Jorge Lorenzo Ducati MotoGP

TMCBlog.com – Bro sekalian, Jorge Lorenzo akhirnya secara terperinci ungkap tips gunakan ducati MotoGP. Pembalap yang musim 2019 pindah ke honda ini mengungkapkan kepada mat Oxley bahwa Ducati Desmosedici GP itu spesial. Ducati desmosedici GP memiliki banyak kelebihan seperti kestabilan pengereman, akselerasi dan Top Speed. Namun ducati desmosedici buruk dalam hal menikung. Dengan Ducati pembalap tidak bisa merebahkan motor semiring motor lain. Jorge mengungkapkan bahwa jika ia memiringkan desmosedici dengan derajat kemiringan lebih dari batasnya maka motor ini akan lebih sulit dibelokan .. edan nggak tuh? Lalu bagaimana cara Lorenzo membelokan Ducati Desmosedici ?

Jorge Lorenzo Ducati MotoGP

Jorge Lorenzo tidak spesifik menjawab pertanyaan ini. Jorge lebih menekankan bahwa dengan Ducati, untuk memperoleh laptime bagus pembalap secara umum harus mengambil keuntungan dari kestabilan motor dengan cara :

  1. Memasuki Apex lebih dahulu
  2. Menikung miring sebentar saja
  3. Gunakan kebuasan akselerasi Ducati untuk unggul saat keluar tikungan

Jorge Lorenzo mengaku butuh waktu lebih dari satu tahun baginya untuk mengetahui semua tips ini. Awalnya ia bingung, koq bisa Laptime Dovizioso dan Petrucci lebih cepat dengan menikung tidak lebih miring darinya.

Jorge Lorenzo Tips Gunakan Ducati MotoGP : Seperti Boat

Tips lain dari Lorenzo adalah bahwa dengan Ducati, pembalap harus mengendalikan motor laksana kapal boat. Lorenzo menjelaskan bila ban depan dan belakang berada pada garis yang sama saat memasuki tikungan maka motor akan lurus ke gravel. Oleh karena itu ban belakang harus di-slide dengan rem belakang di corner entry … mirip seperti membelokan kapal boat

Jorge Lorenzo Ducati MotoGP

Dan oleh sebab itu juga Lorenzo mengatakan bahwa kunci Ducati saat ini adalah Corner Speed. Jika Ducati bisa lebih kencang di corner speed Maka Ducati akan menjadi motor tak terkalahkan. Tapi dengan catatan Ducati tetap mempertahankan kestabilan  saat memasuki tikungan dan akselerasi keluar tikungan.

Jorge Lorenzo mengenai Tank Pad GP18

Soal Tank Pad, Jorge Lorenzo ungkap hal yang tak kita duga sebelumnya. Jorge berkata bahwa ia butuh tank pad karena Ducati GP18 berbeda dengan GP17. Jadi Bukan semenjak awal Ducati desmosedici bermasalah di Fuel Tank support. Di GP17 Lorenzo tidak memiliki masalah di Fuel Tank. Di GP18 ia memperoleh masalah support tankpad saat menikung. Secara umum Lorenzo mengayakan bahwa diantara Ducati GP17 dan GP18 banyak hal yang berbeda.

Jorge Lorenzo Ducati MotoGP

Perbedaan GP18 dan GP17 mencangkup sasis dan mesin. Di sisi Mesin, GP18 dibuat lebih lembut dari GP17 dengan tujuan membuat motor mudah dibelokan. Dan hasilnya adalah benar GP18 lebih mudah dibelokan. Namun ada hal lain yang dikorbankan. Sehingga menurut Jorge bisa lihat di Track tertentu GP17 bisa lebih baik dari GP18 ..

Wah, melihat apa yang disampaikan oleh Jorge Lorenzo mengenai Tips Gunakan Ducati MotoGP terlihat dia sepertinya tipe rider developer yah. Lorenzo bisa mengungkap secara komprehensif sisi teknis menaklukan Desmosedici. Lorenzo juga sebenarnya punya asa untuk bisa mendevelop agar Desmosedici jadi motor paling kuat di Grid start. Mudah mudahan asa ini tetap hadir saat di Honda mulai bulan depan ya … silahkan dikunyah kunyah dan semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

71 COMMENTS

  1. itu nanti sebelum race qatar 2 repsol juga kesini. gak sabaran liat lorenzo kesini wkwkwk.
    bakal jadi pembalap motogp pertama yang dateng ke indonesia dengan tim berbeda.
    -diundang yamaha sebagai pembalap yamaha
    -diundang shell sebagai pembalap ducati
    -diundang honda sebagai pembalap repsol

    Guest
  2. Masih gak bisa belok (dgn gaya bahasa Matteo Guerinoni yg huruf E nya dilafalkan seperti huruf E pada kata TENGAH) aja itu motor!

    Guest
  3. kalo dipikir pikir nganuu..gimana ya?
    motor dipaksa dimiringin malah tambah gak mau belok,,harusnya parabolic biar beloknya ngalir atau ngeslide dulu biar bisa belok tajem
    hohe pas naik rcv beloknya gimana om?

    Guest
  4. tenang Hohe,pake Hando rcv bisa belok dan rebah sampe 68° tapi ada tanda * nya
    harus pake Bridgestone dan bisa ga balik lagi kalo siku dan dengkulnya ga kuat negakin motor lagi,sudah dipraktekkan oleh Marquez di Brno

    Guest
  5. wah presentasi di Madrid entar ganti komposisi warna livery lagi kah,kayak pergantian masa Stoner ke Marquez yg jadi banyak putihnya

    moga aja warna hitam/biru Dongker nya jadi lebih banyak lagi,yg sekarang kesan garangnya kurang,terlalu cerah

    Guest
    • Yaelah, Marquez baru berapa tahun sih di Repsol Hodna
      schwantz(10 tahun di suzuki),rainey(7 tahun di yamaha),doohan(11 tahun di hodna),roberts(10 tahun yamaha),spencer(9 tahun di hodna) tapi perasaan ga ada yg nyinyirin kaya Marquez sekarang

      Guest
    • Yg pindah tim (kakek legend, Stoner dan Lorenzo) memiliki sejarah konflik dengan manajemen tim atau dgn rekan setim.
      Jadi selama belum ada “syarat” tersebut, untuk apa juga Marc pindah tim, nerima tawaran kontrak yg lebih kecil.
      nyari “tantangan” … heh what a joke

      Guest
    • Maklum valeban garis keras, padahal Rossi sendiri zonk di Ducati dan ampas ditinggal Lorenzo tapi gak pernah dia nyinyirin

      Guest
    • @oceania
      pindah gak pindah sebenernya saat ini enggak penting penting amat, why? mari berkaca pada kasus rossi, ketika stoner juara dengan ducati dan rossi berani pindah ke ducati (wlpn gagal total), valeban garis keras akan berapologi bhw walaupun sama sama ducati, motor stoner dan rossi berbeda jauh.

      pun demikian dengan marquez, skenario valeban sudah bisa ditebak, seandainya marquez pindah dan sukses bersama ducati, dengan sangat mudah mereka menghakimi bhw motor ducati hasil pengembangan stoner dan lorenzo sangat superior, marquez “cuma” tinggal pake, siapapun yang bawa pasti juara dunia (baca: mengkerdilkan kontribusi skill dan kompetensi pribadi marquez)

      yang diidamkan valeban dari pindahnya marquez ke ducati (misalnya) tak lain dan tak bukan hanya kegagalan marc, sebuah alasan kuat untuk membully marquez tidak lebih baik daripada junjungannya. enough said.

      Guest
    • Mana bisa satu editor punya akun ganda. Hehehe
      Demi Allah azza wa jalla. Faktanya ente kloningan Nasbungdiehard yg di banned sama mas Taufik..
      Karena mas Taufik kesal sama komentar antum yang berkali2 hasad di blog
      🙂

      Editor
    • Bro, kalau koment pakai kata2 yg lebih sopan, jangan pake kata2 gw & elu, biar enak dibacanya.. sekedar saran.. thanks.

      Guest
    • Saya punya kerjaan utama. Handle kolom TMCBlog cuma bantu mas Taufik. Gak full time pantengin blog lah.

      Kalo komentar gak bermasalah atau mengundang masalah sih gak akan saya hapus toh? Sejak awal ente tulis ‘test’ juga kami udah tau itu si Nasbung. Toh setelahnya gak ada yg dimasalahin bukan?

      Saya dapet instruksi dari mas Taufik, “Ibarat tsmu masuk rumah, kalo ada yang ganggu ya tendang aja.”
      Bro Darso alias Kampas Kopling pernah ditegur begitu di kolom komentar.
      Coba cek bro Darso.

      Editor
  6. mmg developer kan, M1 dalam 10 tahun belakangan bisa juara MotoGP cuma ditangan Jorge .. 9 tahun di Yamaha baru pindah ke Ducati, Rossi 7 Tahun di Yamaha baru pindah .. lamaan Lorenzo develop motor M1 sblm pindah ke ducati.

    itu M1 gak berkembang lagi karena stuck dengan ide ide dari Rossi, gak bsa move on ..

    time has change mate ..

    tahun depan Ducati vs Honda lagi sepertinya ..

    Guest
  7. ducati sudah lebih baik handlingnya pasca pergantian chassis trellis, frameless, ke pemakaian deltabox, sedangkan ducati era rossi masih tahap awal. jangan bandingkan ducati era stoner, karna saat itu mesinnya paling superior, kalah di tikungan tapi berjaya di trek lurus. Rossi sendiri juga sudah mengenyam juara dunia dengan generasi mesin V-engine, malah yg dipake adalah mesin V yang “pincang” (V5), semoga tidak lupa.

    Guest
    • bukannya 2007 juga era awal 800cc ya?, berarti tuh mesin Desmo stoner masih Gress banget juga dong boss
      ya Rossi juga ga bs diragukan kehebatannya,tapi riset rc211v di era awal 4 tak emang udah Mateng banget,wong dulu Rossi kalo ga salah test duluan rc211v nya,belum lagi test ridernya pembalap gaek kayak doohan,plus masih ada special treatment dr Michelin di era itu (tapi belum ada ya kata ‘ban Ghaib’ di era itu?)

      Guest
    • Hohoho… Ide 800cc kan dari pabrikan sayap buat support jokinya jurdun. Lalu kenapa merah yg jurdun, kalo alasannya mesin yg superior konyol aja. Yg ngasih ide tapi zonk, harusnya kan lebih siap.

      Guest
  8. ane yakin wak haji ini pengagum rahasia jolor, tapi gak secara langsung ngomongnya!
    curiga nanti vallebann militan menyerang klu di ungkapin!?

    Guest
  9. saya rasa hanya ada satu cara ngendaliin mesin v yaitu harus berani overlimit balapnya,resikonya yg dlosor. apakah JL,MM,CC,DV mau overlimit terus? Jika mau..Bakal seru lah motogp musim depan,karena dipastikan suzuki dan yamaha akan kuat.

    Guest
  10. Yup, pembalap yang harus ngerti karakter motor dan selain bisa setting jg harus bisa adaptasi gaya balap sama motornya, bukan cuman ngeluh motornya ini itu

    Guest
  11. Sebenernya Rossi gak bisa develop motor yaa?? Itu Sekarang gak bisa menerjemahkan cara bawa Yamaha M1 2016-2017-2018 hingga berujung juara dunia

    pppfffftttttt ???

    Guest
    • Gak juga sih
      Menurut gw vr bisa develop motor juara
      Hanya saja jika dia develop motor juara
      Trus team mate nya level alien
      Kemungkinan besar yg juara dunia team mate nya
      Disini perbedaan vr dgn mm dan cs
      Mm dan cs punya style tersendiri,
      Jadi ketika mereka develop motor
      Team matenya belum tentu bisa cocok
      Kalo vr style nya lebih banyak dipahami pembalap sekarang
      Mungkin krn lebih dulu
      Pendapat aja sih
      Melihat cs n mm pernah jomplang sama teammate di trek
      Sedangkan vr memang ada gap tp tidak jomplang
      (Level alien yah… jgn bandingin dgn checa atau edwards)

      Guest
  12. Yg jelas nyali aja gak cukup…
    Teknik dan pemahaman ttg karakter motor sangat berperan
    Semoga pembalap muda indonesia bisa memahami hal tsb

    Guest
  13. sayangny waktu Rossi di Ducati dapeetnya motor ampas sma motor mentah, dapet sasis monocoque peninggalan Stoner, trus ganti sasis twin spar generasi awal…coba aja itu Rossi mau sabar di Ducati pasti gak zonk kyk di YFR

    Guest
      • Itu artinya mereka beda level mz. U know lah stoner aliennya segimana ya jauh kalo dibandingin sama dr.bernard mahfouz.
        Sejauh ini yg alien baru stuner sama marc aja sementara hohe darah campuran manusia sama alien.

        Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.