TMCBLOG.com – Kurangnya Traksi, terlalu banyak spin ban belakang saat berakhiserasi, degradasi ban belakang yang sangat besar, akselerasi kurang mungkin merupakan salah empat dari banyak keluhan Maverick Vinales dan Valentino Rossi ke hadapan Ramon Forcada dan Silvano Galbusera . . Kita sudah bahas bahwa hipotesis mengarah karena ringannya bobot dari bandul Crankshaft yang jika benar tentu itu bandul tidak bisa digantikan dengan bandul Crank yang memiliki bobot lebih sesuai sehingga Pembalap Bisa kembali menyempurnakan kekuatan fleksibilitas dan Speed Corner M1 yang jadi senjata kuat selama ini  . . . dan salah satu cara yang bisa diambil oleh Yamaha adalah lebih memberdayakan Unified software ( elektronik ) Magneti Marelli . . . Updatenya, Mulai Seri Silverstone nanti ( 26 Agustus 2018 ) Box Yamaha akan diperkuat dengan kedatangan teknisi elektronik Michele Gadda . . satu petanyaan muncul, Siapa Michele Gadda ni? Kenapa dia ?

Baca Juga : Spekulasi akar masalah struggle-nya Yamaha M1 di Musim MotoGP 2018

Michele Gadda saat ini adalah Technical Coordinator di Yamaha WSBK Team, punya background sebagai mekanik elektronik yang semenjak musim 2017 bekerja Di team Yamaha Pata Superbike menukangi Alex Lowes dan Michael Van Der Mark setelah sebelumnya sempat di Ducati 2013-2016 ( sempat bersama Gigi Dall Igna )  dan BMW ( 2012 ) . Namun sejatinya ulusan Politeknik Milan ini memulai Karirnya di Yamaha superbike sampai 2011. Kerjanya akhir akhir ini di Yamaha di anggap sukses karena boleh dibilang membuat Yamaha YZF R1 melesat grafik performanya dan bahkan dianggap bisa menyamai Kawasaki ZX-10RR di musim musim mendatang . .

Yap itulah catatan Karir Michele Gadda secara singkat, Lalu pertanyaan selanjutnya adalah kenapa Gadda ? jawaban ini berhubungan dengan dua variabel . . Yang pertama adalah Silvano Galbusera – Crew Chief Valentino Rossi – Michele Gadda bisa dibilang merupakan adalah tangan kanan dari Silvano galbusera saat  galbusera menangani Marco Melandri tahun 2012 di BMW . . so dapat dipastikan, Michele Gadda akan mudah Tune-in dengan galbusera dalam proses akselerasi Coding dari software MM di M1 . .

Alasan kedua adalah mengenai apa yang Michele Gadda Lakukan akhir akhir ini yakni evolusi performa dari Yamaha R1 di WSBK . .  Superbike sampai 2018 ini masih diperbolehkan / dibebaskan menggunakan elektronik dan sampai 2018 ini Yamaha R1 masih menggunakan Produk Ber-Brand Magneti Marelli baik dalam bentuk Hard Ware ( ECU ) maupun Software. Ke-familiaran Gadda terhadap Magneti Marelli ini lah yang Juga menjadi salah satu harapan Yamaha Iwata agar hadir akselerasi dalam Development elektronik Yamaha M1 mulai dari Seri MotoGP Silverstone 2018 nanti . .

Taufik of BuitenZorg

56 COMMENTS

    • Buat para haters nya VR iya sih… Tapi VR belom habis bro… Dengan motor bermasalah aja doi masih bisa deketin 5 besar, seringnya 3 besar…kalo motor udah balance kayak RCV atw desmo, mungkin bisa lah cucuk2an sama yang muda2…hehehehehehe

      Guest
    • iya masuk 3 besar ketika ducati lagi bengek, ducati dan honda lagi onfire ? yakin masuk 3 besar ? liat noh diklasemen juga lama lama kegusur, rekan setimnya udah kegusur. wkwkwk
      terus gimana ? nyumpahin pembalain jatuh kaya doa fumi ? ekekekek

      Guest
    • kalau memang Gadda sudah familiar dan paham betul sama ECU Magneti seperti yang digunakan di moto GP sepertinya perubahan bakalan kelihatan, Rossi sama Vinales bukan anak kemaren yg belum tau cara gaya balap yg bisa menyesuaikan jadi masalah skill ga usah di ragukan lagi. Kecuali Vinales yang ada masalah di garasinya mungkin bisa kurang motivasi. Tapi kalau untuk power pasti masih kalah sama ducati dan honda, hanya saja untuk speed corner dan keluar tikungan pasti ada peningkatan yag jadi senjata andalan. Karena tujuan utama menghilangkan spin dan memaksimalkan akselerasi yang sebenarnya melalui piranti elektronik kita lihat saja di silverstone

      Guest
    • @krupuk… Hehehee Ente tu kalo udah hater susah jadinya mencerna omongan orang… Bro, kondisi ducati dan Honda saat ini paling bagus dibanding yamaha…so kalo ente bilang VR bisa P3 karena Ducati or honda lagi memble, lha bukannya sekarang justru karena yamaha lagi memble makanya ducati dan honda bisa kuasain podium??? ekekekekekekekekekek….ente taukan kalo yamaha lagi onfire seperti 2017 awal musim??? seetengah musim sisa memble?? ya karena masalah…. honda awal 2017 memble, setengah sisa musim bisa jurdun bahkan karena apa?? hahahahaha…santai aja bro….nikmatin aja pertarungan yang penuh drama ini…hehehehehehe

      Guest
    • jgn slh klo ecu fix yamaha sebanding honda dan ducati mlh bsa lbh unggul ditikungan krn karakter mesin inline4.

      Guest
    • @ krupuk and eiscell….wkwkwkwkwkw gini ni kalo dah kebencian merasuki hati…wkwkwkwkwkwk Yamaha bisa podium karena ducati / Honda masalah?? lha bukannya sekarang ducati / honda kuasai podium karena yamaha masalah yak??? wkwkwkwkwkwk ada lagi yang bilang kalo Rosi oke berarti yamaha yang memble, begitu pun sebaliknya?? yaaaa…..seorang markes dengan skill menurut fans nya alien bisa ditekuk mudah sama seorang lorenzo yang cengeng bagi sebgian orang wkwkwkwk artinya apa??? dalam balap pembalap dan motor itu satu paket…Juara artinya paketnya bagus…

      Guest
    • Buat om comel, taun 2016 gmn Honda om? Apakah lebih baik daripada Yamimi dan Sijuki? Ducatrok sdah lbh baik waktu itu, sembalapnya aja yang kurang konsisten (duo Andrea). Sebagai FBR, Apakah seburuk itu mesin yamimi? Awas disampluk fby lo om.

      Guest
    • 2013,2014,2016,2017 YAMAHA lagi terpuruk oy ,jadi onda yang juara.
      Comel Logic.
      pokonya klo yamaha engga menang alibi lg terpuruk.Padahal aslinya sama” ada peningkatan,cuma yang satu meningkat sedikit dan yang lain meningkat pesat.
      Coba aja yamaha pke motor tahun kapan dah yang dia bilang lagi OK,,bisa engga jabanin ? coment aja sok” an “kebencian merasuk hati” padahal ya dia sendiri militan.

      Guest
    • sampai men d o a kan agar mm c rash secara ber j a ma ah , hahaha kebaikan bagi mereka itu bukan kebencian merasuk hati, kebencian merasuk hati itu bilang motornya bersmasalah,,,kalau d o a jelek bukan…

      Guest
  1. Semoga berhasil, kasian motor dewa, biar yg bertarung ngak cuma duc dan honda. Kasian yg dah koar koar di depan tapi melempem. Sama persis kaya fbnya, baru rekrut dah bilang pihak lain kuatir. Sama persis type omongan nya. Masalahnya emang sekarang mencoba membesarkan hati sendiri sich. Malu minta farfum melulu sama team sebelah.

    Guest
  2. Begitu mereka tahu kalau ternyata elektronik memang sudah mentok segitu saja kemampuannya, maka cuma mesin yg bisa diperbaiki, dan 2018 yamaha terpaksa nyerah duluan.

    Semoga preduksi ini salah ???

    Guest
    • Kalo ngeliat Komen pedrosa d test berno, masalah yamama sama onda mirip. spin ban belakang, bedanya buat Marc itu ga JD masalah Karena pencinta track licin buat ngesot. cmiiw

      Guest
    • yamaha PD udah buat mesin kencang hingga lupa cari ahli ecu, ini yg bkin kacau..mknya krg dipinjamkan m gadda ini oleh markas jepang.

      Guest
  3. kayaknya faktor gengsi,team elektonik yamaha motogp mrasa bisa nanganin Ecu MM sehingga g perlu bantuan ahli.padahal VR dan MV sdh ngeluh dan minta itu dr dlu.Jangan jg remehkan pembalap krn pembalap yg merasakan bagaimana tunggangannya disirkuit. Nah kmrin saat titik terendah performa akhirnya markas besar turun tangan dan panggil M gadda ini. Brarti slama ini team motogp kepedean dgn ecu MM. smoga performa kdepan bs sepadan ducati dan honda.meski saat trek lurus masih sebanding.Biar motogp makin seru…klo VR46 kuat maka motogp akan lbh menarik pertarungannya dgn ducati atau honda.

    Guest
  4. Berarti tuh bandul crankshaft sejak 2017 ga diganti2 kalo bener,wong Zarco aja juga bengek dibanding pas pake mesin 2016 nya

    Guest
  5. Akselerasi sdh seimbang.tinggal masalah yg wak haji blg diatas neh. sampe markas turun tangan nih,pinjam ahli ECu wsbk yg sudah terbukti wahid lawan ducati dan kawasaki.Jika motor imbang dijamin VR46 n MV bs cucukcucukan ddpn.

    Guest
  6. Besok elektronik beres…eh pabrikan lain udah punya mesin balap baru yg lebih selaras dengan IMU dorna, yahama ketinggalan lagi, gantian mesin yg ketinggalan…masalah itu akan selesai jika marquez pindah ke yahama…(karepe)

    Guest
  7. sekedar mengingatkan
    2016 honda bermasalah dengan akselerasi sampai di itali terlihat jelas lorenzo+yamaha lebih cepat di track lurus drpd marquez+honda, endingnya ada 4 pembalap honda bisa juara seri
    yamaha butuh sdm lebih dari ini… baik dr segi teknisi maupun pembalap

    Guest
  8. Yuk luangkan waktu sejenak untuk menonton saya menyanyikan lagu Bento – Iwan Fals di link youtube di bawah.

    Mohon kasih *Like* dengan menekan tombol *Jempol ke atas* di bawah videonya ya, untuk mendukung saya menjadi juara favorit Cikarang Listrindo Idol ?

    https: //youtu.be/6ovqUdYT0L8

    *Bento*…. *Bento*…. *Bento*…
    *Asyiiikkk*…

    Guest
  9. Saya yakin yang benci sama rossi pasti juga akan penasaran kan, kita lihat saja kalau sampai berhasil dan merusak barisan depan bakalan terbukti kalau skill dan analisa seorang pembalap yang mengeluhkan masalah elektronik bukan menjadi suatu alasan yang di buat2, terlebih yang sering bilang aki2 tua mending ga usah ikut balap dsb.
    Semua pabrikan punya caranya masing-masing mungkin untuk yamaha mereka tetap mengandalkan orang dalam walaupun dari team SBK meraka yang ternyata ilmunya harus di terapkan ke Moto GP.
    penasaran apakah bisa menyelesaikan masalah dan atau butuh waktu juga untuk penyesuaian yang pasti bikin penasaran

    Guest
    • Knapa ga niru gaya stoner, pebalap yg ngikutin motor , why?? Rossi skarang bukan rossi yg dulu, malah mirip jorge yg baperan
      Lebih bnyak ngoceh nya ketimbang aksinya
      Gw ttp angkat topi dngan umur yg tidak lagi muda,, dia sudah jadi legend sklipun belum pensiun , disini yamaha terlalu rossisentris yg membuat yamaha telat regenerasi, ga kaya honda yg dinamis dan fleksibel

      Guest
    • gmn ubah gaya klo ecu g fix bro.JL aj smpe ubah tangki dll.Vr46 plg bs klo soal ubah gaya,dia blg sndri kok.mknya,dia bs ddpn mv25 yg lbh strugle. Rossi klo dksi motor m1 fix bkl ddpn lawan top 3.sy bkn fans rossi tp taw skillnya diatas rata”. klo MM cma py skill dirtbike. shingga bs jinakkan rcv.

      Guest
    • @pecinta balap, trus yg ini M1 apa??
      Dsini saya menyimpulkan faktor USIA,, dan yamaha terlalu rossisentris, anda pasti tau semakin tua sudah pasti berkurang tingkat sensitivitas nya, bohong klo makin tua makin jadi, jompo iya

      Guest
    • Bro Qhandar. Sy bkn fans fanatik satu pembalap.tapi klo liat track record VR46,diusianya msh bs ddpn pembalap muda,bhkan kni di no 2 klasemen. kmrin dr posisi 14 bs ke 6 dgn motor yg bermasalah. Klihatan gmn skillnya,bahkan muridnya kini hebat” semua.Bahkan semua pembalap dan legend blg yamaha dlm masalah dgn ecu nya. jika M gadda ini bs perbaiki meski g blh ganti mesin. maka Duo yamaha bakal imbang dgn ducati dan honda. Dan ingat yamaha blm pernah naik podium satu tp konsisten dgn dua pembalapnya ditop 5 klasemen.

      Guest
  10. knp gadda? krn mmang sdh ada dbwah bndera ymaha, jd bs hemat dikit budgetnya drpda ngambil prsonil baru.. kl sukses y brkah, kl g skses ya gpp.. istilahnya mmnfaatkan resource nyang sdh ada…

    Guest
  11. kenapa gadda..?

    karna palu udah di pake lorenzo..

    bentar lagi MM mngkin pake paahat..

    dan jdilah.. Moto (G)erakan (P)embangunan

    Guest
  12. wak haji tolong ulas dong pabrikan lain seperti suzuki ktm, dan aprilia kenapa masih tertinggal jauh,karena tim dan pembalap mereka tak terlihat gembar gembor di pers mengenai masalahnya…

    Guest
  13. Buat om comel, taun 2016 gmn Honda om? Apakah lebih baik daripada Yamimi dan Sijuki? Ducatrok sdah lbh baik waktu itu, sembalapnya aja yang kurang konsisten (duo Andrea). Sebagai fumiyem, Apakah seburuk itu mesin yamimi? Awas disampluk efbeye lo om.

    Guest
  14. Honda mah tenang ,sekalipun marc pergi nyari tantangan baru mereka udah punya hohe .tp kalo marc pindah keducati ngeri jg .

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.