TMCBLOG.com – Wilco Zeelenberg yang sekarang menjabat Sebagai team manager dari team Petronas Yamaha SRT MotoGP sebelumnya kita kenal sebagai Rider Analist Di team Factory Yamaha. Namun Tahukah sobat sekalian bahwa sebelumnya Ia adalah seorang pembalap Grand Prix? Yap Karirnya sebagai Pembalap berlangsung sekitar 11 tahun Mulai tahun 1985 membalap di kelas 85 cc bersama Casal dan 1988- 1995 dikelas GP250 bersama Suzuki, Yamaha, Aprilia dan Honda. Namun Setelah itu Wilco beralih profesi walau masih berkutat di paddock Road Race . . Seperti apa Ceritanya ? Berikut Kisah yang dituturkan Wilco kepada Manuel Pecino . .

” Well ini bukan Kali pertama saya menjadi Manager di sebuah team. Ketika saya berhenti membalap, selama tujuh/ delapan tahun saya memiliki sebuat team balap. Faktanya di 2009 kami menjadi Juara dunia bersama Cal Crutchlow dan Yamaha ( world supersport ). Di 2010 saya bersama Jorge Lorenzo sebagai Manager nya dan Juga Coachnya. Setelah itu agak bercampur campur. Pada Tahun tersebut ( 2010 ) kami menjadi Juara dunia. Jadi ya, Saya punya pengalaman. Perbedaannya adalah saat ini ( 2019 ) kami bekerja mambangun Team. Ketika di 2008 saya masuk ke WSS teamnya sudah ada. “

Lalu Wilco Pun Meneruskan mengenai perihal momen yang membuatnya masuk ke Ruang Linkup team Factory Yamaha :

” Jadi saya memiliki pengalaman sebagai team manager, Pembalap dan Pelatih. Di Tahun 2008 saya menjadi Team manager dan juga Crew Chief dari Fabian Foret. Saat itu Kami memiliki pendanaan yang cukup dan support yang baik dari Yamaha yang akhirnnya bisa membuat kami menjuarai WSS di tahun berikutnya bersama Cal.”

” Krisis Ekonomi yang terjadi di tahun berikutnya membuat Yamaha menghentikan dukungannya ke WSS. Lin Jarvis menghubungi saya dan menanyakan ketertarikan saya untuk bekerja bersama Jorge menjadi Team-Managernya. Ini dilakukan Karena ada masalah dengan Daniele Romagnoli dan Yamaha Butuh pengganti. Dan Saya pun hadir di Sana di mana Davide Brivio merupakan team Manager Untuk Valentino Rossi. Saya dan Brivio berada di level yang sama. “

Bagaimana Seorang Wilco Zeelenberg memandang Tugas dan tanggung jawab Barunya sebagai team Manager Sebuah team yang Sangat baru seperti Petronas yamaha SRT MotoGP?

” Ya ini dia, saya anggap sebagai sebuah tantangan baru dimana saya harus memulainya dari Nol. Ini cukup unik karena Normalnya di MotoGP tidak ada celah untuk diisi karena sudah penuh. Seperti yang kita ketahui Aspar berhenti Di MotoGP, Marc VDS juga memiliki Masalah, jadi kami memiliki peluang untuk mengisi. Dorna menginginkan satu team Extra. Petrona sudah hadir sebelumnya di Kejuaraan ini Via SIC racing Team dan kemungkinan memiliki team MotoGP mengarah ke mereka.

” Petronas merupakan Sponsor Tingkat tinggi, Yamaha memiliki keinginan untuk memiliki team satelit karena Tech3 pindah pabrikan. Jadi semua Hal berlansgung simultan dan sangat saling berhubungan. Saya dihubungi di Mugello ( GP 2018 ) dan ditanyakan apakah bersedia melakukan Hal ini “

” Jadi setelah sekitar sembilan tahun di Yamaha, memenangkan 3 Titel Juara dunia dan masih sangat menikmatinya saya rasa saya sudah bisa menggunakan pengalaman saya ini di team yang sangat baru karena saya tahu banyak hal, saya tahu Yamaha dengan baik. Di Yamaha kita hanya hadir untuk menang, menang dan menang.”

” Mereka memiliki orang orang yang sangat berpengalaman di banyak area jadi kita nggak perlu khawatir. Tidak ada yang menanyakan Opini mu karena mereka tahu apa yang harus dilakukan, mereka memiliki peraturan korporate sendiri. Semuanya berlangsung sangat metodik, saya telah bersama yamaha selama 25 tahun. “

Ketika manuel Menanyakan apakah Wilco Nggak masalah memilih jalan hidup yang membuat hidupnya makin sulit ? Wilco Menjawab :

” Kita Harus Fleksibel, ketika memulai sesuatu yang baru tentu akan butuh ekstra energi. Namun Membangun sesuatu, mengarahkan sekelompok talenta menuju goal tertentu adalah sesuatu yang menarik. Sayaa memiliki pengalaman MotoGP, saya memiliki hubungan dengan Yamaha sehingga saya ingin menancapkan tujuan team – Kami ingin jadi Team satelit terbaik – Namun Kami Juga ingin bekerja secara profesional berdasarkan Image kami sendiri. Kami ingin jujur dan Juga terbuka untuk Media

Ketika Wilco Ditanya soal siapa yang punya peranan dalam memilih Pembalap di team, wilco menjalaskan bahwa semua di team sangat Yakin bahwa memang Franco Morbidelli haruslah merupakan salah satu pembalapnya. Dan Wilco Pun menjelaskan secara terbuka soal Pilihan pembalap Lainnya dan Nama Dani pedrosa, Jorge Lorenzo pun sempat muncul sebelum akhirnnya berakhir di Rookie fabio Quartararo. Kita akan lanjutkan di Artikel kedua nanti soal Nama nama di atas, untuk sementara silahkan dikunyah kunyah, semoga berguna

Manuel Pecino

10 COMMENTS

    • wahh ternyata prnh terlibat di WSS ya aku baru tau. yamaha di WSS gak boleh dipandang remeh, udh 6x juara dunia termasuk lewat crutchlow dan 6x juara konstruktor, cuma tim pabrikan YRT ini angin-anginan suka keluar masuk

      Guest
  1. waw… dari dulu TMC kalo bahas balap emang paling joss . sampai ada artikel tentang petinggi2 pabrikan di MotoGepeh . apalagi sekarang komennya sehat sehat

    Guest
  2. Om M. Pecino mau mancing, apakah Morbidelli direkomendasikan Rossi? Tapi Wilco juga tau diri, maka membuat jawaban yang diplomatis dan gebyah uyah..

    Guest
  3. Wak kelanjutan artikel tentang Takeo “mas sangar” Yokoyama mana Wak? kentang Banget ne
    masak kalau g salah terakhir baru part 2 y? part 3, part 4, dan selanjutnya mana? atau ada part shipuden juga ne ?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.