TMCBLOG.com – Diluar performa Duo Yamaha Petronas SRT, ada satu Nama lagi yang kadang luput dari perhatian . .  Takaaki Nakagami boleh dibilang memperoleh hasil Yang cukup OK sepanjang race Weekend MotoGP jerez 2019. FP1 di posisi empat, FP2 Posisi delapan, FP3 Posisi 7, Posisi 7 di FP4, Grid 8 di Kualifikasi kedua, Posisi lima di Warm-Up sampai akhirnnya Menyelesaikan race di Posisi 9 . . . Taka Tidak pernah lepas satupun sesi dari Top-10 ..  benar benar konsistensi yang luar biasa di Jerez dari satu satunya pembalap Jepang di Grid MotoGP 2019 ini.

Untuk Sobat ketahui sebagai Background, Taka di Musim 2019 ini Menggunakan Motor Honda RC213V Spek terakhir Valencia GP 2018, yang boleh dibilang merupakan Motor yang pernah dipakai Oleh Cal Crutchlow.Di jerez ia pakai Fork depan Carbon namun swingarm masih alumunium . . namun sobat bisa sneak peek dari sisi samping kirinya, bahkan torductornyapun sudah terlihat . .

TMCBLOG belum bisa mencari informasi detail apakah Engine bekas Cal Crutchlow 2018 direkondisi ulang HRC, atau HRC suplai mesin full baru ke taka namun dengan FULL setingan terakhir Cal Crutchlow, yang pasti sudah tidak ada lagi Riset dan Development HRC untuk mesin 2018 total berhenti, mereka fokus riset ke mesin RC213V Model 2019.

Balik Lagi Mencari penyebab kemonceran Taka. Kalau menurut tmcblog ini tidak lepas dari andil sang developer Ulung Cal Crutchlow di Motor tersebut. Cal Crutchlow di Jerez bilang bahwa Di 2019 ini ia masih belum nemu setingan Yang pas Untuk membuat dirinya merasa nyaman dan Percaya diri dengan soal handling roda depan / front end dari  RC213V 2019.

Cal Bilang Via speedweek : ” Saya tidak memperoleh kepercayaan diri di bagian depan Motor seperti yang diperoleh rekan saya Taka. Di sudut tikungan, Taka lebih cepat dibandingkan semua Pembalap Honda. Itu karena sasisnya “ Yap sebuah Penyataan yang dapat diartikan Bahwa Untuk sementara Cal dan team atau Juga Mungkin juga Marc dan Jorge belum menemukan Harmonisasi antara mesin dan sasis untuk RC213V 2019.

Seperti Kita ketahui juga di artikel sebelumnya, Jorge Juga mesih mengeluhkan soal distribusi bobot motor yang membuat lengannya letih saat melakukan pengereman. Sementara soal Marc Mungkin saja permasalahan ini seakan tersembunyi dari variabel lain yakni tALENTAnya yang benar benar extraordinary dalam meng-handle Motor se-liar apapun.

Satu lagi Taka Pernah Bilang, Ia tidak pernah mengubah setingan Motor ( secara ekstrim) semenjak test valencia 2018 . . weh . . bisa jadi memang moncernya Cal di jerez Tahun 2018 memang tumpah ke Taka . .apakah ada di 15 Race kedepan dimana 2018 Cal Moncer dan Membuat taka Kembali Moncer ?

Taufik of BUitenZorg

57 COMMENTS

  1. Marquez jangan ditanya…. talentanya itu loh.

    dan Repsol gak sia-sia ngucurin dana sejak Marq belia

    Hahaha

    Guest
  2. Nakagami pebalap Jepang era now…. penerusnya belom stabil prestasinya…***tapi bejibun banyak…???

    Guest
  3. Tahun ini konsisten si nakagami, bahkan klasemen satelit dia peringkat 2 saat ini, persaingan satelit juga sangat ketat

    Guest
  4. Statement marq soal RCV 2018 adalah motor yg paling mudah dipahami (dikenal) ada benarnya juga mungkin wak haji

    Guest
  5. mesin bekas marquez pedrosa dikemanain ya?,andai aja dijual dgn harga miring bisa buat swap engine di lcgc tuh,terbang terbang dah tuh ???
    apalagi dgn pengapian bigbang pasti suaranya kayak muscle car amerika ???

    Guest
  6. tanpa mengurangi respect saya ke wak taufik dan tdk jga bermaksud meremehkan marquez yg jelas jelas seharusnya saya yg diremehkan tetapi kata kata “tALENTAnya yang benar benar extraordinary dalam meng-handle Motor se-liar apapun” sepertinya harus dikoreksi… mengingat marq baru/hanya di honda belum pernah pindah ke motor lain yg terkenal liar macam ktm or ducati so kurang tepat saja rasanya?✌️

    Guest
    • gpp gak udah di koreksi,
      tho artikel hanya opini saya pribadi belum tentu benar, saya bertanggung jawab atas tulisan saya, jadi biarkan apa adanya 😀

      Administrator
      • Saya pribadi lebih percaya bahwa dalam setiap pribadi ada bakat yg luar biasa, dan kebetulan Marquez mempunyai bakat emas itu, saya juga percaya andaikan Doi pindah team pun, secara cepat akan mudah beradaptasi dengan motor barunya. Biar waktu yg akan menunjukkan itu semua

        Guest
      • nah mantap wak betul itu?????… saya jg hanya menyampaikan pendapat pribadi saja so sah sah saja krna tdk menghina siapapun?.. ya heran aja klo ada yg baperan membela mati matian pdhl saya hanya penikmat gp saja tdk pro ke pembalap manapun

        Guest
    • Seliarnya Ducati, setidaknya Lorenzo masih bisa podium tiga di Jerez d musim pertamanya bersama Ducati.

      Segampangnya RC213V, sampe seri Jerez, seorang Lorenzo masih berkutat di papan bawah padahl HRC sudah support dengan mengabulkan segala permintaan sang Nyonya Toea……………..

      Guest
    • klo talent marq sih g ush ditanya ga mendominasi GP bertahun tahun ini kurang talent gmn???… mgkn kita harus menunggu lorenzo sampai musim ke 2 seperti ketika di ducati

      Guest
      • Yang jelas MM adalah pembalap motogp terbaik saat ini….justru yg hrs kita tonton itu siapa kira kira yg bisa menghentikan dominasi MM….jgn keseringan dia jalan sendirian di depan tanpa lawan…..nggak seru kan…?

        Guest
  7. efek lebih cocok pake oli/bensin ideamitsu juga kali dibanding castrol nya cratcrot,akakak

    Guest
  8. sampai dengan seri ke 4 jerez kemarin, takaaki nakagami satu2ny pmbalap honda yg slau meraih poin tiap seriny…
    race austin dia jadi penyumbung poin untuk honda d klasemen kontruktor

    Guest
  9. Sayang thn2015 marc gagal jurdun karna kesulitan kendalikan rcv yg liar apalagi mental dan egonya masih blm stabil pada saat itu

    Guest
  10. Semoga Taka bisa masuk top 5 di 15 race ke depan, paling enggak ada perwakilan dari benua Asia ?..

    Guest
  11. Wak haji kenapa motor yg udaj enak harus di stop pengembangan nya, terus ngembangin paket baru yg malah bikin masalah baru?

    Guest
    • enak yg d maksud itu relatif bro, yg d maksud mungkin ya d banding generasi2 sblmny, dan juga tiap musimny pasti ada perubahan, entah itu perubahan aspal cuaca dan terutama perubahan tingkat kekompetitifan motor2 kompetitor,…
      aplgi beberpa musim terakhir hanya marc marquez saja d antra rider honda yg masuk title contenderr setelah setengah musim berjalan.

      Guest
    • Suka2 sultan ?

      Honda ngejar kekurangannya dibanding ducduc, yaitu akselerasi dan topspeed, sampe rubah jalur ram air yg smpe ngrubah sasis, dan memamng berhasil (dilihat dri topspeed rcv sdkit lbih tinggi dri gp19) dan ternyata ada efek sampingnya. Ya ini semua demi mencari paket motor yg kuat di semua sisi.

      Guest
    • Anda keliru jika mengatakan mereka ngembangin paket baru dan menyetop pengembangan motor dari yang sudah enak.

      Justru dari paket yang sudah enak itulah yang mereka kembangkan dikit demi sedikit.

      Guest
  12. tumben nih bahas ni samurai..
    semenjak musim ini emang naik bgt performance nya di tiap seri deh..
    semoga bisa sering” duel di pack depan

    Guest
  13. Jawaban moncernya Taka cuman satu. Dia udah dapat motor seri 2018 alih-alih bertahan dengan motor seri 2017. Dengan kata lain, moncernya Taka jadi bukti kalo seri 2017 bukan seri terbaik RC213V (sedikit lebih baik dibandingkan seri 2016).

    D musim 2017 aj sering kali secara tidak langsung Marc berkata “I’m putting my life on the line to fight the Ducati’s”

    Guest
    • tALENTA berbicara

      Ada kutipan wawancara marc di salah satu media. Dy bilang yg intinya sekarang Lorenzo Tau knp Marc sering crash. So RCV emang ga semudah itu di bawa

      Guest
  14. gaya balap skrng berkiblat ke marquez semua ya, liat taka dari postur dan liak liuknya kayak marc cuma beda helm sama seragam…hehe

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.