TMCBLOG.com – Memang Vinales dan Phillip Island Merupakan Kombinasi Yang menggaransi performa terbaik. Sobat Bisa Flashback dua Tahun yang lalu ketika Maverick Memasuki tahun keduanya di MotoGP dan GSX-RR pun masih berumur dua tahun . . .  Variabel kedua menurut TMCBLOG yang cukup menarik dibahas adalah Mesin Inline 4 yang begitu positif performanya di Phillip island  . . . Bukan hanya Yamaha, Suzuki Pun bertaji sampai sampai Dovizioso yang boleh dibilang untouchable di race Race sebelumnya seperti di aragon harus bertekuk lutut ketika bejibaku di Phillip Island dengan Mantan team Matenya Andrea Iannone . . . ini ada apa ?

Pembahasan Inline 4 VS V-4 memang seperti tak kunjung habis untuk didiskusikan . ..  Namun kembali seperti Juga race Buriram, Race di Phillip Island ini kembali menegaskan bahwa V-4 dan Inline 4 itu Punya Positif dan negatifnya sendiri sendiri, Punya kecenderungan masing masing dan punya Karakter Unik tersendiri. Mesin Inline 4 memang lebar dan memiliki kecenderungan akan membuat masalah di sisi aerodinamika Karena kelebarannya Yang secara umum rata rata 35% lebih lebar ketimbang mesin V-4.

Kemudahan Lain dari Mesin Inline 4 adalah lebih leluasannya mesin ini diseting soal distribusi Bobot . . dalam arti kata tinggal miringin kedepan dikit atau miringin ke belakang dikit pun jadi karena space depan dan belakang dari Mesin Inline 4 masih lebih luas ketimbang Mesin V-4 yang harus memikirkan  Bagaimana posisi sepasang mesin di bagian depan dan Bagian belakang . .

Satu lagi yang bisa tmcblog analisa adalah Philli Island Bisa jadi merupakan salah satu tipikal Sirkuit yang memberikan hasil Positif dari keputusan Yamaha yang disinyalir memperingan Crank-Shaft Mass dari Yamaha M1 . . . Jika Kita Flashback jauh ke belakang lagi . ..  Yamaha memang banyak melakukan hal hal revolusioner dari Mesin Inline 4 mereka . ..  yang pertama Tentu adalah kehadiran Firing order Cross plane Crank yang Terkenal itu.

Buah pemikiran yang di awali pada era Masao Furusawa ini dihadirkan Untuk menghadirkan firing order yang mendekati apa yang bisa dihadirkan Oleh Mesin V-4 yang dikembangkan Ducati dan Honda. Yap dengan Corss Plane Crank valentino Rossi di awal debut dengan yamaha pada 2004 berhasil memperoleh corner speed dan off corner speed Yang cepat . . Namun dalam perjalanan kesini Honda dan Ducati Makin edan soal Top Speed dan soal melibas tikungan . . pembalap pembalap V-4 mulai mencari alternatif cara menekuk Motor sehingga bisa menyamai keluwesan Pembalap pembalap yang menggunakan mesin Inline 4 . .

Hadirlah Marquez style yang sebenarnya memang mirip dengan Ducati Style dimana rem belakang membantu memposisikan Motor untuk siap menyambut corner dengan melakukan slide kecil. Inlne 4 musti berbenah . . dan hadirlah Mesin Inline 4 dengan Sinyalemen Crankshaft Mass diperingan . . .

Crankshaft yang ringan memberikan feel kemudahan saat menikung, kemudahan memperoleh top speed lebih tinggi dan kestabilan saat menikung . . Namun masalah saat bertemu dengan tikungan bertipe stop and Go . . di mana pembalap harus turun sampai kecepatan di bawah 100 km/jam dan harus melakukan geberan karena setelah itu sektor yang mengahruskan mereka adu Drag lagi . .

Masalah di tikungan stop and Go untuk Low Crank shaft mass adalah Crank terlalu Mudah berputar dan tidak bisa di imbangi oleh grip Ban belakang . . alhasil saat melakukan akselerasi, ban belakang memperoleh transmisi tenaga dari Crank Via rantai yang diluar kemampuan Gripnya . ..  hasilnya adalah spin, atau ban berputar di tempat . . menyebabkan ketidak-efesienan Penggunaan Power mesin . . power yang dihasilkan besar, namun muaranya hanya memberikan akselerasi yang kecil . . dan ini lah yang sering dikeluhkan Oleh valentino Rossi dan Maverick di sepanjang musim 2018.

Balik lagi soal Phillip Island . . . silahkan cek denah sirkuitnya di atas . .  ini merupakan sirkuit mengalir, speed banget kalo dalam kaca mata tmcblog . . Doohan TCorner T1 , Stoner corner T3, T7,T8, T9, T12 semua merupakan fast Corner . . dan bahkan di Stoner corner motogp bisa nikung dengan kecepatan 250 km/jam . . apa Nggak edan tuh sob . .? Titik stop and Go nya hanya dua . . Honda corner T4 dan MG corner T10 . . itupun Motor tidak harus geber kencang karena sektor selanjutnya bukan sektor adu drag ..  So ? Yap dengan Morfologi dari naturenya sirkuit PI yang begini, memang pas Buat Yamaha M1 terlebih dengan light Crank Massnya . .

Data Grafik yang seperti cacing tawuran di atas memperlihatkan Progress Laptime Top 6 finisher yang kebetulan 4 di antaranya menggunakan Mesin Inline 4 dan hanya Dovi dan Bautista Yang menggunakan Mesin V4

Setelah maverick memimpin Race, Ia ngacir sengacir ngacirnya dan membuat gap sampai jauh banget dengan Pack kedua . . apa sebabnya ? Yap jawabannya sobat bisa lihat dari gambar grafik kedua dimana secara umum, dibandingkan dengan Iannone dan Dovizioso- maverick Vinales berhasil ngegeber Motornya lebih cepat di Lap ke 5 dampai ke 10 . . dan Bahkan ketika Pace melambat di paruh kedua race , degradasi Laptime Maverick Pun masih lebih sedikit ketimbang Iannone dan Dovizioso . . sehingga walaupun di 6 lap terakhir Maverick terlihat melambat, namun Iannone dan Dovi sudah kadung tertinggal jauh kala itu

Menarik membandingkan Pace Maverick Vinales denan Valentino Rossi . . Dari data yang bisa tmcblog paparkan di atas memang terlihat Pace Rossi kalah mulai dari Lap ke 4 sampai umumnya Lap ke 19. Valentino Rossi mengatakan ia tidak memperoleh Grip yang bagus terutama di dinding sebelah Kiri dari Ban Belakang michelin.

Di samping itu Rossi mengakui bahwa berdasarkan perbedaan riding style, memang ada sedikit perbedaan setingan dari M1 yang ia Pakai dibandingkan dengan M1 yang maverick Pakai. diluar penjelasn itu, Rossi mengakui juga bahwa dengan gaya ridingnya sendiri Maverick berhasil melakukan akselerasi lebih cepat walaupun spin ban masih hadir.

Dovizioso versus Iannone . . Jika Kita lhat Grafik di atas . . mamang di beberapa detail Iannone punya pace yang slightly – sedikit lebih kencang ketimbang Dovizioso . . dan Mungkin ini lah faktor pembeda yang bisa membuat The Maniac bisa finish di depan dovizioso . . Yap Inline 4 bisa bicara banyak di Phillip Island.

Last, Mengenai Alvaro Bautista . . dengan hanya berbekal pengelaman menggunakan Ducati desmosedici GP16, dan 17 akhirnnya bautista bisa finish di Top 4. Jika Kita melihat pace per lapnya dan membandingkan Alvaro bautista yang baru 3 hari bersama GP18 dengan Dovizioso yang sudah semenjak awal musim bersama GP18, maka kita akan semakin salut dengan Alvaro. Pacenya Alvaro dan Andrea boleh dibilang mirip bro. Apa memang ini merupakan salah satu bukti bahwa apapun yang ditinggalkan Jorge Lorenzo akan jadi heritage yang user friendly ? silahkan dikunyah kunyah dan share komentar mu sob ( taufik of BuitenZorg )

120 COMMENTS

    • Msh blm valid 100% kayakny, Wak… Krn Marq, Lorenzo & Kucluk g da dlm variable ?
      Vinales juara dg smua pmbalap V enginee ‘utuh’… Baru tuh ?

      Guest
    • Atas gw terlalu banyak pengandaian.
      Andai CC ga cidera. Andai MM ga ditabrak JZ, andai JL cedera.

      Lu udah kayak valeban, banyak andai andai nya…

      Itu MM ngaku sengaja wide biar ga leading didepan. Ga taunya masuk racing line Zarco. Kejadian deh…

      Ga usah pake andai-andai, …Marc juara 2018… Mau Lu katain andai CC disupport HRC full. Andai JL ga ngerayu HRC, mungkin CC gantiin DP … Tetap aja CC cuma segitu. Yamaha trouble dia deketin point Vinales aja susah, … Hahaha

      Guest
  1. seandainya boleh berandai andai,

    jikalau mm, cs,hohe seangkatan di thn 2004,

    gimana yach ?

    waktu itu kan yg skill setara vr ngak ada, 1 tingkat dibawah vr itu colin, biaggi, sete, barros

    Guest
  2. “Apa memang ini merupakan salah satu bukti bahwa apapun yang ditinggalkan Jorge Lorenzo akan jadi heritage yang user friendly?”

    Kayanya ada benernya juga Wak Haji, ditambah Bautista itu sebenernya pembalap bagus ko, cuma gak pernah dapet team yang bagus aja. Sayang musim depan ke WSBK..

    Guest
    • Apapun kl didesain untuk memuaskan nyonya besar yang cerewetnya minta ampun, pasti pada akhirnya juga bisa memuaskan para peasants. Terutama mereka yang pada dasarnya memiliki skill yang mumpuni cuma g punya koneksi sponsor…………..

      Guest
  3. waduh… kalau bener gitu bisa bahaya buat motogp musim2 depan wak, gak kebayang kalau jl99 bisa buat rc213v user friendly.

    Guest
    • Balap malam Losail menjanjikan penambahan Power secara race malam udara Makin mampat/ densitas tinggi . . . Masalahnya Selain Yamaha, Ducati Juga cukup kuat di Losail

      Administrator
    • YA memang benar wak ducati cukup kuat juga terutama pada bagian straight, akan tetapi karakter sirquit losail tidak stop an go lebih ke arah mengalir

      Guest
  4. Di atas kehebatan MV25 kemarin, tetap masih ada rasa yang tertinggal wak.. yaitu tidak adanya MM93 di lintasan (pasca tubrukan).

    Pengen banget lihat semua rider n motornya dalam perform terbaik, lalu tersajilah battle tanpa alasan apapun..

    Sayangnya, Masih jadi penantian panjang nih.. battle antara MV vs MM..

    Guest
    • Assen kan udah… MM menang. MV p3.

      Sayang Yamaha lagi trouble. Nanti bakal muncul pertanyaan lagi… Andai pas Assen Yamaha ga lagi trouble …

      MV udah menang 3x di 2017. Apa mau dibedah lagi andai MM ga crash dll ?

      Kenyataannya MM menang berkali-kali dari MV … MV salah sedikit dari rider yg udah menang 3x dalam semusim.

      Kalo mau disimpulin dari pemenang race … Dua tahun ini cuma cerita MM AD MV dan JL doang.

      Yg lain penggembira, … Hahaha.

      Guest
    • Assseeemmm…. udah bela belain nonton, jadwal macul terpaksa dipending, berharap ada race macem di assen kemarin, taunya zonk ???

      Guest
    • Jangankan Moto3 . . . ingat nggak MotoGP PI 2015 . . bisa saling salip banyak motor di pack terdepan . . itu Motor gede 1000 cc aja bisa begitu, apalagi motor 250 single . . sepertinya memang PI ini lebih balance untuk karakter motor apapun ya ?

      Administrator
    • klaw sirkuit PI emang cocok untuk semua motor, jd tinggal ridernya aja yg sesuaiin gaya riding mengikuti karakter sirkuit PI? berati rossi kemaren masih belum bisa sesuai gaya ridinggnya dong wak? secara vinales bisa podium 1 walaupun kata jarvis problem spin yamaha belum teratasi?

      Guest
    • Memang sih Phillip Island cocok buat banyak motor, tapi tidak dengan Aprilia dan KTM, hehe. Aprilia selalu bagus di Aragon sejak dipegang Aleix. KTM biasanya emang bagus di Redbull Ring, cuma di Phillip Island lumayan bagus di awal awal lap.

      Guest
  5. alvaro bautista ?, ni orang dr jaman suzuki rizla+ memang konsisten di mesin ketapel ( V engine ) kang, sampe skrg, istilahnya pake motor factory ducati tinggal dia kasih kecap aja udh gurih.

    Guest
  6. Klo bagnaia nanti kebagian motornya jl99, akan ada zarco ke dua di tahun perdana rookie tahun depan. Persaingan miller dan bagnaia pasti lebih seru dr persaingan dovi dan petrucci

    Guest
  7. mumpung ada artikel berbau motogp nih, oot dikit wak haji hahahaha.
    lorenzo & marquez bakalan ke indonesia nih awal tahun nanti sebelum race pembuka qatar.
    bulannya antara januari, februari & maret lalu masalah tanggal rahasia wkwkwk.
    catat 100% info akurat wkwk

    Guest
  8. Comment: apakah penyebab V lebih baik dari L karena friksi yang dihasilkan V tidak sepincang L karena sudut dari V adalah 45° dan 135° sedangkan L 0° dan 90°??

    Guest
  9. @ordinary
    Maksud dia V90° dan L itu beda di penempatan mesin, dimana mesin L satu sisinya ditempatkan 0° dan sisi lainnya tegak lurus 90° dengan kata lain segaris dengan x dan y

    Sementara V 90° walaupun menyiku tapi ditempatkan 45° dari garis x. Dan – 45° dari garis y

    Guest
  10. Apa gak ngaruh wak setelah insiden Zarco dan MM ke hasil Vinales? Sebelum kejadian MV masih di belakang, baru nyodok kedepan setelah MM tidak ada. Catatan di Australia bagusan MM lho dibanding MV… ?

    Guest
    • Saya cuma mau memberikan fakta saja, ya. MV itu selalu bagus di PI, meski gak selalu menang, sejak di Moto3 2013 sampai sekarang tepatnya, 2012 lupa saya dia finish ke berapa, yang jelas 2013 dia duel sama Alex Rins, meski yang menang Alex Rins, tapi jaraknya tipis banget, MV di posisi 2, kondisinya hampir mirip Brad Binder sama Joan Mir (Mirip Finishnya, kalo duelnya sih beda jauh, lebih jauh seru duel MV vs Alex Rins). Kemudian di 2014 dia menang di Moto2, padahal duel di moto2 PI 2014 juga lumayan seru, tapi dia bisa menang. Di 2015, entah percaya gak percaya, saya cukup kaget karena dia bisa finish di posisi 6, waktu itu Suzuki di tahun pertama, dia sempet duel sama Pedrosa n Crutchlow, tapi Crutchlow lebih unggul, tahu sendiri posisi 1-4 nya siapa, hehe. Di 2016, waktu itu saya yakin dia podium, eh beneran, cuaca buruk buat dia start posisi 13, Rossi posisi 15 kayaknya, kemudian ke 2 rider ini saling menyalip pembalap di depannya, bahkan MV duel lawan Aleix dan Dovi, Aleix kemudian jatuh, sedangkan dovi kalah sama dia, bahkan di sekitar 3 lap terakhir jarak dia sama Rossi makin dekat, awalnya jauh karena MV duel dulu lawan Aleix dan Dovi, di garis finishnya jaraknya dia sama Rossi kalo gak salah 1 detikan, emang sih Marquez waktu itu crash, tapi Crutchlow ngacir jauh. Di 2017, bisa jadi pembuktian betapa bagusnya MV di Phillip Island, seperti biasa dia di 2017 startnya gak begitu bagus, kecuali Mugello, Austin, sama Lemans. Dia baru bisa ngejar Rossi, Zarco, dan Iannone di paruh kedua balapan, bahkan last lap hampir aja bisa nyalip Rossi di Gardner Straight, dia nyalip Zarco di situ. Di tahun ini sebenarnya udah kelihatan dia bagus sejak FP, cuma emang waktu itu dia masih dipandang sebelah mata sama sebagian orang, apalagi Start posisi 2, dia melorot karena menghindari senggolan sama beberapa pembalap terdepan, tapi sebenarnya kalo ngeliat laptime, masuk akal kalo MV menang, dia cukup stabil karena di awal awal race gak kena duel beberapa pembalap (Iannone, Dovi, Marquez, Zarco, dan Rossi, termasuk Miller), dia pun nyalip di Lap 5 itu buah kecerdikan juga menurutku karena secara ban dia juga beda sama Rossi. Nyatanya dia sukses beberapa kali nyatat Fastest Lap, meski menurun laptimenya di beberap lap akhir. Itulah yang mau saya utarakan saja dari segi fakta.

      Guest
  11. wak haji, apa chrome browser memang antipati sama blog tmc..? gak bisa update artikel walau dah di gimanain juga.. nemu update artikel mesti di googling dlu

    apa cuma gue yg gini..?

    Guest
    • Saya pakai uc browser jg sama bro akhir2 ini,, gk update meski refresh berulang, pas buka halaman umum/muka malah ada yg terapdet, itupun jam nya udah basi kalo makanan kue basah.. jam nya pagi kebukanya siang/sore.. hiks
      Tp mudah2an normal lg aja deh

      Guest
    • Chrome disaya juga gitu. Pertama nulis alamat url tmcblog.com pasti keluarnya artikel lama.
      Kemudian masuk tulis lagi tmcblog.com.
      Yang kedua kali, baru keluar artikel baru. Selalu begitu, harus 2x

      Guest
    • Saya pake chrome juga gitu. Haru 2x kali masuk, baru keluar artikel baru. Kalo cuma 1 kali masuk, pasti aryikel lama yg keluar

      Guest
  12. kalo dri sudt derajat dan letaknya memang berbeda dan beroengaruh jg dengan gaya grafitasi. tapi hampir sama kli dengan inline jelas beda. v ibarat doch dual chamsaft v engin dual block 1 blok 2 selinder. inline=shock mono chamsaft. 1 blok 4 slinder. v engin ibrat scramer titik ledakan bergantian dri depan dan belakang. inline hanya dri satu arah. inline simple v engin rumit. itu jelas pengaruh bgt untuk soal perbedaan power mesin. mesin hanya untuk muterin roda belakang hanya sedikit berpengaruh untuk riding style. sasis atau body pengaruh besar terhadap riding style. yang mana untuk melibas tikungan di perlukan riding style yang nyaman. pendapat ngawur sih.

    Guest
  13. kalo dri sudt derajat dan letaknya memang berbeda dan beroengaruh jg dengan gaya grafitasi. tapi hampir sama kli dengan inline jelas beda. v ibarat doch dual chamsaft v engin dual block 1 blok 2 selinder. inline=shock mono chamsaft. 1 blok 4 slinder. v engin ibrat scramer titik ledakan bergantian dri depan dan belakang. inline hanya dri satu arah. inline simple v engin rumit. itu jelas pengaruh bgt untuk soal perbedaan power mesin. mesin hanya untuk muterin roda belakang hanya sedikit berpengaruh untuk riding style. sasis atau body pengaruh besar terhadap riding style. yang mana untuk melibas tikungan di perlukan riding style yang nyaman. pendapat ngawur sih.

    Guest
  14. klaw sirkuit PI emang cocok untuk semua motor, jd tinggal ridernya aja yg sesuaiin gaya riding mengikuti karakter sirkuit PI? berati rossi kemaren masih belum bisa sesuai gaya ridinggnya dong wak? secara vinales bisa podium 1 walaupun kata jarvis problem spin yamaha belum teratasi?

    Guest
  15. Pak Taufik kalau bicara dipadu dengan data yang dikemas sedemikian rupa sehingga mudah dicerna..top deh..ciri orang pandai..he he

    Guest
    • Emang ducati kesusahan di PI. Tapi lap time alvaro nempel bgt ke dovi tanpa ada upaya overtake. Kalo mo attacking dovi, kayanya bisa. Cuma mungkin alvaro sadat diri atau ada team order atau emang dovi cuma main save

      Guest
  16. sesuai apa yg dikatan orang yamah sasis atau body lebih utama dri mesin. dan sesuai dengan perkataan alvaro baustista yang bingung di perlukan sasis seperti apa untuk serkuit ini

    Guest
  17. sesuai apa yg dikatan orang yamah sasis atau body lebih utama dri mesin. dan sesuai dengan perkataan alvaro baustista yang bingung di perlukan sasis seperti apa untuk serkuit ini. sesuai dgn permintaan jl untuk mengganti tanki rider paling jago di corner speed

    Guest
  18. Artikel yg gue tunggu2 wak,, soalnya dari hari minggu penasaran sama performa Alvaro Bautista bisa greget gitu
    Thanks wak???

    Guest
  19. sesuai dgn perkatan bos yamah sasis lebh utama dri mesin. dan juga permintaan jl soal tank pembalap jagobdi corner speed. dan jg baustita yg bingung sasis seperti apa untuk sikuit seperti ini

    Guest
  20. Kalau di akhir 2 pembahasan secara gak langsung sadar atau tidak, kang Taufik setuju bahwa menang dengan mesin inline 4 karena motor. Dan menang dengan mesin V4 adalah karena pembalap. Setuju???

    Guest
    • iyain aja. klo yg menag yamh krn motornya klo yang menag dkt or hnd krna ridernya. trmsk rossi pembalap abal2 bs menang krn motrnya yamh dan rossi gk prnah mng di hnda krna pembalap abal2. cerdas bukan

      Guest
  21. Kalo honda v4 kaga disundul, yg juara tetep MM lah…. inline era sdh meredup… klo masih bertahan di inline, nanti MotoGP2019 kayaknya MM, dovi, ianone plus Hohe dan tim KTM balapan sendiri…. inline kenceng cuma di beberapa sirkuit aja….

    Guest
  22. Lu ke Sepang kagak ?

    Kapan hari MM crash di Sepang gua geleng kepala … Itu satu sirkuit pada ketawa bareng.

    Sebegitunya …

    Guest
  23. inline4 vs v4 mnurut aq sih bgini: v4 tetap unggul soal mesin tapi balapan bukan hanya faktor mesin. nah inline ungul di sasis atau body bukan krna mesin inlinenya.

    Guest
  24. Ducati era 800cc mesin L4 lebih powerpulll dari mesin mesin V4 yg lain ?
    dan itu belum kepakek semua, contoh kasus sepang 2008 kalo gak salah, stoner gak berdaya lawan rossi yg pakek mesin inline, karena seting power terlalu besar akhirnya ban abis duluan

    Bagaimana anda menjelaskannya?

    Guest
  25. Setelah dikunyah kunyah, berdasarkan artikel ini, berarti pemilihan mesin inline4 atau v4 itu berdasarkan pertimbangan antara distribusi massa dan aerodinamika.

    Power gak disebut apa berarti layout mesin gak berpengaruh langsung ke power? Soalnya banyak yg koar koar mesin v4 powernya lebih besar dari mesin inline4, jadi ini bener gak?

    Mesin v4 lebih unggul dari unline4 pada sisi aerodinamika, namun kurang leluasa mengatur distribusi massa motor.

    Tapi situasi sekarang (karakter ban michelin) yg punya grip ban belakan bagus, tapi ban depan kurang bagus memaksa COG motor harus lebih ke bagian belakang agar bisa mengoptimalkan kemampuan ban.

    Jadi, dugaan saya mesin v4 tidak begitu bermasalah dengan COG, tapi mesin inline4 masih tetap bermasalah dengan aerodinamika.

    Plus tambahan masalah untuk mesin inline4 dari ban depan yg kurang bagus, jadi keunggulan mesin inline4 yg bisa masuk tikungan dengan cepat dan mulus serta kecepatan yg unggul di tengah tikungan jadi terkebiri ???

    Di era michelin, tim merah seperti bertukar posisi dengan tim biru yg dulu unggul di era bridgestone. Hebatnya, tim oranye selalu ada di antara tim merah dan tim biru karakter motornya, paling bisa menyesuaikan dengan karakter ban ???

    Guest
    • Saya udah bilang sejak awal perpindahan ke michelin
      Ducati yang COG nya lebih kebelakang yang paling diuntungkan
      Yamaha yang COG nya lebih ke depan yang paling dirugikan
      Honda yang COG nya pas 50 50 akan netral, tinggal merubah riding style
      Malah awal2 honda pake michelin malah ngeri speednya, namun gak bisa konsisten dan mudah dlosor
      RCV itu paling fleksibel,, sengaja didesain seperti itu agar mudah menyesuaikan dengan regulasi

      Guest
  26. Sayang ya bautista harus dibuang ke wsbk..pake motor pabrikan sbnrnya dy bisa cepat. Fastesnya msh lbh cepat dari dovi…

    Guest
  27. Saya ngerti ini opini berdasarkan data.
    Tapi,serius deh.Apa yang berkembang dari data di atas menjadi artikel yang panjang ini betul-betul jadi sebuah opini saja.
    Tipe corner Philip island,firing order motor2 di atas,isu bobot crank dan lain2,itu semua cuma 30% dari hasil race.
    Kalo di logika sih masuk akal aja kalau ini semua berdasarkan faktor-faktor di atas.
    Tapi,coba dibalik deh,ga mungkin lho buat prediksi hasil race dengan cuma pakai faktor2 di atas.
    Kelembaban udara,satu hal itu saja, udah bisa bikin semuanya kacau.
    Karena apa?
    Karena buat menang di era MotoGP sekarang, terlalu banyak variabel yang ditambahkan.
    Kenapa banyak?
    Semua dimulai di tahun 2007, waktu semua nya di sunat atas dasar safety dan efisiensi.
    Lalu?
    Karena semua tim tetap butuh motor kencang,variabel2 baru ditambahkan.
    Seperti
    -Mesin yg lebih ringan : berarti durabilitas menurun, kontrol thermal yang rumit, sensitivitas kelembaban yang tinggi yang berarti kontrol air intake yang lebih rumit lagi
    -corner speed yang lebih tinggi untuk kompensasi tenaga mesin yang disunat,yang berarti geometri motor harus lebih fleksibel dan harus diubah sesuai karakter sirkuit,yang berarti 3 komponen dinamis pada era MotoGP lama menjadi 80 komponen (Honda RC213V 2014) yang harus disesuaikan sesuai karakter sirkuit.
    “Itu baru beberapa, masih banyak variabel yang lain, bahkan di Ducati Corse,bagi mereka yang tau, metabolisme pembalap dikalkulasi berdasarkan suhu dll.
    Faktor nya banyak sekali.
    Bagi saya artikel data seperti ini cukup membingungkan karena membangun logika yang bisa2 menuju ke arah yang salah.
    Memang cukup menyenangkan membuat artikel ‘cerdas’,tapi kasian yang ga ngerti nanti baca artikel beginian terus cerita ke temen-temen malah jadi keliatan sok tau padahal ga tau.

    Guest
  28. Saya rasa sudah bisa diambil kesimpulan tanpa melibatkan MM93.
    MM93 itu bisa dianggap sebagai pengecualian, karena memang dia sesuatu banget….

    Guest
  29. kog legacy hohe seh bro?
    ducati bukanya emng dari thun kemarin ya udh bicara banyak,bhkan untuk awal musim ini performanya sangat2 baik,ianone yg sering crash juga selalu didepan.
    hohe baru bisa berbicara di pertgahan musim,setelah menmukan cara yg pas untuk bawa desmo.
    IMHO duc berkembang baik karena gigi klopun ada rider yg berjasa ya itu dovi,krena tren positif duc kita bisa lihat sudah dari musim lalu(dov runner up)

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.