TMCBLOG.com – Seperti yang sudah TMCBlog informasikan bahwa hari Jumat ini yang merupakan hari terakhir gelaran Test IRTA MotoGP Sepang merupakan hari yang sangat sibuk di awal sesi. Beberapa pabrikan menunjukkan beberapa part part baru yang mereka sedang test untuk persiapan musim kompetisi 2019, sebagian lain mengerjakan Long Run, sedang sebagian lainnya lagi berusaha mencari limit Laptime mereka dengan menorehkan Laptime secepat cepatnya.

Untuk hal terakhir sudah mulai terlihat di satu jam pertama dimana pembalap pembalap seperti Maverick Vinales, Danilo Petrucci dan Francesco Bagnaia berusaha menorehkan Laptime sekencang-kencangnya. Dan alhasil, laptime test Pra-musim 2018 1:58.830s yang dipegang oleh Jorge Lorenzo seperti dijadikan bulan-bulanan, dikoyak koyak oleh Petrucci, Bagnaia, Dovizioso, Miller dan Vinales. Sedangkan Marc Marquez kembali tidak mau push fisiknya lebih jauh. Ia menyelesaikan hari terakhir dengan hanya melakukan 39 laps dengan Laptime tercepat hanya 1’59.170s.

Di test hari terakhir Sepang ini juga terlihat bagaimana Ducati menghadirkan Aero Fairing terbaru. Baik Dovizioso, Petrucci dan Jack Miller mencoba aero fairing baru ini. Namun sayang, Petrucci crash di T5 sekitar jam 14:00 saat menggunakan fairing baru ini. Eeemmm lebih tepatnya sih kombinasi antara fairing baru dengan lubang ‘Holeshot Device’ di triple T Ducati Desmosedici GP19. . .

Tak lupa juga yang menjadi catatan menarik selama #SepangTest ini dengan kehadiran parts milik Ducati yang diduga sebagai Holeshot Device. Yess, setidaknya begitu jurnalis menamakan parts misetrius tersebut juga dengan berbagai spekulasi mengenai sistem kerjanya. Karena ya memang belum ada informasi secara resmi dan gamblang dari pihak Ducati. Bahkan seorang Dovizioso saja tidak mau mengungkapkan funsgi parts yang semua rider GP19 gunakan tersebut kepada media saat debrief..

Yamaha via Motor Maverick Vinales mencoba kembali Aero fairing dengan Split double winglet yang sepertinya pernah juga mereka pakai pada musim 2018 yang lalu. Sedangkan Suzuki melanjutkan riset mereka kembali soal new Aero fairing juga di hari terakhir ini. Kedua pembalap mengaku cukup puas dengan hasil dan performa yang ditunjukkan Yamaha M1 terbaru selama test di Sepang pekan ini.

Setelah jor-joran nge-push motor dan mengembangkan kecepatan di awal sesi, pembalap lebih mengedepankan Race Pace, beberapa pembalap mulai mencoba Long Run. Selepas tengah hari, Kondisi track sepi, para pembalap lebih banyak menghabiskan waktu di dalam garasi bahkan pada sekitar jam 5 sore para rider sudah melepas wearpack dan mengakhiri sesi test ini lebih awal.

Salah satu perkembangan yang terjadi adalah pada team Aprilia. Setelah pada hari pertama test, pihak Aprilia melalui Massimo Rivola merasa senang dan juga menyanjung  Bradley Smith karena kehadirannya di Aprilia ternyata membawa perubahan ke arah positif bagi perkembangan motor RS-GP terbaru. fakta bahwa Aleix Espargaro bisa merangsek di posisi Top 10 dirasakan sudah cukup memperlihatkan perkembangan Aprilia RS-GP.

Di lain garasi, KTM masih terlihat sangat struggle meskipun Johann Zarco berterus terang ada peningkatan dari mesin RC16 dibandingkan dengan versi yang ia test saat musim dingin akhir tahun lalu, meskipun sedikit. Pekerjaan memperbaiki RC16 menuju ke level kompetitif masih sangat panjang dan berat maka waktu jeda musim dingin kemarin tidak sanggup memperbaiki RC16 dengan pesat. Apakah strategi 4 unit motor full factory support di grid akan berhasil? We will see…

Sayangnya Jorge Lorenzo tidak bisa hadir di Sepang Test dengan alasan dalam tahap recovery setelah operasi pergelangan tangan kirinya. Jorge yang menjadi manusia tercepat di atas motor di sirkuit Sepang 2018 (rekor tidak resmi) sangat dinantikan seperti apa kiprah dirinya diatas motor RC213V. Perannya digantikan oleh Stefan Bradl yang menunjukkan performa yang sangat impresif. Bolak balik keluar garasi masuk ke track dengan berbagai setup serta versi motor Honda RC213V terbaru, bisa dibilang Bradl pekan ini menjadi tulang punggung pengembangan motor untuk HRC, mengingat Marc masih bermasalah dengan bahunya dengan hanya sanggup melakukan short run dan Cal Crutchlow pun belum menemukan feel yang alami dari kakinya pada hari pertama sesi test. Meski demikian The British Bulldog sanggup menempati posisi top 10 dengan catatan lap time dibawah 2 menit.

Voila..! Stefan Bradl di menit menit akhir Sepang Test hari terakhir tercyduk tengah menguji parts baru di motor test. Entah apa itu, yang terlihat hanyalah sebuah tail section atau bagian buntut dari Honda RC213V 2019 yang bentuknya menyerupai Salad Box milik Ducati Desmosedici GP. Kira-kira apakah itu? Hadeuuh, salad Box Ducati aja belum terpecahkan isisnya, ealah ini malah nambah satu lagi Salad Box dari Honda nih.

Sementara pembahasan soal Sepang Test sampai disini dulu, we have a flight to catch. Masih buanyak banget sob bahan yang mau TMCBlog jabarkan hasil dari MotoGP Sepang Test 2019 pekan ini, so sabar sabar ya. Insyaallah akan hadir dalam waktu dekat . . .

TMCBlog team

Hasil Kombinasi 3 Hari MotoGP Sepang Test 2019

1. Danilo Petrucci / Ducati Team (Desmosedici) / 1m 58.239s [Lap 10/32]
2. Francesco Bagnaia / Pramac Ducati (Desmosedici) / 1m 58.302s / +0.063s [11/21]
3. Jack Miller / Pramac Ducati (Desmosedici) / 1m 58.366s / +0.127s [12/47]
4. Andrea Dovizioso / Ducati Team (Desmosedici) / 1m 58.538s / +0.299s [11/36]
5. Maverick Viñales / Monster Yamaha (YZR-M1) / 1m 58.644s / +0.405s [8/79]
6. Cal Crutchlow / LCR Honda (RC213V) / 1m 58.780s / +0.541s [17/61]
7. Aleix Espargaro / Factory Aprilia Gresini (RS-GP) / 1m 59.022s / +0.783s [11/52]
8. Franco Morbidelli / Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) / 1m 59.141s +0.902s [8/66]
9. Takaaki Nakagami / LCR Honda (RC213V) / 1m 59.148s / +0.909s [21/61]
10. Valentino Rossi / Monster Yamaha (YZR-M1) / 1m 59.155s / +0.916s [9/62]
11. Marc Marquez / Repsol Honda (RC213V) / 1m 59.170s / +0.931s [4/39]
12. Alex Rins / Suzuki Ecstar (GSX-RR) / 1m 59.180s / +0.941s [14/75]
13. Stefan Bradl / LCR Honda (RC213V) / 1m 59.368s / +1.129s [13/57]
14. Tito Rabat / Reale Avintia (Desmosedici) / 1m 59.485s / +1.246s [9/41]
15. Joan Mir / Suzuki Ecstar (GSX-RR) / 1m 59.486s / +1.247s [25/53]
16. Fabio Quartararo / Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) / 1m 59.497s / +1.258s [13/77]
17. Johann Zarco / Red Bull KTM Factory (RC16) / 1m 59.640s / +1.401s [15/44]
18. Pol Espargaro / Red Bull KTM Factory (RC16) / 1m 59.751s / +1.512s [14/57]
19. Miguel Oliveira / Red Bull KTM Tech3 (RC16) / 1m 59.949s / +1.710s [9/38]
20. Karel Abraham / Reale Avintia (Desmosedici) / 2m 0.378s / +2.139s [22/36]
21. Hafizh Syahrin / Red Bull KTM Tech3 (RC16) / 2m 0.766s / +2.527s [9/21]
22. Sylvain Guintoli / Suzuki Ecstar (GSX-RR) / 2m 0.990s / +2.751s [3/56]
23. Bradley Smith / Factory Aprilia Gresini (RS-GP) / 2m 0.995s / +2.756s [54/56]
24. Mika Kallio / Red Bull KTM Factory (RC16) / 2m 1.020s / +2.781s [4/38]
25. Yamaha Test 2 N/A Yamaha Test Rider (YZR-M1) / 2m 1.243s / +3.004s [3/43]
26. Yamaha Test 1 N/A Yamaha Test Rider (YZR-M1) / 2m 1.719s / +3.480s [5/49]

72 COMMENTS

    • Numpang, wak haji serius nanya. Gimana komentat ducati, gigi dan cabiati(lupa namanya) padahal petrux diplot sebagai bayangan dovi. Eh tapi malah dovi angin2an kaya gini, kalah sm petrix dan pecco, yakin bikin dia down pasti sebagai rider utama. Kaga punya mental juara ini dovi

      Guest
  1. Petruc kuat mgkn lg termotivasi g maw dignti bagnaiya..pdhl bagnaiya bkl ke team sky nantinya. petruc overlimit mesin v hingga dlosor. Dah gtu aj,yamaha vs ducati tahun ini.

    Guest
  2. mudah2an sepanjang musim begini terus ya.

    jadi ga dia lagi dia lagi yang didepan.
    ada 3 orang baru di posisi terdepan. petruc sama bagnaia dan jack miller.

    mungkin bisa ni musim ini gonta ganti juara satu sampe 4-6 orang.

    Guest
  3. Nah gitu dong, jangan mau dijadiin tameng Dovi. Belum balapan Ducati udah nyuruh dia pelan2 dibelakang Dovi, kalau dia konsisten didepan Dovi apa Ducati masih juga nyuruh dia ngalah? Ingat 2017 akhir Lorenzo hampir menang di Ducati tapi dia sengaja ngalah buat Dovi karena perintah tim, dan jeniusnya Dovi gak bisa manfaatin peluang waktu mental Marquez tergoncang di Valencia, malah Dovi ikut2an terguncang dan dnf. Dan tahun berikutnya malah nyinyirin Lorenzo seolah dia gak pernah dibantu. Petrucci cepat atau lambat bakalan dimusuhi Dovi kalau dia lebih kenceng, gak perlu menang cukup sering finish depan Dovi. Mental Dovi udah ketaker sejak setim sama Iannone.

    Guest
  4. Kalau melihat catatan waktu entah shortrun atau mediumrun…wkwkwk apalah istilahnya marc tampaknya bisa konsisten beberapa lap tanpa jeda di 1,59… Hmmm…

    Guest
  5. lama kelamaan ajang motogp akan menjadi ajang jualan kuliner berupa salad. saya jadi tergoda untuk jualan gudeg box dan oseng mercon box di motogp. ada tim yg mau terima tidak ya?

    Guest
  6. Empat teratas semuanya ducati. Mungkin karena sirkuit ini cocok buat ducati.
    Atau karena marq ga maksimal,sementara JL absen.

    Guest
  7. Tunggu sadja tgl mainnya bro…!! Krn honda diam” akan mengejutkan!
    Gw senyam senyum sendiri baca ketikan tulisan wak taufik yg dibolak balik? ??? misetrius,isisnya hodna dll. Wkwkwk…piiissss wak….???

    Guest
  8. kencangnya ducati tak terlepas dari pemakaian intake RAM air yg dilewatkan tengah bukan lewat samping macam rcv tahun lalu. karna tim ducati sendiri sudah paham, bahwa mesin desmo dg penggerak klep desmodromicnya yg menghasilkan putara rpm tinggi itu memang “menyukai” model saluran udara yg seperti ini, lebih berasa “more torque” sehingga hasilnya (dipadu juga dg elektroniknya ducati yg sudah advance) motor lebih kuat dorongan akselerasinya.

    Guest
  9. Di fairing baru petrucci kalo ga salah liat ada semacam bridge deket tangki kaya honda punya.. Apa udah lama?
    Sald box honda bentuknya rapian dari desmo yah

    Guest
  10. Bahas rider2 yang lakuin long run/ semi long run nya wak haji.. kalau dibandingkan dengan pace race gmn.. walaupun jam beda ya.. hehe

    Guest
    • nah, kalau ini kan cuma hasil time attack. sedangkan di balapan lebih penting ketahanan ban, dan konsistensi. lebih penasaran dengan race pace sih

      Guest
  11. wak mau nanya, kenapa ducati gp19/18 ram airnya dipasang air blower waktu di pitbox. untuk pendinginan mesin kah, untuk simulasi kecepatan angin pada kecepatan tinggi kah atau hal lainnya?

    Guest
  12. – Yamaha masih 0,5 detik lebih lambat dari ducati pas adu kencang, kalo balapan kayaknya masih ketinggalan 0,3 detik an

    – Markues ketika nanti fit itungannya masih bisa bawa RCV secepat ducati

    Guest
  13. Masih jadi tanda tanya besar.
    Mayoritas pembalap Ducati tidak melakukan race simulation long run.
    Hanya Jack Miller seorang yg melakukannya, dan race pace nya jauh di bawah Alex Rins & Maverick Vinales.
    So….kalau dibilang Ducati hebat untuk single lap time, yes!
    Tapi kalau untuk race pace masih jadi tanda tanya.
    Jack Miller tdk bisa jadi patokan karena skill di bawah Rins & Vinales.

    Btw, Marquez ttp menjadi favorit no. 1.
    Ducati semakin kuat dan pantas mendapat predikat motor terbaik.
    Rossi sdh saatnya tdk dilibatkan dalam riset motor.
    Masukan MV12 terbukti benar dan membawa riset ke arah yg benar.

    Sejarah membuktikan belum 1x pun Rossi sukses melakukan riset motor.
    2004 di M1 dulu yg riset Masao Furuzawa dibantu Eddie Lawson sebagai test rider.
    Rossi hanya mengkonfirmasi hasil riset tersebut.
    Bantuan yg diberikan hanyalah membuat petinggi pabrikan Yamaha mendukung ide Furusawa untuk mengubah 5 klep per silinder menjadi 4 klep per silinder untuk membuat tenaga mesin lebih jinak dan mudah dikendalikan + penerapan crossplane crankshaft yg fenomenal itu.
    Tanpa “persetujuan” Rossi, kemungkinan riset tsb tdk akan mendapatkan persetujuan financial dan berhenti di tengah jalan.

    Di Ducati sdh sangat jelas gagal total.

    Kembali ke Yamaha, input dari Rossi malah membuat M1 jadi kacau balau kehilangan arah ditinggalkan Lorenzo.

    No offense buat penggemar VR46.
    Beliau ttp legenda dengan skill tinggi.
    Tapi untuk riset motor, dia biasa2 saja.
    Dan sayangnya saat ini beliau sdg mengalami post power syndrome….sorry to say

    Guest
  14. Kayaknya postur badan petrux punya peran juga buat ngimbangin power dan wheelienya desmo, smoga bisa bersaing di depan dan mau fight

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.