • Disitulah kita lihat siapa pengemban yamaha sebenarnya….rosi or jolor!
      Jadi teringat tahun 2011 dimana yamaha di tinggalkan rosi dan pada saat itu motor yamaha harus di kembangkan ulang di sebabkan perpindahan jumlah silinder dari 800 ke 1000cc yg dimana motor yamaha sama saja kembali ke nol untuk pengembangan….hasilnya tampa rosi yamaha bisa, meraih gelar, dan apa yg dulakukan sang doctor di ducati yg dimana seluruh mekanik terbaiknya di boyong ke ducati dan hasilnya zonk.. ..ada yg mengatakan bahwa ducati pada waktu itu tdk beres.. ..sekarg pertanyaannya mekanik terbaik yg di boyong dari yamaha berbuat apa selama di ducati toh secara finansial ducati pada saat itu mampu, sedangkan rossi yg bisa dikata seperti dewa sampai julukannya pun jadi sang doktor tak mampu berbuat apa2.. …kembalikan lagi siapa yg doktor abal2.

      Guest
    • Wah….pada jarang kemari ya?? perasaan wak kaji pernah bikinin artikel tentang filososfi pengembangan HRC dan YFR deh…memang arahnya berbeda… yamaha cenderung satu satu paket, mesin dan chasis dan biasanya Yamaha tidak frontal dalam perubahan mesin, berbanding terbalik dengan HRC yg justru sering frontal dimesin dibanding chasis… soal elektronik, yamaha memang masih dibelakang Honda…IMHO

      Guest
      • hehehe bener sempat saya buatkan artikel itu, biar yang lain pada kepo ubek ubek search artikel lama ya 😀

        Administrator
    • Rossi mnyebutkan di autobiograph nya bahwa honda adlh pabrikan yg selalu mngedepankan teknologi inhouse nya.berani mncoba sesuatu yg pabrikan lain blum prnah coba.sbagai cntoh RCV211 yg di awal kmunculannya dianggap rossi lyaknya mtor mainan karna bentuknya yg ramping dan kecil dimensinya saat prtama kali ditunggangi. Stnghx gk yakin bkal bersaing dgn 500cc 2 tak. tpi kala mlihat gelondongan mesin V5 yg besar. Rossi yakin honda mmng mlakukan perubahan besar.buktinya rossi bisa jurdu 2 musim beruntun di 02′-03′ bahkan mengemas 11kmenangan di 03′ CMIIW. hal ini mungkin yg rossi rindukan di yamaha.dimana prubahab besar harusnya trjadi untuk hasil yg signifikan hhe..

      Guest
    • dari omongan rossi sih memang sasis
      dia bilang kalo sasis m1 2017 memiliki downforce di areal buritan lebih besar
      makanya opsi terbaik buat dia ban belakang hard, gak mungkin pake soft
      kebayang aja, jika suhunya lebih panas lagi seperti tahun 2016 bakalan kaya apa tuh ban

      Guest
    • gw malah pikir kasus m1 mirip rcv tahun dulu2 (2012 kalo gak salah)
      waktu itu rcv ditangan stoner beringas di pra musim tapi kelewatan liar pas musim berjalan
      nakamoto bilang waktu itu mereka salah dalam memperhitungkan perbedaan temperatur ketika pra musim (dingin) sama musim berjalan (lebih hangat)
      makanya m1 2017 di musim berjalan sering problem sama ban… just opinion

      tapi di satu sisi gw juga memandang vinales sedikit overate
      soalnya di moto2 yang perbedaan motor lebih kompetitif, dia belum bisa juara
      bukan merendahkan hanya saja dia masih butuh pembuktian
      krn di motogp kenceng aja gak cukup

      Guest
  2. jimoo mana jimoo yang bilang top speed ducati 2016 350 km/h. Terbantahkan juga akhirnya. Makasih wa haji ??

    Guest
    • Kalo di mugello straight ya bener dpat segitu bro.. waktu itu lewat AI29 klo ga salah sih 350km/h keatas.bahkan exhaust acrapovicnya ditandatangani sama ian buat di lelang hhe..

      Guest
  3. ducati konstan ya kyk thn kmren pace nya..tdk mningkat significan..
    rcv mningkt pesatt wak …
    m1 stngh akhir race drop bgt ituu!!! …

    dasaar daah ….MICHELIN Kurang BECUS BIKIN BAN!!!!????yg lemot jd knceng yg stabil jd drop!! ahahaha…
    eksperimen mulu thn ini pbrikn ban…kyk undian lotere sazaa..
    yg mnang slalu yg cck pilih ban???

    Guest
  4. paragraf akhir itu yg paling d tunggu..
    kerja tim honda yg paling kliatan progres perbaikan nya..
    honda d awal musim msh lemot pas kluar tikungan..
    tapi sekarang.. bs jabanin ducati..

    n vale jg dah bilang.. honda dah mulai bs unggul d trek yg biasa jd langgan nya yamaha tuk juara..

    Guest
  5. apa yamaha gak mau dengern masukan lagi dari rossi..lebih condong ke vinales buat pengembangan M1?secara rosi bentr lagi pensiun?yg hasilnya negatip..hahaha

    Guest
  6. -Honda tahun kemaren dan tahun ini itu ibarat pahlawan pemeran utama,kalah di awal menang di akhir.
    -Kalo Yamaha kok dari tahun kemaren,selalu menang di awal,gembos di akhir kayak ibarat tokoh antagonisnya
    -Kalo ducati cenderung stabil,ada peningkatan tapi nggak terlalu mencolok,ibarat pemeran pembantu kali ya

    Guest
    • Tapi yg jatuh bangun bikin desmo sampai kayak sekarang ya pirro,sama dovi bro(dengan perubahan besar2an dari tangan dingin Dal Igna tentunya)+dukungan mechanic yg fansboy mendarah daging tapi nggak norak kayak disini.
      Jorge dan stoner,sekarang tinggal menyempurnakan biar lebih stabil performanya kayak motor jepang

      Guest
    • Jolor baru gabung tahun ini, gimana bisa didaulat untuk bangun motor?
      rider Ducati sebelumnya masa ngga ente anggep?

      Guest
  7. 2016 rc213v berusaha ningkatin cornering speed biar bisa ngimbangi m1,terus di awal 2017 cornering speed RCV udah lebih baik dan motor jadi lebih jinak,tapi akselerasi jadi agak tergadaikan.Klo di pertengahan musim ini akselerasi dan cornering speed udah OK,tapi kata marquez pengereman yg selalu jadi strong point RCV sejak RC211V jadi rada berkurang

    Guest
  8. balapan gk usah pake ban azzah ben si jimoo sueneeeng, balapan kalah nyalahin ban, yg lain pake ban merk sama aja bisa juuoozzz,ngoahahahahaha

    Guest
  9. Jangan lupakan faktor temperatur udara juga yg jauh lebih dingin dibanding tahun lalu (tentang teori kerapatan molekul), 4 derajat udah sangat signifikan untuk kenaikan progress Desmo + RCV.

    Anomalinya ada di M1, yg lagi2 membenarkan statement Vale di awal musim bahwa M1 2016 lebih baik dibanding M1 2017, di luar faktor ban tentunya.

    Guest
    • Kalo ngga salah, tangki bbm M1 2017 ada di atas ban belakang ya. Dan pas tes pramusim juga Vale bilang M1 2017 kurang enak dan lebih enak M1 2016. Dan melihat hasil sekarang, nampaknya memang bener.

      Guest
    • Kagak bro…menurut beha wong tuwek nyari2 alasan doang….hahahahahaha padahal pengalaman dalam ngembangin M1 ampe jurdun berapa kali padhal under power dibanding RCV saat itu sudah cukup jadi bukti bahwa pak tua memang luar biasa….ekekekekekekek

      Guest
  10. Seeek seeek…. Waaaakkk….

    Apa data ga ada yg salah itu waaaaakkk…???

    Kata jimoo tahun lalu top speed Ducati Desmosedici 350 km/jam lho bukan 313 km/jam spt di atas.

    Klo ga percaya tanya aja sama si jimoo

    Beliau dapat data itu setelah puasa Pati-Geni di Gunung Sumeru..

    Wkwkwkk.

    Guest
  11. yg masing ngeyel silahkan download video motogp QP n race austria 2016.

    juga qatar 2015 onboard cam 355 kpj dovi ducati.
    yg tercatat di data ,, yakni tercepat di qatar mlh 350 kpj atas nm marques. aneh kan ?????

    Guest
    • Mungut data dari mana mooo??
      Bisikan dari Ngabidin?

      Klo kata Ngabidin klo aja race ditambah 10 lap lagi pasti Yamaha yg menang..

      Guest
    • om jiimo kan kemarin ngomongya di austria bukan di qatar…y kalau di qatar atau sirkuit yg punya straight panjang mah taun sekarang y gak bakalan jauh…lah data top speed di qatar jgn dibandingin dg top speed di Austria dong…

      Guest
    • Biar gamblang mo….
      Di Track Data Dorna pemegang Top Speed atas nama Andrea Iannone, 351,2 kmph
      Tapi di Dovizioso pernah kerekam 355 kmph on-board

      kasusnya sama kayak mugello
      Dovizioso pernah kerekam on board 361 kmph (di youtube ada)
      Tapi pemegang rekor top speed di Track Data nya dorna adalah Andrea Iannone dengan capaian 354.9 kmph

      jangan topspeed track lain dijadikan pembenaran dari pernyataan lu sebelumnya yg jauh dari fakta mo, makin banyak bikin pembenaran makin keliatan kebodohanmu mo, so stop it!

      Guest
  12. wak…tlg bikin artikel juga donk…tentang pengembangan rcv itu lebih ke arah mana (sasis/electronik)…koq tanpa merubah mesin (karna disegel),,permasalahan kemampuan accelerasi keluar tikungan nya bisa terselesaikan…..

    Guest
    • Setau ane, rcv itu lemot diawal musim bukan krna power, tpi krna wheeli, ngangkat trus ban depannya saat accel, mknya kliatan lemot, pdahal MM dh sering bilang, masalah raw power mesin, RCV gk kalah sama desmo, cuma desmo accelnya lebih baik ketimbang rcv krna wheeli nya sdikit mgkin krna elektronik, klo sasis dan handling, kyy rcv msih lebih baik

      Guest
    • rcv lemot itu masalah musim lalu
      krn elektronik gak mumpuni, bikin wheelie akhirnya akselerasi diturunin + winglet
      kalo musim ini masalah adaptasi dari screamer ke big bang
      dari awal marquez bilang butuh lap lebih untuk cari setelan motor yang lebih optimum

      Guest
    • paling saya cuma nebak nebak
      mengenai arah aslinya sulit nih tanpa lihat data telemetri dsb
      ;agi puula itu biasannya sangat rahasia
      sepanjang yg saya tahu baik sasis maupu elektrinik dua duanya dikerjakan sampau Brno kemarin

      Administrator
  13. Dalam artian yamaha M1 2016 masih lebih baik dari M1 2017 dalam pemakaian ban…
    Itu faktor dari desain sasis yg berbeda…
    Nah kalo begitu yang jadi patokan pengembangan M1 2017 salah dalam memberikan input…
    Nah,, siapakah dia?

    Guest
    • Belakangan Yamaha kalah di elektronik, bukan soal siapa yang input, kalau vale lebih baik ngasi input, harusnya pramusim sampai sekarang dia di podium klasemen. Nyatanya kan nggak. Orang factory sewajarnya nerapin pengembangannya dari pembalap yang lebih cepat.

      Bedanya, saat komen, vale pinter ngalusin kata. Michelin nggak marah. Maverick blak blakan banget habis ndlosor yg mau ditabrak dovi itu. Habis komen pedas itu, dia milih ambil jalur aman. Kalo ditanya jawab nggak tau. Ditanya chassis dia jawab ‘aku nggak dikasi komen soal itu’

      Beda lagi ama Marquez, pinter main strategi, motor udah bagus dia bilang struggle. Nah sekarang ketauan dgn jelas. Memang Honda udah ngerjakan pr nya. Kalau ban nggak misterius kayak race race awal, harusnya Yamaha ama Honda selevel. Tapi ya itu, sekarang memang Yamaha tertinggal.

      Guest
  14. ada apa dengan Yamaha medium (D)- Hard (B) yang nyata2 seharusnya durable malah struggle? kalah dengan Duc yang medium – soft?

    Guest
  15. Kalo data rossi 2016 dibanding zarco 2017 gimana wak?

    Mending rossi suruh pakai sasis 2016 deh.
    Kalo grip kurang, panas.. selalu muncul penyakit m1

    Guest
  16. Mungkin Yamaha harus coba firing Screamer… ya kebalikan dari honda yang sekarang pake big bang…. inline 4 dengan firing order bigbang mungkin sudah mentok… haha… cocokologi lagi…
    kawasaki dulu pernah pake inline 4 dengan firing order screamer, suaranya keren banget kaya mobil F1… tapi sayang keburu cabut….

    Guest
    • Tapi mencelat2 mulu ridernya,kayak shinya nakano yg tiba2 highside di straight mugello untung nggak kesamber yg belakang.tapi nggak tau deh kalo pake software inhouse pabrikan sendiri kayak RCV screamer yg bisa jinak dulu

      Guest
    • Kawak msh blm maksimal dlm 4inline screamer. Itu yang pasti mesin lebih binal dan bikin ban cpt tergerus.
      Ya moga yamaha mau improove di mesin.mungkin kalo konfigurasi L sudah dibikin ducati, honda dgn konfigurasi v, yamaha mungkin bisa konfigurasi < ??

      Guest
  17. Yang katanya evolusi M1 dari thun 2016.
    Ternyata zonk besar top speed malah turun.
    Handling kacau..
    Sepertinya Inline 4 M1 big bang udah mentok.
    Mengapa tak coba screamer.. ???
    Siapa tau lebih baik

    Guest
  18. Sasis dan elektronik kendala Yamaha Factory Racing musim ini, disaat yang tua ngasih masukan bagus disaat itu pula Manager Team YFR engga menerima masukannya .

    Kembalilah seperti zamannya Om Furusawa . apa perlu Yamaha ngikat lagi Mr. Furusawa san ? Dan keluarlah dari zona nyaman Yamaha . Firing Order Screamer berpadu dengan mesin inline 4 crossplan crankshaft itu pilihan akhir.

    Guest
    • Idem bro.. ditangan furusawa san yamaha bertaji. Filosofinya dia dlam development motor ialah analyzing abd synthesizing teory and reality machine development.jadi bangun motor benar” pas dengan input rider dan teori juga knyataan di lapangan.syang dia udah pensiun dan lbh mmilih mnikmati masa tuanya. Tpi dia mngatakan klo mmng yamaha bnar” butuh bantuan.dia akan turun tangan

      Guest
  19. Artikel yang menarik wak, pas lah data dan analisanya yang bisa jadi masing2 pabrikan udh tau tinggal tim RnD nya siapa yang lebih kuat.

    Harus diakuin RnD honda selangkah lebih depan dari pabrikan yang lain

    Guest
  20. jimoo August 13, 2017 at 20:42
    d mklmumin yg d tonton fbh krg lngkp.?ato thn kmren tv d matikan ..

    jelas jlas tahun kmren d pampng ducati bs 350 kpj di austria?

    thn ni ntah knp turun jd 314 an .. ??
    ================
    Hahahahha… Jimoo matanya siwer

    Guest
  21. lha dulu HRC budeg g mau dengerin pembalapnya kok sekarang ganti YFR yg g mau dengerin masukan pembalapnya,betul tidak???cuma opini pribadi

    Guest
  22. jimoo August 13, 2017 at 20:42
    d mklmumin yg d tonton fbh krg lngkp.?ato thn kmren tv d matikan ..

    jelas jlas tahun kmren d pampng ducati bs 350 kpj di austria

    thn ni ntah knp turun jd 314 an .. ??

    ini data dari mana JIMOOO…

    Guest
  23. Wah M1 darurat siaga satu ini
    paketnya kurang konsisten buat kebanyakan trek, klasemen poin tambah mundur aja g kebayang kejadian begini berulang2 di sisa musim
    Sip bang komparasinya.. .

    Guest
  24. —– namun menurut gigi dall’igna, ducati desmosedici gp taun ini lebih balance dibanding ducati ducati desmosedici gp 2016 lalu——–++

    Gigi dall’igna itu orang mna ya wak, apa masih saudaraan ma gogon?????????

    Guest
  25. Cerdik+culas+licik…ketambahan mekanik HRC yg rada kelebihan imajinasi soal mesin balap modern…ya wes ngono kuwi Honda dan marqez
    Eh btw akir akir ini kok banyak yg triak2 berharap marqez pindah pabrikan ya???
    Hahaha…solusi instan yg berbau putus asa…wakakwkwkwkwk land

    Guest
  26. Filosofinya :
    Motor tercepat di track lurus = DUCATI
    Motor tercepat di tikungan = YAMAHA
    Itu bukan cuma fakta, tapi sudah mendokrin mendarah daging turun temurun.
    HONDA?
    Gabungan dari keduanya..
    + irit
    :v

    Guest
    • Suzuki = Motor yg performa tinggi (jaman rgr, raider) pengen nyaingin iritnya honda (smash, nex) : gagal. Di gp pun sama dulu digdaya, pingin ngalahin honda dg mesin v : gagal.

      KTM = Motor yg pingin se mainstream honda.

      Guest
  27. Awal musim 2017 saya sempet menggrutu dgn tes awal musim marquez honda yg sll dibawah yamaha begitu strugle tim ini dibnding dgn yamaha vinales lgaung klop dan sll tercepat kmudian juara bbrp x distiap race, knp honda sll strugle kasian marquez yg berusaha mnjinakan rcv dgn skillnya smp pontang panting bhkan mndingan marquez musim depan klo honda spt ini trus lbh baik pindah ke ducati ja, ttp dipertengahan musim pelan tp pasti dan tepatnya diaustria power honda bisa imbangin ducati itu mrupakan sesuatu bgt bagi saya yg terheran2 dgn kemjuan pesat honda dlm mengembangkanbmotor…good joob penerus nakamoto gk sia2…

    Guest
    • Pnerus om shuhei namanya tetsuhiro kuwata
      Beliau emang passion nya di engineering bil khusus elektronik.
      Ditambah wejangan shuhei yg cukup pngalaman di F1
      Maaf kata yah, jaman marqez baru masuk honda klas premier dan masih pake in house software
      Itu pabrikan lain kaya yg pas disalip cuman bisa ngasi jalan.
      Wkwkkwkk

      Guest
  28. Tanpa disadari yamaha ditinggal jolor minim inovasi pengembangan motor fairing ato winglet baru ae nyontek pnya ktm .. Beda jolor di ducati masukanny buat pengembangan motor lumayan menyumbang kontribusi biarpun suka mewek di awalmusim dan pertengahan mulai ad hasilny ..

    Guest
  29. Marqez memang penuh strategi dan sangat intertain. Tapi sayangnya strategi marqez sdh dibocorkan oleh kal kroco?.
    Kroco bilang: marqez itu diawal motogp 2017 itu hanya bermain-main saja yg sebenarnya motornya sdh sangat kompetitif.
    Dan rosi pun juga sebenarnya tahu tapi rosi bingung gmn caranya menghentikan marqez karena smua cara licik sdh rosi keluarkan tapi gak mempan bagi marqez, sampe menghentikan/memboikot kerjasama bisnis tetep saja marqez gak bergeming malah marqez yg bisa memukul balik rosi sampe ketitik terendah.

    Guest
  30. Ayo bermain di http://www.indomaxis.com
    Situs taruhan bola terbaik se-Indonesia, kami menyediakan banyak permainan serta bonus-bonus lainnya. Oh iya jangan lupa kami juga ada E-sport gaming loh so buruan pilih tim jagoan mu dan menangkan taruhan nya! Jangan lupa ajak rekan atau sahabat anda ya 😀

    Guest
  31. laaah itu bradl udah pegang mesin V kok ngempos pegang inline honda d wsbk…katanyee..bkl lbh easy inline???
    klo mnrt sy kgk ngruh..pmblp siapa..
    mmg ktm sazaa yg ngotot pke sasis tubular??

    Guest
    • Marc VDS tahun ini dapat Moto RC213V tahun 2017 bro semua Honda Tahun ini pakai Motor tahun 2017
      tahun depan 2018 baru ada dua pake 2018 dan 2017

      Administrator
  32. jimoo August 15, 2017 at 23:40
    laaah itu bradl udah pegang mesin V kok ngempos pegang inline honda d wsbk…katanyee..bkl lbh easy inline???
    klo mnrt sy kgk ngruh..pmblp siapa..
    mmg ktm sazaa yg ngotot pke sasis tubular??
    ——————————————————
    selama gak nongol logo HRC di honda WSBK, jangan harap honda menguasai WSBK, karena yang negmbangin motor Honda di WSBK itu bukan HRC tapi Ten Kate yang tidak lebih dari bengkel modifikasi, beda dengan Motor lain Kawasaki, Aprilia, Yamaha, Ducati dan BMW mereka langsung dibawah divisi balap masing pabrikan.
    kalo ente sering nonton WSBK di Fox Sport 3 pasti ente gak bakal nemuin logo HRC seperti di moto gp, ato jangan2 ente gak pernah nonton live WSBK di Fox Sport 3 cuma nonton moto gp di Trans& donag ya?

    Guest
  33. wak yamaha M1 2 tahun belakangan kayanya kenceng diawal musim trs ngedrop di pertengahan musim sampe akhir,atau tim pengembangan salah menerima input masukan dari pebalap?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.