TMCBLOG.com – Masih ada Grey Area di Regulasi MotoGP, itu yang  tmcblog pikirkan setelah menyimak perjalanan kisah ‘ AeroGate ‘ ini dari awal sampai selesai. Semua keputusan sidang banding FIM ini jelas mengikat dan kita harus junjung tinggi, namun ada beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab hanya dengan diputuskan bahwa Swingarm Deflector Ducati legal Oleh Sidang Banding FIM. Semisal kisah mengenai ‘ proposal ‘ Part yang sempat diajukan oleh Aprilia sebelumnya ke MotoGP Technical Director Danny Aldridge namun menurut berita ditolak. Semua orang jadi malah kepo untuk ingin tahu seperti apa sebenarnya gambaran fisik part tersebut, Apakah mirip dengan Swingarm deflector Ducati?

Ducati dan Gigi Dall’Igna mengkonfirmasi bahwa Swingarm deflector memiliki fungsi untuk mendinginkan Ban. Segala Bukti bukti telah mereka beberkan di pengadilan banding untuk memperkuat bahwa Ducati masih berada di ‘jalan yang benar’ dengan berpedoman pada Item No. 7 dari amandemen Regulasi teknis MotoGP yang dikirimkan Ke team tanggal 2 Maret 2019. Pada amandemen tersebut disebutkan bahwa Deflektor diperbolehkan ( legal ) untuk kepentingan :

  1. Mengarahkan air menjauh dari Ban belakang saat Hujan lebat,
  2. Mendinginkan Ban belakang,
  3. atau Membuang kotoran ( debrish )

Selain Syarat umum seperti Syarat Harus diletakkan di swingarm, tidak dapat digerakkan Secara aktif ( harus pasif bergerak mengikuti gerakan swingarm)  ada pula Syarat khusus  seperti saat digunakan sebagai Water deflector / Surface water spoiler haruslah terpasang minimal 1 Ban Basah. Namun ada satu syarat yang disebutkan terakhir namun memang secara kasat mata punya potensi menimbulkan polemik yakni disebutkan bahwa part tersebut ” tidak menghasilkan efek aerodinamika ”

TMCBLOG bukan pakar ahli aerodinamika, namun penulisan Kata kata ” tidak menghasilkan efek aerodinamika. ” ini lah salah satu yang menurut tmcblog mungkin ‘belum tepat’ dan bisa mengarahkan regulasi ke posisi ” grey area “ atau bahkan multitafsir . Dengan Ilmu fisika sederhana saja kita bisa dengan kualitatif melihat bahwa hampir semua Part yang terkena/ terpapar angin di Motor akan menghasilkan ‘ Efek aerodinamika’ . .

Kecerdikan dan Kejeniusan Ducati dan Gigi Dall’Igna dalam membaca setiap celah regulasi tidak bisa disalahkan karena memang otak manusia dianugerahi untuk punya kapabilitas itu. Namun kalau ini terus belanjut, kedepan bukan hanya perang teknologi dan perang kemampuan mengendalikan Motor yang bisa menentukan . . akan ada satu lagi yakni : perang dalam Menginterpretasikan Regulasi, imho

Efek aerodinamika itu bisa saja berbentuk Downforce, Liftforce dan lain lain. Downforce seberat biji zarah tetap dikatakan downforce dan tetap dinamakan ‘efek aerodinamika’. Yap bicara Hal hal teknis seperti ni memang kudu dan butuh banget bicara angka ( kuantitatif ) untuk bisa membuat hal regulasi abu abu menjadi Jelas dan jernih. Maksudnya adalah Orang butuh banget seberapa besar angka koridor afek aerodinamika yang dianggap boleh dan tidak boleh. Kalo kata penggemar kan Koi, ‘ Kiwa’ nya kudu jelas jangan dibuat bergradasi 😀

Dan menurut tmcblog jika regulasi bisa dibuat sangat jelas, Maka beban kerja dan beban moral dari hak diskresi yang dimiliki technical Director untuk Menilai mana yang boleh dan Mana yang tidak pun menurut tmcblog bisa berkurang. Sebelum ini technical Director Danny Aldridge sempat memperlihatkan Contoh dimana alat yang jelas bisa membantunya bekerja dengan sangat profesional yakni Dengan kehadiran Jig Uji dimensi Motor . Untuk hal hal aerodinamika? memang butuh waktu, namun tetap ditunggu.

Memang sih, Hal Hal krusial yang punya potensi menjadi polemik seperti ini memang seharusnya diselesaikan dulu di Meja MSMA. Dari MSMA selanjutnya bisa memberikan rekomendasi kepada FIM dan Dorna untuk memperhatikan kembali beberapa regulasi yang punya potensi jadi Polemik. Namun apa daya MSMA kondisi saat ini mungkin agak sedikit awkward/ canggung pasca Selesai Permasalahan Swingarm deflector . . . Apa Benar MSMA ini seperti yang dikatakan Mat Oxley merupakan badan mirip ‘ PBB ‘ yang terlihat ‘ bersatu’ namun tetap egois memikirkan diri sendiri ? So jadi aku kudu piye sob ?

Taufik of BuitenZorg

92 COMMENTS

        • & siang ni dingin skli…

          Alaska ? & ke ingat si cacing besar Alaska Spoon(wind)Bob ?

          Guest
      • Bukan michelin. Tapi software MM yg nggak mampu handle ban. Nampaknya yg buat algoritmanya nggak sehebat org HRC atau yamaha.
        Kalo yamaha boleh pake software sendiri, nggak bakal mereka py masalah ban.
        Tapi, ducati kapan juara serinya?

        Guest
        • @Dul sumbing: harap di maklum anak emas bro….!!!, kata Gigigusi katanya father founding of motogp itu adalah mas duc-duc, kakak hando ama kakek yamuha. Kakak hando sdh kenyang jurdun begitu pula kakek yamuha, mungkin dalam hati kecil mas duc duc sedikit aga gengsi maka terjadilah lobi lobi sama pihak mbah Darno sampai menghalalkan segala cara. Padahal di moto gp itu doi termasuk anak kemarin sore tidak lebih dari si mbok katiyem sama neng prilly, malah sama tante sizuka juga doi masih kalah jauh….!!!!

          Guest
    • Permisi pak bangun, akir2 ini sering podium 1 jenengan pake part abu2 apa kuning?
      Tapi di sinyalir dari tulisan ini, mas taufik dan pak bangun tidak puas dan ragu dengan Darno saat ini?!

      Guest
        • Kalo begitu masih belum fix dong kang? Ketika batasan angka dianggap aerodinamis masih belum ditetapkan?
          Terus ini artinya apa kang untuk tim lain boleh dunk pakai deflector meski gak hujan?

          Guest
        • boleh asal part tetap periksa dulu ke Danny Aldridge, setelah itu tergantung diskresi yang dimiliki oleh Danny untuk lolos atau nggak . . yap se-simpel itu

          Administrator
      • saya tidak menggunakan part apapun mas DarsoNo. transparan tembus pandang supaya selalu dingin semriwing. hehe..
        tenang, apapun yg saya gunakan sama dirni pasti di-legal-kan. selama ada tulisan merk dikiti pasti legal. merk lain no way. hehe..

        Guest
      • ini omong-omong mas Taufik tidak kasi saya hadiah to? saya minta hadiah sarung digital mas. warna kuning stabilo lorek-lorek merah ya mas. hehe..

        Guest
    • Setuju mas taufik, sy jadi bertanya ini hilirnya dimana? Dari mulai “penolakan proposal, amandemen mendadak, keputusan sidang”??? Apa harus demikian hanya untuk menggeser Hodna dan marc???
      Kalo iya…fix aku tak dodolan pisang godok wae di mandalika!

      Guest
      • hilir dari permasalah Swingarm Deflector sudah final dan mungkin sudah berada di lepas Pantai bukan lagi di hilir
        yang diperdebatkan banyak orang tinggal regulasinya saja yang belum memberikan pembatas yang jelas mana putih mana hitam, imho

        Administrator
        • Yo ora piya piye, Wak… Nggoreng piyek ae ?
          Dg sgla macam cara oportunis tp ttep ggal juara y Mbah Gigi lh yg layak ngucap kalimat tu… ??

          Guest
        • La ini si danny sbnrnya punya kemampuan teknis terkait aerodinamika gak sih wak??kok kesannya dia ini cm sekedar label nama terlebih terkait proposalnya aprilia yg jg ngembangin part serupa tp gak lolos regulasi

          Guest
        • Comment:kayaknya pembatasannya nanti, setelah ducati menemukan part kontraversial yg akan lgsung dilegalkan.

          Guest
        • mungkin maksud wak aji. ga ada angka di regulasi. kalaupun memang menghasilkan downforce bates angka nya berapa. bisa jd nanti nanti efek pendinginan suhu lebih minor dari efek downforce nya

          Guest
    • Amit Pak Bangun, semalam buru-buru takut disalip komentator lain.

      Hahaha

      ————————————–

      Ya kombinasi deh antara Michelin sama software MM.

      Cuma lebih ke Michelin menurut gw. Kalau ga mikir tyre management, balapan lebih seru.

      Make software in house pun kalau bannya Michelin sama aja pada manage tyre semua.

      Michelin cuma menghasilkan lap record dan pembalap spesialis kualifikasi seperti Zarco di musim kemarin, dan Vinales di Qatar 2019.

      Balapan seru cuma terjadi di track seperti Assen dan PI. Padahal sisanya sirkuit yg “boros ban” jadinya pertengahan balapan boring
      Ring
      Ring
      Ring

      Guest
        • Aturan dibikin sendiri di ubah sendiri, bebas aja. Menurut gue, karena aturan bikinan manusia yg tidak lepas dari salah. Cuma klo seperti ini terus bakal menjadi tidak nyaman. Dari pada kita terus debat legal, mending kedepan kita nikmati aja”perang” arm deflektor. Kita lihat juga perkembangan aturan ini.

          Aturan start di ubah setelah ada yg melanggar. Aturan penyeragaman perangkat elektronik di pertegas setelah dorna kecolongan ada elektronik lain selian MM. Juga Kasus deflector lni semakin menarik untuk di ikuti jika ternyata milik aprillia yg ditolak memiliki bentuk dan fungsi yg sama. Klo ada fotonya boleh tuh wak bikin komparasi deflector milik aprillia dan ducati. Korek gas bentuk pistol dengan pistol asli bentuknya sama tapi fungsinya beda.

          Guest
  1. pepatah kuno mesti dipegang teguh mas MG. tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi. cuma jadi apa itulah yg menjadi pertanyaan. haha..

    Guest
  2. berhubung saya tadi tidak memakai kacamata, jadi pandangan agak kabur mas. saya kira itu tadi baliho iklan missionzamannow. haha..

    Guest
  3. diletakkan di swing arm tp gk boleh mengikuti gerak swing arm itu yg gimana wak ??

    atau yg dimaksud aktif itu kayak F1 wak ??

    Guest
    • tidak dapat digerakkan Secara aktif -> harus pasif bergerak mengikuti gerakan swingarm
      yap dilarang wing aktif seperti F1

      Administrator
  4. Sederhana tp lebih komplek dr masalah seamless gearbox dulu yakk…

    kalau gearbox emng sejatinya jd bahan polemik lebih besar krn udah berhubungan dgn mesin dan electronik wlaupun pabrikan lain udah punya ilmu pembuatan gearbox tersebut …

    justru merambah gearbox lebih ilegal dr pada Deflector dan part Aerodevice ini

    Guest
  5. Kalau terus2an kayak begini, masih layak nggak nonton motogp? Mendingan dulu yang ribut antar pembalap, lha sekarang yg perang langsung justru antar team pabrikan (dengan cara licik pula?). Walaupun mungkin sulit untuk dibuktikan tapi sangat jelas terlihat Dorna & FIM cenderung “memihak” ke salah satu pabrikan

    Guest
  6. IMHO keributan ini terjadi karena kesenjangan teknologi antara Pabrikan Eropa (baca Ducti) dengan Jepang (baca Hnoda dan Ymaha).. Pabrikan jepang memiliki inovasi hardware dan software yang maju pesat, sementara pabrikan eropa jauh tertinggal dengan mengandalkan update2 mekanik untuk bertahan.. Alhasil dominasi jepang tidak bisa dipungkiri memancing Drona untuk memangkas gap.. Yaitu unifikasi ECU .. Di sisi lain Ducti punya masalah dari sononya understeering, sudah jungkir balik berbagai cara ga ada perbaikan, akhirnya muncul ide sederhana dari Gigi, kalo dengan cara2 canggih tiru sana sini ga bisa, pake cara simpel saja, tambahi sayap.. Munculah winglet..di pihak pabrikan jepang, senjata utamanya berupa kecanggihan software dilucuti, akhirnya terpaksa masuk ke dunianya ducti yaitu mekanik dan hardware..selain ikutan winglet, Respon Hnoda bagus, dengan mengubah firing order, memakai backward rot crank, ditambah ada marques yang semakin dewasa dalam hal kesabaran menghadapi kompetisi balapan, tapi yamaha kurang bagus merespon, masih sosis2 melulu.. Pabrikan yang baru ikut sebenarnya diuntungkan karena tidak terlalu tertinggal masalah software.. Jadi IMHO, perang inovasi diarahkan di area yang bisa disentuh semua tim.. Untuk sekarang inovasi ada di ranah aerodinamika.. Mungkin nanti ada yang lain.. IMHO lho ya..

    Guest
    • Alasan unifikasi software adalah biaya tinggi. Skrg juga kalo main aerodinamika jd masalah biaya. Buat tim sekelas hrc, biaya gak masalah.
      Ujungnya tetap aja yg menang itu2 lagi.

      Guest
  7. Ttp gw sebagai orang awam, lihat bentuknya udah ngerasa gk hanya buat mendinginkan ban, tp ada efek oreodinamit nya, klo emang niat cuma buat mendinginkan ban, ngapa gk pake corong udara yang di salurin langsung ke ban belakang? Macam corong udara kaliper belakangnya markes
    Malah bikin sekop yg bentuknya kontroperisial
    Tau ah, gw kan cuma nitijen yg bisanya komen, ekekekee

    Guest
    • Sudah pasti menghasilkan downforce itu . .

      Menurut saya ada korelasi erat ke pengujian rear brake strut bar nya Ducatee waktu #JerezTest musim dingin lalu, mereka sedang mencari cara supaya ban belakang selalu menapak sempurna ke aspal di setiap movement motor. .

      Mungkin yang hasilnya efektif adalah si deflector ini, maka dia yang dipakai saat race. .

      Tapi vonis sudah jatuh dan biar lah ini jadi perdebatan sosial (media) . .

      Editor
      • Yahh, klo emang sampe ternyata kecolongan (bukan kong kalikong kaya yang diisukan sampe terjadi amandemen) bener2 kebangetan tuh dorna, part yg gede dan kasat mata kaya gitu gk mungkin klo gk liat

        Guest
  8. Baca Di beberapa media seolah olah, seakan akan diciti ini merasa posisi dia juara dunia yg harus di kalahkan?! Hehehe…makanan empuk nih!

    Guest
    • Iya wak, baru juara seri qatar sudah merasa perlu di kalahkan…kalo bgini kan sasaran empuk bgt, skrng mata semua tertuju ke diciti! Kasus ini berhasil membawa diciti lupa akan bumi…siap2
      Hahaha

      Guest
    • Maklum bro lagi merasa di atas angin,saya pribadi menilai ini tim ducetek makin lama makin angkuh ke inget honddaa dulu yg superior di tahun 2000an tapi bedanya dulu hondda mengembangkan motor berdasarkan pengembangan mereka sendiri sampe tim satelit mereka hampir punya kapasitas kekuatan layaknya motor pabrikan seperti motor melandri,biaggi dan gibernau sedangkan ducetek tidak lepas dari hanya di untungkan penyeragaman regulasi,itupun mereka merengek2 minta di seragamin sambil ngancam mau out dari balap gp..?

      Guest
  9. udah tutup, silahkan naik Ke CAN Court of arbiteary for netizen, ditunggu 5 hari dari sekarang 😀

    Administrator
  10. Saya sdah komen di artikel keputusan aerogate kalau ducati…eh… dorna harus merubah regulasi, dari kata2 “tidak menimbulkan efek aerodinamika” diganti “boleh menimbulkan aerodinamika asal hanya hasil sampingan dari pendinginan ban/ hasil sampingan deflektor air/ hasil sampingan dari membuang kotoran” hahahaha

    Guest
  11. Part ini emg berpotensi bgt diotak atik biar menguntungkan dari sisi aero. Nanti ujung2nya biaya riset tim bengkak lagi. Buat wing depan aja udah pasti mahal.

    Mungkin dorna bisa tuh bikin bentuk yg seragam, atau cukup dimensinya aja : panjang lebar dan sudut kemiringan. Sebagai contoh desain wing depan Formula1 skrg yg diseragamin, hanya bisa disetting minor. Toh ukuran ban kan segitu2 aja.

    Guest
    • dan ane yakin biaya pengembangan aerowing ini pasti udah melebihi dan akan terus bertambah,dibanding SSG yg kata mbah gigi lebih mahal tapi pengembangannya palingan dr seamless upshift trus seamless downshift abis itu selesai deh pengembangannya
      lha aerowing tiap awal musim dan pertengahan musim selalu ada update (terutama kubu ducati),kan alokasi dana buat aerwing lebih tidak terbatas dibanding ssg dan pneumatic valve

      Guest
  12. Paling suka sama motor Ducati karena mesin monsternya. Tp jadi ilfil semenjak desainnya rusak gegara aplikasi sayap depan, dan kini hilang respek gegara aerogate.

    Guest
  13. jika dorna tidak tegas
    zona abu2 sangat banyak celah
    di f1 salah satunya trik pembakaran oli
    zona abu2 ini lah yang nantinya membuat
    team sumber daya tinggi jauh didepan

    Guest
  14. Wah aura auranya wak haji masih kurang setuju dgn pernyataan om gigi bahwasanya itu alat hany berfungsi mendinginkan ban sj. CMIIW

    Guest
    • saya nggak ada kepentingan untuk menilai soal Keputusan yang sudah diambil, keputusan harus dijunjung tinggi dan setelah diputuskan saya bersedia jadi yang di garda depan untuk itu.
      saya hanya memfokuskan ke Regulasi yang menurut saya punya potensi polemik kedepan karena batasannya belum dibuat
      ini seperti membuka Pandora box . .

      Administrator
    • bro hart…inti masalah bukan pada peryataan gigidalgina, bukan pada kepet bawah..itu masalah kecil,masalah receh buat sekelas pabrikan yg ikut motogp, kalo anda menyimak kasus ini di warung TMCblog, semua komentar dan opini sudah sedemikian jelas sampai menggunakan kata2 sandi yg rumit yg saya sendiri butuh 10 menit untuk menelaah komen2 dari pembaca warung ini yg saya kira sudah taraf kelas tinggi ilmunya, ini juga hasil dari belajar dari pengurus warung ini (nuwun wak taufik,thx mas nugie), sekarang mari kita pahami bersama apa maksud “ini seperti membuka pandora box” yg di tulis wak taufik! itu.

      Guest
  15. PR Dorna gak cuma di MotoGP tp juga di WSBK, mirip2 kasusnya sm “aerogate”, buat ngalahin Kawasaki & Rea lg2 ngakali regulasi pakai ” Rpmgate”

    Guest
  16. Regulasi yg selama ini dipakai selalu menguntungkan ducati..
    Salah satnya single ECU… Mag.mar. ..
    Sama2 made in Italy..jdi ducati selangkah lebih faham dengan ECU ini..
    Prototype kog dibatasi…Lucu..

    Guest
  17. karena sudah terlanjur, sebaiknya part ini “dilegalkan saja” buat seluruh tim. dibuat panjang maksimal berapa, lebar maksimal berapa (diukur dari sisi terluar), dan tidak boleh menyatu dengan swing arm. sudut terserah, bahan terserah, tapi harus rigid, dan kuat terpasang pada swing arm. atau sekalian saja bikin part yang sudah jadi, khusus untuk kering dan basah. tim yang mau pakai harus pakai part itu, tidak boleh bikin sendiri.
    karena part ini lebih enak dilihat daripada winglet yang amazing, karena lebih tersembunyi.
    kalau perlu diperbolehkan part aerodinamika (down force) pada unsprung weight roda depan. konsekuensi motogp jadi mahal tapi kerasa prototypenya.

    Guest
    • apakah ducati punya hak veto mas nugie? kalo iya kapasitasnya pabrikan sekelas ducati memiliki hak veto apa ya? serus tanya saya mas nugie..

      Guest
      • Nah itu, deskresi ternyata namanya ya mas..
        Kalo yang jelas2 veto pabrikan itu soal spek software ECU deng ya. . .

        Sekaligus menjawab pertanyaan @Darsono di atas. .

        Editor
    • Dri pda ngembangin winglet yg g trlalu kepake di maspro, mending gunakan hak veto nya buat ngembangin ECU, yg pnya hak Veto urunan buat pengembanganya, drioada dana buat riset winglet yg bikin g karu2an… IMO

      Guest
  18. Team Technical direction ky mas deni Aldridge apakh menggandeng orang” atau badan yg ahli di bidangnya (contoh ahli aero wing)??jd ikut penasaran sbrpa kompetensi team technical direktion

    Guest
  19. Brivio: “the spoon generates downforce, political decision”: “We have shown it and Ducati has confirmed it. Dorna and Fim have not wanted to deny Aldridge but will have to reflect and improve”

    *disadur dari gpwan*

    Guest
  20. Harusnya regulasi gk ngikut pbrikn! Aplagi pbrikn yg suka tkg ngiri inovasi pbrikn lain dlm hl ini ducati..
    Ducati bnyk kasus mereka tdk slh, spt area aero wing yg dr nol mulai mereka kmbngkn! Gr gr slh satunklh inovasi merengek ke dorna..klo mmg pbrikn kaya yaa bikin inovasi di area abu abu itu, klo gk bs ya bajak inginer pbrikn lain kyk yg sdh..klo mtgp d penuhi rengekan..yaa stagnan perkmbngn motor terhebat d muka bumi ini..

    Dalam hal ini yamaha selalu selow calm di motogp.inovasi mereka arm terbalik di tiru semua mtr dr moto3 moto2 calm sj..gk merengek…spt halnya ducati yamg wing jd inspirasi pbrikn lain tdk merengek..pliss stop merengek.

    Guest
  21. wah, saya ketinggalan infokomen buanyak ternyata. haha..
    tamu spesial dari jauh datang, ini baru bisa istirahat dan bersantai sambil membaca artikel baru dan komentar-komentar yg asik untuk dibaca. hehe..

    menurut pendapat saya, selama regulasi masih dibiarkan untuk membuka adanya celah-celah yg memang dipersiapkan untuk tim dikiti, dan dirni “sengaja” melakukan pembiaran akan hal ini, saya tidak akan kaget bila hal-hal baru akan muncul dari tim dikiti, dan semua hal tsb pada akhirnya oleh dirni adalah pelanggaran yg di-legal-kan. selamat datang “bayang-bayang” f1 di motogp. hehe..

    Guest
  22. Bener juga kata si Shuhei Nakamoto, katanya winglet itu sebenernya gak dibutuhin di motogp krn bagi dia motogp itu lab riset buat motor jalan raya, dan motor jalan rata gak butuh winglet, yg ada justru ECU, yg skrg justru di seragamin jg “demi ducati”. Knp aku ngomong demikian? Coba deh agan2 inget dulu siapa yg paling pengen pakek ECU MM pas dulu masih ada regulasi factory, factory 2 n Open bike? Kalo ada yg tanya V4R??? Pikir pakek logika deh siapa jg yg butuh downforce tambahan kalo cuman jalan santai di jalan raya. Itu cuman akal2an ducati aja biar bisa pakek winglet di wsbk, lagi2 menurutku terbantu regulasi motor homologasi, yg secara gak langsung bikin motor tuir butut kyk honda CBR jd gak kompetitif

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.