TMCBLOG.com – Menjadi Rival Marc Marquez Alenta haruslah juga bisa mengerti jalan pikiran Marc Marquez dan mencoba berkelana menyelami apa yang kira kira sedang dipersiapkan. Menjadi Rival Marc haruslah selalu aware dan Nggak gampang percaya dulu sama jalinan angka angka di Final time sheet sebelum membuka data data Lainnya Yang lebih dalam. Kita Mungkin semua ingat bahwa tmcblog di tahun 2018 sering menuliskan bagaimana Marc Marquez menggunakan strategi berbeda khusus di FP2 dan FP4 pada Setiap race weekend.

FP2 MotoGP Argentina di Termas de Rio Hondo dilakukan Jam 15:05-15:50 waktu Termas. Sedangkan race Sendiri  dimulai hari ahadnya pukul 15:00 . .  Nah sobat bisa lihat bahwa kembali ada yang klop antara Race Time dengan FP2 sendiri. Ini artinya FP2 merupakan waktu yang sangat sesuai untuk mencoba sebuah Long lap, Race simulation, ataupun hanya sekedar mencoba durabilitas dari ban.

Dan itulah yang menurut tmcblog menjadi alasan kenapa Marc Maruez tidak ikut ikutan Mengganti ban dengan Ban Fresh alias Ban Baru di 5 menit terakhir waktu Time Attack FP2 MotoGP Argentina 2019. Dari data yang terpapar sobat bisa lihat :

  • Di 7 Lap pertama Run Pertama Marc Menggunakan ban BARU Slick MEDIUM Depan dan Ban BARU Slick Soft belakang.
  • Di Run Kedua ia mengganti Bah depan Ke ban baru Slick HARD, sementara tetap menggunakan Ban belakang Soft ‘ bekas’ Run pertama
  • Di Run ketiga Marc mempertahankan kombinasi Ban ‘bekas’ Slick Hard Depan dan Slick Soft belakang.

Business as Usual

Yang bisa tmcblog analisa dari data di atas adalah Marc terlihat sedang mencoba Mendalami dan mencari Limit dari ban belakang Soft Di sepanjang 19 Lap. FYI satu Full race Termas adalah 24 Lap. Pendekatan dalam race weekend ini sebenarnya sudah mulai di lakukan Marc Di Tahun 2018 yang lalu.

Sobat sekalian pasti ngeh dimana ia menggunakan Free Practice di hari Jumat dan sabtu terutama yang waktunya mirip dengan waktu race ( sekitar jam 14/15 waktu setempat ) . Dan melupakan sementara Time attack di 5 menit terakhir sesi latihan untuk lebih melakukan semacam ‘riset’ penentuan ban dalam bentuk Semi-Long run. Kita Bisa lihat laptime Marc mayoritas di angka 1:39 . . . tebakan tmcblog pace itulah yang akan jadi Race Pace hari ahad nanti.

Mudah ditebak, Sulit direplikasi

Dulu tmcblog sempat menuliskan bahwa dengan pendekatan ini, Marc Bikin Flying lap di awal Sesi setelah itu  ia lebih ‘ nyantai’ dan lebih memfokuskan pikiran dan semuanya ke Riset mengenai ban dan setingan yang dibutuhkan untuk Race nanti  . .

Yesss, BENAR ini adalah strategy yang begitu mudah terbaca namun menurut tmcblog  tidak mudah direplikasi oleh lawan. Karena  butuh Kondisi Pembalap dan motor yang sudah settle dan sudah tidak lagi dirundung masalah mengenai hal hal teknis seperti Grip ban, under steer Oversteer dan lain lain.

Thanks Pedrosa

Tahun lalu ( 2018) Sepertinya Marc Sudah mencium tanda tanda Bahwa ia akan berpisah dengan Dani pedrosa sang Rider developer ulung HRC. Oleh Karena itu Marc dan team Mau Nggak Mau memang harus mendevelop Sistem, Metoda, development race weekend sendiri yang tidak bergantung pada pembalap Lain termasuk Team-matenya.

Dan sepertinya ke-Metodikan ini terus dibawa sampai di sesi ke dua GP Argentina 2019 ini, Terlebih lagi Jorge Lorenzo punya agenda sendiri yakni secepat mungkin adaptif dengan RC213V sehingga belum bisa diajak satu frekuensi oleh Marc mendevelop hal hal printilan lainnya . . . so ada Hal positif dari hengkangnya Dani, Thanks Pedrosa.

TMCBLOG jadi Ingat tahun lalu dimana pernah tmcblog coba titip pertanyaan mengenai hal ini ke Marc Via Manuel Pecino dan Dijawab secara ekslusif seperti ini oleh Marc mengenai pendekatan Race weekendnya Mulai dari 2018 : “FP1 Saya cek posisi kita berada, Jika cukup cepat maka saya akan melakukan Time attack di FP3. FP2, Saya akan melupakan Sesi Kualifikasi, Kecuali perkiraan cuaca menandakan akan ada masalah di hari ahad ” . . wah wah wah  ‘ aku masih seperti yang dulu ‘ – Dian Piesesha – dong ?

Taufik of BuitenZorg

133 COMMENTS

  1. Intinya …seperti dikutip artikel di atas coba sudut pandang lawan

    kalau lawan motor dan pembalap dah Settle…

    yawdah motor harese dan mak makues kececer…udah dibuktiken yg sudah sudah

    case closed ?

    Guest
  2. sy kira hmpir smua smbalap psti mencoba used tyre, smpe dimana batasnya… prtama krna jmlh ban dbatasi, kdua tentu untuk mnntukan ban mn yg akan dpakai di race…

    Guest
    • Gak, Wak… Aq milih Mus Mujiono yg Arti Kehidupan ja ?
      Dr ritme kucluk bs d endus, msh trbuka attack bwt Pole ?

      Guest
    • Betul sih..hanya saja marc kalau musim2 lalu melakukannya memang sampe ngambil resiko crash..yg lain takut sampe limit tsb ? jantungan kalau liat marc

      Guest
    • Betul… tp umumnya pembalap riset ban buat race di fp4, sedangkan fp1, 2, 3 mereka gunakan untuk cari settingan n menit2 akhir tiap fp mereka melakukan time attack biar bisa lolos langsung q2
      Kalo bocah yg satu ini beda
      Kalo d fp1 sudah kencang (tidak selalu tercepat)
      Fp2 dia sudah mulai simulasi race
      Gw sih liat dr lap keberapa fastest lap dia
      Kalo di awal maka asumsi dia lg simulasi

      Guest
    • Do you ngemohin Indonesian balap

      Guest
  3. wah wah waktunya lebih konsisten pake ban depan hard yak dibanding medium. apakah ini pengaruh kondisi lintasan atau rcv memang belom terlalu bersahabat pake ban depan medium ?
    btw kalo ada data crutclow boleh juga dibandingin wak, dua sesi kemarin bagus juga si crutclow catatan waktunya.

    Guest
        • wah kalau soal itu kan yang tahu hanya internal HRC. tapi berdasarkan pengamatan saya MM demennya pake ban depan Hard, dan menurut dia itu pun masih terlalu lembut

          Guest
      • hadeh ini orang yak wkwk
        kan itu komen saya nanya, apakah rcv tahun masih harus pake ban hard buat nyatat waktu konsisten ? dan ban medium masih belom bersahabat. dia malah balik nanya wkwkwkwk

        Guest
        • ya kan situ bilang di Termas lebih konsisten pakai ban Hard, terus saya konfirmasi, bukannya RCV memang lebih prefer ban hard ketimbang medium. mosok gitu aja gagal paham ???

          Guest
      • jadi begini mentega aka pengamat ahli dari segala ahli. dimotogp qatar kemarin itu marquez pake ban depan medium dan sekarang pake ban depan hard lagi. apa karena kondisi lintasan atau karena faktor lain.
        masa seorang pengamat expert gatau kalo kemarin marquez pake ban depan medium di qatar.
        hahahahahahahahahahahahahaha

        Guest
        • saya bukan ahli MotoGP, kalau saya ahli kemungkinan saya sudah melamar jadi narasumber di Trans7. dan juga semua itu masalah internal HRC, saya cuma baca kulitnya saja. enggak mungkin saya kasih konklusi hanya dari pengamatan tanpa data yang akurat. ? mungkin situ punya koneksi orang dalem? bisa lah sharing pengetahuan di sini ?

          Guest
        • terima kasih atau pujiannya, bung stang lurus 🙂 kalau menurut gw sih karakter sirkuit termas dan qatar berbeda ya, dari tingkat abrasinya dan suhu aspal. 🙂

          Guest
    • apa nanti pas race ujug2 hodna pake front medium ya?,kan dr test valencia udah bilang mau bikin rcv yg bisa pake ban yg lebih lunak biar banyak pilihannya,dan di qatar kemarin udah dibuktikan

      Guest
    • expert dibidangnya kembali mengamati lewat penerawangan penerawangan nya bagaimana pendapat bung @Darso

      Guest
  4. Tapi koq dovi malah ngetar time attack di fp2 ya,padahal kan harusnya ducatilah yg paling mungkin mengikuti strategi mm,apa ducati masih belum bisa ngatasi masalah di argentina ini?

    Guest
    • download pdf analysis di result Motogp dot com.. Baca, temukan konklusimu, cocokkan dengan hasil wawancara media di sore harinya kepada tiap rider

      Guest
    • dovi dari awal di luar top 10 ketika menggunakan ban Medium-medium untuk simulasi 15 lap. ketika ganti ban baru medium-soft langsung mencetak fastest lap. jadi strategi dia kebalikannya dari strategi MM, simulasi dulu baru time attack,

      Guest
      • setidaknya itu yang saya lihat dari analisis FP2 motoGP ? soalnya kemarin dovi munculnya cuma pas time attack, mungkin 15 lap di awal lagi simulasi race pace ?

        Guest
        • mantap suhu penjelasannya mudah dicerna oleh pencernaan, sendi sendi dan organ tubuh
          bener bener expert dibidang bangunan, eh bidang motogp maksudnya ?

          Guest
        • enggak kok, bukan expertnya. saya cuma penggemar motoGP dan suka baca time sheet motoGP ?

          Guest
        • mantap gan, situ buat mencerna informasi ini harus dibantu sistem pencernaan, sendi2 dan organ tubuh segala? kalau gw sih cukup pakai otak sudah bisa dicerna informasinya ?

          Guest
  5. Cukup liat FP1 saat track masih low grip, dirty, Marquez flying sampe bikin gap 0,3xx s.. Cukup liat FP2 laptime Marc konsisten 1:39 (di saat yg lain masih dominan 1:40)

    Hilal-nya terang benderang

    Guest
  6. hmmm….jadi begitu, dia diuntungkan dengan tidak adanya kendala yg dialami oleh motornya, kayak masalah spinning ban belakang, pengereman dan kendala top end power, jadi dia bisa fokus mencari settingan yang tepat dengan melakukan simulasi di FP2 yg waktunya bersamaan dg race, artinya parameter seperti kelembaban udara dan suhu lintasan kemungkinan relative sama dengan apa yg akan terjadi pada race nanti. berbeda dengan pabrikan rival tetangga sebelahnya dimana sesi FP malah mungkin digunakan untuk berpusing2 ria memfokuskan pencarian solusi masalah spinning ban belakang yg masih ada dan issue ketahanan ban, mungkin nanti ketemu solusinya dan bisa meraih lap cepat, tapi tidak untuk Long Run.

    #abaikansaja

    Guest
      • track inline oriented tapi yang menang honda nih pake mesin V baik itu marquez atau crutclow.
        mohon pencerahannya suhu mentega ?

        Guest
        • V engine oriented dan Marquez oriented beda banget pak ? kaya austin, mau pake mesin apa pun pasti rajanya tetap MM?

          Guest
        • dan juga yg gw bilang Termas Inline oriented bukan berarti cukup untuk mengalahkan dominasi RCV + marq ? tolong dianalisa lebih detail sebelum komentar ?

          Guest
    • Gak mungkin gak ada kendala
      Semua pabrikan pasti punya kekurangan masing
      Cuma masalahnya bagaimana solusinya
      Nah jd kacau jika tidak punya cara metodis yg tepat untuk menganalisa masalah
      Ditambah bingung cari solusinya
      Eh ada pihak (teknisi atw pembalap) yg bulet
      Udah muter2 aja disitu

      Guest
    • sekarang definisi track yg memihak salah satu pabrikan dengan konvigurasi mesin tertentu sudah tidak relevan lagi, paling utama ya lihatlah apa yang sedang terjadi pada sesi free practice, bukan soal adu lap time tercepat, tapi siapa yg paling konsisten cepat. lagipula usaha “sederhana” yang “hanya” dengan ubahan jalur saluran udara intake saja dampak yg dihasilkan sudah langsung nyata diatas trek, sedangkan yg lain ubahannya memang ada peningkatan disatu sektor, tapi juga menurunkan potensi di sektor lain dan masih belum bisa lepas dari masalah tahun lalu, faktanya sudah ada.

      Guest
  7. Aku masih seperti yang dulu
    Menunggumu sampai akhir hidupku
    Kesetiaanku tak luntur hatipun rela berkorban
    Demi keutuhan kau dan aku

    Biarkanlah aku memiliki
    Semua cinta yang ada dihatimu
    Apapun kan kuberikan cinta dan kerinduan
    Untukmu dambaan hatiku

    Malam ini tak ingin aku sendiri
    Ku cari damai bersama bayanganmu
    Hangat pelukan yang masih ku rasa
    Kau kasih kau sayang

    lirik lagu di atas menggambarkan kinerja marc marquez! please pahami gaes…

    Guest
  8. tak salah aku beli motor hondq, walaupun cmn beat,aq dah urunan biqr marq menang…
    jgn beli yahama percuma g pernah juara maupun podium

    Guest
  9. Wah bener kan..
    Fp2 maq uda race simulasi..
    Trs knp pas long run 2 dia masuk ke pit ya?
    Keluar sm2 pake ban yg td gt?
    Apa ganti settingan motor?
    Harusnya kan uda settle..
    Kl uda settle dr run ke 7 smp abis uda jgn ke pit..
    Biar data lebih real mengenai durability ban.. cmiiw

    Guest
    • Biar udah settle pasti tetep coba improve
      Berusaha ganti sudut pandang
      Jgn sampe kenceng di fp sudah ngerasa puas
      Pas race memble
      Masih ada waktu
      Kondisi race belum tentu 100% sama dengan fp

      Guest
  10. pokoknya liat posisi crutcrot,kalo dia ada di belakang posisi crutcrot yg ada di grup teratas berarti ada yg di sembunyiin sama si Alenta
    soalnya kalo crutcrot udah mentok panteng gass,si alenta pasti masih bisa bejek gass lebih dalam dr dia
    kalo kata mateo tangan kanan marc itu udah menyumbang 0,5 second

    Guest
  11. Deflector dipakai ga ya?
    Terus jangan lupa analisa jok motor yang itu-itu saja rata datar. Sangat unaerodynamic

    Guest
    • gak usah kabur gonta ganti nickname. mana penjelasan termas itu inline oriented tapi yang menang honda ? itu gak cuma marquez tp juga crutclow.
      pake acara kabur ganti nickname segala wkwk

      Guest
    • @Ngunuo: Loh kan sendok sdh dilegalin kenapa tidak….!!!!!, klw misalkan tetap keukeh yang harus pakai cmn mas duc duc doank, mas hando bisa menuntut balik suruh buka semua SSG yang terpasang di mesinnya desmo, kan ituh SSG hak patennya mas hando juga, cmn dulu ducatcrot bersikeras suruh buka paksa daleman mesin rcv (SSG) berikut fungsinya…… dan akhirnya dicontexs contek juga…..,sdh deh broo jangan terlalu mempermasalahkan soal contek mencontek krn sdh biasa itu di monyong gp…..!!!!

      Guest
    • Jangan dilupakan ini hasil penemuan insinyur” pabrikan di monyonggp modern berdasarkan historisnya: SSG (Kaka hando), SINGLET (mas ducduc) dan yang terakhir ini SENDOK (Kakek yamuha)….., tidak tahu mungkin kedepannya mas duc duc akan menghadirkan spoiler yang nemplok di buntutnya motor….., dan yang paling exstreem ridernya disuruh pakai wearpack semacam bajunya wayang golek yang ada sayapnya. kesemuanya itu bertujuan guna meningkatkan aerodinamic dengan beralibi ke mbah darno sebagai fashion, dan dengan kelihaian bersilat lidahnya gigigusi pasti kesemuanya itu bisa di loloskan………….!!!!!..

      Guest
    • ngomongin sapa?
      vinalis 12?ato ahamay monster energy?
      soalnya yg ngeluh soal ban tim itu,tapi klo didepan bilangnya si m1 yg impruv bukan bannya 😀

      Guest
    • Mantap jimoo si expert regulation muncul juga,ngak di ajak bung pengamat sekalian bung jimoo,sekalian penjabaran jasa ukuran knalpot rc213v MY 2019?

      Guest
  12. Run 2 Marc di FP2 ban Hard-Soft :
    Lap Time
    9. 1’40.028
    10. 1’39.606
    11. 1’39.598
    12. 1’39.519
    13. 1’39.559
    14. 1’39.629

    1’39.sekian berlanjut di run 3 (ban tdk ganti)

    marc melawan gravitasi bumi ketika yg lainya masih terlelap dinginnya embun di pagi hari!

    Guest
    • kecerdikan mm93. mari qta lihat smothnya msin inline. apa inline msh bs diandalkan atau malah mulai bsa di tempel aprila or ktm

      Guest
    • dia rencananya pakai Hard-soft untuk race? kok gw enggak yakin ya ? tapi kita lihat keajaiban tangan marq dan real wheel steeringnya ?

      Guest
  13. MM93 melakukan hal yang sma seperti dulu dan kompetitor tidak bisa mengikuti dengan alasan belom settle..
    Jika kompetitor sudah settle pun, MM93 dan HRC akan melakukan hal lain yang selangkah lebih maju…

    Guest
  14. Mulai masuk moto gp marq udah bisa di depan dg moto hrce, stoner dan rossi juga,. Kenapa lorenzo susah banget

    Guest
  15. Matur nuwun wak…sy itu seneng betul kalo wak haji analisa model ginian…ya gini ini trade mark nya tmc blog…

    Berarti wak…tim teknis yang mendukung marc marquez ini kompak dan punya rencana bagus ya wak..

    Guest
    • Yakin mau di telanjangin??, Ntar klo ketahuan posisi kudis, kurap kutil buduknya gmna?? ??

      Hayoo siap malu ga??

      Mas nugi ato wak haji maukah nelanjangin mas muke gile??
      Sayamah emoh wae mas ga ada untungnya rugi iya ???

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.