TMCBLOG.com – Bro sekalian tidak terasa memang MotoGP sudah memasuki paruh musim keduanya. 9 race sudah dilalui, bersisa 10 race kedepan, dimulai akhir pekan depan di Brno Ceko . . . nahh, Via artikel ini dan artikel artikel kedepan Kita dapat menyimak pembicaraan ala warung kopi antara saya taufik dan nugie sekedar merekap apa saja yang sudah terjadi di paruh pertama MotoGP 2018 dan untuk part pertama ini kita mulai dari KTM, Aprilia dan Suzuki . .

Secara umum di luar masalah bahwa 2018 ini suzuki kembali memperoleh kemudahan menjadi team Full concession ( Konsesi Penuh ) Secara point pabrikan Suzuki ( hanya menghitung rider yang memperoleh point paling tinggi )  meningkat pesat di paruh kedua Tahun 2018 ini dibandingkan dengan Paruh kedua musim 2017 yang lalu . .  Bisa bayangin bro . . tahun lalu 35 point saat ini dengan modal 4 kali podium baik Oleh Iannone dan Rins Suzuki memperoleh 104 point . .

Peningkatan pesat Juga hadir di KTM dimana tahun lalu which is tahun pertama mereka di MotoGP lagi hanya memperoleh 16 point sampai setengah musim, namun di 2018 ini KTM memperoleh 39 Point. Sedangkan Aprilia malah menurun Performanya sedikit dibandingkan paruh musim 2017 yang lalu . . . perubahan rider dari Sam lowes ke Scott redding sepertinya belum terlalu banyak membantu ..

Nah beda lagi Jika kita menghitung championship team dimana angka team merupakan akumulasi angka kedua pembalapnya sob . . . Perolehan Point Championship team Suzuki ECSTAR di paruh musim 2018 mengalami peningkatan lebih dari 3,5 kali lipat dibandingkan mereka Paruh musim 2017 yang lalu. Red Bull KTM sendiri mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat antara paruh pertama 2018 dan 2017 sedangkan Aprilia Gresini mengalami penurunan.

Menarik melihat bahwa ketiga team dan pabrikan yang kita bandingkan di artikel tematis pertama ini adalah team yang di 2018 ini memperoleh status Konsesi penuh dimana mereka memiliki banyak kemudahan seperti mesin yang tidak dihentikan pengembangannya, jumlah mesin lebih banyak dan jumlah pengetesan yang lebih banyak. Artinya ketiganya setara dan tidak ada yang dibeda bedakan . . namun terlihat memang suzuki adalah yang paling meningkat pesat perkembangannya dan yang paling berhasil memanfaatkan kemudahan yang diberikan  ..  sayang tahun 2019 nanti suzuki harus kena sedikit rombakan pembalap lagi . . ahhh kenapa Silly season berlangsung lebih cepat sih ? . . Silahkan dikomentari sob, next kita bahas pabrikan dan team lain  . .

Taufik of BuitenZorg

19 COMMENTS

  1. Apa ktm tetep mau make kandang pitik frame? Padahal untuk urusan meain, dia dah ga egois. Dah mau make bigbang dan back rotating.

    Guest
    • Yg belum kelihatan nyata hasilnya cm di kelas premier, sedangkan kelas junior nya menunjukan tdk kalah dgn chasis full perimeter biasa
      Jd kelihatanya mereka msh optimis bisa bersaing dikelas motogp. Ditambah riset yg terus menerus dgn backupan yg kuat

      Guest
  2. Ada 3 Faktor menurutku yg menentukan yaitu pembalap , engineer & financial sangat menentukan pengembangan mtr di grid motogp

    Guest
  3. Pabrik noale lagi cupet,kalah tajir ama ktm
    Jadi walaupun masih konsesi kalo nurutin test terus dan bikin part baru Mulu ya bs ga makan karyawan nya

    Guest
  4. Agak heran sgn KTM sebenarnya, perkembangan KTM di motogp terasa lambat dan kurang agresive, apakah faktor manajemen team yang kurang inovatif, hal teknis kah wak aji, atau pemilihan pebalap yang kurang “menonjol” dalam hal ini adalah pebalap talenta luar biasa spt rossi, stoner, marc kang? Kiranya diberi pendapatnya kang..

    Guest
    • kayaknya sih bisa jdi di elektronik jg tuh yg nentuin. maybe ga dpat SDMnya magneti jg kli yah.. hhe.. sperti yg prnah diulas jg di blog ini klo ktm punya klaim paling tinggi power mesinnya yg mampu brkitir di 19.000 rpm.desmosedici aj 18.000 mentoknya, dan untuk urusan horsepower jg ktm ini paling tinggi di motogp skitar 275hp. bisa jadi semua itu ga terolah dgn baik dgn unified ECU dorna ini. kan apa artinya power gede klo delivery nya acak”an hhehe.. dan ktm ini jg agak unik, karna mnjadi pabrikan yg antimainstream sndiri dgn pake sasis teralis dan front-rear suspensionnya non Öhlins. alias pake suspensi anak perusahaannya (WP suspension) honda aja yg dulu setia pake showa akhirnya beralih ke öhlins. hhehe

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.