TMCBLOG.com – Setelah memperoleh kesempatan melihat dari dekat detail detail yang dihadirkan Oleh GESITS, TMCBLOG juga berkesempatan mencoba secara Langsung Motor listrik nasional yang merupakan kerja Keroyokan beberapa elemen bangsa ini. Bertempat di Area test IIMS 2019, sosok GESITS warna merah siap dipakai. Saat Naik di atas Joknya tmcblog merasakan bahwa Joknya terasa lebar, Feel yang terasa di bokong mirip seperti naik Vespa LX 150 generasi pertama. Jok Lebar seperti gini membuat area kontak lebar dan bisa buat lebih nyaman saat berkendara Lama . .

Segitiga ergonomi dari GESITS ini terlihat memang menggunakan segitiga ergonomi dari Skutik skutik komuter pada umumnya, seperti Aerox, Vario, Beat, Mio, dan Nex. Saat naik di atasnya Kaki tmcblog masih sedikit jinjit balet. ini mengartikan bahwa seat heightnya sedikit di atas 75 cm.

Saat dalam keadaan Statis, tmcblog mencoba memberikan tekanan kepada suspensi belakang, dan terasa lebih mudah mengayunkannya bila dibandingkan dengan suspensi single Skutik entry level merk jepang apapun. Yap memang faktanya Gesits menempatkan Posisi suspensi di tengah/ monoshock ketimbang single shock kebanyakan Skutik entry level berbahan bakar fosil.

Oke menyalakan GESITS ini mudah, pertama yang harus dilakukan putar Posisi kunci kontak ke Posisi ON dulu. Ini akan menyalakan semua sistem kelistrikan dari Motor Listrik ini.Dashboard Full Colour pun lansgung nyala, kalau siang memang dashboard digital ini agak agak Glare, Namun bisa tetap terlihat koq. Sama seperti Motor bahan Bakar, Harus dinyalakan dulu semacam saklar starter. Setelah tombol starter dipencet tidak ada indikator suara apapun, Hanya indikator di kanan atas Dashboar ‘ON’ menyala menandakan motor siap difungsikan. Secara umum Memang sih pencetan pencetan panel saklarnya di handle sedikit beda feel walaupun possitioningnya cukup standar.

Lasngung putar Throttle dan Motorpun Siap menyala, disini Krusial dan menunjukan seperti apa Kerja dari Pengembang GESITS dalam melakukan riset dan Development. Torsi dari Mesin Listrik GESITS besarnya 30 Nm dan Hadir dari Putaran rpm awal dari rotor mesin listriknya ..  30 Nm itu gede banget lho sob, silahkan Bandingkan sama Torsi maksimum dari Honda CBR250RR Yang senilai 23,3 Nm, jangan lupa Gesits kurang dari 94,5 kg sementara CBR250RR itu 168 kg  . . Nahhh kebayang kan sudah, torsi gede, bobot rendah . . kalo nggak bagus management delivery torsi bisa Serem.

Namun yang bikin tmcblog apreciated adalah GESITS sukses membuat Motor Listrik ini memiliki delivery yang linear dari Mesin listrik ke Ban belakang dan Boleh dibilang Sangat halus kenaikan kecepatan ( akselerasi) dari Motor yang dianderol 24,95 juta Off The road ini. Yang tmcblog takutkan di awal dari torsi 30 Nm adalah jambakan yang melompat, namun itu tidak terjadi . . smooth, linear dan tidak intimidatif. . . jelas kepo nih, apakah ada electronic managementnya, atau hanya main di Reduksi mekanis saja.

Tiga Mode yang dihadirkan Di Track Paving-Block seperti aera test tengah IIMS cukup terasa akselerasinya oleh tmcblog dimana Untuk Mode 3 ( sport ) terasa sedikit lebih ngejambak tarikannya. Menurut informasi perbedaan fungsi mode akan mempengaruhi konsumsi listrik dari GESITS ini. Sayang tidak ada kesempatan mengupas lebih lanjut perbedaan konsumsi listrik dari GESITS ini dari ke tiga mode yang di siapkan.

Soal handling dan Pengereman tmcblog rasakan di Area terbatas seperti ini kayak Nggak ada bedanya dengan Naik skutik skutik biasa. Motor ringan ditekuk kanan dan kiri. Selain karena ergonomi komuter juga karena bobotnya yang cukup ringan. Perbedaannya tanpa suara saja hehehe, asli nggak ada suara sob, hanya seperti siulan siulan dari mesin tengah saja. Pengereman depan cakram dua kaliper piston dan rem belakang cakram 1 piston Kaliper juga tmcblog rasakan cukup safety. Motor ini diklaim bisa ngacir sampai speed maksimum 70 km/jam dengan silent. Namun sepertinya speed yang tmcblog coba nggak sampai segitu secara tempat test terbatas sob . .

Untuk sementara segitu dulu Impresi hsil test Ride GESITS, Overall ini motor bikin tambah kepo untuk dicoba lebih jauh terutama soal daya jelajah dan hal hal lain. Mudah mudahan ada kesempatan di yang akan datang. Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

70 COMMENTS

      • tidak seperti itu, perlu dipertimbangkan power dan karakter mesin juga. Kalau cuma torsi, kaki manusia ketika mengayuh pedal sepeda, jauh lebih besar dari 30 NM pada 0 rpm. Dan sepeda race bike katakan 10 kg. Power to weight ratio serem kan? Coba adu drag jarak pendek (kira2 otot belum lemas), menang siapa y?

        Guest
  1. Shock belakang monoshock di tengah, rem belakang cakram, mantap. Itu gear belakangnya gede banget ya wak haji…

    Guest
      • Diadu drag sama CBR250RR saya masih pegang CBR Kecuali elektroniknya/ reduksi mekanisnya GESITS diset buat drag race mungkin bisa menang

        Guest
      • daripada bahas spek dinamo motor listrik vs spek mesin motor bensin, lgsg dibuat komparasinya aja. yg penting harga sama. panjang trek 1/4 mil ato 402m, 1/2 mil ato 804m. 1 mil ato 1604m. kalo nih motor listrik bisa menang, bisa jadi bahan promosi tuk ekspor karena luar negri itu panjang trek drag race segitu semua. jarang yg panjang trek kampung 201m.

        Guest
    • Buat drag, yang menang yg power besar. Mentang2 torsi gila, la powernya cuma 5kw, kalau berdasar torsi, manusia gowes sepeda torsinya diatas 30 nm, sepeda 10 kg, torque to weight ratio super seram. Buat drag pasti H2r pun lewat kan?

      Guest
      • tergantung dari panjang trek kaleeeee. kalo panjang trek cuma 10 meter yah torque menang. kalo panjang trek 1 mil ato 1604m, yah adu hp ato watt.

        Guest
        • drag kan 1/4 mile atau versi indonesia 201 meter.
          kalau drag 10 meter ya bukan drag motor, mungkin drag sepeda kali. tapi meskipun 10 m, secara teori asalkan penyaluran tenaga sama (sama2 nilainya), yang menang jelas hp/kg tertinggi, karena rumus hp adalah kemampuan mengangkat beban sekian kg selama sekian waktu dalam jarak sekian meter. (1 hp, 75 kg 1 detik, 1 meter). seandainya cbr 250 dirancang buat drag 10 m, gesit dirancang buat drag 10 m (dengan tenaga/mesin standar, cuma setting ban/chassis/final gear), hasilnya pasti menang yang hp/kg lebih besar.

          Guest
    • Takutnya kalo dipake hujan2an. Motor listriknya takut mati. Mesti ada tes melewati hujan dan banjir. Biar yakin

      Guest
    • Menurut gue motor listrik ini justru lebih mudah klo mo dibuat lebih tahan air. Karena secara garis besar isinya hanya batre dan dinamo. Ngomong motor listrik jangan samain dengan televisi yg di siram air meledak. Coba cek pompa air submarin yg secara mekanikal cara kerjanya mirip.

      Guest
      • Pompa submersile Resun King juga jebol kalo seal(lilin pelindung bodi) keropos atau coak, lah ini sparepart pake seal kayak gitu gak ?

        Guest
  2. Semoga sukses penjualan, after sales service dan infrastruktur pendukung nya, dan semakin jauh jarak tempuh baterai nya

    Guest
    • diOPEN saja harga baterenya berapa duit. jangan kek sepeda listrik china yg harga baterenya hampir seharga sepeda listriknya.

      Guest
  3. Baguslah sebagai awalan. Meskipun secara desain masih banyak kekurangan.
    Btw,mengapa gesits bisa murah ya? Kenapa jauh dari harga pcx-e? Mungkin ini bisa dikorek2 oleh tmc blog untuk dijadikan artikel.

    Guest
    • Batere PCX 2 om, lebih gede lagi.
      Size body lebih gede
      PCX dari brand yg lahir jauuuuuuuuuh sebelum gesit.
      Merk baterai mungkin
      Silahkan yg mau nambahin.

      Guest
      • Kalopun batery lebih gedhe,bisa jelajah berapa km sang pcx?
        Kalopun gesits pake dua batery,maka harhanya tambah 5 juta menjadi 29 jutaan. Sedangkan pcx 120 an juta kalo ga salah.
        Ok,mungkin masalah kwalitas. Dan ini perlu waktu untuk membuktikan.

        Guest
  4. klo ada produk yang 15 jutaan ane yakin bakal laku keras, klo 25 juta mah rada mikir mikir lagi, klo 15 ane ambil sebiji buat istri..

    Guest
  5. Ini yg ditunggu. Review wak haji. Kalo wing mannya wak haji nulisnya “saklar kaya buatan cina blablabla” padahal dites juga belum. Kurang sedep dibacanya. No offense mas wingman. Semoga bs jd masukan.

    Guest
    • wingman = Editor ??

      Itu opini impresi pandangan pertama dia mbro… lain lagi opini sy mungkin saklar mirip punya Boing737 .. jiahahaha

      Guest
  6. mantap nih BUMN cinta indonesia. Persetan dengan para fansboy. apadaya dana tak sampai. mudah2an kedepan dilengkapi panel surya dan turbin generator supaya jarak tempuh lebih panjang. hehe

    Guest
  7. Ane mikir wah cocok nih buat istri ke pasar, nganter anak, atau keliling komplek. Setelah melihat ini, kayanya cocok buat ane ngantor pp 50 km.
    Bikin proposal dulu dah ke polda hehehe

    Guest
  8. Bisa smooth, kemungkinan sdh sistem inverter. Motor listrik dengan pengaturan frekuensi, bisa sangat lembut putarannya walau torsi sangat besar.

    Guest
  9. Saya suka motor ini, designya mayan cakep, lampu depan mirip2 panigale V4. sayang harganya mahal hikz

    Guest
  10. Sayang Top Speed dibatasi 70 km/jam wak coba dinaikin 85km/ jam atau 90km/ jam kyknya menarik. Tp denger”, apa bener wak ketika batrey terpasang 2 top speed limiternya bisa jadi 100 km/ jam?

    Guest
  11. yg ditakutkan adalah pengendara yng biasa tanpa ba-bi-bu nyelonong motong jalur gak kedengeran suaranya, gak pake klapson pula…. senyap.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.