TMCBLOG.com – Setelah Kualifikasi baik di Grup A dan Grup B Kelas WSSP300 digabungkan diperolehkan data Fix akumulasi Grid start Untuk race perdana Kelas ini untuk Musim 2019 di Aragon. Dan dari hasil ini Pembalap Kawasaki Ninja 400 M Gonzales dari spanyol Tampil menjadi peraih Pole Possition dengan laptime tercepat 2:06,938. Namun Yang paling menggembirakan adalah hadirnya Pembalap Indonesia galang Hendra Pratama sebagai yang tercepat kedua dari total 36 starter Grid race esok.

Dengan laptime 2:08,552 Galang hendra berhasil menjadi Yang tercepat kedua di Grup A dan Juga secara akumulasi setelah hasil Kualifiaksi Grup A dan Grup B digabung. Galang Pun menjadi Pembalap Yamaha R3 terdepan. Jika dilihat dari Laptime antara Ninja 400 dan YZF R3 sekarang terlihat lebih kompetitif setelah hadirnya regulasi baru.

Seperti yang juga sempat tmcblog ungkapkan, Pada regulasi Baru iniΒ  ada penentuan Bobot baru dan Juga batas / Limit RPM dari setiap Motor dimana untuk Musim 2019 ini limitnya adalah :

  • Honda CBR500R 10.000 rpm [ awalnya 9.500 rpm, lalu sempat diganti menjadi 11.200 ]
  • Kawasaki Ninja 300 (EX300A/D/F) 13.000 rpm [ tetap ]
  • Kawasaki Ninja 400 (EX400G/H/J) 10.350 rpm [ awalnya 12.000 rpm, lalu sempat diganti menjadi 10.850]
  • Yamaha YZF-R3 13.000 rpm [ awalnya 12.850 rpm, lalu sempat diganti menjadi 13.100 rpm ]
  • KTM RC390/R 11.000 rpm [ awalnya 11.000 rpm, lalu sempat diganti menjadi 10.450 ]

Taufik of BuitenZorg

25 COMMENTS

    • Jos banget harusnya tim yamaha arrc minta di tuning pake tim ini tapilan masih mirip aslinya ga usah pake fairing odong odong

      Guest
  1. Maju terus utk olahraga balap di Indonesia, siapapun wakilnya dari merk apapun, dukunglah demi kemajuan bangsa …

    Guest
  2. Mantap, tapi masih terlihat balapan ga jelas ada 300cc-500cc. 1 cyl dan 2 cyl. Mendingan 300 cc/2cyl semua. Gitu baru jelas.IMO

    Guest
  3. yang bikin bingung Galang di Asia biasa bahkan kalah mental tapi di Eropa (wssp300) lumayan bersaing. Soalnya kemaren wildcard ARRC AP250 pun hasilnya sama (tidak juara) kesulitan.

    faktor?

    1) motor
    2) team
    3) lawan lebih lemah
    4) kombinasi 1,2,3

    Guest
    • Kalah di ARRC kayaknya lebih ke faktor motor sama tim kalo menurut ane. Tau sendirilah kayak gimana peforma tim AP250 YRI..

      Guest
  4. Heran bgt nih.. Galang yang di arrc krg bersinar di wss mentereng. Fktor apakh
    1. Regulasi arrc kaki gk sm kah sblh usd!
    2.regulasi rpm arrc yg bedakah
    3. Bobot mtr yg krg berimbng antar tim kah

    Yg jelas di ajamg dunia wss lbh tinggi kelas pmblpnya dia bs kompetitif.. Fix galang dulu di kebiri situasi kondisi d arrc

    Guest
    • Bautista Dulu Di moto GP gak bagus sekarang ke WSBK Malah moncer ? Klo logikanya Jimo . Bautista Dikebiri Dorna πŸ˜†πŸ˜†

      Guest
        • Jimoo jimooo
          Namanya juga Asia Production. Ya pake suspensi yg maspro lah. Mau pake usd ya minta ke principal untuk update produk jadi usd.

          Buktinya Kawasaki ga pake USD bisa ke barisan depan. Trus Y udah update USD juga masih semakin di belakang. Mau alesan apalagi, mo?

          Masih pinteran engineer Kawasaki berarti, milih tipe suspensi berdasarkan karakter sasis. Ga cuma mikir permintaan konsumen cem Jimoo

          Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.