TMCBLOG.com – Bro Sekalian, Jika sobat Lihat  Secara langsung race MotoGP Motegi kemarin sobat bisa tahu betapa Marc Marquez terlihat memang memiliki misi Utama juara di Seri ini sekaligus Mengunci gelar Juara MotoGPnya yang ke 5. Sobat Bisa lihat semenjak Lampu Start Padam, Marc Bergerak merangsek dengan agresif dari posisi Grid 6 ke Posisi 3 dengan Hanya Butuh beberapa tikungan saja. Namun Setelah Berada di Belakang Dovizioso, Ke-agresifan itu terlihat seperti Mendadak Hilang, Marc Hanya mencoba menyamakan pace dengan Dovi. . . Soal ini sepertinya Mulai dari semenjak race race terdahulu seperti aragon dan Thailand, Marc memang melancarkan strategi ini  . .. 

Ide Utama dari Strategi Marc Marques yang dipertunjukan di Motegi kemarin secara umum adalah soal ban. Marc Sendiri walaupun tidak melakukan race simulation atau pun half Race Simulation di Sesi FP4 ( Marc Melakukan 11 Lap Latihan di FP4 dibagi dua Run ) yang memiliki Cuaca Mirip dengan race Day, sepertinya sudah diinfokan Oleh Team Mekaniknya yang diketuai Santi Hernandez mengenai seberapa Jauh ban Medium – Medium Bisa bertahan sepanjang 24 Lap race.

Lho bagaimana Bisa ? memprediksi Fatique dan degradasi  dari Karkas Karet ban menggunakan Ekstapolasi data  . . Koq Bisa, kan Cuma Half race ? ya bisa saja sob, terlebih Michelin memang sudah menjanjikan bahwa Platform desain dan Karakteristik dari Karet Ban Di sepanjang 2018 ( keduali beberapa kasus khusus seperti Sirkuit Baru Buriram ) ini ‘sama’ sehinga team Pun bisa menggunakan data karakteristik Karet Michelin menggunakan Data sirkuit sirkuit Lain sebagai pembanding.

Yap Dovizioso memang terjatuh di Lap Lap akhir, namun Jika sobat bisa simak data di atas, terlihat Bahwa Data Pace Marc Marquez dan Dovizioso memang benar benar nempel seperti perangko dan amplop surat . . Data di atas Bisa TMCBLOG coba Interpretasikan adalah : Marc berupaya menempel Dovi dengan segala cara. Bahkan Saat Dovi ‘ mempermainkan ‘ Pace Yang mungkin ditujukan Untuk memanage ban.

SObat Bisa lihat di Grafik betapa dovi mencoba ‘mengayun’ Laptime beberapa kali , kadang 4 lap kencang, lalu 4 lap berikutnya agak pelan dikit . . dan memang terlihat Juga bahwa Mulai lap 15 terlihat pace Balap malah Mulai mengencang sampai maksimal di lap 19 . . dan menariknya Marc terus mengikuti berapapun laptime yang dimanage Dovi . . ” Lu Jual Gue beli” Mungkin begitu dalam hati Marc

Loe jual gue beli’ merupakan suatu prinsip yang dipegang orang Betawi yang menunjukkan bahwa mereka selalu merespon apapun dari orang lain. Jika dia menjual, saya pasti beli; jika dia bertanya, saya pasti menjawab . . Dovi Kencang, ya marc jabanin, Dovi pelan ya marc Ngerem dikit  . . githu kali Yah . . sampai akhirnnya Marc Menentukan dimana ia Attack untuk memungkaskan perlawanannya dan mencoba merealisasikan Janjinya Kepada Presiden dan Chief Executive  Honda Motor Co., Takahiro Hachigo . . .  Salip Dovi, GASSS . .

Kombinasi ban Dovizioso yang cukup Mengagetkan

Mengenai Pilihan ban, Kalo Marc sudah ketahuan, ia pakai Medium – medium dan menggunakan ban ini sebelumnya di FP4 dan Bahkan saat warm Up . . namun Dovi mengunakan ban kombinasi Depan – belakang : Soft Medium . . . ini jelas aneh secara di FP4 ( dengan cuaca yang paling dekat dengan saat race ) Dovi menggunakan ban Medium soft dan di Warm Up ia menggunakan soft soft . . tercatat Hanya di 5 lap terakhir FP1 ( pagi hari ) dovi pernah mencoba Kombinasi Soft Medium Slick ini  . .

Jika kita Lihat Andrea Dovizioso Crash dikarenakan Ban depannya duluan yang kehilangan traksi setelah melakukan Hard Brake saat mengejar Marc di sebuah tikungan ke kanan . ..  hmmm apakah ada Sinyalemen masalah degradasi ban Soft Dovi yang ternyata sudah Haus di lap ke 22 ? Logikanya sih masuk, namun TMCBLOG belum mendengar secara langsung penyebab utamanya sob Baik dari dovi maupun dari Ducati mengenai hasil Investigasi internal mereka. Lagi pula Logikanya, Jikapun ada hasil Investigasi, sepertinya Ducati akan Keep Untuk Konsumsi mereka sendiri.

Data diatas adalah data Finisher Top 4 ditambah Andrea Dovizioso terlihat ada beberapa pembalap yang menyamai Pace Marquez dan Dovizioso ya .. .  Piye mumet lihat Grafik Cacing tawuran lagi . . Baeklah kita pisah pisah yaaa . .

Yap Bisa dibilang, Cal Crutchlow sendiri Sempat bisa menyamakan pace Marc Marquez dan Dovi di setengah race berjalan. Dan bahkan Di Lap ke 5 dan 6 ia terlihat kayak sedikit ‘ kurang ajar ‘ ketika berhasil menyalip Marc . . namun tmcblog berfikir, Mungkin yang ada di Otak Cal saat itu adalah Jika Ia pun bisa overtake Dovi, maka sebenarnya pada dasarnya ia pun mencoba membantu Marc . . namun sayang, Pace Cal yang menggunakan ban sama dengan marc tidak bisa menyamakan Pace dua Pembalap terkuat di grid MotoGP Paruh musim kedua 2018 ini  . .

Finish line, Rins hanya kalah 0,2 detik dari Cal . . apakah Kalo lap ditambah, Rins bisa punya kesempatan Finish Runner Up? wakakak ketularan virus ‘kalau kalau’ nih 😀 kalau dilihat dari Grafik sih, Rins memang kasih getokan palu alias geber motor setelah lap ke 11 . . dan Pacenya setelah itu rata rata lebih kencang dari Cal . . yap ada Potensi itu, walau tentu Cal tidak tinggal diam

Valentino Rossi terlihat memang sempat memberi ancaman di Lap 5 dan 6 dengan hadir di Posisi ke 4 persis di belakang marc Marquez. Namun pada dasarnya Mesin Inline 4 yamaha M1 Kalah pace . . bahkan jika dilihat dari Grafik, Pace Yamaha M1 besutan Rossi kalah ketimbang Pace mesin Rins yang sama sama berplatform Inline 4 . .

Memang sih Karakter Motegi dan karakter sirkuit lain yang stop-and Go di era era 5 tahun belakangan ini sangat membuat M1 Inferior terlebih kalahnya mereka di soal akselerasi keluar tikungan akbibat spin ban belakang. Faktanya memang begitu sob diluar kenyataan bahwa Mesin GSX-RRnya Rins bisa dioprek oprek sepanjang Musim 2018 ini sedangkan Yamaha M1 tidak sehingga sinyalemen masalah Crankshaft mass pun sepertinya belum 100% terpecahkan . . better wait M1 2019 . .

Namun Boleh dibilang, Atmosfer persaingan dan kompetisi saat Marc merengkuh kemenangan Juara dunia di 3 Tahun terakhir ini jadi rada rada mirip sob ..  dimana semua pesaing terdekatnya malah kesannya seperi kalah Mind game, perang mental sama Marquez . . ini jelas edan, biasanya yang punya kans Juara dunia lebih besar yang tertekan, namun Tidak Buat Marc Marquez . . walaupun seperti diawal Artikel ini tmcblog tulis bahwa Marc terlihat memang memiliki misi Utama juara di Seri ini sekaligus Mengunci gelar Juara MotoGPnya yang ke 5, Namun dia membalap di Motegi kemarin seperti balapan di Losail ataupun di Seri seri awal yang tanpa tekanan . . itu Marquez paginya makan apaan sih ? 😀  . . . Silahkan dikunyah kunyah dan semoga berguna, salam dari Jepang sob

Taufik of BuitenZorg

70 COMMENTS

    • Yg penting pake deltaboxnya yg asli ya…., jangan deltabox palsu.
      Pake deltabox palsu susah bersaing.

      ‘lirik R25

      Apalagi deltaseng yg karatan

      ‘lirik R15

      Guest
    • Sejatinya sih memang betul strategi ban yang dipilih Dovi. Namun strategi Marques yang memilih ban Medium Medium, jelas ini akan dibuat fight di beberapa lap-lap terakhir. Dan juga mewujudkan janji kepada presiden Honda. Akhirnya Dovi memaksa mengejar dan mencoba meningkatkan pace nya sehingga ban depan tak kuasa sehingga kehilangan grip. Intinya Dovi kalah dalam pemilihan ban. Kalau masalah motor saya pikir sudah 11-12 sama milik Marquez.

      Guest
  1. Crutchlow said that mixing up the pace has been Dovizioso’s strategy in the past couple of races, and explained that it was difficult to overtake the Ducati even when it was on a slower lap.

    “It is just a pattern you see. Even when the Ducati does a slow lap, the way it accelerates off the corner is really strong so it is really difficult to get a run past them.

    “That was why I was trying to get to the front. Even when he does an average laptime, it is so difficult to get a run to get past him. Then he ramps up the pace again.”

    Dikutip dari motorsport

    Hmm..strategi dovi ya ternyata

    Guest
  2. Mm menang karena Delta box rcv pake deltabox asli, gitu komen mbah dharmo di warung sebelah.

    Jadi m1 deltabox pake R15? Dan Dohc nya pake dohc hello kity?

    Guest
  3. He’s young, talented and f**king thirst for victory..
    Vamos Marc!!

    “SOMETIMES WE AREN’T AGREE ON THE WAY TO COMPETE.. BUT I RECOGNIZE TALENT AND EXCELLENCE AND THERE’S NO DOUBT ABOUT IT…” -JL99-

    Editor
  4. kan enak kalo udah juara dunia. nanti pas minggu depan dia ke senayan city kan dipanggilnya “kita sambut juara dunia motogp 2018, marc marquez ?”

    Guest
  5. Dv tertekan karena hrs finish di depan mm di sisa race. Itu masalahnya.

    Kalu Mm, bisa kunci motegi, mungkin dibisikan dpt bonus tambahan dari bigboss honda, tapi kalu dibelakang dv, ngak ada bonus tambahan.

    Mungkin itu yg buat mm ngak tertekan
    Selain itu juga point yg cukup jauh, 77 point,

    beda point thn lalu cuma 33, mm sedikit tertekan. Dv pun tertekan karena statement dia lebih baek dari hohe, yg mana pada saat itu hohe ada di depan dia.

    Guest
  6. Kalau kata MM sih dia biasa melakukan ritual tidur sebelum race, saat bangun semua tekanan sirna dan MM bisa balap dengan rilex dan fokus dengan tujuannya…

    Guest
  7. Alhamdulillah..semoga mental n skill MM93 tambah baik kedepannya.. bisa pecahkan rekor Mbah Agostini d Premier Class..
    Sukses selalu buat MM93 n Wak Haji Taufik/Bro Nugie..Aaminn

    Guest
  8. Marc sangat percaya sama motor dan settingan tim nya wak…sepakat sy wak…lo jual gua beli…

    Ndak ada minder nya ni anak…berani ngejabanin desmo 18…

    Guest
  9. Jaringnya kelewatan wak, masa komen bagus mesti masuk moderasi lama ngga lolos²,kadang malah ngga lolos sama sekali,pdhl kolom komen jg bisa buat bahan diskusi,yg nyinyir ya biarlah nyinyir wak

    Guest
  10. Marquez emang udh targetin kunci gelar di Motegi, makanya dia ngotot bgt pas d Buriram, klo liat race di Buriram malah boleh dibilang Marc udh menggebu gebu semenjak FP1 sampe main race, jadi gap poin sama Dovi makin melebar, jadi di race Motegi motonya ky Wak Aji bilang balapan dengan mind set tanpa tekanan dan harus finis d depan Dovi keqmna pun cara. Selamat MM utk level 7nya.

    Guest
  11. Pengenya sih marc start paling buncit ,main main gitu sekali2 orang dah juara jg .tp HRC nya bisa mencak2 kali yak . .

    Guest
    • bocah baik & polos mah rezekinya bagus terus

      lain lagi klo bocah tua nakal yg suka play victim…abis rezekinya…pasti ada aja kena masalah

      ngertikan ?

      Guest
  12. tapi sedih juga melihat dukati yg tangguh tp gk prnh juara. smoga dukati mau mencari pembalap muda berbakat

    Guest
  13. untuk next race apakah Cal akan lebih ngotot untuk membuktikan kalau dia sebenarnya juga layak bisa menang dengan RCV atau paling tidak kalau dia sebenarnya layak masuk team pabrikan.
    just my opini, Cal menunjukkan jiwa besarnya dengan tidak mengganggu rider utama yang akan berpeluang merebut titel juara dunia, ya itu sikap profesional sebagai rider satelit. Terlihat dia biasa saja saat di wawancarai ya mungkin memang sudah menjadi tugasnya.

    Guest
    • Diantara semua pembalap independen, ya CC ini paling beruntung, Zarwo? Petrux? Dapet motor taun kapan? Si CC ini emang the Fellowship.. Ketika tim pabrikan melempem dia tampil ke depan

      Guest
  14. melihat marc bawa motor terlihat goyang goyang apa lagi pas pengereman berat mau masuk tikungan sampe terangkat lumayan tinggi ban belakangnya saya pikir dia akan benar benar jatuh pada saat itu tapi dia bertahan dan jadi juara ?

    sedangkan dovi yg membalap dengan halus dan terlihat begitu kokoh saat masuk tikungan malah terjatuh

    Guest
  15. Klo bs tlong kalimat pmbuka jgn diulang2 d tiap artikel. Jaga donk prasaan sy yg iri sm TMC ??
    Skian tahun jd fans MM, cm bs mnyaksikan lewat layar TV. Mudahn nanti dia brkunjung k Bali lg, udh bkin hati snang skali ?

    Ni org emg aneh, bkin pesaingny gugup n tekanan bathin, mungkin krn doa2 baik dr fansny kyk sy ini ?

    Guest
  16. Kalo masalah mental kuat mah sudah terbukti di 2015 wak. Saat philips island rossi coba psywar marc dengan nuduh2 marc berharap buktiin omongan rossi salah dan bantu rossi, tapi ternyata marc masa bodo, justru rossi yg ke makan psywarnya sendiri dengan tindakan bodoh ga guna di sepang. Coba kalo rossi fokus balapan aja gelar ke 10 udah di tangan pasti

    Guest
    • Hih motorplus yang sekarang mending jangan dibaca bro isinya berita clickbait, beda sama jaman dulu yang versi cetak banyak artikel original dan tips trick modifikasi. Motorplus sekarang masuk grup gr*d itu sebelas dua belas kualitas beritanya sama trib*n. Itu di artikel kan sumbernya dari GPOne, cek aja di GPone tidak disebutkan ada yang menuduh Ducati secara langsung tapi dia bikin artikel langsung nembak Ducati. Seenak jidat bikin berita ngaco

      Guest
  17. MM93 bisa juara dunia di kelas premier menurut saya karena kecepatan melibas tikungan ke kirinya di atas rata-rata pebalap-pebalap MotoGP saat ini. Tapi ini butuh data yang akurat. Mungkin ada yang mau melakukan riset?

    Guest
  18. Kang bener gak nih isu dr hatters marc
    Yg katanya marc itu pembalap karbitan Dorna buat jadi icon motogp setelah valentino rossi ???
    Mnarik tuh klo di bahas di artikel..

    Guest
  19. Kesalahan dovi terlalu berani bermain pace time di motegi…berharap grup depan menupuk 5-6 pembalap, dengan asumsi marc membuat kesalahan di awal sampe pertengan race…tapi dovi lupa selisih point 77 dan motegi sirkuit yg susah untuk menjaga pace time yg konstan kencang…dan dia bertarung sendiri sebagai ducati di rumah honda…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.