TMCBLOG.com – Rookie Alvaro Bautista memang menorehkan Prestasi yang membelalakan mata. Dengan Ducati Panigale V4R, Sebelas race Pertama dan 4 seri ia sapu bersih dengan menjadi Juara. melihat Dominasi ini Jonathan Rea sudah mulai merasa pesimis, dan bahkan Kawasaki sendiri merasa sulit untuk mengalahkan Panigale V4R dengan Ninja ZX-10RR dan berrencana menghadirkan Superbike berbasiskan Motor Prototipe mereka ZX-RR di 2020. Bagaimana dengan pabrikan Lain? Via Motorsport-Total Yamaha team Manager Paul Dening angkat Bicara . .

Paul memulai Reviewnya dengan melihat siapa sebenarnya Bautista : ” Alvaro bautista adalah pembalap yang bagus, yang harus kita lihat adalah musim 2018-nya di MotoGP dimana ia memperoleh kesempatan membuktikan diri di Motor Pabrikan. Kualitasnya tidak lagi dipertanyakan, namun sepertinya ia juga hadir di SBK pada waktu yang tepat “

Paul yakin bahwa adalah sebuah keuntungan bagi bautista mengawali debut saat Ducati Pindah dari mesin V2 ke V4 ” Motor yang ia kendarai lebih dekat dengan MotoGP V4 dibandingkan dengan Mesin V2. Kecepatan Mesin ini bikin masalah buat semua orang, namun Mesin ini dibuat berdasarkan regulasi yang ada “ Begitu Paul dening menilai kecerdikan Ducati.

Apa yang sebenarnya jadi Kelebihan Kolaborasi Panigale V4R dan Bautista dibandingkan Motor lain ? Paul Dening menggambarkan dengan contoh kasus di Buriram Dimana Alex Lowes ( Yamaha M1 ) Berhasil menyamai Laptime Alvaro di sektor tiga dan empat Namun kelhilangan waktu di Sektor satu dan dua. Sektor satu dan sektor dua adalah Zona akselerasi dan Zona Top Speed. Paul memperkirakan Rea Juga merasakan Hal yang sama dengan Yamaha.

Ketika ditanya kenapa Yamaha sepertinya tidak terlalu Pesimis – tidak seperti Rea dan Kawasaki, Paul Dening menjelaskan bahwa Selain Musim baru berjalan sangat Muda, akan ada juga Sirkuit dimana Akselerasi dan Power mesin bukanlah keuntungan yang besar, sehingga diharapkan di sanalah Yamaha R1 bisa mendekat ke performa Panigale V4R.

Taufik of BuitenZorg

41 COMMENTS

    • Nah ini pointnya. kalo kawi kan udah biasa menang. dari wawancara paul deming juga gak menggambarkan ia punya mentalitas seorang pemenang .
      sama kaya h*nda wsbk. kalo udah biasa menerima kalah bakal sulit bgt menang. jauh panggang dari api

      Guest
  1. mantap, optimis. bukannya malah mempertanyakan mau dibawa ke mana WSBK ? padahal semua yang dilakukan ducati sesuai dengan regulasi yang ada ?

    Guest
    • woles???
      kelihatanny sih santai aja, tpi di markasny pra petinggi hrc sedang bkerja keras mempersiapkan superbike barunya, karena itulh mereka blum mau ikut buat sasis d moto2 karena mereka sedang fokus d motogp-wsbk-F1, mereka ingin mengulangi kesuksesan fantastic yg pernah mreka raih dimsalampau yg blum pernah d raih pabrikan lain d dunia ini yaitu jurdun d motogp(gp500), jurdun wsbk dan F1 d tahun yg sama. lihat saja tahun depan pling lmbat smester dua udah bklan klihatan wujud new superbikeny.
      lgian ymha wsbk lebih ke faktor rider saja krna motorny sudah berbasiskan m1(motogp)

      Guest
      • R1 dan M1 masih jauh lah bro..yamaha m1 kopling kering klep pneumatic sedang r1 blum dan masih banyak lagi perbedaannya..

        Guest
        • Pneumatic bukannya patent desmo?
          Jangan jangan kamu maunya nulis Cah ndeso tapi typo….

          Guest
        • Klep Pneumatic beda sama Desmodromic bro. Desmodromic dipake Ducati, sedangkan Pneumatic dipake pabrikan jepang buat ngejar performa Ducati.

          Guest
      • Yg dibahas mlah musim depan, berarti musim ini dah angkat tangan ya kyk musim2 kemarin????,kalo taun depan mah semua pabrikan datanya dah update semua

        Guest
        • gitu terus kerjaannya kang, dari WSBK tahun berapa juga bilang all new all new, tapi hasilnya ?

          Guest
    • @nashoga halahh ngawurrrr, honda itu gak mau ikut Moto2 krn gengsi klo pas ridernya menang pake sasis sendiri tapi mesin merk lain ? mau dibikin kemana muka petinggi HRC. lagian pabrikan2 top sepertinya gak mau menggangu lahan bermain pabrikan2 khusus sasis kalex, speedup

      Guest
  2. Bukan motor prototipe tapi kok rear wheel juga bisa terangkat saat hard braking sebelum cornering tuhh….. Gimana penjelasan komprehensifnya wak?

    Guest
  3. Yamaha datang sebagai penantang. Sudah banyak makan asam garam dalam hal perkompetisian. Sudah innate, orang jawa bilang, “wis gawan bayi” atau sudah sejak orok. Alam athmosphere yamaha yang sangat typical. Speed Racy n Revvy. Dari design saja sudah clearly showing.
    Semua tahu bagaimana mio berantakan dihajar vario beat. Ahakan tehetapi yamaha tetap brojolin and ngegelontorin ploduk baru. Ciaooo

    Guest
  4. wkwkwk disirkuit yg gak mengumbar power dan akselerasi ? assen ?
    bautista dan ducati menang mudah disana, apa mungkin yg dimaksud sirkuit pasar senggol yak yg dipinggirnya banyak karung. wkwk

    Guest
  5. Coba kalo unsur design juga dilombakan. Baik melalui penilaian dewan juri or secara voting pasar. Kawa lahh jawaranya. Belum striping & lettering.
    Mantab Gandhozzz bukan?

    Guest
  6. emg bener apa kata Yamaha,, tapi kalo menurut saya peran Alvaro Bautista sangat besar,, terbukti dia bisa jadi monster bersama panigale v4 sdgkan rider2 lain yg pake v4 performanya masih setara pabrikan lain, jadi mungkin krn itu yamaha bisa santai2,,

    Guest
    • yoi, tinggal yamaha kembangin kemampuan pembalapnya aja. toh ducati menang karena faktor AB19 yang memang a God among mortals (wsbk riders)

      Guest
  7. sebenarnya yang dikatakan Paul bener juga. dulu musim 2013 penantang CC35 ya s alvaro ini bahkan sering unggul duel by one sama CC35. paling inget Valencia 2013 doi P4 dah kaya Team Ordernya H buat menangin MM93 aja tuh.

    Guest
  8. Yg dibahas mlah musim depan, berarti musim ini dah angkat tangan ya kyk musim2 kemarin????,kalo taun depan mah semua pabrikan datanya dah update semua

    Guest
  9. Kan dari awal motor ini dilahirkan vr, selalu optimis, karena dilahirkan dgn kengerian , walu sampai sekarang blm jurdun.

    Guest
  10. motor turunan MotoGP M1 ..pasti nyantai lah… tinggal pebalap yang mantul .. langsung juara dunia.

    masalah nya Pebalap yang mantul “Mahal” ..wani Piro?? perjenjangan kaga punya, regenerasi mandek, yaa gini.. ..stag

    Guest
  11. Wkwkwk…yah wak mereka goal nya beda + limiter mereka masih diatas ZX10RR
    Coba kalo posisi mereka dikawasaki, udah limiter dikasih paling kecil limiternya..
    Seperti kata om Leopold…SBK itu ngasih limiter berdasarkan merk sekarang..

    Guest
  12. Saya rasa dengan bisa nambah part konsesi yamaha bisa lebih santai mempersiapkan utk next race. secara kawasaki yg ad diposisi dua performa bakal segitu sepanjang musim ini,wajar rea pesimis melawan ducati yg cerdik buat motor wsbk ini. kalau tahun depan,semua pabrikan kayaknya bakal update habis”an meniru ducati. Musim ini semoga ada lawan AB yg kuat cucuk”an didepan.

    Guest
  13. header yamaha YZR-M1 rossi berbeda dgn YZF-R1 wsbk, headernya cukup panjang meski hanya bermain 14.700 rpm & sama2 crossplane crankshaft
    apa bannya ngak spining?

    Guest
  14. udh diblg kawasaki bisanya jualan ninja doang, kemarin mereka mendominasi ga ada yg kebakaran jenggot tiba tiba skrg ada ducati yg naik daun udh merajuk udh cengeng pesimis.. LEMAH… jualan ninja aja sana???

    Guest
  15. ducati meski bukan pabrikan terbesar didunia, bisa mengoptimalkan sisi marketing balapnya dengan baik, menciptakan motor produksi massal dengan performa mendekati motor prototipe, dengan harga yg masih sesuai regulasi, seolah ingin mengatakan pada dunia, ducati = balap

    Guest
  16. Sekarang : 2019

    Paul Denning : Manager Yamaha Team WSBK
    Davide Brivio : Manager Suzuki Team MotoGP

    15 Tahun Lalu
    Paul Denning : Manager Suzuki Team MotoGP
    Davide Brivio : Manager Yamaha Team MotoGP

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.