TMCBLOG.com – Bro Sekalian, Setelah Menjadi Rumor cukup hangat Di akhir tahun 2018 yang lalu akhirnnya di Peresmian Konfigurasi AHRT 2019, AHM mengakui datangkan Motor balap baru Yakni jenis Honda NSF100 Untuk pelatihan di Astra Honda Racing School ( AHRS ) Jadi Jika di tahun Tahun lalu AHM memulai tahapan pembinaan berjenjang sejak usia dini di bawah 16 tahun melalui program Astra Honda Racing School (AHRS), maka  Mulai tahun 2019 ini beda sob

Mulai 2019 in dicanangkan bagi pebalap berusia di bawah 14 tahun akan dilatih menggunakan motor balap Honda NSF100 yang sangat cocok digunakan untuk berlatih bagi pemula. Sementara itu, untuk pebalap di atas umur 14 tahun akan menggunakan Honda CBR250RR . Menurut tmcblog sendiri NSF100 yang sosoknya pernah tmcblog kepoin dari dekat memiliki power yang lebih rendah, Ergonomi yang  ‘children Friendly’ namun dengan kekakuan race handling bike yang lebih mirip motor balap.

Honda NSF100 menggunakan Mesin SOHC Karburator berpendingin udara 53 × 45mm sehingga diperoleh kubikasi 99,2 cc. Lihat deh, Kecil kecil namun Mesin Overbore 100cc bias diajak melengking sampai 9500 rpm Lumayan Hi reving.

Sementara itu power maksimum yang dihasilkan adalah sebesar 8.4PS/9500rpm dengan torsi Maksimum 7.4N•m/7000rpm. Sebagai komparasi Mesin 125 cc Honda Blade bebek standar Power maksimumnya 10.1 PS / 8000 rpm dan torsi maksimum 9.30 Nm/4000 rpm.

Bukan hanya soal Penyiapan Tools yakni Motor balap, AHM juga turut memperkuat pembinaan dasar tersebut dengan melengkapi fasilitas dan mendukung proses pembelajaran bagi para siswa AHRS seperti transportasi, akomodasi dan kebutuhan balap di sirkuit. Tahun ini juga terdapat program baru untuk pebalap AHRS di bawah umur 14 tahun, mereka akan mendapatkan pelatihan intensif eksklusif.

Mereka akan dilatih layaknya pebalap profesional, dimulai dari latihan fisik di pagi hari, dilanjutkan dengan pembelajaran materi, kursus public speaking dan ditutup dengan mini race pada sore harinya tentunya dengan Honda NSF100 . .

Taufik of BuitenZorg

Specifications NSF100
MODELNSF100
TYPEHR01
LENGTH × WIDTH × HEIGHT1956 × 595 × 911mm
WHEELBASE1074mm
GROUND CLEARANCE123mm
SEAT HEIGHT681mm
CASTERANGLE23° 36′
DRY WEIGHT73.6kg
ENGINE TYPEAIR-COOLED 4-STROKE SINGLE CYLINDER
DISPLACEMENT99.2cc(cm3)
BORE AND STROKE53 × 45mm
MAX. POWER6.2kw/9500rpm, 8.4PS/9500rpm
MAX. TORQUE7.4N•m/7000rpm, 0.75kgf-m/7000rpm
CARBURETOR22mm
STARTERPUSH
IGNITIONCDI
TRANSMISSION5-SPEED
BRAKEFR : SINGLE DISK
RR : SINGLE DISK
TIRESFR : 100/90-12 48J
RR : 120/80-12 54J
SUSPENSIONFR : TELESCOPIC
RR : SWINGARM

35 COMMENTS

  1. Sirkuitnya segera dibangun dong.jangan cuma ngandelin sentul.kalo bisa bangun sirkuitnya yg lay outnya bisa dirubah-rubah untuk latihan.jd nggak monoton gtu-gtu aja.cuma pendapat doang😁

    Guest
  2. Wak, mau nanya nih, Apa sih makna nomer 7 buat AHRT? Kenapa tiap testing motor, pas balap Suzuka 4 Hours, dan waktu launching motor ini selalu pake nomer 7?

    Guest
  3. 7 = Pitu kalo dalam bahasa jawa,diteruskan jadi kata Pitulungan atau Pertolongan
    agar selalu dapat pertolongan,kelancaran dr yg maha kuasa
    😂😂😂😂😂😂
    #sotoy

    Guest
    • Paling cepat atau lambat salah satu ngalah, entah nama AHRS dibeli AHM kemudian Asep Hendro cari nama lain atau AHM bakalan ganti nama racing school mereka. Sama kaya nama event omr nya dulu HRC (Hon da Racing Championship) diganti jadi HDC karena “ketauan” HRC Jepang dan gak boleh pakai nama itu buat event, padahal masih dilingkup Hondda, apalagi kalau nama yang udah bersinggungan dengan pihak luar Hoonda.

      Guest
  4. coba diadu sama supra x 125 di sentul kecil, KO nih motor hehehh 😁 dgn catatan supranya pake ban balap ya, bukan ban stndr

    Guest
    • power to weight rationya masi kalah bro supra fi 125x.

      kalo bandingin sama supra balap ya beda kelas lah. tapi kalo standart ya kalah. supra cuma 0,0042 nsf ini 0,0051 lho

      155cc itu 0,0062

      *semua spek standart yang tertera ya berdasarkan calculator pwr to weight ratio.
      tanpa joki

      Guest
    • pwtr kalah, memang, tapi ketika dinaiki orang, katakanlah 50 kg, yang supra masih enteng (karena torsi besar), bahkan di 4000 rpm (torsi besar), yang nsf sudah keberatan, start ketinggalan (7,4 Nm 7000 rpm). exit corner ketinggalan. tenaga maksimal hanya kepakai di rpm tertentu, tidak terpakai semua di setiap jengkal sirkuit, kecuali pakai cvt, rpm sama terus bisa diset di rpm yang sama.
      tujuan motor ini buat latihan bukan kenceng2an. piston speed rendah banget (stroke 45 mm, rpm cuma9000an peak power), mesin bisa disiksa semaunya tanpa sering ganti part. awet dan ekonomis. supra disiksa mesinnya buat 9000 rpm, mesti sering ganti rantai timing dan rollernya, atau ganti model lidah macam supra 125 lama.

      Guest
  5. stroke cuma 45 mm sih seharusnya kuat sampe 13000 rpm. lha takometernya masih bablas gitu.

    coba aja dipasangi mesin sonic pasti joss.

    Guest
  6. Dulu umur 14/15 tahun pernah nyobain ngebut di 130 kpj, itupun pake Supra125. Kalo nsf100 power weight rasionya lebih besar mantaplah bisa lebih dari 130an kpj.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.