TMCBLOG.com – Bro Sekalian, Hari Jumat kemarin hasil berbeda menyelmuti dua pembalap Movistar yamaha . . Secara akumulasi FP1-FP2 Maverick Vinales berhasil berada di Posisi ke tiga dengan eprbedaan 0,2 detik saja dari Iannone, sedangkan Valentino Rossi berada di posisi ke 10 dan berbeda jarak 1 detik-an dengan Iannone. Pendapat keduanya dalam pernyataan resmi Latihan Jumat pun terasa berbeda Maverick Vinales merasa Jumat Merupakan latihan yang positif, sedangkan Bagi Vale ? setelah Mengkonfirmasi Bahwa Yamaha M1 Masih berjalan Di tempat dan peningkatan Di Buriram lebih berdasarkan Pengaruh Ban dan Morfologi Track berdasarkan hasil race weekend di Motegi, ale Mengatakan bahwa ia merasa kesulitan menemukan Keseimbangan yang mengakibatkan Pacenya Tidak kencang . . . So Jadi Gimana ?

Memang semenjak beberapa race yang Lalu, walaupun mengguankan mesin Yamaha M1 yang sama, namun arah pengembangan Maverick Vinales dan Valentino Rossi Terlihat berbeda . . Rossi selalu mengatakan Tidak banyak perubahan Setingan yang dilakukan team nya yang di ketuai Galbusera Baik di Aragon, Buriram dan Motegi, Sedangkan Di Kubu Maverick – Team Forcada Modifikasi besar besaran Dilakukan . ..

Via Crash.net Vale Mengatakan Bahwa Kondisinya di hari Jumat Masih sama dengan Yang terjadi di Motegi. Dimana M1 terkendala Spin ban belakang ketika keluar tikungan dan Melakukan akselerasi. Sepanjang Jumat Vale mencoba melakukan pencarian keseimbangan yang etrpat buat M1. Ia menggunakan dua jenis Kompon ban belakang ; Medium dan Soft . Dengan Ban medium, Vale Berharap akan Baik, Namun menurutnya Ban Medium tidak memberikan Grip Yang baik, Dengan ban soft Grip hadir, Namun spining masih pula Hadir.

Yamaha Movistar team Director Maio Maregalli mengatakan Bahwa : ” . .  both riders complained about movement coming out of some corners “ Yap Baik Vale dan Maverick masih kmplain tentang hadirnya gerakan saat keluar tikungan  . . yang artinya adalah Spin ban belakang  . . .  Penyakit M1 sepertinya masih membayangi Team ini.

Maregalli diwawancara di FP1 Oleh simon Crafar untuk meminta konfirmasi apakah Masalah M1 ini hadir dikarenakan ide awal pengembangan Mesin yang menyebutkan M1 Butuh Power lebih untuk mengatasi Top speed dan akselerasi Lawan lawannya ( Ducati dan Honda ) -Sepetinya Simon Mau emngarahkan pertanyaannya ke rumor soal Crankshaft Mass, Namun sebelum Simon bergerak lebih dalam ke soal Crank dengan cepat Maio Plus agak sedikit mengelak dengan mengatakan ” saya tidak tahu dari mana asal berita ini ”  hmmm apapun yang sebenarnya terjadi Yamaha terlihat terus mencoba bertahan dengan mencari solusi solusi alternatif pencarian keseimbangan dari M1 dari sasis, suspensi dan Juga elektronik ( Taufik of BuitenZorg )

60 COMMENTS

  1. Tapi yamaha tidak sesusah itu sebenarnya…mreka hanya bermasalah bukan kemunduran, yamaha akan bangkit ketika yg lainya dah ke bulan ..eh

    Guest
  2. *Namun sebelum Simon bergerak lebih dalam ke soal Crank dengan cepat Maio Plus agak sedikit mengelak dengan mengatakan ” saya tidak tahu dari mana asal berita ini ” *

    Makin mencurigakan, kayaknya bener itu masalahnya

    Guest
  3. wak,, dr paragraf terakhir bukannya suspensi itu udah bagian dr sasis ya ? simplenya sasis itu bagian2 selain elektronik/kelistrikan dan enjin… atau mungkin yg wak haji maksud sasis itu frame atau rangka ? cmiiw

    Guest
  4. gan tmcblog kok sering “internal server error” ya baik di HP maupun di komputer, harus refresh beberapa kali baru bisa muncul..

    Guest
  5. Kok pengembangannya 2 arah? Dulu katanya si mbah yg develop, ini kok sendiri2? Ada sekat tidak terlihat ya di kubu Yamaha? Makanya masalah tidak kunjung terselesaikan meskipun sedikit

    Guest
    • yang bener tuh yang milih mesin yang harus tanggung jawab kalo ada masalah…

      ini si kakek yang milih mesin dan ternyata memble tapi dia ga mau disalahin, justru nyalahin elektronik lah, ban lah, sampai ban bekas moto2 yang ada di track juga disalahin…

      bagi lovers nya si kakek, dia selalu benar, walaupun dia salah…

      Guest
  6. ahhj MV sy tlp biar dia setel bagian belakang ditambah berat 1-2kg biar gak spin,bisa ubah posisi pijakan kaki agak mundur. Knapa VR gak ngakalin itu ya..mesin yg powernya nambah gara banduk ringan hrs ada setup beda bagian belakang…motor rossi jg terlalu nungging. cuma pendapat pembalap ya.

    Guest
    • Mungkin juga dimaksud dg pembagian distribusi berat kali ya om @Pecinta Balap. seperti jalan yg dilakukan Ducati dg “salad box”nya itu kan om?
      Kan aprilia jg mulai konsen dg perubahan distribusi dan centre of gravity, tp kan ga mungkjn dilakukan yamaha saat ditengah musim gini kalo ikutin aprilia

      Guest
  7. sedikit saran buat kang Taufik untuk memperbaiki typo (salah / kurang / kelebihan huruf)
    semoga semakin baik di mana yang dulu hanya web blog awal banget sekarang bisa menjadi seperti media informasi otomotif yang masif.

    Guest
    • Justru ada Typo itu Signature nya Wak Haji…
      Kalo rapi bersih, itu Bro Nugi…
      Sdh ada pembagian tugas mereka..
      Biar pembaca langsung ngehh…?

      Guest
    • bisa jdi berdampak ke yg lain bro. smisal mmbentur aturan berat motor yg hnya diperbolehkan 158kg klo smisal lbih dari itu(karena velg nambah bobot) bisa kna penalty ntar. atau yg lbih parah di banned.

      Guest
    • ya bobot memang berpengaruh tapi di velg atau yg laen gk tau. tpi soal bobot sprtinya sdh prnh dilakukan hingga gir motor rossi rontok. dan rossi prnh bilang ada yang aneh dengan bobot m1.

      Guest
    • Velg diperberat, nanti malah nambah efek giroskopik di roda belakang, rugi dong mengaplikasi backward rotating crankshaft ???

      Guest
  8. Gara2 elektronik ini itu knalpot motogp di trek jdi jdi culun. Gas gasan nya mirip beat dikasih knalpot nob1. Gak ada bleyer2, gak ada ngepot gak ada njengat njengat…
    Seruan GP500. Lama2 diganti pkai dinamo dan senyap. Mgkin bsa ditambah DJ

    Guest
  9. klo di pikir sebenernya simbah ama kakak vina ini bisa kencang, tapi masalahnya mereka gak mau push to the limit… hmmm

    moga cepet kompetitif biar seru

    tetep jagoan ane MM sama kucluk 😀

    Guest
  10. ojo njlimet2… nek sampeyan emang ngikutin, semua pabrikan kesulitan pada saat penyeragaman ECU… semua pabrikan punya jalan masing2…Ducati Honda gak mau pusing tinggal gaet mantan karyawan ECU MM…. selesai….Yamaha punya pilihan sendiri, yaaa…sekarang inilah kejadiannya…. terus kalo kesulitan jadi salah mereka ?? ya jelas bagi para hater aka FB sebelah Yamaha kagak pernah bener…ekekekekekek kalo Yamaha ngikutin jejak Honda Ducati, dikata follower? susahkan?? wkwkwkwkwkwk kalo sudah judulnya FB atw hater, ya kompetitor kagak ada yang bener pokoknya….kekekekekekekekek

    Guest
  11. Dulu, untuk musim 2016, Yamaha pernah bikin M1 dengan fuel tank di belakang. Lorenzo kurang cocok dan akhirnya balik ke sasis 2015 yang direvisi. Mungkin Yamaha perlu mencoba sasis yang sama untuk mengatasi masalah grip ban belakang. Toh MV juga berulang kali minta buat geser CoG ke belakang. Dan dia selalu bermasalah saat lap awal (saat fuel tank masih full)

    Guest
      • Seingat saya sih dulu beritanya rata-rata nyebut “rear mounted” dan memang posisi fuel tank lid dibagian belakang. Dan beberapa kali diskusi dengan Mat di forum disqus (waktu itu masih musim 2017), beberapa kali juga Mat nyebutnya “rear mounted”. Tapi bisa jadi Oom Nugie bener juga. Bisa jadi yang dibelakang cuma posisi fuel filler aj.

        Guest
    • menurt aq sih begitu soal grip kontruksi sasis yang berpengaruh. sedang mesin kejutan putran yg sbnrnya bisa di kontrol elektronik. tpi kok gk da yg ngebahas kopling

      Guest
    • Dl, Rossi juga berpikir seperti waktu berhentiin Burgess dan rekrut Galbuserra. Sekarang, dg unified ECU, pasti nama Burgess disebut-sebut terus…..

      Guest
  12. @pencinta tekhnologi, Ya jelas lah bro…belom ada hasilnya…masih struggle kok…hehehehehe Makanya ane inget ada yang bilang HRC itu selalu mencari jalan tersulit…untuk hal ini gak terbukti, nyatanya ambil jalan pintas tuh…ekekekekekek… padahal menurut FB nya Insinyur HRC itu paling ter ter lah…wkwkwkwkwkwkwkwk

    Guest
  13. Masalah sasis lebih baik yamaha belajar aja ke suzuki, jangan malu..
    Suzuki dari dulu paling master kalau masalah develop sasis dan mesin

    Guest
  14. kalo soal insiyur ato teknisi. semenjak ditinggal furusawa dan burgess yamaha jadi zonk…masih untung ketolong lorenzo jurdun di 2015…
    kalo yamaha mau jalan pintas, tarik kembali burgess dan furusawa…

    Guest
  15. pernah baca di satu artikel, mbah oci lebih milih motor tanpa banyak piranti elektronik seperti jaman GP500, nah skrng elektronik nya bermasalah harusnya bisa dong mengeluarkan “talenta” nya si aki². tapi nyatanya?? moncrot. ngoahahahaaa

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.