TMCBLOG.com – Dengan menjuarai MotoGP Aragon 2018, artinya Marc Marquez tercatat 6 kali sudah sementara juara di Musim 2018 ini dan tiga kali berturut turut menjadi kampiun di Aragon plus Sekaligus menyamai torehan Mike Hailwood 41 kali Juara dengan Honda. Sebuah pencapaian yang Sempurna dan sangat worthy setelah 4 hari sebelumnya T10 daerah Corcscrew dianugerahkan atas nama Dirinya. Namun begitu Capaian di Aragon Tahun 2018 Yang merupakan Podium MotoGP ke 74 dan Podium ke 113 Karir GP Marc Marquez ini tentu menurut tmcblog merupakan capaian yang cukup spesial ketimbang tahun tahun sebelumnya Buat marc Marquez. Bukan apa apa, Boleh dibilang Kampiun Aragon Tahun 2018 ini Marc Marquez memperolehnya dengan tidak mudah bahkan dibumbui strategy yang bikin banyak kepala orang cekot cekot dengan memilih ban belakang Soft. Dan ternyata benar, Softnya Michelin itu beda dan tidak bisa disamakan dengan softnya Bridgestone . . . nanti Kita akan bahas mendalam di sesi artikel Analisa, Namun saat ini kita akan lihat dulu data data seperti apa championship Pasca race MotoGP Aragon 2018 dimana akhirnnya Marc Marquez berhasil Menghentikan capaian beruntun Ducati pasca Summer Break 2018

Racenya sendiri berjalan Tidak terlalu cepat di pertengah pertama, laptime Laptime cepat baru mulai hadir setelah pertengahan kedua race. Terlebih lagi Buat Marquez dan Iannone Yang menggunakan ban belakang Soft. Mereka harus sangat merawat pilihan kompon ban ini di setengah race pertama.

Pasca Race MotoGP Aragon 2018 di mana Andrea Iannone finish di posisi 3 ini artinya mengantarkan Suzuki ketambahan 1 point konsesi dan menyebabkan Tahun 2019 Nanti Suzuki dengan pembalap Rins plus Joan Mir akan kehilangan kemudahan Konsesi dan akan diberlakukan peraturan seal Mesin sama seperti Honda, yamaha dan Ducati. Kencangnya Suzuki Di Aragon seperti kembali mengungkapkan bahwa masih ada celah bagi Mesin Inline 4 untuk bisa bicara di MotoGP.

Dengan Hasil race MotoGP Aragon ini Juga Yamaha memperpanjang Puasa Juara dan bahkan Menorehkan catatan baru dimana Tidak pernah Juara dengan jeda Seri terlama .

Marc Marquez yang pasca race Aragon 2018 berjarak 72 Point dari Posisi Andrea Dovizioso. Dan tentunya ini belum bisa membuka kesempatan Dirinya untuk bisa Menyegel Juara dunia di Seri Thailand 2018. Karena syarat dan ketentuannnya marquez untuk menyegel Juara di Thailand Harus dimana jarak Marquez ke Doviziso dan Atau Rossi harus di atas 100 Point pasca race Buriram 2018 tersebut dan ini jelas tidak mungkin karena jika ekstrimnya Marc Juara dan Dovi Nol Point di Buriram saja , maka jarak keduanya berada di angka 97 point ( belum 100 point ).

Pasca race MotoGP Aragon 2018, Honda dan Repsol Honda masih berada di atas  Ducati dan Ducati team. dan bahkan baik Honda maupun Repsol honda berhasil memperpanjang jarak mereka dari kejaran Ducati dan Ducati team.  Pedrosa yang berhasil Finish di Posisi 5 sendiri sudah cukup Kuat untuk menambah Point championship team untuk Repsol Honda menjadi total sejauh 29 point dari kejaran Ducati team point di Aragon ini.

Crashnya Cal Crutchlow harus dibayar mahal dimana ia harus kembali turun ke posisi dua Klasement pembalap Satelit/ Independent team dan berjarak 11 point lebih rendah dari pemuncak sementara di Klasement Satelit Danilo Petrucci. Sementara itu Alma Pramac racing juga semakin mengokohkan Posisinya di Klasement team Satelit dan berjarak 50 point dari LCR Honda

Pasca race di Aragon, Franco Morbidelli semakin mengukuhkan posisi Rookie Of the year 2018 dengan jarak 7 Point dari Hafizh Syahrin

walaupun Aragon memiliki Back-straight yang cukup panjang, Namun soal Top Speed baik di race weekend keseluruhan dan saat race adalah Dani pedrosa yang tercepat. bahkan saat race Hanya Pedrosa Yang beberapa Kali torehkan Top Speed menyentuh angka 340 km/jam . . .

Taufik of BuitenZorg

33 COMMENTS

  1. Gw kira bakalan ngebosenin, tp baru panas pas pertengahan-akhir balapan. Aksi jual beli serangan yah namanya akamsi gengsi nya Marc tertebus dgn posisi 1
    Calon triple crown lagi tahun ini, Dani msh ada semangat, main ditanah air kayakna lbh kuat atmosfernya beberapa kali dpt topspeed dan ternyata avg nya juga tertinggi

    Guest
    • “……Dengan Hasil race MotoGP Aragon ini Juga Yamaha memperpanjang Puasa Juara dan bahkan Menorehkan catatan baru dimana Tidak pernah Juara dengan jeda Seri terlama….”

      Wah wah wah…

      Kok berani2 sih waaak nulis seperti itu

      Entar dituduh blogger bayaran lho

      Fakta yg merupakan aib buat Yamaha itu harusnya jgn dipublish

      Guest
    • @Tapi
      mohon dicermati dirubrik apa wak haji menulis bro. ini rubrik tentang ikhtisar/pencapaian kejuaraan(championship recap) dri setiap tim. apakah salah menulis pencapaian saat ini dengan keterkaitan pencapaian sebelumnya? ini sebuah fakta Sejarah yg mmng apa adanya demikian kok. justru wak haji dianggap bayaran kalo melesetin fakta sejarahnya di rubrik Rekap championship yg dia buat dan ulas ? hhaha…

      Guest
    • Dia nyindir blogger nyinyir bro..bukan nuduh wak haji..tau kan adalah istilah dolariyah? Itu maksudya…btw saya yakin wak haji hukan type blogger nyinyir kok..dari mukanya aja keliatam kok humble..ga bikin rese..

      Guest
  2. Bakal ngunci juara Di jepun kah kita lihat saja kisanak,..

    Btw pedock Yamaha makin pusing Ni, masalah yang seperti sulit untuk mencari solusi,..

    Penasaran liat suzuki tahun depan h3h3

    Btw paduka hohe bikin alasan apa lagi tu :v

    Guest
  3. Lihat championship
    Termas clash berangsur angsur nggak ada artinya… akhirnya tersadar itu insiden biasa yang sudah diadili.
    Walau nggak crashpun pasti poinya nggak beda jauh dari sekarang.
    Yg terbayang cm pas uci mengusir marc… Itu orang knp bisa kuasa gt ya, pdahal itu bukan urusan dia jg…

    Justru yg ngeri Zarco-pedrosa. Highside nya ngeri.

    Guest
  4. masalah top speed honda yang jelas setelah gp misano dan dikalahkan ducati, honda langsung melakukan test privat di misano pasti ada parts baru dalam pengetesan ini. dalam test tersebut keluar lah motor misterius rcv full black, motor ini masih jadi pertanyaan. sebenernya ini motor apaan ? karena jarang jarang pabrikan ngetest motor full black secara terus terusan dipertengahan musim. saya sih curiga ini motor rcv 2018 yang khusus digunakan buat mengetest parts baru sebelom dipasang ke rcv reguler mereka.

    Guest
    • tapi masih kendor akselerasi awal dan pertengahan nya,mungkin buat menghindari wheelie yg berlebihan kayak yg dialami Dovi maren

      Guest
  5. dari bahasa tubuhnya Pedrosa setelah race kemarin,kayaknya dia masih setragel dgn spining nya ban belakang dia
    kasian dia,mbok ya libur dulu gitu Jangan terima dulu tawaran KTM,liburan panjang kek

    Guest
  6. agak bingung dengan perhitungan pembalap independent
    di klasemen pembalap petruci dan cruthlow poinnya sama
    kenapa di klasemen pembalap independent bisa beda ya?
    lebih tepatnya knp di klasemen utama austria cruthlow dapet poin 13
    tp di klasemen idependant dapet poin 7
    sementara petruci dr 11 poin jadi 16 poin
    bahkan redding dri 0 poin jadi 20 poin
    error kah?

    Guest
  7. yg menarik memang mengenai ban wak,
    soft michelin berbeda dengan bridgestone
    apakah sebelumnya pernah ada penjelasan dari pihak michelin mengenai karakter ban mereka atau memang team harus menganalisanya sendiri

    Guest
    • Bukannya dulu udah di bahas yaa,, softnya ban michelin ga se extreem ban bridstone, munkin ini kelebihan dri michelin agar semua compon ban terpakai,

      Guest
    • ya maksudnya secara teknis bro Qhandar, memang sih di setiap padock ada teknisi dari micheclin CMIIW. Tentu saja membuat penasaran, nah kira2 ada ga yah ban soft yang di pakai ducati atau honda dari awal race sudah digunakan untuk duel ( dari awal race sudah terjadi aksi2 agresive ) saya lupa di seri yang mana jika ada.
      Maksudnya untuk perbandingan ban soft ini akan bertahan pada lintasan seperti aragon tapi belum tentu untuk di sirkuit yang lain tergantung karakter aspal dan juga suhu lintasan

      Guest
    • cara bawanya juga om kuh…liat si markes kalo nikung kaya gakia melayang2 gtu motornya…serem sih, tapi kayanya ngemat ban

      Guest
  8. ya memang betul bro Qhandar, tapi secara teknis apakah ada penjelasan dari michelin walaupun setiap team ada teknisi dari michelin CMIIW.
    By data di mana saja ban soft bisa menjuarai race..? info kalau mencatatnya

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.