TMCBLOG.com – Bro Seklaian, pembicaraan Konfigurasi mesin Inline 4 dan V-4 kembali Mencuat kala Yamaha yang menggunakan Mesin Inline 4 terlihat benar benar Struggle akhir akhir ini. Valentino Rossi sendiri walaupun tidak bermaksud memberikan saran agar yamaha Pindah Ke Mesin V-4, sempat Juga menyebut nyebut mesin V-4 sebagai Mesin yang tidak dimiliki oleh Yamaha . . . Namun Pasca race Aragon dimana Dua Motor Inline-4 Suzuki GSX-RR berbicara dengan terus membayangi dua Mesin V-4 besutan Marc Marquez dan Andrea Dovizioso memang seakan tetap memberikan ASA bahwa sebenarnya Mesin Inline-4 itu nggak masalah dan bisa berkompetisi dengan mesin V-4 . . . Berikut ini adalah tanggapan dari Crew Chief Johann Zarco yang merupakan technical Director Tech3 – Guy Coulon yang telah punya Track record bekerja semenjak 1999 bersama Yamaha dan pernah membuat sendiri mesin 300 cc 6 silinder segaris tentang rumor Galaunya Yamaha terhadap Inline-4 ke V-4 seperti yang telah di Publish oleh Paddock GP.

Ketika Guy Coulon ditanya soal pemikiran bahwa Mesin Inline-4 telah mencapai Limit sehingga mengarahkan yamaha kedepan ke mesin V-4, ia menjawab :

Guy Coulon : ” yang akan saya Katakan adalah Pendapat saya sendiri . Namun menurut saya ada Solusi untuk mesin 4 silinder sejajar ( Inline -4 ) dan Filosofi Yamaha adalah Mesin Inline-4. Dari segi Organisasi dari Motor mesin Inline-4 lebih Baik dibanding dengan Mesin V-4. Kita Bisa lihat di Aragon mesin Inline-4 Suzuki cukup Kompetitif. Jadi Menurut saya ini hanyalah sebuah intervensi dari Jurnalis yang tidak mengerti apa yang dibicarakan. “

Ketika ditanya soal Keuntungan mesin V-4 , Guy Coulon Menjawab :

Guy Coulon : ” Mesin V-4 mungkin lebih ramping, Namun lebar dari mesin Inline-4 tidaklah merupakan sebuah masalah. Sehingga kami tidak memperoleh masalah disebabkan lebarnya mesin Inline 4. Namun dari sudut Pandang lain Mesin V-4 mengandung pengorganiasasian penempatan part yang berbeda, seperti contohnya penempatan lubang exhaust di belakang dan Juga soal kemiringan dari dua silinder yang mengahadap ke depan sehingga membuat mesin menjadi lebih panjang. Fakta ini membuat Motor harus didesain Khusus. Kontras dengan mesin Inline-4 Organisasi part mesin sedikit lebih mudah dan sederhana. “

Ketika ditanya mengenai Problem dari Crankshaft Inline-4, Guy Menjawab :

Guy Coulon : ” Dilihat dari depan Yamaha tidak lebih lebar dibandingkan dengan Motor Yang menggunakan Mesin V-4, itu harus jadi catatan. Setelah itu, beberapa orang akan bilang tentang Inersia besar yang hadir saat menggunakan Crankshaft yang panjang. Itu Hanya Imaginasi saja dari orang yang belum melihat mesin 4 silinder dengan level tertinggi. “

Saat ditanya soal yamaha apakah akan tetap di Mesin Inline-4, Guy Coulon menjawab :

Guy Coulon :  ” Ya, walaupun mesin ini bukan mesin Yang menunjukan karakter luarbiasa, namun tetap mesin yang sukses. Lagipula, butuh pengorganisasian dari Part Motor yang tidak bisa dikerjakan dalam 3 bulan. Tidak ada Ketertarikan ( ke mesin V-4 ) karena masih ada solusi untuk mesin Inline-4. Dan menurut saya mereka ( Yamaha ) akan Lanjut seperti ini ( pakai mesin Inline 4) . .

Semua orang berkata Yamaha seharusnya pindah dari Inline-4 ke V-4, namun Yamaha telah sukses mencipatakan Crossplane Inline-4. Saat ini yang harus dilakukan adalah membuat Crossplane Crank Inline-4 ini kembali selevel dengan V-4. Idenya sudah ada  . . “

Taufik of BuitenZorg

 

94 COMMENTS

    • Yg perlu digaris bawahi dari mana asal usul crossplane?
      Pernah ada yg menjelaskan crossplane dibuat untuk membuat mesin membakar seperti urutan mesin V dg mesin konfigurasi inline.
      Hitunganya gini.. Antara scrember dg bigban? Di mesin inline perbedaannya jelas top + down adalah 180′.
      Tapi pada mesin V tidak karna masing masing silinder ada sudut berbeda.
      Jadi misal 1 ditop dihitung 0′ silinder dua bukan 180, tapi 180 +/- drajat V. Kalau 60′ ya bukan 180 tapi 120 / 240′.
      Nah makanya crossplane dibuat tidak sejajar hitunganya seperti mesin V.

      Guest
    • Mesin inline adalah konstruksi kompak dengan flesibelitas tertinggi utk rekayasa karakter mesin yg diinginkan. Bisa didesain meyerupai karakter V, L, W ataupun lainnya.
      Cross plane yamaha berseda dengan bigbang, cross plane firing order ada di area 1/4 siklus mesin dan 3/4 nya tanpa firing sama sekali, sedang pada bigbang firing merata pada 1 siklus mesin dgn pembagian area masing2 adalah 1/2 siklus mesin.
      Jika yamaha tetap menginginkan filosofi cross plane, solusi yg mungkin adalah memperlebar area firing, dari 1/4 menjadi 1/2 siklus mesin, ini akan membuat elektronik kontrol traksi bekerja lebih ringan dibanding sebelumnya.
      Alternatif lain mengadopsi crossplane versi 2 silinder yg diserikan pada 4 silinder.

      Guest
  1. Masalah yamaha mah bukan kofingurasi mesin. Intinya yamaha juara kalo dia menang 5cc aja dari lawanya

    Guest
    • Jadi Menurut saya ini hanyalah sebuah intervensi dari Jurnalis yang tidak mengerti apa yang dibicarakan… Maksutny pmbalapny yg plonga plongo? ?

      Guest
    • alah balapan sohc 150cc pake R15 ver 2.0 saja cbr 150 K45 maupun cbr150 yang baru dan gsx 150 ngak pernah menang

      Guest
    • Tapi perlu dilihat juga siapa yang memulai “mesin V4 adalah solusi bagi yamaha” menjadi sebuah isu? Media sendiri, begitu dapat bahan gorengan, tinggal jual aj……….

      Guest
  2. faktanya skrh dg mesin V rcv apalagi ducati semakin menggila
    ibaratnya
    mesin V rcv dan ducati tu negara² maju sprt amerika, rusia, japan
    mesin inline gk lebih sprt dunia ke 3

    hmmmm

    Guest
    • “Jadi Menurut saya ini hanyalah sebuah intervensi dari Jurnalis (orang awam) yang tidak mengerti apa yang dibicarakan. “ – GUY COULON
      Ada manakalanya jangan melihat fakta secara 1 arah tanpa tahu penyebabnya.

      Ane sendiri gak tau penyebabnya hanya saja wak haji punya hipotesis yakni
      bersumber dari bobot crankshaft, tapi Guy Coulon bilang bukan dari Crankshaftnya. Jadi tetep tho yang tau cuma mereka.
      Intinya, mereka insinyur di Yamaha tahu apa yg mereka buat.

      Guest
    • Sepemahaman saya, Coulon menyampaikan berdasarkan mesin yang dia pegang. Saat ini Tech III masih menggunakan YZR-M1 2017.2. Dan mesin periode tersebut belum ada masalah power delivery akibat bobot crankshaft.

      Masalah hebat mana mesin V4 sama mesin Inline di motogp, rasanya g bisa diperdebatkan juga. Karena pada dasarnya Motor yang bisa kompetitif adalah produk kompromi yang mengombinasikan keunggulan dan kekurangan masing-masing. Seperti misalnya GP series mengandalkan corner exit karena memang memiliki keunggulan power mesin Desmodesicitetapi harus mengorbankan kecepatan di long curve dan menjadi bulan-bulanan RC213V dengan senjata corner entrynya. Dan seandainya power delivery mesin inline M1 jauh lebih baik dari sekarang, dua motor tersebut akan menjadi santapan M1 di tikungan sirkuit manapun

      Guest
    • Weleh maaf wak Taufik, kemungkinan salah cerna dan lupa Guy Coulon yg nanganin M1 yg agak beda.

      “Dilihat dari depan Yamaha tidak lebih lebar dibandingkan dengan Motor Yang menggunakan Mesin V-4, itu harus jadi catatan. Setelah itu, –beberapa orang akan bilang tentang Inersia besar yang hadir saat menggunakan Crankshaft yang panjang. Itu Hanya Imaginasi saja dari orang yang belum melihat mesin 4 silinder dengan level tertinggi.–
      Jadi ane kira Guy Coulon ini menepis CrankMass bukan masalah utama, yg seharusnya ini maksudnya adalah lebar dari mesin.
      Hampura.

      Guest
  3. wadooh guy coulon mekanik legend ? itu motor 300cc 6 silindernya gokill sangad raungannya ngeri. tapi sayang gak ada rekaman pas motornya dibawa ngetrek di sirkuit

    Guest
  4. ” Dilihat dari depan Yamaha tidak lebih lebar dibandingkan dengan Motor Yang menggunakan Mesin V-4, itu harus jadi catatan. Setelah itu, beberapa orang akan bilang tentang Inersia besar yang hadir saat menggunakan Crankshaft yang panjang. Itu Hanya Imaginasi saja dari orang yang belum melihat mesin 4 silinder dengan level tertinggi. “

    Guest
    • maksud Guy, 4 silinder inline level tinggi Kayak M1 dan GSX-RR jangan disamakan dengan Inline 4 mesin biasa, cmiiw

      Administrator
    • “Semua orang berkata Yamaha seharusnya pindah dari Inline-4 ke V-4, namun Yamaha telah sukses mencipatakan Crossplane Inline-4. Saat ini yang harus dilakukan adalah membuat Crossplane Crank Inline-4 ini kembali selevel dengan V-4. Idenya sudah ada . . “

      ini menarik wak. mrk udh punya ide nya. tp c bah vr kok komen nya negatif ya tentang prototype 2019

      Guest

    • Mungkin masih belum sesuai dengan keinginan si mbah dari karakter mesinnya?
      si mbah juga salah satu yg punya saran ganti ke V4, karena udah ngerasa mentok mungkin ya.

      Guest
    • tidak perlu nunggu 2019 qta liat sisa race besok apakah inline mampu minimal runerup tanpa adanya bejo, suzuki pabrikan yang berpengalaman juga di inline

      Guest
    • Agak lucu juga mengatakan inline level tertinggi. Maksudnya dibanding inline level bukan tertinggi? Lha kalau dibanding konfigurasi v/l sama sama level tertinggi?? Gimana dong?

      Guest
      • @Mas Jokokarta
        Kalo dari perkataan Guy Beliau hanya membandingan Inline Standar – Inline MotoGP saja
        btw Guy ini tahun depan Ikut ke KTM nggak yah, kalo Ya bakalan ketemu Mesin V4 Yah 😀

        Administrator
    • Si gembel masih gak paham juga. Ibaratnya dunia tinju .level tertinggi yg dimaksud adalah kelas berat jangan dibandingkan dengan kelas bulu atau bantam . dikelas berat bukan cuma satu petinju .mike tyson sama evander hollifield berada di level tertinggi yaitu kelas berat .kalu diibaratkan mike tyson itu yamaha holifield suzuki. Mike tyson dikalahkan holifield .tp tetap sama sama di level tertinggi . .dikasih perumpamaan gini msih gak paham emang [email protected] gagal [email protected]

      Guest
    • Bkn soal tu, bro… Pnyataan teknisi Y yg bs d ibaratkn mmandang pbrikan D & Y krg phm kkuatan msin Inline 4, krg ngeh seluk beluk msin non V.
      H krg phm gmn kkuatan msin Inline? Inovasi2 d ms llu yg ujung2ny ‘d black list’ dr ajang balap? Dg sgala sumber daya yg d miliki H & napa lbh mmilih msin V… Napa jg Ducati keukeuh dg V desmo.

      Lupakn ja sih, g bs netral aq ni… Kn Fbh aq?

      Guest
  5. Yamaha lebih berpengalaman pegang inline (ada sih kayak TZ atau vmax yg bermesin V tapi kayak nggak ditekuni/diperdalam lagi),layaknya KTM yg udah khatam dgn sasis tubular nya
    jadi ya mending tetap di jalan inline aja,ane yakin cuma masalah waktu sebelum lagi kompetitif lagi

    Guest
    • Karena mesin sudah di segel.gak bisa diutak atik.masalah baru ketahuan saat kompetisi berjalan.kecuali tahun depan mungkin ada peningkatan

      Guest
  6. mesin M1 sama CBR fayerbled ramping mana sih?,kok perasaan fayerbled itu punya bodi paling ramping di jajaran superbike inline lainnya

    Guest
    • Yang ramping cuma fairing depannya doang. Perhatiin area mesin (yang sejajar dengan ban depan kalau diliat dari depan)

      Guest
  7. Mungkin butuh tangan Furusawa-san kembali?
    atau memang diperlukan perombakan besar – besaran untuk mengubah sturktur dari team YFR?
    Ngeri juga yha, memecahkan algoritma dari ECU MM efeknya parah.

    Penasaran solusi di 2019nya gimana nih, kalo masih tetep keor. Masa kalah dari pendatang yg pake Inline (Suzuki).

    Guest
    • buset soal inline suzuki udah lama itu makanya ga butuh waktu lama buat dikembangin. udah khatam mereka mobil aja inline semua begitu juga dgn motornya paling seri SV doank yg beda karena pake V.

      Guest
    • Mungkin maksunya balap di gp lg kn suzuki blm lama comeback bila dibandingkan yamaha yg selalu ikut gp

      Apa yamaha perlu konsesi?

      Guest
    • @Zero
      iya maksud gw seperti bro Paidi pancen HoorrooOOkkkk.
      di era 4 tak kan Suzuki awalnya pake mesin V, setelah hiatus masuk lagi ganti ke Inline. Jadi maksudnya di GP ini Suzuki membangun prototipe 4tak Inline belum lama.

      Guest
    • Broi Zero, Suzuki comeback ke MotoGP dgn inline setelah sebelum nya pakai V engine lewat GSV-R jamannya John Hopkins, Chris Vermeulen..

      Guest
  8. yach intinya, ymh lagi bermasalah, suzuki yg inlne biasa aja bertaji kok.

    malah inlen crossplane crank yg racikan engineer kelas dewa keok . bararti ada yg lain tambah maju, itu aja intinya.

    Guest
  9. tapi inline R1 m kok kok juga keok di wsbk, jurdun cuma ama ben spiess doang.

    jadi spt nya peran pembalap sangat besar di mesin m1 ymh bisa menang di moto gp.

    wong R1m sdh racikan vr buat ikut wsbk, keok sama kawasaki

    Guest
    • nih….om bdt pura2 luipa atw gimana ya…wkwkwkwkwkwk entu RCV hampir 10 tahun belakangan ini cuman markes dan stoner yuang bisa juara…. ampe sekarang pun CC bilang cuman markes yang bisa menjinakkan RCV…artinya apa??? wwkwkwkwkwkwkwkwk kalo desmo ane percaya emang terbaik saat ini karena gak cuman 1 atw 2 pembalap yang bisa kenceng diatas desmo saat ini….

      Guest
  10. Hemm crossplane nya….. Bukan berat bandul crankshaftnya, ini kayaknya seru buat bahan obrolan di Qualifikasi besok wak haji…. Bikin penasaran nih

    Guest
    • no no,
      yang dimaksud Guy itu umum banget, menurut kunyahan saya Bukan Menunjuk masalah di CrossPlane ( artinya ke soal firing pengapian ), ada hal lain . . . imho

      Administrator
  11. kayaknya udah jauh2 hari kita dikasi tau kalo masalah M1 itu ada di elektronik, jd Mesin ga ada sangkut pautnya menurut ane,,,
    jd solusinya Elektronik menyesuaikan dgn Mesin, atau dibalik aja wak? Mending buat Mesin yg disesuaikan dgn Elektronik yg ada ? ahhh jd puyeng ????

    Guest
    • Yapp, kalo masalah bobot crankshaft yg trllu ringan kn emang dibuat biar powernya nambah buat ngejar honda ducati, cuma ternyata elektronik gk bisa handle dgn baik dan jadinya spin.

      Posisi skrg ya solusinya elektronik menyesuaikan mesin (yamaha pake jasa michel gadda) karena mesin diseal. Untuk mesin tahun depan yamaha lebih punya peluang menyesuaikan mesin dengan elektronik yg ada (misal jika elektronik udah mentok)

      Guest
    • Yap, menurut saya masalahnya di elektronik yang belum bisa maksimal menjawab permasalahan yang berasal Dari Mesin . . Karena mesin di segel, Maka mau nggak Mau jalan setingan setiing dari suspensi, Sasis, mounting engine, dan elektronik, imho . . . sayangnya, Yamaha kalau dengar dari Lin Jarvis dan lain lain mereka bilang mereka nggak tahu masalahnya dis ebelah mana . . nah ini mumet, saya sih percaya mereka aja dah 😀

      Administrator
    • ternyata masalahnya ga segampang kita yg hanya bisa menebak-nebak ya wak,, para teknisi dan insinyur Yamaha yg ibarat kata tau seluk beluk M1 baik itu sasis, engine, elektronik bahkan detil yg sepele sekalipun kayak tutup pentil contohnya, belum bisa mengatasi masalah M1,,

      Guest
  12. Untuk menjadi kompetitif, kan g cuma modal power aja. Ini balapan di sirkuit, bukan drag race.

    Sama-sama pake mesin V, SF71H yang mesinnya lebih powerful ternyata masih kalah dari W09 EQ yang lebih bisa mengatur power delivery yang lebih lembut untuk mengurangi beban ban sehingga bisa lebih awet.

    Guest
  13. Menurut gw, gak 100% kemampuan hebat dari mesin itu berdasarkan dari Layoutnya saja, taruh lah layout V.
    di Top Fuel Drag series pun, kebanyakan pakai mesin Inline 4 (itu balap yg murni ngandalin power)

    Jadi bukan power aja bro, entah balance atau apa githu. kalo fokus di powerbesar ntar dapet titel celeng nih M1 hehe.
    Entah apa masalah yang nimpa YFR sampe mumet paceklik juara terpanjang dalam sejarah.

    Nyinggung mesin mobil yang pake layout V menurut gw itu mengejar kekompakan ukuran mesin dan efisiensi secara garis besarnya. Masa iya mesin pakai 10 / 12 / 16 Piston layout Inline, panjang kayak kereta haha

    Guest
  14. Top Fuel Drag bikenya ya, bukan mobilnya.

    @Paidi pancen HoorrooOOkkkk
    Mesin W menurut ane sih keliatannya banyak parts yg bergerak jadi kurang powerfull tapi delivery lembut soalnya Firing order rapat CMIIW

    Guest
  15. Kl konteksnya Power dan speed, Kenyataannya M1 udah punya. Buktinya, di Aragon kmen M1 masuk top five dalam hal speed, baik average speed maupun top speed. Problemnya sekarang y di power delivery (ECU yang berperan). Spin ban belakang menghambat akselerasi M1 keluar tikungan.

    Mengutip Mat Oxley:
    Some people believe that because V4s won 14 of last year’s 18 races the V4 configuration has an advantage within the current technical regulations, but most pit-lane engineers don’t go with that. (The dominance of Ducati and Honda is better explained by their lead in number-crunching Dorna’s software.) MotoGP engineers say that each engine configuration has its positives and negatives. Their job is to find the best compromise by maximising the positives and minimising the negatives of each and every part of the motorcycle. Then it’s the rider’s job to make the best of what he’s got…”

    Guest
  16. sebenernya penyakit yamaha adalah suka berpuas diri tanpa ada pengembangan berarti. contohnya kaya SSG ketika SSG honda dinyatakan legal dan tidak melanggar, ducati langsung menerapkan teknologi tersebut. yamaha ? lorenzo dan rossi uring uringan dulu baru yamaha pasang, itupun gak full diterapkan istilahnya baru setengah lah dari SSG.
    tahun 2017 begitu juga, ketika paruh musim pertama ducati dan honda inferior yamaha superior. sampe ada istilah vinales calon kuat juara dunia lawannya marquez, ketika paruh musim kedua ? ducati dan honda berkembang pesat, mereka gak tinggal diam. makanya ada pepatah yamaha selangkah lebih maju, tetapi honda dan ducati dua langkah lebih maju.

    Guest
  17. Apa yg disebut ‘Yamaha sedang bermasalah’ ini sejatinya tidak berarti secara objektif lebih buruk dari tahun lalu.
    Let’s say, masalahnya hanyalah Yamaha berkembang 5% sedangkan tim lain 10% atau lebih dari itu. Dan jika diterjemahkan ke lap time, angkanya hanyalah persekian detik per lap.

    Memang semua ini tampaknya dimulai dari unified software ecu.

    Dari sudut pandang penonton, inilah sisi lain hal yg menarik dari motogp selain tentu balapan itu sendiri.
    Akan selalu ada improvement yg layak kita tunggu, seperti penggunaan Fuel Injection/swing arm dengan penguat di bawah, SSG, inner winglet, dsb.

    Siklus akan berjalan, motor Yamaha-Honda-Ducati akan selalu bergantian jadi raja di track. Dengan atau tanpa mahkota juara di akhir musimnya.

    Guest
  18. Knp mesin sportcar pke konfigurasi V? Soalnya klo nekad inline, panjang bener deretannya, apalagi klo di atas 6 silinder. :V

    Guest
  19. Menurut saya yamaha sebenarnya butuh Lorenjo dan Ramon forcada satu tim lagi, dimana Lorenjo dan forcada tau apa yg dibutuhka M1 untuk menjadi yg terbaik tanpa harus merubah mesin.

    Guest
  20. Iya kali kalo f1 pakai konfigurasi sejajar mau sepanjang dan selebar apa mobilnya?
    Gak ada alasan v4 vs I4 lbh hebat V, mereka struggle ya karena sudah siklusnya. Seperti gak punya planning kedepan sewaktu ada pada masa nya. Dan terlalu mengumbar pd kekuatan ‘superbody’ nya pdhal bintangnya tdk selamanya bersinar

    Guest
  21. Tiru seperti tetangga sebelah, cari pembalap yg bisa menutupi kekurangan motor dan mengeksploitasi kelebihan motor pd titik maksimum

    Guest
  22. artikel bagus wak..

    btw,nih si mighty Guy..
    kata” nya punya siratan tajam..

    ‘lu klo baru liat mesin prototype motogp dri foto, mnding jgn ngomong deh..”

    kasar nya gitu lah..

    hmm mngkin bnyak yg sependapat klo semua hal ada plus minus nya..
    jadi konfigurasi V4 atau i-4 jelas bukan patokan motor jawara..

    setingan elektronik..? kmungkinan besar ini jlan kluar nya yamaha.. BUT!

    mungkin kesalahan awal yamaha itu, ‘memaksakan’ pengembangan ke arah yg masih ‘gelap’..

    mereka terjebak diantara sumber daya dan tuntutan kompetisi..

    sedangkan 3 rival terkuat mereka, ‘menyiapkan’ segala sesuatunya sebelum mulai pengembangan.. tentu dgn cara mereka masing” dari hal manapun…

    but this is just my opinion, yg aku ambil dri fakta dan drama arena motogp 3 thun blkngan

    menariknya.. begitu kompleks ternyata jalan yg ditempuh pabrikan hanya untuk mengail sepersekian detik lebih cepat dri kompetitor..
    (bahkan hal” yg tidak terlintas di pikiran anda semua)

    Guest
  23. Masih banyak yg komen ngeyel dan sok tau, ini udah mekanik senior yg ngomong, masih aja ada yg ngotot. Seperti ini kah kemampuan litetasi kita? Memalukan ?

    Atau sengaja pura pura gak ngerti? Karena ada nasi di balik kotak? ???

    Guest
  24. tidak ada korelasi antara konfigurasi engine dengan tingkat kompetitif motor. buktinya dulu proton kr v5, mentah2 meniru v5 rc211v, hasilnya jauh lebih buruk dari inline. betul yang dikatakan chief, kompetitif tidaknya itu bukan tergantung konfigurasi silinder tapi gabungan dari banyak hal. kalau memang yang dimau karakter engine v4, gampang saja, tinggal dipelintir2 tu crankshaft inline, bisa banget jadi karakter v4 tenaganya meski inersianya berbeda. jika suzuki yang baru saja mulai bisa mengekor v4 yang powerfull. harusnya yamaha yang lebih berpengalaman beberapa tahun ini (apalagi ada 2 pembalap dengan level lebih tinggi dari suzuki) bisa tidakhanya mengekor tapi ikut bersaing. so, bagaimana yamaha?

    Guest
  25. tidak semua mesin V4 bisa juara, tuh KTM, Aprilia, sudah dibuat bertahun – tahun ga juara – juara.
    ingat waktu lorenzo menang di mugello 2016, nyalip marc di trek lurus pas finish ? Inline juga bisa kencang.
    atau cek sekarang rata – rata top speed kecepatan pembalap ? sudah mirip – mirip.
    bukan powernya, tapi penyaluran tenaga ke roda itu yang jadi problem. bagaimana power besar bisa smooth saat keluar masuk tikungan, namun dahsyat saat menemukan trek lurur.
    kalau jamannya balap dengan karburator enak, pembalap punya feeling manual atur bukaan.
    tapi jaman motogp sekarang, tidak bisa seperti itu, elektronik punya peran lebih penting. makanya benar kata Stoner, “kalau motogp tanpa elektronik, maka Rossi dan Saya (stoner) akan menang”.

    Guest
  26. Asli semangat baca komen2 dari awal sampai akhir, bener2 nambah ilmu. kalau yang dibahas motor lokal pada salah arah komennya. Terimakasih suhu2 mesin dikolom komentar dan terutama Wak Taufik, sukses buat Siaran Motogp besok hehe

    Guest
  27. Y sama, hanya karena ada yang bilang v engine strong g bisa kita telan mentah-mentah juga. Seperti Mat Oxley bilang “hanya karena mesin v mendominasi di musim 2018, banyak penonton yg menganggap mesin v memiliki keunggulan tersendiri dg regulasi yang sekarang. Tapi sebagian besar mekanik di pit-lane tidak berpendapat seperti itu (keunggulan Ducati dan Honda lebih pd kemampuan mereka mengutak-atik algoritma software DORNA). Teknisi motogp menyatakan tiap konfigurasi mesin memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tugas mereka menemukan kompromi yang tepat dengan memaksimalkan keunggulan mesin dan mengurangi dampak kelemahan mesin dan tiap kompmennya. Kemudian tugas pembalap untuk memaksimalkan hasil dr apa (mesin) yang mereka dapat.

    Yah, semua orang berhak untuk terikat dengan pendapatnya, dan saya sendiri juga memilih opini yang kebetulan sependapat dengan para teknisi motogp. Toh, ternyata Jonathan Rea juga bisa ngangkangin mesin V dengan mesin inline ZX-10RR selama 4 tahun berturut-turut…..

    Guest
  28. AIM1N gua juga setuju sama pendapat lu dimana power gede tapi delivery buruk juga tidak akan menang semua harus balance misalnya powernya nilai 10 tapi susah nikung juga bakal kalah kaya Ducati zaman dulu, di WSBK aja ZX-10RR masih bisa ngasepin mesin konfigurasi L (Ducati) sama V (Aprilia) harus paket komplit baik paket motor, ban, strategi balap, dan rider juga banyakin riset untuk dapet data motor 2019 apa yang harus di perbaiki terutama sektor elektronik untuk power delivery

    Guest
  29. gimana nasipnya ZX-10RR yang juara dunia WSBK sampe 4 kali berturut’ sampe di kebiri RPM nya 500 RPM, well hanya waktu yang bisa menjawab persoalan Yamaha melalui riset, dan perbanyak data karena kompetitor sudah punya banyak data dan riset buat bikin motor yamaha semakin di depan tapi kompetitor ternyata masih lebih di depan yamaha

    Guest
  30. Yang jelas keduanya m1 n gsx sama2 lemot di trek lurus dibanding Honda n ducati. Entah krn spinning saat akslerasi/karena memang lemot.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.