TMCBLOG.com – Bro sekalian . . . Jorge Lorenzo sempat merengkuh Podium tertinggi selama tiga Kali beberapa seri MotoGP 2018 yang lalu, Andrea iannone Bisa sangat beringas dan keluar Sifat maniacnya di paruh kedua Musim 2018, Alvaro Bautista begitu adaptif dengan desmosedici GP18 . . diluar Bautista yang sudah lama berkenalakn dengan GP17, namun ini tetap sesuatu yang tidak bisa dengan Mudah Jorge Lakukan di awal awal berkenalan dengan GP18 . . . di Race weekend pertama Bautista dengan GP 18 -terlepas dari Jatuh beberapa Kali di saat latihan bebas – ia bisa merengkuh Finish di Posisi ke 4

Jorge Lorenzo tahun depan ke Repsol Honda, Andrea Iannone Tahun 2019 ke Aprilia Gresini, dan Alvaro bautista akan menemani Chaz Davies di Aruba.it Ducati WSBK team . . . Ketiganya saat lepas ke Pabrikan ( saat meneken kontrak ) diyakini dianggap Punya performa yang kurang untuk jadi alasan petinggi team untuk terus dipertahankan di Current team . . . yang tmcblog maksud Ducati Team , Suzuki Ecstar dan Angel Neto  . .

Yap team dan pabrikan di MotoGP Jaman Now seperti dituntut untuk ‘buru buru’ melakukan pemikiran mengenai Transfer pembalap mungkin agar tidak ditelikung oleh team lain, sehingga Logis mereka punya kemungkinan salah  .. .  kebanyakan Saat melakukan kegiatan Early silly season Contract berupa penekenan Kontrak Transfer/ Baru Untuk Musim 2019 hanya berdasarkan Data Musim 2017 . . ada jeda Waktu 1 tahun yang otomatis tidak mereka Lihat, dan ini menuruut tmcblog cukup penting.

Sungguh aneh saja melihat beberapa pembalap Di Paruh Musim kedua Bisa sorak sorak bergembira karena merengkuh Podium di Race seri MotoGP , namun kita sudah mengetahui bahwa Tahun mendatang ia akan pindah ke Pabrikan Kompetitor. Ahhh, Mosok pindah pindah Pabrikan aneh ? Yang aneh bukan karena fakta pindah Pabrikannya, Namun Yang bikin aneh karena , performa mereka sekarang hebat, dan saat diputuskan untuk dilepas keadaan performa mereka memang belum berkembang.

Salah seroang rekan di Twitter XFueraID mengatakan sebuah usul Yakni Transfer Window . . sejenak tmcblog berfikir . . Iya Juga yah . . Mungkin Dorna Bisa membuat Sebuah regulasi Jendela Transfer Untuk MotoGP yang membuat Team Tidak bisa melakukan Kontrak di waktu semaunya, ada bracket waktu tersendiri . . entah di tengah Musim maupun di akhir Musim.

Jika Kita membaca Transfer window di Sepak Bola itu artinya Pemain akan langsung pjndah saat kontrak dilakukan, walaupun dilakukan ditengah Musim . . namun Kalo menurut tmcblog untk MotoGP, Yang dilakukan di Transfer windown adalah Proses fisik dari Teken Kontraknya saja, sedangkan Perpindahan secara fisik pembalap tetap dilakukan setelah tanggal 31 Desember  . . . Kalo menurutmu gimana sob ? ( Taufik of BuitenZorg )

53 COMMENTS

    • Aprilia mah parah bro..
      Redding aja sampe bilang “Coba saja suruh Marc pakai Aprilia-ku. Tentu dia bisa lebih baik dariku tapi tidak akan jadi juara”
      Bhahahaha…

      But who knows ada keajaiban buat Aprilia next season.

      Editor
    • @nug

      Ahh Redding debut awal di Marc VDS kan pake rcv, walau dalam tanda kutip beda dengan Rcv Marquez ?!? tetap jomplang sama Marquez,Gak bakal juga kan ibarat Marquez naik CBR150 old Thai, Redding naik Minerva Sachs R150 bentuk sama mesin beda jauh, gak gitu juga. next pindah ke Ducati test pra musim bagus puja puji Ducati, sedikit sindir Rcv yg salah develop tapi saat race ?? tetep ajaaa, dibelakang.

      di Aprilia yaa gak beda jauh saat di Marc VDS,Ducati (Pramac) . . .makanya 2019 gak dapet slot kursi pabrikan udah tahuuu lah bakat yang mana harus dipilih/pertahankan.

      Guest
    • Kenapa sebagian dari kita seolah olah menyesalkan berlabuhnya JL99 ke Honda?
      Apa Honda (Repsol) salah?
      Apa JL yg salah?
      Sekarang kita bicara yg buruk diawal lalu berkembang?
      Bagaimana nasib yg bagus diawal (langsung teken kontrak perpanjangan) lalu mlempem dibelakang?
      Mereka di rugikan dong? Wkwkkwk…
      Repsol untung? Belum tentu..
      JL rugi? Iya itu resiko.
      Ducati rugi? Salah sendiri.
      Inilah dinamika, biarkan begitu apa adanya..
      Lagian di bola walaupun transfer ada waktunya tapi pembahasan udah lama sebelumnya. Bahkan kalau tak jarang sudah ada yg bilang menginginkan. Pasti itu sudah ada perbincangan. Atau bahkan sudah ada ikatan tinggal belum persesmian saja.
      Justru akan ada yg gantian dirugikan.
      Pertama pembalap yg mlempem, ke 2 tim yg dapat penawaran mendesak. Ada 2 kondisi 1 pembalap listnya tampil bagus pasang harga. 2 di jatah waktu yg sempit harus dapat pembalap buat ngisi slot.
      Bagaimana? Bukankah semua selalu punya 2 sisi seperti mata uang?

      Guest
  1. setuju sekali, saya aja sangat gk seneng kalo ian pindah dari suzuki secara skrg dia sudah nyetel banget namun kenyataannya dia pindah ke aprilia bahkan jauh2 hari

    Guest
  2. Setuju, sekaligus biar pembalap yg puasa prestasi juga bisa dipindahin ke team lain.

    Cuma urusan point konstruktor ribet juga ya

    Guest
  3. Yep, terkadang tidak selalu rider yg “salah”, bisa saja awal musim memang motornya yg underperform, begitu ada update mesin (khusis full konsensi) or update “kecil” macam tank shape malah bagus, I’m looking at you Suzuki and Ducati…

    Guest
  4. aku nggak setuju, bisa garing nanti. kalau begini kan banyak rumor-rumor. jadi keinget aetikel hot khas TMC mbahas masalah transfer pembalap dan crew
    hahahahha. urusan bingung dan kecewa itu urusan pabrikan, kita tinggal menikmatinya. hahahaha

    Guest
  5. se7

    wah sepertinya apabila diterapin Uccio/Rossi bakal berguru ke Mino Raiola dan Alzamora berguru ke Jorge Mendes. hahaha Just Kidding

    Guest
  6. Setuju, Wak. Seharusnya Dorna membuat peraturan, bahwa setiap tim tidak boleh mengumumkan, mengontrak atau memutuskan kontrak pembalap sebelum 10 atau 12 seri balapan di tahun berjalan. Misalnya, ada pembalap yang habis kontrak di tahun tersebut. Pihak tim/pabrikan tidak boleh mengumumkan mengakhiri atau mengontrak pembalap baru sebelum 10 atau 12 seri balapan dimusim tersebut. Setidaknya, pabrikan bisa menilai prospek sipembalap dimusim kedua mereka dikontrak.

    Guest
  7. Menurut saya, transfer window baiknya dilakukan di 1 bulan terakhir seri MotoGP, (November kalo 2018), begitu proses nego + teken kontrak selesai, baru deh After Finale Valencia dimulai itu test ride. hehe

    Guest
  8. bisa juga untuk diterapkan mas Taufik.
    jadinya ada “perang” penawaran harga jual untuk ridernya. mirip sekali dengan proses lelang jadinya. apakah bisa begitu ?

    Guest
  9. bukannya jadi harus disamain semua waktunya,entar ibarat pengen rekrut pembalap dr WSBK/BSB/AMA/ARRC ternyata kalah cepet,udah teken kontrak duluan sama tim yg ada dikejuaraan sana

    Guest
    • Lah kalau cepet lambat ya itu resiko, masih mending musim balap kan sama semua Sekitar bulan Maret mulai – sekitar bulan November selesai, setahun penuh
      Beda dengan bola, Saat eropa selesai musim, Asia & Amerika baru setengah musim, otomatis waktu tim eropa ngontrak pemain dari Asia/Amerika jadi lebih sempit
      tapi gak jadi masalah

      Yang jadi masalah adalah, kalau di balap kan mengenal sistem pembalap pengganti
      nah kalau sistem transfer window diterapkan kan tim jadi gak bisa langsung ngontrak pembalap pengganti, kecuali emang ada aturan prmbalap pengganti bebas dari aturan transfer window, cuma pembalap reguler aja yg kena regulasi transfer window

      Guest
  10. apakah cara ini dimunculkan untuk mencegah kejadian sebelumnya yg terjadi antara zarco dg puig tidak terulang kembali, mas Taufik ?

    Guest
  11. Setuju banget transfer window dibuka di 2 waktu, jeda paruh musim berjalan dan setelah race terakhir di musim berjalan.

    Sama kaya pemain bola transfer musim panas dan musim dingin.

    Guest
    • Coba klo jendela transfer baru ada di akhir musim, dijamin Ducati bakal mempertahankan Jorge atau ngontrak Bautista, drpd Petrucci

      Guest
  12. bener juga ya
    bautista dapet pabrikan langsung ngacirrr…setidaknya pernah lah ngerasain pabrikan walau cuma 1x

    Guest
  13. Lah pabrikan saza yang kuper* incer pebalap Lo lagi Lo lagi, dengan kacamata kuda, berdasarkan asas kedekatan and kebangsaan plus materi.

    sorry to say Gak pro, (berlaku untuk kita/Indonesia)

    Guest
  14. Setuju banget.

    Untuk pembalap yg masih punya sisa kontrak lebih dari 1 tahun :
    Katakanlah jendela transfer buka 1 hari setelah race terakhir, dan tutup di tgl 31 Desember. Itu sudah cukup bgt buat nego sana sini, dan juga tidak terlalu membocorkan rahasia tim musim depannya, karena masih ada waktu pengembamgan sampai GP pertama bulan Maret yg tidak diketahui si pembalap.
    Jika tidak ada tim yg berminat berarti bakal tetap bertahan di tim yg sama sampai kontrak habis.

    Kecuali jika kontrak si pemain (pembalap) berakhir di musim itu dan tidak ada rencana untuk perpanjang. Dalam kasus ini dipersilakan negosiasi dengan tim lain kapan saja.

    Sangat2 menarik.
    Tp jika seperti ini akan beresiko gaji pembalap top makin melambung.
    Untungnya jok setiap tim terbatas. Jadi tetap ada potensi semua pembalap dpt kursi di akhir kontrak.

    Akan heboh jika misalnya Bezzecchi (moto3) digaet RedBull (motoGP) dengan transfer 200jt euro. Bisa buat modal bangun tim tuh.

    Guest
  15. Minimal satu bulan sebelum test valencia Harusnya.
    Pabrikan berlomba lomba bawa spek motor dan tentu uang lebih. wkwkwk
    Biar rider yg menentukan pilihan team mana yg sudah menyodori kontrak
    Tapi kasian juga nanti rider yg gak di lirik..
    ?

    Guest
  16. Setuju, kasihan kan seperti ianone yang udah klop sama gsx rr dan lorenzo yang sudah bagus dengan desmosedici. Ehh malah musim depan mulai dari nol lagi dengan tunggangan barunya. menurut ane terlalu dini para pabrikan memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak.

    Guest
  17. Kalau di motogp mungkin gak se simple di arena lain karena butuh preparation yang sangat jauh untuk menghadapi musim kedepan, karena bisa jadi riset di tahun depan jalan berbarengan dengan season yg berjalan, selain prmbalap ada hal teknis lain yg jadi pertimbangan

    Guest
  18. Menurut ane bukan mslh setuju atau tidak, ttp tidak sesederhana itu, satu tim balap bisa didukung oleh 5 atau lbh sponsor, sangat rumit dan dinamis untuk dikoordinasikan atau disatusuarakan, tiap sponsor td pasti punya kepentingan, preferensi, klausul dan tenggat wkt sendiri2, belum termasuk sponsor2 pribadi. Sponsor ini cenderung mendesak untuk mendapatkan kepastian lebih awal.

    Kecuali setiap manager team bilang A, maka semua sponsor setuju A, maka jendela transfer adalah make sense.

    Guest
  19. Disini lah manager rider sangat dibutuhkan, perannya dan kualitasnya kelihatan saat pembaharuan kontrak, negosiasi maupun menjual ke suatu team. Bagaimana Zarco sedikit lagi ke Repsol tapi ulah manager nya semua jadi amblas. Saat Pedrosa tdk diperpanjang itu sebuah momentum buat Manager Iannone agar negosiasi ke Repsol. Apalagi secara historis H0nda itu paling senang dgn eks Ducati seperti Casey, Crutlow dan sekarang Lorenzo.
    Klo menganut jendela transfer sungguh berat bagi team pabrikan kecil seperti suzuki yg mana dana mereka tidak melimpah seperti Ducati, H0nda dan Yamaha.

    Guest
  20. Justru asiknya disitu…teken kontrak transfer musim depan ya bebas lah mau kapan saja, asal pindah pada akhir kontrak sebelumnya. Soalnya yg balapan bukan team tapi individual, kejuaraan team cuma sampingan. Beda dengan sepakbola juara team yg utama, dan best player cuma sampingan. Ada ada ajah…

    Guest
    • Alasan lain kalau disepakbola gak diatur musim transfer itu identik dengan mesin motogp yg tidak disegel, bebas gonta ganti dan pengembangan mesin kapanpun. Logikanya saya kira yg paling tepat itu

      Guest
  21. Menarik sih wak haji, tapi kalo mau diberlakukan, semua balap dibawah Dorna/FIM harus disamain regulasinya, biar gak saling colong menyolong kontrak..hehehe

    Guest
  22. Setuju aja si, sama2 diuntungkan. Performa Pembalap lagi naik bisa dapet kotrak dg nominal yg sesuai jg. Tapi perlu dicatat, kalau sistemnya pakai transfer windows konsekuensinya tim bawah untuk mendapatkan pembalap bagus jadi susah. tidak ada lagi Tim Gurem dapet durian runtuh

    Guest
  23. Wak kaji. Saya lebih menyoroti ke tanggal akhir masa kontrak sebaiknya diubah dari tanggal 31 Desember ke tanggal race day penutup musim tsb + 1. Supaya rider bisa segera ganti baju dan gabung tes dgn tim barunya

    Guest
  24. Saran donk untuk wak haji
    Kenapa ga buatin artikel khusus untuk pembalap dan team nya(khusus team satelit,karna team pabrikan mgkn kebnyakan uda tau)
    Misalnya, sapa pendiri,mesin,sponsor,dll..
    Maksudnya gini,,ulas tuntas team dan pebalap yg ada d team tersebut trmksd kru, kepala mekanik,pelatih,bukan hanya motor,tp seluruh team nya..
    History dari jajaran team satelit..
    Hanya saran..!!

    Guest
  25. Untung2an juga wak. Bagi tim besar tidak pengaruh selama masih boleh ada pendekatan2 tim ke pembalap incaran di tengah musim, ini masalah regulasi waktu teken kontrak saja, bagi tim kecil pun demikian hanya saja kemungkinan dapat rider bagus yang “free agent” jadi tambah kecil.
    Kan gak lucu kalau ada tim yang udah ngarep2 si pembalap berlabuh ke timnya (udah kode) eeh malah gak jadi karena kontraknya diperpanjang sama tim lamanya. Yaudah nyari pembalap lain, tapi tambah pusing jg karena waktunya makin mepet… lagi-lagi ini masalah waktu teken kontrak. Untungnya selama musim berjalan bisa fokus untuk balap, dan ruginya pas jeda transfer bukannya untuk istirahat tapi malah pusing mikir kontrak. Sekadar opini…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.