TMCBLOG.com – Mungkin istilah Dynamic Debut boleh lah ya disematkan pada Alvaro Bautista dan tunggangannya Ducati Panigale V4 RS19 ketika paduan mesin dan manusia ini mengawali balap perdana di sirkuit Philips Island kelas World Superbike. Bautista mungkin bukan yang merebut Superpole namun dirinya bisa melakukan Holeshot dari starting grid dan melesat jauh meninggalkan rival-rivalnya. Selisih jarak hingga 14 detik lebih sob, gile bener. Dan Bautista jadi rookie WSBK yang menjuarai balapan perdananya, menyamai rekor Max Biaggi di tahun 2007 silam.

Sejak awal lomba Bautista sanggup mencetak laptime yang sangat cepat dan dengan kondisi tersebut dirinya langsung ngibrit kabur. Dibelakangnya ada duet Kawasaki Racing Team yakni Jonathan Rea dan Leon Haslam yang keduanya menyuguhkan teammate battle. Sangat disayangkan, Haslam harus ndlosor di turn 4 yang berbentuk tikungan Hairpin itu pada saat mempertahankan posisi ke dua dari Rea. Beruntung Haslam bisa kembali ke track dan finish di posisi 15 sedangkan Rea menempati podium runner-up pada race pertama ini.

Para pembalap dari team Yamaha juga tampil sangat baik secaras merata. Melandri pada race 1 ini menjadi rider Yamaha terbaik dengan menempati podium 3, diikuti oleh Alex Lowes dan Mike van der Mark yang menutup top 5 dan Sandro Cortese di posisi 7 sebagai rider Yamaha terbontot.

Catatan khusus dari TMCBlog untuk motor debutan lainnya, yaitu BMW S1000RR terbaru bersama Tom Sykes yang baru pindah dari Kawasaki. Selama jalannya lomba, Sykes dengan new S1000RR sanggup tampil impresif dengan bertarung cukup ketat dengan rider Yamaha. Dan catatan lain juga, seperti yang sudah sudah dimana Honda CBR1000RRW masih belum bertaring menggigit lawan-lawannya di WSBK tahun ini. Pada race 1 barusan Leon Camier DNF dan Ryuichi Kiyonari finsih di posisi 16. Kita nantikan Race 2 dari track PI siang sob.

Nugi TMCBlog

Hasil Race 1 WSBK Philips Island 2019

1. Alvaro Bautista – Aruba.it Racing – Ducati 22 laps

2. Jonathan Rea – Kawasaki Racing Team +14.983s

3. Marco Melandri – GRT Yamaha +16.934s

4. Alex Lowes – Pata Yamaha +16.984s

5. Michael van der Mark – Pata Yamaha +19.179s

6. Toprak Razgatlioglu – Kawasaki Puccetti Racing +21.203s

7. Tom Sykes – BMW WorldSBK Team +21.488s

8. Sandro Cortese – GRT Yamaha +23.018s

9. Michael Ruben Rinaldi – Barni Racing Team Ducati +25.580s

10. Chaz Davies – Aruba.it Racing – Ducati +27.124s

11. Jordi Torres – Team Pedercini Racing Kawasaki +28.214s

12. Eugene Laverty – Team Go Eleven Ducati +30.055s

13. Markus Reiterberger – BMW WorldSBK Team +31.859s

14. Leandro Mercado – Orelac Racing VerdNatura Kawasaki +34.793s

15. Leon Haslam – Kawasaki Racing Team +41.009s

16. Ryuichi Kiyonari – Moriwaki Althea Honda Team +45.523s

17. Alessandro Delbianco – Althea Mie Racing Team Honda +1 lap

DNF

Troy Herfoss – Penrite Honda Racing

Leon Camier – Moriwaki Althea Honda Team

101 COMMENTS

  1. emang lah sudah beda kelas antara motoGP rider dan WSBK rider. tinggal ke depannya aja, Alvaro bisa konsisten atau tidak. V4R di tikungan maupun di lurusan jauh lebih cepat dari ZX10R dan R1, gimana ceritanya coba? bravo alvaro

  2. nonton balapnya beda jauh bgt bautista sama yg belakang, tapi seru perebutan podium 2 dan 3 banyak overtake
    btw melandri pakai R1 oke juga

  3. td kata rea dy ga nyaman gegara takut ama degradasi ban, jd ga confident open ‘full throttle’. tp apapun itu bautista emg epic !

  4. saya rasa limit RPM berpengaruh,mgkn biar kawasaki gak terus”an juara ya. Yang konsisten adalah pembalap yamaha tuh. Musim ini mgkn ducati diuntungkan.tp balapan masih panjang.

    • selemot2nya R1 masih bisa podium tuh, dan sering juara bbrp seri, kalo cbrHRC emang lemot beneran, ato mgkin msh adaptasi kali ya ?????

    • jadi sebenernya R1 terbaru itu hasil development Lorenzo atau Rossi nih, bdt? kan R1 generasi terbaru keluaran 2015, setidaknya developmentnya dari tahun 2010 lah. kalau menang pasti hasil development Lorenzo, kalau cuma podium pasti hasil development Rossi, betul begitu, mas bdt? saya butuh konsistensi nih ?

    • belum tentulah… RPM motor blp sangat cpt dicapai. ibaratnya motor.lain dicekek di 15000rpm.nih yg V4 yg torsinya bakal gedean malah masih bisa dibetot hingga 16000

    • Tak ada yg mampu..saya bukan ahli mesin tapi inline 4 gak bakalan kalah corner speed dan bakal bisa nyalip dr dari sisi dalam sekalipun. Jelas v4 bakal py torsi lbh kuat…RPM puncak pada mesin balap gak perlu trek panjang kluarinnya. jd begitulah.

      • kelihatan di race kok, ketika di tikungan pun alvaro jauh lebih cepat dari Rea maupun Haslam. akui saja Alvaro memang di atas rata2 rider WSBK 🙂

    • Kita tunggu aja setidaknya 3 sampai 5 race ke depan guys, kalo ternyata ducati masih dominan berarti ada kemungkinan porsi pembatasan rpm kurang adil.. Lagian ini masih belum pasti apakah ducati yang dominan atau si pembalap yg dominan (bautista tahun lalu bagus banget di motogp seri philip island)

      • Kalau sama2 faktor pembalap g jadi faktor penentu limit rpm
        Harusnya yg lain dapet jatah yg sama soal limit
        Asal mula pembatasan limit
        Karena 4thn rea selalu memdominasi .
        Padahal rider kawak yg lain biasa2 saja

      • Lah 4 taun makin d kebiri tetep aja kalah rider
        Lah sekarang jomplang banget
        D tambah rider jebolan moto gp
        Inget pak adil tu merata g memihak
        Tp y ini hayanya tontonan
        Yg utama tetep bisnis bukan adil apa g nya

    • Gara2 g untng dan g kebendung meski tiap tahun d kebiri
      Maka lahirlah regulasi yg sekarang
      Njomplang ??
      D bandingi sama ducati yg d blakang ?
      Yah beda rider beda skill
      Sama aja liat rider kawak yg lain juga jauh d blakang
      Rider yamaha juga sama
      Cuma yg ini njomplangnya kebangetan ?

  5. jgn2 Ducati Bautista beda sm Ducati yg lain, biar kl mnang trus ad alasan faktor rider, krn motor yg lain tetep aj d blkang…

  6. Kalau besok menang lagi, rpm di turunin kan?
    sampai bates apa ya maksimum pengurangan rpm?

    ini kombinasi yang pas antara V4R, phillip island ,dan Bautista. lha wong di MotoGP PI 2018 naik desmo bisa obrak-abrik barisan depan apalagi di sbk.

    tapi PI memang bukan sirkuitnya Rea. masih perlu lihat di sirkuit kedepan performa bautista bagaimana.

  7. tim honda wsbk jangan berkecil hati. masih race 1, tidak mengapa. kalau sudah race 5 masih kalah, baru mengapa. saya masih jadi suporter tim honda wsbk 4 seri lagi. hehe..

  8. Kebangetan wak kalau Ducati nggak menang mah, motornya aja turunan GP… Udah mah di MotoGP babak belur… Biarin aja di WSBK dia menang ?

  9. masih pada bermimpi pakai per klep bisa mencapai 16000 rpm. mimpi dulu ahhhh ???? cukup pakai per klep untuk melibas desmodromic valve ? wuuuuuzzzz

  10. wak, tolong dijelaskan lagi hal teknis dari penerapan limiter untuk masing2 pabrikan. kayanya masih pada gagal paham hihihihi ???

      • tapi kok di Moto3 waktu dicurigai rpm nsf lebih tinggi,KTM sampe mencak2
        padahal kan bisa ae peak power nsf didapatin lebih tinggi drpd mesin rc250,kan peak power mesin tiap pabrikan bisa beda2

    • Bukan gagal paham, cuma kurang informasi aja

      Saya masih bingung dengan 2 hal

      1. Kalau mesin yg lain (selain panigale v4) memang secara teori sudah tidak mampu mencapai rpm 16000, dan dari hasil pengukuran yg dilakukan, bahwa peak power sudah dicapai di rpm sekitar 14000, mengapa harus ada pembatasan rpm?

      2. Bagaimana regulasi soal mesin yg digunakan selama 1 musim? Apakah pembatasan rpm yg dilakukan bertujuan untuk menyeragamkan power? Kalau ya, berarti boleh saya katakan kalau setiap mesin yg dilombakan punya power yg sama? Kalau ya apa ada jaminan power yg diperoleh saat diukur di awal musim tidak akan berubah nantinya? Apakah mesin masih boleh diotak-atik selama musim berjalan? Atau ada peraturan engine freeze seperti di motogp? Jadi di awal musim tiap team di WSBK sudah menyerahkan mesin yg akan digunakan sebanyak sekian unit untuk diukur powernya kemudian dibatasi rpm yg diperbolehkan dan selanjutnya disegel dan tidak boleh ada perubahan part mesin. Katakanlah saat diukur sudah diperoleh keseimbangan power antar pabrikan, tapi apa jaminannya kalau tidak ada team yg sengaja mengurangi powernya saat pengukuran dan setelah kompetisi berjalan mereka dengan mudahnya menaikan kembali power mesinnya? Karena dengan setup elektronik sangat mudah untuk mengurangi power

      Intinya saya masih kurang informasi soal ini, saya tidak mengatakan kalau pembatasan rpm tersebut tidak adil atau semacamnya, saya yakin penyelenggara sudah sangat paham dengan apa yg dilakukan, tapi saya masih butuh penjelasan yg lebih rinci

      • Poin 1, kalau alasannya keadilan, kenapa gak power aja yang dibatasi? Misal dibatasi power di 190dk, semua pabrikan dapet limiter di angka rpm dimana 190dk tercapai. Kalau rpm limit dibatasi di rpm peak power, enak bener Ducati yang peak power standarnya aja udah diatas 200dk? Bahkan saya yakin di rpm 14000 sekalipun power Ducati masih lebih tinggi dari superbike lain. Sabar aja nanti kalau udah direvisi rev limit Ducati dan diangkat media2 tentang keberatannya pembalap lain dengan rpm limit Ducati pasti blog ini juga bakalan ngikut2 aja.

        Kalau versi mekanik2 pemakai Kawasaki sih, regulasi rpm ini adalah regulasi “Anti Rea” ala Dorna.

  11. enggak adil, ini pasti gara2 limiternya, buktinya chaz davies dan michael ruben bisa +25 detik dari alvaro ??? pasti faktor motornya

  12. Tetep skill Bautista effect, lihat Ducati yg lain finish no 9-10, Yamaha develop mesinnya dah meningkat pesat,ngondah HRC cuma team hore2, gak beda SM tenkate Honda taun kemarin???

  13. Bro sebaiknya bahas lagi tentang panjang stroke yg berkaitan dengan limit rpm.. biar komennya pada smart dikit. atau komparasi antara ducati, kawasaki bore X strokenya berapa terus menghasilkan horse power berapa..

    • piston speed di mesin balap superbike tidak selalu jadi acuan, standarnya aja bisa sampai 24 m/s. dan juga sudah ada umur masing2 mesin sesuai alokasinya. ketahanan kayanya enggak terlalu diperlukan

  14. menurut gw nih ya, kalau misalnya rules di WSBK melarang perubahan mesin saat musim berjalan, maka limiter yang ditetapkan harusnya tidak bisa diubah lagi, karena mesinnya memang sudah didesain untuk rev limiter tersebut, selain memang disebabkan keterbatasan kemampuan valvetrain biasa (per klep). motogp (selain desmo) aja yang 17000-19000 rpm harus pakai pneumatic valve, masa per klep bisa sampai 16000 rpm?

    dan juga, apa yang dikatakan wak haji kalau penentuan limiter didasarkan tes dyno dan tes2 lainnya sebenarnya masuk akal. limiter ditentukan dengan patokan rpm di mana power maximum dihasilkan. contohnya cbr1000rr yang memang spesifikasi standarnya power paling rendah dan dicapai di rpm paling rendah dibanding superbike lainnya mendapat limiter paling rendah pula 14550 rpm. apakah masuk akal dorna membatasi cbr1000rr SP2 yang hanya balapan di papan bawah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here