TMCBLOG.com – Bro Sekalian, bertempat di satu Hotel di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, Astra Honda Motor hari ini resmi memperkenalkan sosok PCX Electric. Yes sebenarnya motor yang sama sudah duluan dipajang AHM di ajang IMOS 2018 beberapa bulan yang lalu.

Informasi dari lokasi launching bahkan sampai hari ini pun ahm belum merilis harga dari Motor skutik listrik ini sob. Pernyataan dari AHM ini sepertinya memang dimaksudkan kalau AHM menjadi tren setter di Indonesia dalam hal skuter listrik.

Bapak Johannes Loman selaku Executive Vice President Director PT AHM menginformasikan  bahwa pada tahap awal, AHM menjalankan skema bisnis berupa penyewaan dengan ongkos sewa 2 juta rupiah perbulan kepada perusahaan untuk mendukung operasional bisnis perusahaan mereka di berbagai lini.

AHM juga akan menggandeng pihak ketiga dalam melayani penyewaan dengan berbagai perusahaan. Kegiatan penyewaan ini akan dimulai pada kuartal pertama 2019 di beberapa kota besar Indonesia.

“Tahap awal skema bisnis ini juga dapat menjadi landasan untuk melihat dan menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” ujar Loman di tempat sama.

Motor listrik yang baru dikembangkan pada PCX Electric ini menggunakan dua baterai lithium-ion masing-masing 50,4V dengan densitas tinggi yang dipasang secara serial. Konstruksi motor listrik menggunakan struktur Interior Permanent Magnet (IPM) demi mendapatkan efisiensi energi dan performance motor listrik yang optimal.  

Honda PCX Electrix menghasilkan output maksimum 4.2kW yang didapat sejak putaran rendah, dengan akselerasi lembut. Torsi maksimal 18 Nm @500 rpm. Unit daya yang kuat dan ringkas sanggup menjaga suhu sepeda motor serta mengontrol aliran listrik secara lancar dan presisi. Sistem elektrifikasi ini membuat pompa oli, radiator, dan kopling tidak diperlukan.  

Untuk mengisi baterai kosong, dua Honda Mobile Power Pack dapat terisi penuh dalam pengisian selama 4 jam saat menggunakan pengisi daya opsional dengan metode off-board. Terdapat pula cara pengisian menggunakan sistem on-board (terkoneksi langsung dengan listrik) dengan masa pengisian 6 jam.  

Honda PCX Electric memiliki jarak sumbu roda lebih panjang, dipadu dengan hugger belakang, untuk mengakomodasi dua baterai ditempatkan pada ruang bagasi, namun tetap memberikan ruang optimal untuk pergerakan roda belakang. Adanya penyesuaian tersebut membuat PCX Electric tetap memiliki kemudahan untuk penggunaan di daerah perkotaan dan posisi berkendara yang nyaman seperti PCX pada umumnya.  

Demi memberikan kenyamanan berkendara, selain dimensi sumbu roda yang lebih panjang, PCX Elektrik juga menggunakan tipe suspensi belakang lebih panjang, dipadukan dengan letak motor listrik yang optimal. Hal ini berkontribusi terhadap rendahnya getaran yang dihasilkan dan pengendaraan yang halus. Demi keamanan, roda depan sudah dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS).

Beberapa info yang cukup menarik dan cukup ditunggu tunggu adalah bakalan seperti apa feel naik diatasnya sob. YAP sore ini rencanannya ada sesi riding impression yang akan membuka semua tabir pertanyaan ini. Dan tmcblog siap mengabarkannya buat sobat sekalian .. stay tuned yah sob

Taufik of Buitenzorg

 

63 COMMENTS

    • Proyek setengah hati. Kl AHM niat mau serius konversi mesin dari timbal ke listrik, mending Scoopy dibuat elektrik. Jadi bisa dijual massal. Lhaa ini. Siapa yg mau beli?

      Guest
      • @blade_in
        harus objektif nih . .
        kalo kayak begiti komprehensif dibilang 1/2 hati, pabrikan lain dibilang berapa hati?
        1/4 hati, 1/8 hati ?
        Pabrikan itu kayaknya nunggu dulu, pemerintah sendiri saja belum nguarin regulasi jelas soal listrik ini
        namun selagi nunggu, ada yg macem macem usahannya
        ada yang lansgung produksi lalu di Rent selagi mencari feedback
        ada yang nahan dulu sampai regulasi jelas semua
        ada yang udah produksi, lansgung dijual dll dll

        Administrator
  1. Selamat datang era spedomotor listrik..
    Kami siap menyambut masa depan.
    Ya walaupun mungkin nanti jadi ga butuh oli mesin, filter udara, carbu clener kami siap mendukung.
    Setidaknya kita jelas jual bannya & nanti mengikuti sparepartnya jg.
    🙂

    Guest
    • Sebenarnya motor listrik bisa menjadi momok menakutkan bagi orang orang di industri otomotif.
      Pertama jalas bahan bakar. Mereka ga beli bensin.
      Ke 2 menyangkut oli mesin, ya walaupun harganya makin mahal & persentase keuntungan tidak seberapa tidak bisa dipungkiri oli masih komuditi utama. Sedikit kali jual banyak ya lumayan.
      Ke3 jelas part part pengkabutan yg fastmoving seperti filter udara, busi.
      Belum jg pembuangan seperti kenalpot. Orang pengrajin kenalpot tidak berharap pada motor listrik ini.
      Apa lagi? Sebenarnya banyak sekali karna nyatanya sistem ini lebih sederhana. Maka semakin sedikit sparepart semakin sedikit perawatan.
      Udah ga pakai gear rantai, sekarang vbelt jg engga. Aki udah gede, dinamo stater ga perlu. Mana dinamo motornya kering berarti semakin sedikit seal & paking.
      Apa lagi? Ga ada piston? Bengel ga turun mesin. Toko ga jual piston kit, tukang bubut ga colter.
      Hmmm…..

      Bukannya mau kampanye negatif, cm dengan dana 2jt/ bulan itu dalam tempo 1tahun udah dapet beat. Masih punya kembalian cukup buat ganti oli mesin & gardan, filter udara, busi. Sisanya masih cukup buat isi bensin jg.
      Rasanya masih jg sisa buat saku jalan jalan.
      & tahun kedua ga perlu lagi bayar sewa 2jt/bulan. Beat mu masih kuat. 2jtnya bisa buat beli lainnya.
      Barang kali mau ganti ganti ban atau lainnya biar motor tetap enak dipakai.
      Iya di Griya Motor kan banyak pilihan.
      🙂

      Guest
      • Bukannya ini masih tahap “pengenalan” ya makanya pakai sistem sewa dulu dg harga 2jt/bulan toh yg disasar duluan adalah perusahaan atau sbg motpr inventaris, bukan untuk perorangan, meskipun bisa juga. Dan ingat ini juga motor listrik yg “pertama” dg segala infrastruktur yg masih terbatas, jadi wajar masih mahal. Nanti kalau udah tiba masanya jg akan murah. Intinya… mau gak mau, hidup ini berkembang dan yg pasti teknologi diciptakan untuk memudahkan kita semua, demi efisiensi, kesehatan bumi dan manusianya sendiri.

        Guest
    • Jadi seharusnya buat yg versi pahe saja. Tidak perlu model besar besar gaya touring sasarkan motor listrik ini buat komputer jarak dekat.
      Iya 25km pulang pergi. Motornya yg kecil imut.
      Batrenya jg kecil lebih ringan & ringkas.

      Jadi buat honda buatlah yg harga murah. Tapi memang murah jangan karna dapat diskon pajak dari pemerintah. Cukup LGCG
      Cuma bikin jalan sesak, makan subsidi, masih masih yg make orang berkecukupan.
      Juga ini bisa sekaligus kampanye kendaraan umum. Kalau yg kerjanya jauh motor ini nanti ditinggal di terminal, bisa sekalian dicas. Lanjutinya pakai transportasi umum. Biar ga macet.
      Jangan manja, apa apa semuanya.
      Trotoar ditrobos, jalur busway ditrobos, sekarang lagi motor mau dimasukin tol.
      Yakin mental biker Indonesia siap?
      Monas aja gitu pecicilan nya apa lagi tol?

      Semoga kelak jalanan Indonesia lebih baik.
      Salam ‘Gass.!!’

      Guest
      • Ide mu lbih kreatif ternyata dsri isi kepalanya HRD AHM. Mestinya Scoopy yg imut itu dibikin elektric sbg eksperimen pasar. Bisa dijual bukan disewakan. Halo Yamaha dan Honda Jepabg, gimana proyek bareng Vino Electriknya?

        Guest
  2. Yg pingin ditanyakan ini ada System tranmisinya engga sie?
    Pertama pakai kampas kopling ganda tidak?
    Seperti di matik RPM dibawah 1500rpm seperti gigi netral.
    Saat didorong (ban diputar) hanya roda belakang tidak menarik mesin.
    Atau System nyambung terus jadi saat didorong sebenarnya as motor listriknya jg ikut berputar.
    Dan kalau berhenti mesin listriknya jg berhenti (0rpm)
    Kedua perbandingan rasio giginya konstan / bisa berubah? seperti torqu convet / cvt
    Atau sistem konstan jadi setiap putaran mesin ya konstan perbandingannya keroda?
    Terimakasih..

    Guest
    • untuk pcx saya kira tidak pakai. tapi untuk motor tertentu ada yang pakai, macam trail listrik (trial) bikinan yamaha, tetap ada flywheel dan kopling. buat momentum ketika mau loncat. nah kalau buat harian itu gk perlu, karena sistem itu akan mengurangi efisiensi. tesla saja yang mobil produksi massal dengan akselerasi tercepat di dunia gk perlu transmisi. cuma 1 speed saja. power loss kecil.

      Guest
  3. Project E-vino yg kerja sama ama Yamaha gimana kabarnya?
    enak ya kampung yg ada dijepang yg jadi percobaan,ada penyewaan E-vino

    Guest
  4. Strategi marketing yg lumayan jitu,soalnya klo motor ini di jual pasti msh pada mikir2 untuk membelinya karena harganya pasti wow…..
    Karena msh banyak yg msh punya perspektif “klo masih ada beat knapa harus beli yg harganya selangit”

    Guest
    • Nah itulah karakter masyarakat Indonesia.

      Ada pemikiran ;
      “Kalo ada yang merk-nya Honda kenapa harus pilih Yamaha?”

      #ehhh..???

      Guest
  5. suudzon mode on:hmmm, apakah ini upaya untuk menjegal produk lokal Si Gesits Irits?

    husnudzon mode on: bagus,mulai merubah sedikit2 kebiasaan yg kurang ramah lingkungan disaat minyak bumi semakin sedikit,dan pemanasan global semakin parah

    Guest
    • Migo…migo…peciko…
      Strategi jepun…kaya dulu tata mau keluarin LCGC dihajar ama agya…eh mati sebelum lahir…skrng ga ada lagi LCGC hahaba

      Guest
    • Ramah lingkungan..?? Mungkin nanti dan masih lama…
      Saat ini hanya sebagian kecil produksi listrik yg tidak menggunakan bahan bakar fosil..
      PLTU paiton.. pakek batu bara
      Cilegon batubara juga..
      Apalagi lalimantan eh kalimantan.. batubara ama solar..
      Masih jauuuuh merubah itu..
      PLTN banyak yg teriak radiasi.
      Tenaga angin, surya dan panas bumi belum maksimal…

      Guest
    • Klo mau ramah lingkungan ya mesti dari hulu ke hilir, bukan cuma hilirnya aja. Contoh motor electric:
      Apakah sumber power charger menggunakan bahan bakar fosil?
      Apakah material motor menggunakan bahan sintetis
      Aaaa terlalu banyak jk dijabarkan.
      Yg pasti ramah lingkungan itu tdk segampang yg dibayangkan namun sy apresiasi hal2 kecil yg ke arah sana.

      Guest
      • kalo mikirnya begini terus ga akan mulai ramah lingkungan itu.

        harus semua. justru dikurangin yang terbanyak menggunakan dan paling boros dijalan karena macet.

        Guest
  6. “eh Monyong!!,berat juga ya udah kayak barbel”
    “videonya di edit tadi ada monyongnya”

    ngakak asemmm!!!

    Guest
  7. Harga belum dipasang mungkin krn nunggu kepastian soal pajak kendaraan listrik yg mau disusun ulang… kalo emang kendaraan listrik diberi insentif/keringanan harga jualnya bisa lebih rendah

    Guest
  8. 2jt(pas jangan ,99 ya) harusnya cukup sesuai si ya. asalkan begitu tipe baru keluar langsung ganti baru.
    dan tipe baru harus siklusnya 1 tahunan macam hp.

    ga perlu kluar duit maintenance, beli part2 lagi, bahkan kalau perlu servicenya door to door.

    Guest
  9. 2jt/bulan wak?
    1 bulan anggap 30 hari maka 1 bulan = 720jam
    Berarti ongkos sewanya Rp. 2.777, 77 /jam
    Wow, jauh lebih murah dari migo e-bike yang harga sewanya Rp. 3000 / 30 menit atau Rp. 6000/jam.

    Mungkin nanti bisa disewakan untuk umum dan dibebaskan dikembalikan di dealer honda mana aja

    Guest
  10. Menurut saya untuk E skuter ukuranya kecil aja(mio gen 1 atau beat gen 1),harapannya lebih ringan sehingga batrei awet.kata sebelah cuma bisa jalan 68km tuh pcx dlm sekali cas,kan jadi repot kalau habis dijalan.kecuali kalau port pengecasan sudah tersebar.

    Guest
  11. opo meneh iki??? klo mau uji produk dan pasar kasih gratis donk nyobanya, masak yang nguji diminta bayar 2jt/bulan, dapet data pengembangan gratis klo gini mah, strategi yg emg brilliant tenan

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.