TMCBLOG.com – Belum Juga berjalan Musim MotoGP 2019, Ducati sudah bikin ancang ancang mengenai siapa Calon pendamping Dovizioso 2020 : Petrucci, Miller, atau Bagnaia. Yap Musim 2019 ini Ducati akan menggunakan 3 pembalap dengan Motor Official Ducati Desmosedici GP19 yakni Dovizioso, Petrucci dan Miller. Sedangkan pembalap lain seperti Peco Bagnaia, Tito Rabat dan Karel Abraham menggunakan GP18.

Dengan Formasi lebih sederhana dalam hal distribusi dan logistik motor, ducati berharap bisa lebih fokus dalam Development. Selain itu Juga untuk lebih memudahkan dalam penyusunan strategi konstelasi pembalap Lepas dari Musim 2019 Ducati kembali sudah memberikan Koridor jelas. Koridor itu adalah tetap mempertahankan Dovizioso ( karena juga kontraknya baru berakhir 2020 ) dan memilihkan pendamping Dovi dari pembalap Internal. Yang dimaksud pembalap Internal adalah Danilo petrucci, Jack Miller dan Peco Bagnaia.

kepada Motorsport Paolo Ciabatti mengatakan ” Hasil Petrucci, jack dan Pecco akan membuat Kami memilih pembalap mana yang akan ke Team Official di 2020. Pecco melakukan musim yang spektakuler di Moto2. Kami kontrak dia di Januari dalam suasana ‘perjudian’. Kami memilih dia dengan pandangan masa depan dan sekarang kami tahu bahwa kami benar.”

” Selanjutnya (Pecco) akan menggunakan Desmosedici 2018 yang sudah jelas sangat kompetitif, walaupun mungkin tidak sekuat GP19. Debut di MotoGP selalu sulit. Namun itulah mengapa saya pikir dengan Jack ( Miller ) sebagai referensi ia akan bisa belajar banyak. Kami memiliki tiga kandidat Bagus untuk pembalap Team Pabrikan di 2020. “

taufik of BuitenZorg

33 COMMENTS

  1. Feeling saya Peco Bagnaia. bahkan selanjutnya bakal antara Peco dan Miller di Factory atau Miller dan Marc klo Duc berani

    Guest
    • Nek sampe marc93 pindah ke ducati, bubar dunia persilatan lek.. which is ane brani pegang marc93 sbg kontender juara dunia..
      Gak bermaksud nyepelehin Ad04, tp usia makin kesana jg jd faktor dan adaptasi marc thdp motor baru jg bagus, apalagi msh sama2 V meski beda sudut derajat. Yah ane sekedar komentator aja sih, tp setidaknya ini menjawab angan2 sampeyan kalo sampe marc beneran pindah pabrikan wkwkwk..

      Guest
  2. how bout mamakes?
    tapi kayaknya Dovi harus rela potong gaji,buat nambelin gaji si champion kalo jadi ke Ducati,kalo berani ngambek dan gantung kontrak kayak 2018 bisa2 malah ditendang beneran
    kecuali kucuran dana dr VW group makin di grojok

    Guest
    • Sebenarnya 2018 dia udah kelihatan bagus, terlihat dengan GP17 berkali-kali finish di depan Petrucci yang pakai motor pabrikan. Miller ini aset berharga Ducati, ibarat Melandri buat Hon da atau Edwards buat Yamaha. Gak jamin juara dunia tapi soal juara seri pasti sanggup. Bahkan tanpa merendahkan Dovi, kalau ada ditempat dan motor yang sama Dovi gak akan lebih bagus dari Miller kecuali tabiat Dovi yang punya mental “gue gak mau kalah dari teammate” keluar.

      Guest
  3. Cuma prediksi, kalo Dovi gagal juara dunia 2019 – 2020 kemungkinan kontrak nggak diperpanjang lagi. dan itu menyisakan slot kosong. dan itu cocok untuk Marquez yang ingin cari tantangan baru

    Guest
  4. Cuma prediksi, kalo Dovi gagal juara dunia 2019 – 2020 kemungkinan kontrak nggak diperpanjang lagi. dan itu menyisakan slot kosong. dan itu cocok untuk Marquez yang ingin cari tantangan baru

    Guest
  5. ngasih kode ini biar JM ma DP09 mesti ningkatin performa, gak sekedar podium tp harus juara.
    kalo gak ya mau gak mau ducati corse bakal fokus & investasi ke bagnaia

    Guest
  6. tapi harusnya ducati juga berani berjudi yang lebih besar ke bagnaia dengan memberikan langsung gp19, dengan alasan hanya sebagai rookie ducati masih mikir mikir gamau ngasih gp19.

    Guest
    • Bukan gak mau, duit mereka berseri. Hon da yang duitnya gak berseri aja cuma bisa turunin 3 motor pabrikan di 2018, sisanya sampah sampai2 Luthi sama sekali gak dapat poin dan Nakagami kalah dari Syahrin padahal tau sendiri Nakagami pernah jadi penantang juara dunia Moto2 ketimbang Syahrin yang cuma sekedar pengejar podium di Moto2 itupun angin2nan. Hon da aja cuma sanggup kasih motor jurukunci buat tim satelitnya, apalagi Ducati?

      Guest
      • tapi kayanya nanggung aja gitu apalagi makin kesini semenjak bagnaia jurdun moto2 ekspetasi petinggi ducati tinggi, beda sama pas diawal kontrak. takutnya bagnaia gak sesuai ekspetasi apalagi diadunya sama miller & petrucci yang motornya beberapa tingkat diatas bagnaia. nanti kejadian lorenzo keulang lagi dah dijelek jelekin depan media ?

        Guest
    • tapi kayanya nanggung aja gitu apalagi makin kesini semenjak bagnaia jurdun moto2 ekspetasi petinggi ducati tinggi, beda sama pas diawal kontrak. takutnya bagnaia gak sesuai ekspetasi apalagi diadunya sama miller & petrucci yang motornya beberapa tingkat diatas bagnaia. nanti kejadian lorenzo keulang lagi dah dijelek jelekin depan media ?

      Guest
      • tapi gp18 yg bakal dipake Tito robot sama Karel Abraham kayaknya ga bakal pake special Gearbox karna avintia mungkin gak bakal kuat buat sewa dan maintenance Gearbox nya,seperti kata tardozzi yg katanya Gearbox itu butuh perlakuan khusus
        nggak tau kalo unit punya peco,Pramac kan spesial di mata Ducati

        Guest
    • Gearbox sakti Desmo itu udah ada sejak 2016, tapi begitu dikasih ke satelit itu gearbox dibalikin ke versi “biasa” karena biaya maintenance-nya tinggi. Simeon dikasih GP16 sama GP17 penampilannya gak jauh beda, Bautista juga pakai motor bekas runner-up 2017 di 2018 penampilannya biasa aja dan baru keliatan menonjol diatas GP18 pabrikan di Philips Island. Gitu juga GP18 yang bakalan dipakai tim satelit tahun ini, gak akan se-monster motor Dovi-Lorenzo 2018.

      Guest
  7. Sorry g ada maksud apapun… sy kok suka geli sendiri klo ada artikel/bahasan berbau bagnaia, namanya itu loh mengingatkanku kpd bc2 an fb perang : peco bagnaia
    Coba huruf (c) & stlh (o) pk huruf (k)
    Plis jgn di block akunnya ya

    Guest
  8. Downgrade banget ducati, dah enak enak punya rider juara dunia, malah dibuang diganti rider yg menang aja belum pernah, dovi diprioritasin padahal dari segi pengembangan motor jorge nomer satu, tinggal nunggu waktu ducati kembali ke habitatnya, alias jamban

    Guest
    • 100% setuju. Ducati terlalu jumawa, mungkin mereka anggap juara dunia itu faktor motor tapi mereka lupa yang mereka pakai itu pembalap lapis 2 semua. Yang punya mental juara dan sering juara malah dibuang cuma gara2 gak sabar nunggu dia klop sama motornya

      Guest
      • Hal yg sama terjadi kepada honda th 2000 an awal, saat rossi jurdun berturut turut, setelah rossi pergi malah biaggi jdi ampas di honda, cuma bedanya dulu honda statusnya juara dunia, lah ini ducati, juara aja belum, sudah sok sokan jdi yg terbaik

        Guest
  9. sekilas kok sepertinya ducati sendiri kurang yakin dg tim internalnya sendiri ya. musim belum berjalan seperti sudah ada kesan keraguan dg potensi timnya sendiri. apakah efek dari kepindahan jl99 ya?

    Guest
  10. tapi kayanya nanggung aja gitu apalagi makin kesini semenjak bagnaia jurdun moto2 ekspetasi petinggi ducati tinggi, beda sama pas diawal kontrak. takutnya bagnaia gak sesuai ekspetasi apalagi diadunya sama miller & petrucci yang motornya beberapa tingkat diatas bagnaia. nanti kejadian lorenzo keulang lagi dah dijelek jelekin depan media ?

    Guest
  11. Jack Miller kuda hitam.. Jalan karirnya mirip Stoner.. Kuliah di Honda, matang di Ducati, sayangnya tahun kemaren gak dapat motor proper..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.