TMCBLOG.com Bro sekalian, Dorna dan ITDC telah melakukan Press converence di depan Para Jurnalis Permanent MotoGP di gelaran MotoGP Qatar 2019 dan sehari setelah gelaran MotoGP selesai pada hari senin CEO Dorna Carmelo Ezpeleta ditemani ITDC dan AHM/ AHRT mengunjungi RI-1 di Istana BuitenZorg eh Istana Bogor. Yap Dirut ITDC-persero sendiri , Pak Abubar mansoer mengatakan bahwa Kontrak MotoGP dan WSBK di Mandalika berlangsung Untuk 5 ( Lima ) tahun dengan Opsi perpanjangan dimulai dari tahun 2021. Oh Ya secara umum sebenarnya upaya wacana dan persiapan MotoGP Lombok ini sudah dimulai semenjak januari 2017. Sobat bisa lihat time-linenya di bawah ini.

Soal Infrasrtuktur Sirkuit Urban Balap, ITDC berkolaborasi dengan Investor Vinci. Menurut Pak Abubar Pembangunan Sirkuit Yang memiliki panjang 4,3 km dengan 19 Tikungan ini akan dimulai pada Bukan September 2019. Kenapa Tidak Segera ? karena ITDC dan Vinci menunggu FIM menyetujui proses Homologasi Desainnya terlebih dahulu dan persiapan  Pra-konstruksi . .Oke  Sekarang Kita masuk ke besaran dana Yang digunakan Untuk mencapai ini semua  . .

Untuk pembangunan dalam Kawasan Mandalika sendiri Dibutuhkan dana sekitar Rp. 4,5 Triliun dan Kondisi terkini saat artikel ini dirilis adalah ITDC telah menerima bantuan pendanaan dari salah satu Bank di Asia sebesar Rp. 3,6 triliun Rupiah. ITDC akan membangun dasar dari sirkuit, namun mengenai kawasan resort madalika direahkan ke Investor Vinci yang akan membangun : 10 Hotel, 2.500 Kamar,  MotoGP Area, Convention Centre, Rumah sakit dan Fasilitas pendukung lainnya.

ITDC sendiri bilang bahwa mereka membutuhkan dukungan Pemerintah berupa Pembangunan akses baru dari Bandara Ke kawasan Mandalika dan Juga kemudahan alur barang barang MotoGP Masuk dan keluar dari Indonesia. Plus Juga ketersediaan Daya listrik Untuk kawasan Mandalika

Itu Baru Biaya Infrastruktur. Lalu Gimana soal Pembiayaan penyelenggaraannya sendiri? ITDC mengeluarkan data bahwa Untuk kontrak 5 Tahun MotoGP mereka membayar Biaya Penyelenggaraan kepada Dorna sebesar 9 Juta euro atau sekitar 144 Milyar Rupiah per-musim. Sebagai perbandingan Biaya Hosting Formula 1 itu sekitar 31.5 Juta Dolar AS per Grand Prix  ( sumber ). BTW masih belum diketahui angka ini baru MotoGP saja atau sudah kombinasi MotoGP dan WSBK.

Taufik of BuitenZorg

 

72 COMMENTS

      • Pemilihan tempat udah pas di komplek wisata, so orang yg kesana pasti bawa duit, jadi klo nonton pasti bayar tiket, bisa bli merchandise, semua bs dijual klo ke wisatawan dan bisa dapet duit dimana mesti ad profitnya

        Guest
      • itu resort gede kan, Mandalika
        ITDC itu sebelumnya terkenal dengan resort Nusa Dua
        Nah minimal, Nama Mandalika akan mendunia
        kalau sudah begitu nanti akan ada keuntungan2 lainnya yang bebas untuk dipolemikkan 😀

        Administrator
      • imho, ini soal investasi, ya keluar duit dulu lah, kalau event sudah sukses digelar nanti juga ada keuntungan2 baik langsung maupun tidak yang bakal dinikmati penyelenggara, pemerintah, dan terutama masyarakat. keuntungan model gini butuh waktu untuk bisa ‘dirasakan’. keuntungan lain, yg barangkali orang awam gak bakal kepikiran, ialah bakal lebih majunya dunia balap di indonesia karena kita (akan) punya sirkuit level internasional. bisa jadi memicu daerah lain, sentul/palembang/majalengka, untuk jadiin sirkuit mereka sendiri

        Guest
        • @Udinsastro Orang udh hitung matang2 bro makanya berani berinvestasi di mandalika, otak ente gak nyampe tuk mikir sampe ke sana

          Guest
      • brand awarness gan……istilah pacaran mah buat pancingan biar dapet cipokan….hehehe,,,effect domino dari tersiar kabar saja orang bakal ngeclick di google buat liat mandalika…cakep orang bakal berbondong2 kemari…

        Guest
    • Mana ada gambling, itu udah ada hitung2annya jadi ga sembarangan, lain kalo kamu judi serba untung2an itu baru gambling

      Guest
      • Tetep aja profitnya masih “gambling” wong acaranya belum terjadi. Bs saja pas mau acara tiba-tiba ada bencana, tiba-tiba ada perang dsb. Yang sudah pasti dpt profit/untung yg jelas ya si Dorna dan kontraktornya sudah mengantongi dr sekarang.

        Guest
  1. 4,5 T utk total insfratruktur itu angka yg wajar sih. Cuma memang jgn jadi kendaraan politis saja, nanti buru buru, org luar Sono kerja itu ngak suka buru buru. Semua hrs perpect di kertas dulu.

    Guest
    • Planning kan udah ada sejak 2 tahunan lalu om. Pasti sudah di rencanain dengan matang. Imho.. sebaiknya kita dukung dan kawal aja. Biar uangnya gak di korupsi.

      Guest
  2. Semoga g jd bahan cibiran atau bullyan di forum2 poL itik semisal indonesah lawak klubbb tp emng buat org awam ky sy 4 triliunan sangat tdk sedikit ya smg aja sebanding dgn efek “menguntungkan” buat bangsa ini.

    Guest
  3. Duit segitu banyak bukan cuma buat bangun sirkuit aja sih tapi cakupannya sudah luas banget termasuk hotel, rumah sakit, akses jalan sampai dengan pengembangan resort menuju ke level MotoGP. Mudah2an bener2 lurus jalannya dan lancar. Sy ikhlas duit pajak yg sy bayar buat keperluan seperti ini drpd buat gaji boneka2 pemalas di senayan maupun di pemda2.

    Guest
    • seremonial belaka.. !!!

      lugu amat kau anak mamah

      Jangan lupa bawa tenda, tiker atutnya resort-resort penuh, atau harga mencekik. Kumpulin ranting sebanyak mungkin untuk buat api unggun di pinggir track.

      Guest
  4. Buat netizen +62 yang kantong pas Pasan nabung dari sekarang, atau cari cara backpacker kesana yang mumpuni.

    Jangan macam-macam orang missquen,

    Dan Jangan tanem pohon pisang di pinggir track, pebalap ndlosor nyangkut di pohon pisang gak lucu.

    Guest
    • Kalo yg kantongnya tebal beli tanah terus bikin rumah di lombok sana, jadi kalo musim balap tiba ga usah nginep di hotel hihi..

      Guest
  5. itu entar beneran gan bisa disewa buat track day atau latihan gitu?,kan katanya nyambung sama jalan umum
    sayang kalo gak bisa,giliran udah punya sirkuit berkualitas,eh gak bisa buat latihan orang2 yg berbakat disini

    Guest
  6. Pemilihan tempatnya nurut Saya sudah sangat cerdas.. ngebayangin itdc, ya ngebayangin mewah Dan ademnya nusa Dua (gw tinggal di Denpasar). Bakal jadi destination baru yg bakal mendunia. Pariwisata Indonesia untung gede tuh.
    Daripada sentul, penyelenggaraan di mandalika bakal lebih menguntungkan. Perekonomian lombok selatan bakal jauh berkembang

    Guest
  7. layout sirkuitnya gak enak stop n go. jangan2 elevasinya datar lagi ? tapi klo stop n go kontur uphill downhill macam brands hatch, donington, cadwell masih asyik2 aja

    Guest
    • kayanya itu bukit dengan bunga lavender deh
      biar penonton yang g punya uang cukup n g mampu bayar hotel bisa camping disana dan terbebas dari gigitan nyamuk
      kan nyamuk takut sama wangi bunga lavender ?

      Guest
    • Sekalian buat selfi selfi lucu dengan background bukit bunga lavender buat diupload ke IG terus dihujat netijen karena merusak lingkungan. “Jalan ke sirkuit internasional tapi kelakuan ndeso”

      Guest
  8. entar ada tribun khusus g0lkar kah? tapi 2021 masih lanjut apa pensiun ya?
    entar udah dibuatin tribun khusus orangnya cuma dibalik layar ngurusin tim doang

    Guest
  9. Bagus sih untuk pengembangan pariwisata, tetapi pembalap2 lokal kalo mau latihan tetep kesulitan, mengingat kebanyakan tim asalnya dari jawa, beberapa di sumatra dan sulawesi. Menurutku perlu juga dibangun sirkuit yang tracknya minimal bisa untuk kejurnas 250cc atau kalo bisa 600cc di wilayah lain yang banyak potensi balapnya. Gak perlu mewah, tribun alakadarnya gak masalah, yang penting safety.

    Guest
  10. Pertanyaannya apa nanti bisa dipakai selain sesi MotoGP/ WSBK dengan layout yang gabung dengan jalan umum itu? Kan sayang banget kalo setelah bubar acara MotoGP gak bisa kepake buat masyarakat/ pembalap lokal untuk mengasah skillnya karena jalannya kepake buat jalan umum, masa udah dibangun mahal2 cuma kepake buat MotoGP/ WSBK doang, apa gak mubazir? Mending full dedicated circuit aja menurut saya, jadi mau dipake balapan kapan aja bisa, macem Sentul gitu.

    Guest
    • Kayaknya bakal susah ya dijadikan tempat latihan. Selayaknya memang kita kudu punya sirkuit permanen di daerah lain. Palembang atau Sentul bisa tuh buat latihan atau event2 lain. Masalahnya setelah Mandalika goal dua sirkuit itu bakal lanjut gak pembangunannya

      Guest
  11. Wow jga y soal dananya ? tp emang klo memulai suatu usaha itu modal awalny emang jor2an, tp kemudian cm tinggal ngeluarin biaya variabel sm penyusutan.

    Guest
  12. nanya wak, sirkuit nya cuma dipake pas gelaran motogp sama wsbk aja ya,, ?

    misal macam balap asia atau kejurnas ga dipake ya?
    dilema juga sih kalo dipake tar jalan umum bakal sering ditutup tapi kalo ga dipake ya mubazir sirkuitnya

    Guest
  13. Heran sy dgn orang2 +62. Udah bagus itu penyelenggaraan event sekelas motoGP di mandalika. Banyak sekali mamfaatnya buat daerah timur sana. Masih aja yg bilang kejauhanlah, ga bisa dipake buat asah skill, duitnya keluar banyaklah, mubazir lah. Sudah saatnya kita membangun wilayah timur, cobalah main kesana begitu indah dan sexy wilayah sana, potensinya banyak sekali, jgn cuma emas dan tembaga doang yg dikeruk. Cukuplah sudah wilayah barat dan tengah.

    Guest
    • Ga perlu heran ngapa om nih orang2 cuma mencoba punya pendapat yang kritis. Ga perlu juga dibawa2 ke masalah Indonesia Barat – Timur. Wong bukan itu yang dipermasalahkan

      Guest
  14. harusnya kalimantan atw sumatra yg daerah hasil dalam buminya lebih greget bisa bikin sirkuit mewah beserta akomodasi pendukungnya, bakal lebih seru indonesia punya sirkuit Internasional, coba nanti liat mandalika kalo sampe pecah di dunia motosport dan pariwisata dunia… sumsel, kaltim pengen donk punya tambang duit masa depan, mumpung belum habis SDAnya…bangun infrastruktur dari sekarang…seru pokoknya Indonesia

    Guest
  15. gak usah pusing kejauhan terus nanti kalo mau dipake pembalap lokal gimana ? kan jalanannya mau dipake ?
    itu semua sudah dipikirkan matang matang dan ada sebuah agenda khusus loh kenapa AHRT dilibatkan dalam pertemuan antara presiden dan pejabat dorna.
    mau tau ? nanti aja dah wkwk

    Guest
    • wah ini bro kucing. Tolong diperjelas dong.

      Apakah nanti setiap weekend dipake buat racing school AHRT atau ngadain HDC disana?

      Guest
    • Kalo kata pak Thomas sih, alasan AHM hadir itu “sbg undangan ITDC krna AHM salah satu pabrikan motor, lalu AHM dianggap berkomitmen mengembangkan pembalap muda dgn pembinaan balap berjenjang yg terstruktur dr Indonesia sampe internasioal” terdengar diplomatis tapi tidak gamblang. . .

      Karena kang Kucing ini juga bagian dari AHM, pastinya cuma bisa sebatas ngasih teaser (itu pun jg beresiko) aja tanpa kasih info aslinya. Hehehe… 😀

      Editor
  16. Sepitank jangan sampe lupa.. .. semakin banyak wisatawan mancanegara dan domestik.

    semakin banyak buang hajat, sepitank raksasa solusinya. Terdengar konyol tapi bagi yang mencermati akan paham maksud kata dan tulisan sy.

    Guest

Leave a Reply to jbat Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.