TMCBLOG.com – Jaman Dahulu Honda pernah memiliki Klan Motor underbone yang memiliki karakter Dual purpose seperti Honda CT Series. Honda CT di desain dari basis Honda C series baik itu C100 maupun C50/ C70. Nah Sekarang ini sebenarnya Juga ada seperti Honda CC110 dan Honda CC50 Yang didesain dari basis Honda C110 dan C50 Supercub Plus satu lagi yakni Trail Dual Purpose underbokne Yang baru saja dirilis Honda Filipina bernama Honda XRM125 Series Yang terdiri dari 3 varian : XRM125 DS, XRM12 DSX dan XRM125 Motard

XRM125 DS

Secara tampilan, XRM 15 DS Motor ini benar benar jauh bergaya ala ala CRF ketimbang CC110 terutama jika dilihat dari headlampnya Yang memang memiliki desain ala CRF. Lalu Front Fendernya yang panjang dan jenjang, plus side panel yang lebar seperti Motor Trail CRF pada umumnya

Soal suspensi bagian depan Motor ini menggunakan suspensi ayago yang panjang ala Motor -sport. Suspensi panjang ini di lanjutkan ke setang yang cukup tinggi plus bar dan Knuckle Protector sebagai penambah kesan dual Purpose. Di sisi Body belakang sobat bisa lihat juga side panel yang lebar. Oh ya platik plastik Yang digunakan di XRM125 ini Bukan Plastik ABS biasa, melainkan Plastik PE yang punya kekuatan sama dengan yang dipakai DI CRF series.

Mengenai Mesin yang digunakan Honda mesin 1-silinder SOHC lateral 124,8cc bertenaga maksimum sampai 9,3 Hp dan torsi 10,4 Nm. Mesin ini mirip speknya dengan mesin Honda Blade 125 denganΒ  spek torsinya yang lebih ( Honda Blade 125i yang hanya 9,3 Nm ). Oh ya untuk XRM125 DS untuk rem belakang memperoleh rem Tromol.

XRM 125 DSX

Honda Philipina Juga memberikan Pilihan yang sedikit lebih mahal Yakni XRM125 DSX dimana trail bebek ini memiliki rem belakang cakram, suspensi dengan pegas dan beberapa detail seperti kaliper depan, chop busi dan tulisan berwarna merah ditengah detail lain berwarna Hitam dan Chrome.

XRM 125 Motard

Selain Versi Trail dan Dual Purpose, XRM juga hadir dalam bentuk Motard Yakni XRM 12 Motard. Selain warna dan Grafis, dari Gambar dan spek yang tmcblog peroleh perbedaannya dengan XRM125 DSX adalah penggunaan Velg CW . . . Mungkin jika harganya sesuai bisa menarik nih buat pasar Indonesia terutama di pedesaan dan daerah pegunungan, kalau menurutmu gimana sob ?

Taufik of BuitenZorg

50 COMMENTS

    • Dulu di Indonesia udah pernah ada motor dual purpose ‘nasional’ KANZEN. Model bagus sayang nggak laku. Padahal cocok untuk jalanan Indonesia yang mayoritas ‘offroad’ even di Jakarta

      Guest
      • KANZEN nggak laku karena Merknya…coba dimereken Honda/Yamaha…..biasanya jadi laku…image image dan image….penikmat/pengguna motor memang masih bicara image dan resale mulu soalnya….untungnya klo penikmat/pengguna mobil nggak spt motor…rata rata sdh lbh open terhadap merk lain….

        Guest
        • Kembali lagi tergantung brandnya broo. Mobil ? Wuling ? Nggak tanggung2 dia bikin 3 S nya…. sama juga, masyarakat menanyakan 3S nya … karena wuling investasi jor joran, maka masyarakat percaya. Kalo motor china atau taiwan belum ada yang gila gilaan soalnya. Masih spot spot nanggung

          Guest
  1. ko klan bebek terbaru wak ?
    klan honda xrm sudah ada dari 18 tahun yang lalu dan uniknya ketika 2001 honda xrm itu sendiri di filifina motor ayam jago mesin c series 110 kalo di thailand namanya honda nice dan tahun 2007 ini motor diupgrade mesinnya jadi 125 dan sudah berbentuk bebek trail. seinget saya sebelom 2007 ini bebek sudah berbentuk trail apa pas diupgrade 2007 gitu saya lupa.
    jadi bisa dibilang bukan klan terbaru yang sekarang dikeluarkan honda filifina itu versi facelift bukan bener bener baru

    Guest
  2. mungkin judul artikelnya lebih tepat honda filifina baru saja mengeluarkan versi facelift atau versi terbaru dari honda xrm 125

    Guest
    • Haha… Gw malah lupa pernah ada suzuki youngstar di Indo. Sekarang kemana ya tuh motor? Belum pnh liat di jalan sekalipun.

      Guest
    • ditempat saya banyak fans garis keras suzuki, banyak beredar itu motor. lebih dari 10 kali ngeliat seliwiran dan plat nomornya beda beda semua dan beberapa kali dipake sama anak sekolah. sebenernya dari bentuk bagus dibanding atlet kaoskaki cuma menurut saya harganya gak masuk

      Guest
      • iyalah,dulu kan harganya hampir sama kayak njmx kan,tapi kalo beli youngstar cuma dapat mesin tidur 125 Shogun, nggak worth it banget

        Guest
        • Tapi cocok buat investasi tuh, yakin deh nasibnya akan seperti Nouvo lele, Tormax, CB/GL 125, dll yang ga laku dijamannya kemudian banyak dicari kolektor di kemudian hari. Bahkan sekarang CB125 ori lebih mahal dari CB100, padahal dulu bisa dibilang ga laku tuh CB125 karena bentuk bisa dibilang sama, tapi beda 22cc doang harga selisih jauh. Orang pilih CB100.

          Guest
  3. cocok buat yg ada di pedalaman tuh,biasanya liat di acara jejak petualang yg dimodif jadi ala2 bebek trail jenis Revo gitu
    kalo harga nya bersaing bisa aja laris

    Guest
  4. Klu menurut gue ni motor lumayan keren wak? Terutama di daerah pedasaan/pegunungan. Krn orang” yg ada di daerah seperti itu sukanya motor yg berbau trail..
    Dan banyak jg yg memodifikasi motor bebek di bentuk jd trail. Krn saya sendiri berasal dari lereng gunung muria kudus! πŸ˜€πŸ˜€

    Guest
  5. Alhamdulillah saya tinggal di Indonesia, yg masyarakat nya maha melek dan kritis soal design. Udah biasa mantengin CRF yang asli liat ni motor gimana gitu rasanya

    Guest
  6. Belakangnya nanggung, coba kenalpotnya di naikin mungkin feedbacknya jd beda lg..

    Klo kek gini kaya motor modipan ojek2 yg ada di kaki gunung, yg suka angkut hasil kebon ke pasar..

    Guest
  7. Belakangnya nanggung, coba kenalpotnya di naikin mungkin feedbacknya jd beda lg..

    Klo kek gini kaya motor modipan ojek2 yg ada di kaki gunung, yg suka angkut hasil kebon ke pasar..

    Guest
  8. Kayaknya laris disini tuh, terutama di pedalaman. Disini klx dan crf aja sdh umum untuk sarana transportasi

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.