TMCBLOG.com – Bro sekalian, Di FP1 Andrea Dovizioso menjadi yang tercepat dengan laptime 1:48,020. Sedangkan rekor Laptime masih di angka  1:46,635 atas nama Marc Marquez. Di awal Sesi FP2 Iannone langsung mencorong torehkan Laptime 1:48,301 dengan ban Medium – Hard, diikuti Marc Marquez yang sepertinya sadar bahwa Asphal semakin panas butuh ban dengan Kompon lebih durable Ia pakai Kombinasi ban hard hard .

Memasuki Menit ke 35 iannone Masih memimpin di depan Marquez, Cal dan Dovizioso . . 5 menit terakhir Mungkin Marc Marquez dan team berfikir bahwa Riset Ban sudah cukup sehingga Ia ganti ban kombinasi Hard Hard dengan ban baru berKombinasi Medium-Soft dan Marc pun Mulai melakukan Time attack beserta Dovi, Cal, petrucci dan yang lainnya . . atau ini kayaknya ( imho ) Marc  lagi mencoba kucing kucingan biar strateginya nggak begitu ketahuan sama orang lain ya ?

Dovi dan Cal menjadi pembalap pertama yang torehkan laptime sub-1:48 . .. Marc Marquez dengan ban barunya langsung pencet tombol start yang ada di Helm Shoeinya dan  torehkan 1:47,382 dimenit ke 13. Menit ke 45 Lorenzo naik ke posisi dua

dan akhirnnya Marc Marquez Tampil sebagai yang tercepat di Sesi FP2 MotoGP Aragon 2018. Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso membayangi di Posisi 2 dan 3. Cal Crutchlow hadir sebagai Yang tercepat ke 4 dan menjadi Pembalap independent tercepat di sesi ini. Andrea iannone Hadir di posisi 5 sebagai Pembalap dengan Motor Inline 4 terdepan diikuti Petrucci, Pedrosa, Bautista, Rossi dan Vinales di Top 10 akumulasi FP1 dan FP2 . . Morbidelli kasih kejutan dengan menjadi yang tercepat ke 11  . .  Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

43 COMMENTS

    • Bner jg ide Wak Haji… Untk mgatasi problem spinning ban blkg M1 napa g pke cr murah meriah? Psang bola pingpong besi d sela2 velg blkg ??

      Guest
  1. kayaknya pas race langsung ninggalin ke depan nih dgn gap yg ga bisa kekejar,kecuali kalo skenario fifauzi di dengerin Marquez ??

    Guest
    • atasnya itu kan ada gambar tombol power nya,nama coraknya power up (kalo ga salah) menunjukkan kalo dia berlaga di kampungnya kayak nekan tombol booster, semangat jadi berlipat lipat

      Guest
  2. Yamaha ngelawan Bautista dan Pedrosa yg udah ga niat balapan aja ga mampu
    Gmn bisa bersaing dgn rider2 papan atas seperti Marquez, Hohe, Dovi

    Guest
  3. Setidaknya Rossi sudah berjuang…
    bisa 10 besar juga sudah bagus dan membuktikan kualitasnya masih cukup kompetitif

    tinggal tunggu aja musim depan Cruz Ramirez-nya Rossi (antara Morbidelli yang kebetulan P11 di FP ini atau Peco yang memimpin klasemen moto2) siap mematahkan Dominasi Jackson Storm-nya MotoGP (Marquez)

    Guest
    • Entar paling kayak mvk..delusional setinggi langit,tp fakta berbicara lain…dan untuk @no name tu dah dibuktiin marcwoto f1 maen2 dan riset ban,kalo simbah memang struggle trs…

      Guest
    • Feeling saya itu salah satu “rencana” Rossi sebelum memutuskan pensiun. Karena walau ambisinya kandas untuk meraih gelar ke 10 tapi dengan Jurdunnya murid Rossi entah itu Morbi, Peco apalagi Luca Marini akan mengobati rasa kehilangan ambisinya. bahkan dia anggap sebagai “Champions ke 10” nya. Seperti halnya MCQueen yang walau tak mampu mengalahkan Storm tetap bangga karna Muridnya (Cruz) berhasil mengalahkannya seakan Mc Queenlah yang mengalahkan storm.

      Tapi entahlah mungkin hanya Feeling pribadi saja

      Guest
  4. Jika ban semua sama & seragam, durabilitasnya tinggi, pembalap dgn riding style suka menghabiskan ban mungkin akan di untungkan sekali.
    Dia terhindar dari musuh yg cepat karena menggunakan ban yg lebih soft.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.