TMCBLOG.com – Joan Mir, Best Rookie di Race pembuka MotoGP Qatar 2019. Dalam Perjalanan race debutnya itu, penampilan Mir termasuk yang cukup menjanjikan. Start dari Posisi ke 11, bahkan di Lap ke 2 sampai ke 9 Mir sempat berada di posisi empat, dan berkesempatan Fight fairing to Fairing dengan Seniornya sekaligus team-Matenya Alex Rins. Namun setelah itu Rins turun sampai akhirnnya Finish di Posisi 8. Finish terbaik Rookie di race. Sahabat Dan Kontributor tmcblog asal spanyol Manuel pecino Berhasil menginterview Mir dan menanyakan kesannya pasca race debut tersebut Via telefon sebelum Mir berangkat ke Argentina . . Cekidot deh sob

Di Losail, Pasca race usai, saya ( Manuel Pecino ) memilih untuk berlari menyambangi Pit Lane di depan Box Suzuki. Dan melihat suasana senangnya Pit Box di mana semua anggota team Suzuki larut dalam kepuasan dan kesenangan. Joan Turun dari motor dan memperlihatkan senyuman lepas seketika setelah ia melepas Helmnya. Sebuah debut yang sama sekali tak terduga bahkan dalam impian terliar Joan.

MP : Berapa kali kamu melihat Race Qatar?

Mir : “Kurasa satu kali “

MP : Cuma sekali ?

Mir : ” Ya Cuma sekali, saya juga ngak mau membuat saya besar kepala

MP : Saya jadi kepo untuk mengetahui apa hal yang akhirnnya kamu ketahui dimana hal tersebut tidak diketahui saat berada di atas Motor ?

Mir : “ Well, Seperti saya tidak tahu siapa saja pembalap yang sempat berada di belakang saya seperti Valentino dan Maverick, bagaimana mereka berada di grup dan bagaimana mereka melewati saya. Mereka memiliki ban yang lebih baik dari saya, dan saya juga lihat Dovizioso memanage balapan dengan baik. Lap Terakhir, saya menyesal menggunakan Ban Soft, ini membuat saya Marah karena dengan ban yang rata rata dipakai pembalap lain ( Medium ) kami mungkin bisa lebih kompetitif di akhir Balapan dan kurasa kita juga akan tetap bisa menjaga Pace di awal “

MP : Dapatkah kami lebih agresif di awal ?

Mir : ” Ya kurasa begitu. Kuingat Race Pace ( keseluruhan ) di awal tidaklah begitu cepat, itulah mengapa saya bisa sampai di sana ( Pack terdepan ). Race Pace berubah Cepat di akhir Balapan dan saya dibatasi oleh Ban, Anyway saya Senang “

MP : Itu Balapan Pertama mu, saat pertama kali hadir disana, apa yang mau rasakan ?

Mir :” Merasa tidak bisa berada pada jalur balap ( racing line ) cukup memberikan efek karena kita harus tahu cara memanage jarak dengan pembalap di depan untuk bisa membuat Jalur sendiri. Jelas banget bahwa Yamaha dan Suzuki adalah Motor motor tercepat di Grid, kami harus melakukan sesuatu yang lebih pada pertengahan tikungan dan ini akan memberikan beban kepada Ban setiap waktu. Di Straight kami kalah, di tikungan kami bisa memperbaiki posisi. Masalah Overtaking pembalap lain lebih sulit. Dengan Motor yang memiliki power lebih ini lebih akan lebih mudah dilakukan dan ini berefek sedikit kepada kami “

MP : Kamu Baru saja menjalani race perdana MotoGP, apa perbedaan besar antara MotoGP dan Moto2

Mir : ” Di MotoGP Pembalap terbaik dunia berkumpul dan kebanyakan semuanya telah melewati semua Kategori dimana saya juga telah lalui : Moto3 dan Moto2. Menurut Saya dari Moto3 ke Moto2 performa pembalap Meningkat. Sementara dari Moto2 ke MotoGP kita tidak mendapati peningkatan sebanyak itu lagi. Menurut saya ini lah yang membuat motogp memiliki pembalap terbaik didunia “

MP : Apa Kunci atau rahasia yang membuat Rookie seperti kami dan Chief Mekanikmu yang juga baru di suzuki ( Francesco Carchedi ) untuk bisa kompetitif semenjak awal ?

Mir : ” Kurasa tidak ada rahasia, kurasa yang terjadi adalah Frankie memiliki keinginan bekerja Yang luar biasa, sama dengan keinginan yang saya miliki. Ini lah yang membuat kami ingin berada di sana, berkompetisi dengan pembalap Lain secepat mungkin. Ia memiliki passion yang kuat mengenai apa yang saya lakukan dan saya sangat senang memilki orang seperti dia di team. Suzuki adalah team yang hebat, orang orangnya sangat dekat dan Frankie adalah orang baik “

MP : Akhir pekan ini, Argentina bagaimana masa lalumu di Sini ?

Mir : ” Di Moto3 super bagus, ini selalu menjadi sirkuit yang bagus untuk saya. Di Moto2 juga sangat bagus. Secara umum, saya selalu memperoleh hasil bagus selama ini. Di Argentina saaya selalu bisa berada dekat dengan pembalap pembalap depan ketika saya baru datang di kategori baru. Inia dalah sirkuit di mana saya selalu naik tingkat dan saya percaya dengan MotoGP juga akan terjadi demikian. Sirkuit yang twisty, memiliki backstraight yang sangat panjang d imana akselerasi menajdi sangat penting. Saya Pikir ini adalah sirkuit dimana saya bisa terus berkembang¬† “

MP : Kamu dalam proses adaptasi di MotoGP. Di fase mana adaptasi tersebut : Pengereman, Cornering atau Akselerasi ?

Mir : ” saya merasa Kuat di Pengereman. Yang harus saya tingkatkan adalah Akselerasi “

MP : Dirimu atau Motor ?

Mir : “Kurasa keduanya”

MP : Di Qatar kamu sempat fight dekat dengan Rins. Adalah hal khusus seperti ” oh, ini team-mate saya, saya nggak akan menyerang disini ” ?

Mir : ” Ya saya sangat berhati hati dan Alex sedang mencari hasil bagus tahun ini. Alex adalah pembalap Yang ingin menajdi Juara. Saya tidak seperti itu, yang saya lakukan hanya belajar, ini adalah tujuan saya. Sederhanannya adalah bisa dekat dan semakin dekat, merasakan lebih baik, diatas semua itu : merasakan bahwa semuanya terus menerus berkembang. Race pertama saya di Qatar lebih baik dari yang saya duga dan saya berharap race di Argentina akhir pekan ini bisa sama atau bahkan lebih baik”

Manuel Pecino

 

20 COMMENTS

  1. hajar terus mir, walaupun kamu bukan anggota dangdut academy dan dibesar besarkan media. gas terus dan ingat jangan sampe pekok yak ?

    Guest
  2. imho mir sangat positif, just a good boy with a good performance.
    no drama, no controversial maneuver.

    kesannya seperti, “sebelum saya memiliki kapabilitas untuk menggigit, saya tidak akan mengganggu.”.
    bukan berarti tidak mungkin, tapi masih “wait n see”.
    pembalap yang sangat cerdas.

    sekedar opini tentang mir.

    Guest
    • Slow aja mir…kagak usah ambisi podium dulu..
      Cukup recokin aja yang ada di barisan depan biar pada gemes,apalagi fanboy nya biar pada emosi…kah..kah..kah
      Bila perlu pas overtaking agak ekstrim dikit ngga apa apa..senggol jga ngga apa apa mir biar pada ndlosor..asal jgn kau senggol alex rins aja mueehehheheee..

      Guest
    • kalo manuver kontroversial perasaan pernah,moto3 dulu di straight aragon manuvernya sengaja menghalang2i yg slipstream dibelakang dan mau nyalip,akhirnya kena poin hukuman

      Guest
  3. Joan Mir rookie yg baik hati dan all belajar, gak besar mulut koar sana sini..

    Pengamat MotoGP tolong dijawab, kalo MM93 dmna kuatnya? Akselerasi, Cornering, atao pengereman? Klo VR kn d Cornering, AD d pengereman.. MM?

    Guest
  4. Mungkin MM tidak ada yg spesial di mata yg ga suka, tapi anehnya yg tidak kuat ini selalu mengalahkan 2 org yg disebut kuat

    Guest
  5. makanya pembalap yg sudah tahunan di motogp begitu terdampar di planet lain (WSBK) bisa kayak clark kent di bumi…”terbang”..hahahe

    Guest
  6. Ntaps, Rookie yang berbakat tapi juga tahu diri. Team mate emang saingan terdekat tapi bukan untuk dipermalukan atau disenggol-senggol. Jangan kayak Ducetek atau Yamama.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.