TMCBLOG.com – Mayoritas pembicaraan Pasca Race weekend Pertama WSBK 2019 di Phillip Island adalah soal Hegemoni Alvaro Bautista dengan Panigale V4-R yang dipakainya. Secara empirik di Race 1 Bautista Meninggalkan Rea sejauh hampir 15 detik, Di Superpole Race 1,2 detik dan Di race 2 sejauh 12 Detik. Semua orang mayoritas menuduh penentuan Rev Limit sebagai Biang keladi semua ini. Buat yang cuma dapet Info soal rev Limit saja biasannya langsung berfikiran lebih tinggi rev Limit, Lebih tinggi Top Speed dan lebih tinggi peak Powernya. Namun apakah seperti itu ? adalah Direktur Teknis WSBK Scott Smart Yang menjawabnya.

Saat di Wawancara Oleh Jurnalis Mark Bracks dari MCN Australia, Scott yang merupakan Sarjana Fisika sekaligus Pembalap yang pernah mengecap kelas BSB, WSS, GP500 dan GP250 menjelaskan bahwa cara (wsbk) menentukan rev limit awal adalah dengan melakukan dua Jenis Pengetesan

Pengetesan Pertama :  ” . . ambil satu Motor produksi massalnya ( wsbk-homologation 500 unit) lalu Mengecek limit RPMnya. Hal ini adalah hal paling mengerikan dalam pengetesan. Hal ini memberikan kami Maksimum Rev-Limit standar dari Versi Produksi massalnya. Angka tersebut kami tambah 3% dan dari sanalah gambaran awal berasal. “

Pengetesan kedua ” Kami juga melakukan banyak pengetesan dyno dan tahap tahap pengetesan yang memberikan kami info letak 100rpm terdekat dari titik Maksimum Power. Dari titik ini kami Tambah 1.100 rpm “

Dan Menurut Scott Smart dari dua hasil di atas, WSBK akan mengambil yang paling rendah di antara keduanya. Dan Itu merupakan titik paling bijak dalam penentuan limit RPM berdasarkan dari Motor produksi massalnya ( Homologasi wsbk 500 unit ), pungkas Scott.

Saat Fokus Bicara Ducati yang menurut rilis FIM  tercatat bahwa rev Limiter Ducati Panigale V4R Paling Tinggi Scott berkata : ” Jadi pada dasarnya ketika kita mengetesnya ( Panigale V4R ) ke dyno, Ia akan berkitir sampai 16.500 rpm di Top gear. Tidak Real memang – Kita tidak pernah melihat hal ini di Superbike 1000 cc. Di umumnya gear lain V4R memperoleh limit di 16.000 rpm “

” Jika Kita berdasarkan metoda pertama di 16.000 dan 16.500 rpm tambah 3% maka akan diperoleh 16.500 atau 16.600 (Di gear 1-5) atau 17.000 di Top Gear. Namun ini tidak Realistis. Karena Motor menghasilkan Power maksimum di 15.250 rpm maka Kami menambahkan 1.100 rpm dari sana dan memperoleh 16.350 rpm. “

Evaluasi Rev-Limit belum dibutuhkan

Ketika ditanya, apakah berdasarkan hasil Race Weekend Pertama Phillip Island akan ada evaluasi mengenai Rev Limit ini, Scott Smart menjawab : ” Secara resmi hal tersebut baru akan di Lakukan setelah 3 kali pertemuan ( 3 seri ), Kecuali kita bermasalah di Seri pertama dan menyadari bahwa kesalahan penentuan Rev-limit ini sangat parah. Jika Kita melihat time-sheet Ducati Memang benar Memperoleh Top Speed tertinggi. Namun jika dilihat laptimenya ini hanya terjadi di satu pembalap saja. “

” Cuma satu pembalap ducati saja yang tercepat . . ., jadi  ini menunjukan bahwa motor ini ( Panigale V4R ) adalah Motor yang sulit dikendarai. Melihat Hasil ini maka tidak akan ada Reaksi Darurat ( mengenai Rev Limiter ). Dari hasil yang saya lihat sepanjang ini, hal tersebut ( evaluasi Rev-Limit ) belum dibutuhkan  . . . “

Untuk Sementara tmcblog melihat bahwa Ducati Corse memang Gregetan Maksimal dan Niat Banget Mau Menang kembali di Kejuaraan WorldSBK ini. Mereka membaca benar benar teliti semua regulasi di WorldSBK dan Memanfaatkan beberapa Celah yang bisa dipakai. Mereka buat Paket Motor yang bagus dan Punya DNA Yang sangat Dengat Dengan Desmosedici, which is Dalam regulasi Tidak dilarang.

Plus satu lagi, mereka menyiapkan Pembalap Yang memang telah Biasa, berpengalaman dan terhitung sangat ngerti bagaimana Memaksimalkan Motor ber-dna MotoGP tersebut. dan Hasilnya ? seperti yang bsia sobat Lihat sendiri Di Phillip Island deh

Taufik of BuitenZorg

List Rev Limit RPM :

  • BMW S1000RR : 14,475 rpm
  • Kawasaki ZX-10RR : 14.300 rpm
  • Ducati Panigale V4 R : 16.000 rpm
  • Aprilia RSV4 1000 RR/R : 14.700 rpm
  • BMW S1000RR 2018 : 14.950
  • Ducati 1199 Panigale R 12.400
  • Honda CBR 1000 RR SP2 : 14.550
  • Kawasaki ZX-10RR 2018 : 14.100
  • MV Agusta F4 R : 14.950
  • Suzuki GSX R 1000 : 14.900
  • Yamaha YZF –R1 : 14.700

List Superbike Yang terhomologasi untuk Musim WSBK 2019 :

122 COMMENTS

  1. Adakah indikasi team order di dlm ducati..??
    Melihat celah regulasi.
    Bisa saja pembalap selain bautista di perintahkan untuk tidak push 100% dlm race.. sehingga.. ini terlihat seperti pembalapnya yg berperan sangat penting.. just my opinion

    Guest
    • Itu salah satu celah dalam regulasi yg sama sekali tidak bisa ditutup oleh penyelenggara, tidak akan pernah ada bukti untuk hal ini

      Guest
    • teori konspirasi.
      sulit membuktikan cuma menduga2.

      logikanya team pengen 123 juara dong. masa juara 1 doang. yang lain dibelakang.

      menurut ane bukan team order tapi budget. pembalap no 1 budget full, pembalap no 2 ya dibawah itu. tentunya pembalap no 1 juga diberikan team no 1 yang lebih jago.

      Guest
    • Bisa jadi, tapi masih bersifat prediksi.. Mungkin saja Ducati V4R lebih mudah dikendalikan karena faktor aero wing yang mana AB sudah terbiasa sejak di motoGP, dan pembalap ducati lain tercecer karena belum terbiasa menggunakannya.

      Guest
    • @agista
      bukan team order bro. memang chaz davieznya cedera ? klo dia udh sembuh duo ducati auto menang dgn gap jauh aku jamin

      Guest
      • Xixi.. iya sih om
        Hanya dugaan saja.. semoga di race berikutnya bisa melihat kekuatan yg seimbang dari semua pabrikan seperti yg di inginkan dorna dlm regulasinya..

        Guest
    • memang Bautista lebih bagus skillnya, akan tetapi mungkin jiwa enetrtaimentnya sedikit kurang, cuma bisa menduga saja ada perbedaan anatara bautista dan davisz selain davis masih cidera. Seharusnya untuk mengurangi kecurigaan team lain bautista bisa agak sedikit menahan agar ga tidak terlalu jauh dan ada beberapa overtake sebelum akhirnya di lap2 akhir di libas sama bautista itu aja sih pendapat saya

      Guest
    • Malah ane mikirnya cuman motornya bautista aja yg full spec, yg lain masih “standar” aja, karna ducati v4r itu ya desmosedici yg “dijual”, bisa aja pake mesin gp15 kebawah, yg jelas” bautista sering pake,

      Guest
  2. Jadi penentuan batas rpm ini berdasarkan motor homologasi itu sendiri ya, tidak berdasarkan motor-motor lain.
    Apakah artinya motor lain produksi masalnya hanya mampu digeber di rpm tersebut di atas (jauh lebih rendah dr ducati)?

    Guest
    • kalau melihat apa yang dikatakan Oleh Scoot Smart, maka jawabannya adalah benar Begitu, rev Limitnya di sekitaran 14 ribuan RPM

      Administrator
      • Kalo saya baca setiap motor di berikan tambahan 1100rpm setalah mencapai peak power… sedangkan Ducati mencapai peak power juga di rpm yg lebih tinggi…nah yg jadi pembeda peak power tiap motor kan berbeda beda…dan rumornya peak power Panigale V4 memang yg terbesar

        Guest
    • Keliatan banget kan peran elektroniknya, gear 1-5 rev limit 16000rpm, gear 6 rev limit 16500 rpm (untuk versi standar yang dihomologasi 500 unit)

      jadi intinya masih adil asal tidak melanggar regulasi ?

      Guest
    • dari diatas ada dua cara
      1. dari limit rpm mesin
      2. dari rpm power puncak
      kalo cuma cara 1 boleh diambil kesimpulan spt itu
      tapi ini ada cara no 2,
      bisa jadi ada motor yg bisa rpm tinggi tapi power maksnya di rpm yang lebih rendah sehingga limit yang dipakai rpm power maks+1100 rpm

      Guest
    • Ini karena desmodromic bisa melayani kitiran tinggi dengan harga murah… Motor lain kalo mau kitiran tinggi butuh pneumatic dengan harga sangat mahal

      Guest
    • Dulu, pabrikan mobil dari Italia, saking ngebetnya pingin juara rally, bikin mobil khusus buat ikutan rally. Syarat dr FIM, mobil harus produksi massal, minimal 500 unit, dan harus diinspeksi sotknya oleh petugas dr FIM.

      Saat pengetesan, LO dr pabrikan sama inspektor FIM datang buat cek mobil tsb d gudang, dan tepat ada 250 unit di sana. LO Pabrikan bilang, “250 unit lagi ada di gudang satunya, kebetulan ada di sisi kota yang lain. Karena udah siang, gmn kl sekalian lunch”. Dan mereka pun makan siang full course dg standar eropa. Entree sampe dessert, lengkap dengan anggur terbaik Italia. Selesai makan siang, LO dan inspektor FIM pun dibawa ke gudang kedua, dan di sana juga lengkap ada 250 unit, total ada “500 unit” mobil yang sudah diproduksi massal. Musim selanjutnya, pabrikan tersebut akhirnya ikutan rally, dan performa mobilnya pun bisa mengalahkan mobil yang diakui sebagai yang terbaik saat itu untuk Rally Class B (Audi Quattro)……………………….

      Guest
  3. numpang tanya kang, knapa rcv-s kok d masukkan wsbk ya?? notabene lebih superior ketimbang cbr.. dah itu saja??

    Guest
    • 1.jumlah produksi tidak bs memenuhi kuota homologasi yaitu 500 unit, dikarenakan pembuatan yg masih handmade dilakukan oleh orang yg tangani rc213v MotoGP juga
      2.harga melebihi batas regulasi homologasi yg telah ditentukan

      lagian mesinnya juga(dibikin) biasa2 aja,karena pneumatic valve dicopot,SSG dicopot, torductor dicopot,mungkin yg istimewa sasis,kaki kaki,sama PWR nya aja

      Guest
  4. V4R + Alvaro aja kayak gitu
    gimana kalo V4R + Stoner + Philip island,mungkin setengah pembalap bisa di overlap kali,ih serem!?

    Guest
    • Klo Stoner yg race di philip island, jangan kan V4R, CBR aja bisa juara, lha wong khatami banget itu Stoner klo race di philip island.

      Guest
  5. Inilah yang bikin saya kesel, pabrikan lain kebanyakan memang pakek motor produksi masal mereka untuk balap di WSBK, tapi ducati malah bikin motor balap khusus WSBK yg diproduksi masal, mana harganya mepet banget sama batas yg diperbolehkan. ???

    Guest
    • iya taktik jitu biar bisa juara.Tahun depan semua pabrikan kayaknya bakal buat motor motogp versi murah sesuai harga patokan.dijual 500 ke pemilik dealer dll.

      Guest
    • Itu yang namanya totalitas dari pabrikan, sob. Pabrikan lain wait and see, kalo WSBK mempengaruhi market dunia, barulah pabrikan lain bergerak. Mungkin kedepannya bakal ada MotoGP replika di setiap pabrikan.

      Trust me, sometimes it’s all about business, sob :v

      Guest
    • sebenernya kalo yang lain ikutan bagus toh. consumen jadi dapet yang terbaik.
      macam handphone.

      sayangnya di era combustion engine terlalu stuck berpuluh2tahun dengan teknologi ala kadarnya. sementara handphone/ elektronik lain sangat cepat berkembang.

      mungkin lompatan cepat nanti disaat era motor listrik.

      Guest
    • @anonimuse
      langkah ducati skrg mirip yamaha dulu wkt bikin YZF R7 motor WSBK spek tertinggi & terlangka di jamannya. sayangnya gagal juara gara2 skandal,, tim pabrikan lngsng cabut dan juaranya cuma di all japan JSB 2002

      Guest
    • Deltabox,diasil,forged piston turunan motogp utk produk bawah yamaha.mantul neh..nunggu moge lokal saja neh biar yamaha main sendiri. jangn kedahuluan pabrikan lainlah? atau kawasaki saja main moge lokal

      Guest
  6. beda beda ya aturannya,padahal dulu pas nsf250rw dicurigai rpmnya paling tinggi KTM langsung naik pitam nyuruh race director selidiki

    Guest
  7. Iya emang ducatk bener2 disiapkan buat jurdun tahun ini liat aja isi jajaran panitia dan yg bikin regulasi . Mateng banget persiapan nya

    Guest
  8. Regulasi keblinger di semua kasta balap. Kalo mau adil silahkan jalan beriringan dan masuk garis finishing bersama’an..

    Guest
      • nah itu juga salah satu maunya saya, A1 versi motor gitu. motornya suzuki biar mudah pengendalian, tinggal si ridernya aja tuh sama tim.

        Guest
  9. Dan terjadi lagi
    Ex pembalap MotoGP ngacak2 WSBK,kalo ex pembalap WSBK susah ngacak2 kelas MotoGP,beberapa saja memang menang seri tapi tak pernah juara dunia di MotoGP (Troy Bayliss) ,meskipun sama2 4tak tapi DNA MotoGP lebih istimewa

    Guest
  10. Hanya demi menjegal REA ..maka dibuatkan tandingan tp hasilnya malah membosankan juga ???

    Bukannya kompetitif antar tim jadinya ya cuma itu doang yg menang .. eh tp ini khan dukati jadi gak papa

    Guest
  11. mungkin pertimbangannya mengingat yang lain hanya per klep berpotensi terjadinya valve float sehingga diberi RPM rendah. mungkin loh yah

    jadi inget kata bung Darso klo Monocoque frame dan mono arm kurang baik meredam keliaran mesin Duc. hal yang mungkin menjadi faktor struglenya pembalap lain selain Bautista19

    Guest
    • @pooo
      bukan masalah itu bro, emang dorna ngeset limitnya kerendahan. 2016 apa 2017 itu ya lupa, ZX10RR sanggup kok 15000an rpm. googling lah…

      Guest
      • Aturan jelas mas, gak ada yang salah, klo dorna salah nentuin rev limits KRT bisa protes dengan data mereka buat minta naik rev limits, Intinya KRT gak nyangka klo Duc bikin motor high rev spec turunan motogp, KRT terlena karena terus-terusan di posisi puncak meski aturan rev limits diterapkan, duc dengan lihai mengoptimalkan regulasi, saat kelihatan gap terlalu tinggi, rev limits jadi blackgoatnya padahal semua pabrikan sudah tahu regulasinya gmn, klo emg tahun ini gak bs ngimbangi boleh tuh KRT bikin engine high rev buat tahun depan (+3% atau +1100, dipilih hasil terendah) tinggal ntar bisa dihomologasikan tidak coz bikin mass bike high rev juga gak murah seh

        Guest
      • @Semar, Rea (setelah race 2): “satu-satunya yang saya butuhkan adalah power atas”. Tau maksudnya? Dia itu nyindir halus kalau motor dia kalah kecepatan di straight, tapi baru seri 1 masih nyindir halus. Nanti cepat atau lambat Kawasaki juga akan protes kalau menurut mereka Ducati terlalu diuntungkan.

        Guest
      • duc udah sesuai regulasi deh mas soal rev limits, regulasi rev limits udah jelas koq, dari taun kemaren malah, +3% atau +1100 diambil yg terendah, kata” REa sebenernya jg buat KRT kenapa para engineer KRT gak nyiasati ini? gak mungkinlah pada lupa ada regulasi rev limits, mosok para engineer gak bisa memaksimalkan engine sesuai regulasi, ini bukan regulasi baru fresh from oven lho mas, ada masa 1 tahun buat develop mesin sesuai regulasi, fenomena ini seh sebenernya duc aj yg bikin mass bike yg powerfull yg bisa dihomologasikan dan pebalap yg bisa memaksimalkannya, ini mah lebih kepada KRT lengah aj karena jadi juara mulu, saat gak ada kompetitior yg benar” bisa mengusik biasanya jadi gak all out, leap inovasi mandeg, tenang aj baru seri 1, masih banyak waktu untuk improve setting di setiap sirkuit

        Guest
  12. Liat dulu di hasil di 3 sirkuit yg berbeda…tapi emang terlihat pendekatan bautista berbeda dari para pembalap wsbk…limit pengereman,limit bukaan gas,limit di di track lurus dan limit gaya balap pun msh kebawa motogp…mungkin ini juga buat pembuktian rea, dia raja di dunia wsbk…itu baru bautista yg dateng…gmn kalau para alien kasta tertinggi yg hadir liburan di wsbk…mungkin saja..

    Guest
    • Saya punya bayangan liarr.. misal leon camier absen dan digantiin sama marc marquez, kira2 gimana ya.. memang faktor motor itu penting,pebalapnya jg penting dan berperan jg..

      Btw back to topic,, yg bawa V4R cuma bautista doang yg kenceng, laennya dipapan tengah dan bawah.. bukti kalo rpm tinggi bukan jaminan.. haruse kalo alasannya krn rpm, yg bawa ducati “wajib” di papan atas semua tanpa peduliin siapa ridernya, setuju gak?

      Guest
      • Kalo alasannya rpm, pasti pembalap Ducati kenceng di trek lurus, dan itu terbukti. Bedanya adalah laptime, ini lebih karena sasis monokok dan arm separo, pembalap lain kesusahan handle power Ducati yang kegedean sementara Bautista ringan aja karena biasa sama yang lebih gede.

        Guest
      • Bener kata om darso, motor ducati masih paling tinggi topspeednya, padahal mereka pakek winglet. Nanti di buriram dan aragon bakal makin jelas kalo 16000 rpm itu akan unggul jauh di trek lurus ?

        Ini khusus akselerasi dan topspeed, urusan laptime lain lagi ceritanya

        Guest
  13. Apapun alasannya tetap gak adil minimal 15500lah dulu. Kalau motor susah dikendarai…ngapain pake v4? alasan itu biar ducati menang lawan kawasaki biar makin seru wsbk biar gak 4L. Setelah 3 seri dievaluasi..poin sudah menang banyak.

    Guest
    • Gak adil darimananya mas regulasi jelas koq, Sebenernya Duc yg lihai lihat regulasi, KRT juga bisa klo mau wong regulasi udah jelas soal rev limits, tinggal ikutin aja di mass bike nya, mo pake max rev +3% atau rev maxs power +1100, gak salah ducati juga seh wong aturan rev limit ini juga dari tahun-tahun kemaren, duc is bitch klo sampai ada revisi rev limit tidak sesuai regulasi (penyesuaian) ya mereka seolah yg akan jadi terzholimi/dikebiri

      Guest
    • @pecinta balap: dibaca lagi yg ditulis wak Haji.. hargai penulis mas.. kan sudah jelas yg ditulis wak haji Taufik alasan rev limit tertinggi kenapa, bukan sekedar angka saja itu..

      Loh kok malah tulisan saya terkesan ngegas ya, hahaha maap2

      Guest
  14. emg terlalu premature klo langsung menyimpulkan hanya dari satu seri dan 1 pebalap tp seri berikutnya akan tetap sama bautista akan mendominasi meski nanti jaraknya gak 15 detik lagi, Duc is bitch, mereka lihai banget lihat regulasi, mereka bisa menyamarkan the beast dengan sempurna, bikin motor turunan motogp untuk pebalap turunan motogp, hasilnya lihat saja nanti, yang jadi pertanyaan pabrikan yang lain berani juga gak all out kya duc?

    Guest
    • Wiihhh pengamat kawakan, salah satu komentator cerdas yang masih tersisa akhirnya turun gunung. Ini masih Ben Piss yang dulu kan?

      Guest
    • Kalo gitu bakal susah, mas bro, hehe, saya pernah baca komen dari Bro Ridhojms soal kenapa WSS powernya bisa sampe 140 hp, padahal motor awal sekitar 125-130 hp. Dia bilang karena wss itu tuningnya habis-habisan dan bisa dikatakan mungkin ekstrim, makanya power sampe melonjak. Jadi wajar aja sih kalo moto2 ganti ke triumph, selain power lebih tinggi ya juga CBR 600 gak ada pengembangan jadi cuma menang sassis lebih enteng aja, buktinya laptime sama WSS masih beda tipis, kalo tahun 2019 ini jelas beda satu detik mungkin.

      Guest
    • Umur bro..

      Dovi ga muda, Bautista apalagi.

      Ga mau lah mereka menghambat kaderisasi.

      Minimal kayak Yamaha. Walaupun ada opa Rossi, Masih ada Vinales.

      Pecco bakal jadi kandidat yg bagus kayaknya

      Guest
  15. kesimpulan utamanya mungkin all new ducati panigale memang superior dari semua motor yang ikut wsbk dan saatnya pabrikan lain buat motor all new juga..

    terutama honda tuh..

    itu karena rule rev limitnya menggunakan persentase bawah dan atas sepertinya bukan batas max atau batas min..

    dari artikelpun, 17.000rpm ducatinya masih sanggup, ngerih..

    Guest
      • ducati L-Twin klepnya brp tong? Throttle bodynya brp tong? businya berapa tong? kamu tahu kan efeknya klep yang lebih banyak? wkwkwkw kamu kocak tong, masa 2 silinder disamaain dengan 4 silinder. belajar dasar2nya mesin lagi sono ?

        Guest
  16. Ada kemungkinan g sih kalo tandem bautista sengaja dikebiri/mungkin disuruh nahan diri?? Biar g dikira motornya yg hebat ? biar g ada yg protes teknis motornya?? ? Seru jg nih ngikutin balapan wsbk tahun ini ? kita liat 2-3 seri kedepan

    Guest
    • gak ada yang dikebiri mas, cuman ya itu mereka butuh adaptasi motor baru, beda dengan bautista yg udah pernah make GP18, he fu*k the beast, gak ada yg ditutupi wong gak ada regulasi yg dilanggar, lolos homologasi, duc is bitch, mereka bener-bener bisa mengoptimalkan regulasi, gak ada yg nyangka duc bakal buat mass bike untuk race high rev, sebenernya yg lain hanya syok, terutama KRT karena selama ini mereka yg unggul terus jd sedikit lupa soal regulasi rev limit dan Duc yg udah mulai all out, bener” dilema dorna, klopun duc superior nantinya di race maka harus ada revisi regulasi, klo regulasi gak direvisi hanya revisi rev limit yang nantinya malah gak sesuai regulasi tentang rev limit, justru duc merasa dikebiri/gak adil

      Guest
  17. logika aja ya, masa CBR1000RR SP2 yang paling inferior di WSBK dikasih limiter paling rendah setelah bmw s1000RR 2019? pasti ada alasannya ya, ok???? ?? berarti bener, internal mesin harus standar homologasi 500 unit. kalau mau merubah internal harus nunggu tahun depan.

    Guest
  18. berarti wak, regulasi wsbk justru membantu pabrikan untuk menentukan rev limit optimal untuk setiap motor, jadi tidak ada itu yang namanya overrev yang mengakibatkan melambatnya akselerasi karena power sudah tidak ada tapi masih dipaksa sampai limiter. macem motor yang katanya bisa 13000 rpm, padahal powernya tinggal secuil

    Guest
    • sepertinya bukan begitu
      wsbk tetap memberi ruang untuk modifikasi untuk peningkatan performa
      sebesar 3% atau 1100 rpm buat tim
      namun dengan pembatasan lain agar gap antar pabrikan tidak semakin melebar
      ya resiko balapan massal seperti ini
      sedangkan kalo mau berbicara limit optimal (bukan maksimal) gw rasa enginer pabrikan lebih paham drpd dorna
      krn bagaimanapun motor tsb untuk dijual bebas bukan hanya untuk balapan

      Guest
    • 3% kan dari rev limiter pabrikan, tambahan 1100 rpm sudah pasti semua motor dapat. kalau pabrikan menentukan limiter dengan parameter emisi gas buang, ketahanan mesin, dll. makannya ditambah lagi oleh dorna, karena dalam race emisi dan ketahanan mesin perannya lebih kecil. tapi yang pasti, peraturan ini mendorong pabrikan2 agar bisa membuat motor yang powerful dari lahir, karena penentuan limiter didasarkan oleh limiter optimal standar pabrikan.

      Guest
      • Kog gaknkomen gitu saat ada artikel ARRC 250 ya??? Klo mo menang dikelas stock pabrikan ya harus bikin motor powerfull sejak lahir … Bukan lawannya yg disuruh ngalah wkkkk

        Guest
      • emang gw peduli coeg? emang seharusnya pabrikan yang ngikutin regulasi bukan sebaliknya wkwkwkw dengan adanya regulasi konsumen yang diuntungkan dengan kompetisi spesifikasi motor wekekeke kasian nih beha satu

        Guest
      • Xixiixiix lebih kasihan yg mencla mencle klo kalah debat ganti akun .. pabrikan ngikuti regulasi?? Ngakak dah ..yg ada regulasi ngikuti motor yg dibikin pabrikan tong!
        Klo pabrikan ngikutin regulasi sama semua tuh rpm tp karena produknya antar merk gak sepadan klo di adu makanya regulasi mengikuti kemampuan motor rpm di letakan dinrpm yg dianggap terbaik biar kompetitif.. gitu aja kog gak nyampe mikirnya ….

        Guest
    • gak semua pabrikan bisa dapet tambahan 1100 rpm
      misal 1 motor limit std nya di 14000 (+3% = 14400 rpm)
      peak powernya di 13500 (+1100 rpm = 14600rpm)
      nah yang dipake 14400 artinya cuma bisa nambah 900 rpm dari peak

      “Dan Menurut Scott Smart dari dua hasil di atas, WSBK akan mengambil yang paling rendah di antara keduanya”

      betul dengan regulasi ini bisa memacu pabrikan buat motor dgn skema 3% dan 1100 rpm,
      balik lagi bukan berarti 3% dan 1100 rpm itu merupakan “limit optimal” buat tiap motor,
      3% dan 1100rpm adalah ruang yang diberikan agar pabrikan bisa memodifikasi motor dan (semoga) tidak membuat gap semakin jauh… gitu loh maksud gw

      Guest
  19. seperti yg kubilang kmrn ducati rpm nya udah pas sesuai spek (16.350). yg gak pas itu motor lain, masa cuma 14000an terlalu dicekek.. ya jeladd cuma bautista yg cepat, orang chaz davieznya cedera ?? klo dia udh sembuh duo ducati auto menang dgn gap jauh aku jamin

    Guest
    • ohh iya satu lagi, kebetulan aja race kmrn si bau posisinya didepan terus jg kurang keliatan.. coba pas di posisi 4 atau 5 trus dia slipstream, noh bakal keliatan jeladd keuntungan tingginya rpm ducati, persis kayak di motogp sekali salip wwuussss

      Guest
    • Ahh ga juga mas, cbr sp2 menurut brosur peak power ada di rpm 13k, pasti hasil dyno dari dorna peak power ga jauh dari 13k dari klaim pabrikan. Limit rpm 14,5k menurut gw udah pas berdasar itung-itungan rpm peak power + 1,1k rpm/ 3% dari limit std.

      Guest
  20. Seperti memang selain faktor motor, faktor Bautista yg lebih pengalaman menghandle mesin V4 Ducati di banding Chaz Davies yg masih adaptasi…

    Dan inilah pabrikan eropa, mereka membawa teknologi motoGP sesegara mungkin ke Superbike mereka. Dulu Ducati dgn sasis Monokok ke Panigale, dulu juga ada Aprilia memanfaatkan pengalaman tim CRT di MotoGP untuk pengembangan RSV4. Skr Aprilia dan Ducati juga sudah memberikan winglet di Superbike mereka. nnt tinggal tggu KTM, skr pun KTM udah mulai menjual RC16.

    Guest
  21. memang dari pabriknya sudah sperti itu, Motogp banget ini si V4R, kemaren liat balapan jg dari suara knalpotnya lgs inget yg di Motogp

    kalo terbukti superior, pasti pabrikan lain gak terima, ini yg bikin seru deh, ada produk baru apalagi yg dikeluarkan pabrik lain utk menandingi V4R ini

    Guest
  22. Kelihatannya batas 500 unit terjual umum yg harus direvisi.
    Dinaikkan jadi 1000 unit untuk menghindari produk khusus seperti ini

    Guest
  23. Komen pada cerdas dan mendidik serta berilmu, baru jozzz. Salut buat komentator di mari. Warung adem dan penuh sharing, mantapppp. Ampe pusing bacanya wakakakakak p****ol mana p….ol

    Guest
  24. Coba Wak data List Rev Limit RPM dibawah disandingan dengan peak power masing2 motor, biar netizens gak pada mikir yang aneh2:

    BMW S1000RR : 14,475 rpm
    Kawasaki ZX-10RR : 14.300 rpm
    Ducati Panigale V4 R : 16.000 rpm
    Aprilia RSV4 1000 RR/R : 14.700 rpm
    BMW S1000RR 2018 : 14.950
    Ducati 1199 Panigale R 12.400
    Honda CBR 1000 RR SP2 : 14.550
    Kawasaki ZX-10RR 2018 : 14.100
    MV Agusta F4 R : 14.950
    Suzuki GSX R 1000 : 14.900
    Yamaha YZF –R1 : 14.700

    Guest
  25. terus ada yang bilang ducati V4R dapet konsesi, darso kalo gak salah. ??? tapi kenapa S1000RR 2019 yang baru turun tahun ini dapet limiter paling rendah? wkwkwk SOOOO DARSOOOO ????

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.