TMCBLOG.com – Sekalian MotoGP di CoTA, Di Sirkuit Assen Belanda WSBK 2019 Juga bergulir. Seperti sudah kita ketahui Bersama di 3 gelaran Seri WSBK pertama, Ducati Terutama Kombinasi Panigale V4R dan Alvaro bautista benar benar mendominasi dengan 9 Kali kemenangan ( 6 Kemenangan race dan 3 kemenangan Superpole Race ). Sama seperti di MotoGP jika Juara Race Pabrikan akan memperoleh 3 Point konsesi, Jika runner up memperoleh 2 point konsesi dan Jika Podium 3 akan memperoleh 1 point konsesi ( tidak menghitung Superpole race dan hanya menghitung perolehan terbaik )

Artinya Sampai seri Aragon 2019 Raihan Konsesi pabrikan adalah :

  • Ducati : 6 Kali kemenangan , 2 kali P3 ( 20 Point Konsesi )
  • Kawasaki : 6 Kali Finish di Podium 2, 1 kali P3 ( 13 Point Konsesi )
  • Yamaha : 3 Kali Finish di Podium 3 ( 3 Point Konsesi )
  • BMW : 0 Point Konsesi
  • Honda : 0 Point Konsesi

Jika ada satu Pabrikan yang jumlah konsesinya Kurang dari 9 jika dibandingkan dengan Pabrikan yang paling banyak memperoleh Konsesi, Maka pabrikan itu memperoleh kesempatan menambah/ menganti dengan Part konsesi pasca 3 event, entah itu update Valve, Kem, Flywheel ( lihat daftar di bawah ).

Akankah Yamaha R1 Makin ‘ Galak ‘ di Assen

Jika Kita bisa lihat Jarak antara Yamaha ke Ducati terbentang 15 Point Konsesi. jadi Yamaha ( dan Juga Pabrikan lain seperti Honda dan BMW ) akan memperoleh Update Part Konsesi Di Seri Assen ini. Sementara Kawasaki hanya berjarak 6 Point konsesi jadi belum diperbolehkan mengupdate Part Konsesi. hmm di race sebelumnya Yamaha R1 sudah mulai bisa ‘ mengganggu’ ZX-10RR. Apakah di Assen nanti, R1 akan tambah Galak ?

Panigale V4R akan dikurangi Rev-Limitnya

Fim menuliskan di Book of Rule bahwa mereka memiliki Hak untuk melakukan peninjauan kembali soal rev limit ini setelah akhir dari setiap 3 event. Seperti Kita Ketahui Ducati Panigale V4R banyak disorot karena rev-limit mereka adalah yang tertinggi di grid start Yakni 16.350 rpm.

FIM Bilang dalam Book of Rule mereka punya beberapa variabel pengukuran dan latar belakang yang dijadikan landasan untuk melakukan peninjauan kembali rev limit ini. seperti antara lain : Laptime dibandingkan pembalap Pabrikan Lain, Jumlah Pembalap yang dominan dalam satu pabrikan, hasil balap, berapa kali pembalap memimpin Race, dan waktu race keseluruhan. Dorna bekerja sama dengan sebuah perusahaan independent yang tugasnya menganalisa data performa motor dalam balap SBK berdasarkan variabel di atas. Jadi angka naik dan turunnya memang tidak bisa kita temukan di Book Of Rule.

Namun Begitu santer rumor seperti yang dikabarkan GPOne, bahwa di Seri Assen 2019 nanti Ducati Panigela V4R akan mendapatkan pengurangan Rev-Limit sampai 250 rpm sehingga rev Limit motor Yang mengguankan mesin berbasiskan desain Desmosedici GP ini akan berkitir maksimum sampai 16.100 rpm.

New 2019 BMW S1000RR Engine

Selain itu dirumorkan Honda akan memperoleh penambahan 250 rpm rev-Limit dari awalnya 14.550 menjadi 14.800 rpm. BMW S1000RR sejatinya juga dirumorkan memperoleh Penambahan Rev-Limit dari 14.475 menjadi 14.900 rpm, Namun Part dan mesin terbaru BMW baru akan hadir di sesi Imola. Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

62 COMMENTS

    • Nah, apakah ducati sengaja ngatur agar ducati v4r menang krna faktor bau? Biar bisa ngakalin regulasi gtu?

      Guest
  1. wkwkwkwk cuma 250rpm.pastilah ducati masih unggul. But yamaha R1 boleh juga neh, dah ganteng kenceng cuma mesin croosplane suaranya saya gak suka. suka pure inline4 ,kembali ke selera.

    Guest
      • biasa saja? gak juga
        kalo sering ntn GP pasti tau lah kadang sering recokin barisan depan meskipun biasanya akan kalah dg sendirinya karna faktor motornya juga
        ketimbang Petrucci gw lebih suka performa AB sih
        yg jelas kalo buat nandingi kya MV12 sih bisa bgt

        Guest
        • Bener, jangankan Bautista, Xavier Simeon aja kmaren Podium Juara 1 Fance Superbike bro

          Guest
  2. kan tenaga puncak di 15250 rpm dan torque puncak ada di 11500 rpm, jomplang banget sama pabrikan lain. secara ducati panigale v4r unggul 221 hp.

    Guest
    • makannya meding pabrikan lain homologasikan mesin yang punya peak power di rpm 15250, bukannya minta oprek regulasi ?

      Guest
      • kayanya tetap tidak mungkin bisa tembus 16000 rpm tanpa pneumatic valve ? sedangkan pneumatic valve tidak diperbolehkan di wsbk, kan?

        Guest
  3. itu book of rule-nya kalau dibaca penuh dari halaman 1 sampai halaman akhir mungkin bisa membuat para pembacanya ketawa terpingkal-pingkal ya mas? hehe..
    peta persaingan dan pertempuran sengit rider wsbk semakin enak dilihat, bila regulasi-regulasi nyleneh dihapus. lebih baik bila batas maksimum rpm disamaratakan untuk semua peserta

    Guest
    • iya ribet amat,

      buat aja aturan rpm dibatasi Plus minus 10 rpm dari Rpm yg ditentukan tiap motor, jadi A 110 Rpm, B 100 Rpm,

      Guest
    • Setuju pak bangun
      Misal diset batas maximum rpm 17000,terserah tim2 mau pakai sampai brp ribu rpm sesuai kemampuan masing2 mesin,kalau ada yg cuma ngeset mentok 14000 ya resiko sendiri

      Guest
      • betul mas Awan. jadinya pertarungannya lebih “fair-play” antara masing-masing tim. nah, yg jadi pertanyaan, dorna berani tidak ya mengedit regulasinya supaya lebih fair? hehe..
        dorna dan dikiti soalnya lagi mesra-mesranya mas. baik di motogp maupun di wsbk. contoh nyata ttm sejati adalah dorna-dikiti. hehe..

        Guest
  4. Halah Bautista sama Rea tukeran motor pun gak bakalan ngaruh, lah dulu sama2 naik rc213v aja prestasinya masih bagusan Bautista

    Guest
    • bautista ini termasuk rider agresip mas. vr46 saja takut sama bautista dan memilih untuk tidak terlalu dekat dengannya. race motogp qatar 2014, ada momen saat bautista nyalip rosi dan dovi sekaligus. dobel overtake.
      race motogp lemans 2014, bautista podium 3. seingat saya itu. tolong dikoreksi bila ada kesalahan

      Guest
        • kapan ya mm93 main-main dg vr46 lagi? vr46 ditekan mm93 ternyata jg bisa crash dan membuat kesalahan ya? hehe..
          kalau vr46 sudah jengkel, baru jurus andalan dikeluarkan, yaitu jurus …. haha…

          Guest
        • hehe… nha itu dia mas, musim ini permainan mm93 ke vr46 terjadi di sirkuit mana ya?
          atau apakah mm93 sudah mendelegasikan ad4 untuk gantian bermain dg vr46? hehe..

          Guest
      • ternyata pak bangun masih inget aja kejadian lejen vs bau…
        seingat saya dulu si bau ini sering banget buat mbah lejen jatoh…sampai-sampai si mbah takut kalo disalip si bau…takut ke-sleding katanya (soalnya si bau ini kalo jatoh ngajak temen)…

        Guest
        • haha…
          sampai pada akhirnya rosi secara terang-terangan dulu mengungkapkan kalau rider yg paling dibenci adalah bautista. haha..
          tapi sepertinya sih semua rider jg dibenci rosi kalau menghalang-halangi rosi untuk jurdun. haha..
          dulu rider yg dibenci rosi bisa stress dan performanya menurun sampai pensiun dini, tapi kalau sekarang rider yg dibenci rosi performanya semakin kesetanan dan yg penting tidak ambil peduli dg dramanya rosi. haha..

          Guest
  5. kok cm 250rpm? pdhl selisihnya aja 2-3rb rpm… harusnya biar adil di buat di rpm yg sama yakni berkisar 13-14rb… lha kok cm 250rpm… gak adil lah mnrt sy…. yg lain tu di lihat brp rpmnya…. jgn yg lain di naikkan, yg ducati di turunkan, otomatis team lain jg harus keluar biaya lg, alangkah baiknya kalo ducati lgsg d samakan rpmnya sperti yg lain… mnrt ay lbh adil tnp ini itu

    Guest
  6. Hmm… agak ribet jg ya regulasinya. Dominasi yg mencolok msh Bautista sendiri, Davies di Aragon lbh seperti faktor “ini sirkuitnya” seperti yg lalu-lalu. Dan kebetulan V4R scr pengujian “mensyaratkan” rpm paling tinggi dibanding yg lain sehingga jd gosip.
    Btw, itu yg part konsesi maksudnya apakah memperbolehkan peserta utk revisi paket mesin (upgrade) yg sdh disegel utk 2019 dng part yg lbh advanced (misal material lbh ringan, diameter lbh besar, dll) atau sekedar penggantian part lbh dini (usia pakai)?. Setahu saya part di WSBK adalah aftermarket. Dan dng adanya acuan harga part, rsnya kok aneh seandainya peserta di awal salah pilih hny krn faktor harga (modal kecil). Lain cerita sih klo part konsesi ini custom pabrikan, dimana sdh menjadi revisi engineering..

    Guest
  7. Untuk. Kemudian hari, biar dapat pebalap kencang sepertinya harus dirubah rule’y, alumni motogp dulu baru ke wsbk dll,…. Biar seru,… Eh. Bener gak ya

    Guest
    • kemungkinan yang tahan ya V4R, R1 klo S1KRR gk tau deh. kan kata bos Pengamat Bore X Stroke mempengaruhi di mana stroke pendek berpotensi memiliki kitiran lebih tinggi dibanding yg panjang

      ini kata bos Pengamat loh yah

      Guest
      • R1 kuat ko diset sampai 17000rpm. tapi karena buat alasan biaya ya di batasin sampai 14700rpm. Itu mesin udah pakai parts sekelas motogp loh. walaupun gradenya beda. AA+ vs AA

        Guest
    • ya maklumin lah pak, mereka taunya sebatas panjang struk doang, sampe2 bisa dikibulin bilang overstruk jadi near square ?

      Guest
  8. rpm sunat sedikit kalo lebar band nya masi masuk ya podo wae.
    paling mo berkurang jarak nya dari 15 detik ke 13 -14 detik an.

    Guest
    • power bandnya tetap bisa selebar sekarang kalau dari awal memang didesain untuk 16100 rpm. kalau didesain untuk 16350 rpm, terus limiternya dipotong, pasti powerbandnya makin sempit ?

      Guest
  9. Ini agak susah..
    Mau menaikkn rpm tkut mesin jebluk.
    Bisanya mengkibiri rpm lawan yakni ducati,,dasar crispy wing . gk di motogp gk wsbk tkg rengek..
    Tiru yamaha r1..ttp fight dg jentel.?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.