TMCBLOG.com – On-Board Video yang dipasang Dorna Di Daerah Dashboard memang keren banget. Sepertinya Video Director MotoGP.com sudah tahu benar Kapan Andrea Dovizioso, Petrucci maupun Miller akan mencoba Tombol misterius di Bagian Tripple T handleBarnya. So Ketika Sesi Free Practice selesai, Video Director memerintahkan kepada Pengatur Video untuk Fokus ke daerah dashboard ketiga Rider ducati ini. Dan akhirnnya Video ini disiarkan ke umum Via akun Twitter MotoGP.

Yap sebelum ini ada sinyalemen bahwa Tombol Misterius tersebut adalah semacam alat yang berhubungan untuk mengunci Kompresi suspensi belakang dari Ducati desmosedici GP19. Dan ternyata benar, Itu Tombol Diputar Oleh Dovizioso searah jarum Jam sebelum Dovi melakukan Latihan Start. baru setelah itu Dovi bersiap mempersiapkan tombol Khusus start yang akan mengaktifkan banyak hal seperti Launch control dan lain lain.

Terlihat samar samar setelah Dovi memutar tombol tersebut membuat bagian Buritan dari GP19 menjadi sedikit turun. Menurut Jurnalis Mat Oxley, sistem serupa pernah dipakai Oleh Honda di BSB sekitar 10 tahun yang Lalu. Tujuan dari alat yang secara viral oleh Khalayak dinamakan Dengan Holeshot ini adalah untuk menghentikan Kompresi suspensi Bagian Belakang dari Motor untuk sementara.

Terhentinya kompresi Suspensi belakang akan membuat energi berupa torsi dan daya yang dihasilkan dari pembakaran mesin akan disalurkan lebih optimal dan efesien ke Ban belakang. Dan ini hanya dilakukan di saat start dan setelah menyentuh Tikungan pertama karena pengereman maka sistem Holeshot ini akan menatralkan Operasi suspensi belakang.

Video kedua dimana petrucci melakukan hal serupa pun semakin menguatkan sob. sebegitu ketatnya gambaran MotoGP sampai sampai seperberapa detik saat Start Pun sangat diperhitungkan.

Taufik of BuitenZorg

32 COMMENTS

    • Penyakit ducati dr dulu terllu sentimen dgn negara seorang pembalap..motor kenceng tanpa pembalap jago jg perxuma dan itu kelemhan ducati, dr dulu pembalapnya italia trus…

    • Winglet pun sudah ada sejak 50an atau 60an Pak Bangun, tapi Ducati yang mulai riset masif di era MotoGP sampai motor lebih mirip alien

    • pabrikan dikiti ini lagunya, … lihatlah semua yang terjadi… semua itu palsu…
      anakku lagi seneng sama lagu itu, saya juga ikut seneng. haha..
      pada intinya pabrikan dikiti ini mengembangkan teknologi yg sudah ada, bukan sebagai pionir, tapi lebih ke developer saya melihatnya. pionirnya sangat diuntungkan ada yg r&d penemuannya. artinya sangat jelas sekali pabrikan dikiti ini fall in lope with hadno. cinta terpendam. haha…

  1. Ducati memang rajanya inovasi untuk saat ini, mereka berani coba hal baru di MotoGP cuma demi kalahin Marquez/HRC. Sebenarnya mereka bisa jadi tim terkuat seandainya punya pembalap bagus.

    Tinggal tunggu beginian versi Hondaaa, kemudian Yamaha. Setelah itu KTM dan Suzuki, kemudian Aprilia. Akhirnya semua pabrikan ikutan bikin?

    • Gimana mau nyerang idola mereka start bareng tim2 satelit, padahal teammate nya start pertama. Mereka udah pusing counter ini ga akan sempat nyerang pembalap/tim lain?

      • wkwkwk diinstagram fansnya udah pada kena serang fans pembalap lain bro gara gara di FP1 si engkong diposisi 1 fans golkarnya nyerang pembalap lain.
        semalem juga kena serang gara” posisi start dibelakang tapi tetep mereka kekeuh dengan jargon sundel race. tau kalo nanti pas race jeblok juga pada kemana itu fans golkar wkwk

  2. Emang eropa banget kerja ducati, apapun dilakukan asal termasuk “legal”…
    Beda dengan etos kerja jepang yang text book…

    • Textbook gimana? Kalau textbook M1 sampai sekarang masih pakai crank konvensional seperti 4 silinder kebanyakan, arm kebalik ga akan dipake di MotoGP, rangka twinspar ga akan pernah ada, big bang ga akan dipake, V5 ga akan pernah ada, dan masih banyak lagi inovasi dari pabrikan Jepang di MotoGP. Ducati cuma lebih masif aja berinovasi akhir2 ini karena mereka baru punya sdm dan dana mendukung. Era Stoner malah Desmo 800cc hampir ga ada perubahan dari versi awal GP7 cuma gonta ganti sasis.

    • yang perlu diingat juga ducati sangat diuntungkan dengan peraturan software dan ECU magneti marelli jadi mereka udah gak usah pusing mikirin begituan, mereka tinggal berinovasi dan inovasi. pabrikan jepang kaya yamaha & honda kena kebiri gara” masalah itu peraturan, bisa dibilang fokusnya terpecah.
      pertanyaan saya ketika pake ECU dan software inhouse, yamaha dan honda berinovasi. ducati bisa apa ?

  3. Di BSB siapa ridernya waktu itu, pak? Jonathan Rea? setahuku Jonathan Rea juga jebolan BSB. Kalo Shane Byrne setia sama Ducati sih, ada kemungkinan bukan dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.