TMCBLOG.com – Mesin Yamaha M1 dan Crossplane Crankshaft itu seperti Serigala berbulu Domba. Yap itulah yang tmcblog tangkap saat dulu pertama kali mengetahui filosofi dari Mesin Inline 4 berfiring order aneh ( Un-even) ini. Jadi pada dasarnya Mesin Inline 4 dengan Model Crossplane Crankshaft pertama Kali heboh saat pertama Kali Valentino Rossi belabuh ke Yamaha. Nah sebelum itu sekitar Mei 2003 di dalam struktur pengembang team ada sosok Masao Furusawa yang sejatinya adalah Seorang ahli Vibrasi. Masao melihat ada Vibrasi aneh yang membuat respon ban belakang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan Oleh pembalap.

Selain ketidak sesuaian respon, PR Besar Furusawa kala itu adalah kala melihat Fakta Motor balap dengan Mesin V-4 memiliki akselerasi yang lebih tinggi selepas tikungan ketimbang Mesin Flat-Crankshaft Yang saat itu dibenamkan di Yamaha M1. Yamaha Ingin dapat mengejar kelebihan Mesin V4 Tanpa meninggalkan Platform Mesin Inline. Yap Yamaha mau agar Race today Sell tomorrow terus bergulir. Mesin yang dipakai di balap sama dengan mesin yang dijual. Sama sama Inline 4. Akhirnnya hadirlah Firing order aneh Crossplane Crankshaft Yang eprtama Kali di coba Rossi tanggal 6 januari 2004.

Jika sobat Bisa lihat di gambar atas urutan timing ledakan dari Inline-4 Crossplane Crankshaft sama dengan V-4 90 derajad standar atau ada Yang bilang sebagai L4. Secara umum Inline 4 CP itu punya urutan ledakan yang sama dengan Urutan ledakan untuk ke empat piston Mesin V4.

Yap memang begitu sob. Dalam penjelasan Sebelumnya Kita pernah membahas soal mesin dari MT07 dan mesin Honda NM4 Vultus. firing ordernya mesin twin yang dipakai adalah 270 derajad Bukan 180 derajat. Dan Mesin Inline Twin dengan firing order 270 derajad adalah mirip dengan firing order dari Mesin Twin-V 90 derajad ( Twin L ). Yang Jadi pertanyaan adalah kenapa mesin dengan firing order ganjil ini bisa lebih kencang setelah tikungan ( off corner )

Sobat bisa lihat Mesin 4 silinder segaris biasa ( 180 derajad ) urutan ledakannya adalah 1 – 0 – 1 – 0 – 1 – 0 – 1 – 0 . ( 1 artinya meledak ) Sangat teratur dan ini biasannya disebut sebagai mesin Screamer karena dalam RPM yang tinggi sebutlah misalnya 12 ribu putaran per menit ( RPM ) maka seperti tidak ada dentuman. Jeritannya kontinyu alias tak ada jeda seperti orang menjerit sambil melengking ( scream )

Sedangkan Urutan ledakan di Mesin Crossplane Crankshaf Inline 4 ( Dan Juga mesin V4 90 derajat) adalah 1 – 0 – 1 – 1 – 0 – 1 – 0 – 0 . Terlihat tidak teratur kan ? Dan sobat bisa lihat ada dua angka ‘1 ‘ yang berdekatan artinya ada dua dentuman pembakaran yang berdekatan. Nah ini artinya pada momen ini mesin tidak perlu menunggu lama sebelum hadirnya tonjokan torsi berikutnya dari ledakan piston lain. Yang terasa oleh Rider adalah torsinya meledak ledak.

Nah jadi Begitu sob kira kira Filosofi dasar kenapa Yamaha Masih memilih Mesin Inline 4 dengan Firing order Cross Plane. Mereka memperoleh keuntungan mesin Inline 4 Namun juga tetap mendapatkan Karakter mesin V4. Mesin Inline 4 walaupun membuat Body Motor menjadi lebar karena ia harus menempatkan masing masing silindernya berjajar melebar. Namun Posisi Bongkahan mesin Inline 4nya mudah untuk dimaju-mundur dan Naik-turun untuk memperoleh CoG yang tepat. Dan ini pulalah yang membuat di masa lalu Yamaha M1 begitu menghegemoni jika bertemu dengan sirkuit yang memiliki banyak tikungan Panjang ( speed Corner )  . . . Silahkan didiskusikan sob

Taufik of BuitenZorg

 

130 COMMENTS

  1. Tp mengapa di praktek lapangan saat balap, m1 tetap digambarkan sbg motor Inline4 beserta karakter inline nya wak.
    Mesin gsx apakah jg mengikuti crossplane?

    Guest
  2. Klo crossplane firing + crossplane cranksaft dipake untuk motor sehari2 kira2 gimana ya? Apa kelebihan dan kekurangannya?

    Guest
  3. “di masa lalu” Yamaha M1 begitu menghegemoni jika bertemu dengan sirkuit yang memiliki banyak tikungan Panjang ??

    Guest
  4. sebenernya ini firing order mutlak milik yamaha atau bisa dipake oleh pabrikan lain dan dijual juga???

    Guest
    • Crossplane itu “nama paten” punya Yamaha, kalo konfigurasi firing seperti ini (uneven firing order) ya bebas, semua pabrikan bisa pake. Suzuki juga pake uneven firing order di GSX-RR, cuma ya ga dikasih nama paten sama Suzuki. Kalopun ada yg beda, paling derajat pengapiannya.

      Guest
    • firing ordernya boleh dipakai oleh Pabrikan Lain, Namun nama Crossplane Crank nya milik Yamaha

      Administrator
      • Seharusnya secara teknis juga ada kekhususan minor untuk membedakan pengguna firing order yg lain. Karena ga boleh dipatenkan klo teknis yg sama sudah ada yg patenkan. Pabrikan lain bisa pakai juga dengan membayar.

        Guest
  5. menurut saya…
    masalah utama YZR-M1 adalah putaran crossplane crankshaftnya kurang menghasilkan downforce, imbasnya ketika akselerasi dan atau topspeed ditingkatkan (ukuran header) ban kurang traksi (ban sering spining).
    itu sebabnya header knalpot YZR-M1 relatif pendek, bahkan jika dibandingkan header GSX-RR (*jika asumsi crankshafnya sama).
    karakter crossplane ini berbeda dengan karakter V4 meski firing ordernya mirip.

    Guest
    • Saya ikut gelar tiker ah, tapi ini crankshaft saya 360° dengan jarak pengapian 720°, bisa dibuat crossplane crank jg gk ya?

      Guest
    • masuk akal bro @pengamat dengan model 4 silinder yg sejajar melintang, memang membuat titik tumpu daripada daun kruk asnya menjadi lebih lebar/merata, artinya gayanya juga menjadi tidak terpusat di tengah seperti V4. mesin 4 silinder sejajar masing2 daun kruk asnya mendapat satu tumpuan dari masing2 keempat pistonnya tetapi sifatnya merata yg membuat FORCE kebawah juga merata, sedangkan mesin V4 yang cuma punya dua pasang daun krukas masing2 mendapat dua tumpuan dari keempat pistonnya, artinya Force dari tumpuan keempat pistonnya lebih narrow, terpusat di tengah, yang mana ini membuat gaya kebawah makin besar dan terpusat lebih ketengah.
      apalagi di tahun sebelumnya Yamahmud ingin mengejar ketertinggalan performa top end mereka saat adu di straight dg mesin V4 yg disinyalir dengan cara meringankan bobot kruk as saat itu, ya makin parahlah spinning roda belakangnya, sudah karakter bawaan kruk as 4 silinder sejajar yg kurang gaya kebawahnya (downforce), ini ditambah pula dengan meringankan bobotnya. sepertinya ungkapan “yamahmud lebih memilih jalan yang sulit” untuk menggapai juara itu ada benarnya.

      BTW komen dari bro pengamat ini memang kalo kita tidak memiliki logic akan susah dicerna, bagi sebagian orang yang “block-headed” mungkin malah akan dijadiin bahan bullyan dan sindiran.

      Guest
      • Ah masak bro,, bukannya kontrol handling mesin V4 itu lebih sulit daripada inline4 secara alami,, dan untuk mengontrol mesin V4 harus dibutuhkan elektronik tingkat tinggi.

        Dan

        Harusnya pabrikan yang disebut memilih jalan sulit itu justru yang pake mesin V4.

        Lha wong secara kecepatan saja mesin V4 lebih superior daripada mesin inline4 terlepas dari handlingnya.

        Guest
        • faktanya M1 spinning mulu kan tahun kemaren? tahun ini penyakit tersebut sudah berkurang tapi belom sembuh sepenuhnya.
          V4 sulit dihandling karna tenaga dan torsinya lebih besar di tiap gear shifting, jika tidak didukung chassis dan elektronik bagus jadinya ya kayak KTM, celeng :3 tapi apakah KTM punya masalah spinning?

          Guest
      • Kalo spining terus gmn kalau solusinya gear belakang di ganti yg agak kecil.. mungkin aja membantu..

        Guest
      • mungkin yang di maksud momen inertia x ya bukan downforce. setau ane, banyak team yang pake BRC itu biar ngecounter moment inertia ke depan. tp apa iya hasil BRC itu momen nya ke bawah?

        Guest
    • Berarti untuk mengatasi masalah tersebut crankshaft yamaha M1 harus di kasih winglet om.. agar downforcenya meningkat..

      Guest
      • Isaac Newton mendefinisikan inersia sebagai:[1]
        “vis insita”, atau gaya dalam materi, adalah daya untuk menahan, yang dengannya setiap benda berusaha untuk mempertahankan keadaannya saat itu, apakah diam, atau bergerak beraturan ke depan dalam garis lurus.
        jadi definisi inersia tidak relevan dgn gaya kebawah yang dihasilkan crankshaft.

        Guest
    • Ea om
      Makin rata makin lembut torsinya
      Kalau ada yg rapat ada yg jauh torsi lebih besar sat rapat dan biasa saat jauh
      Susah saya jelasinya kalau pakek kata2 ?
      Gampangnya bedain torsi multi silinder dan singel silinder dengan cc yg sama
      Kenapa yg singel lebih meledak meski jarak antar ledakan lebih jauh dari pada mesin multi silider dengan cc yg sama jarak ledakan yg lebih rapat torsi justru lebih kecil

      Guest
    • Iya…iya. Saya bisa membayangkan. Tapi apakah dengan ledakan yang tidak seimbang/tidak merata maka akan terjadi motor yang istilah jawanya “njengat2/lompat2”.
      Maaf,saya gaptek soal teknologi mesin.

      Guest
      • jarak antara dentuman jangan dibayangkan di rpm rendah, jaraknya 15 ribu rpm keatas bro
        jika 15 ribu per menit saja artinya dalam 1 detik ada 250 kali siklus . . dan itu cepat banget frekuensinya

        Administrator
        • kalo saya ga salah inget jeda itu jd keuntungan di era sekarang untuk membuat ban punya jeda buat nge grip ke aspal kan ya wak? beda dengan screamer yang jeda nya pendek pendek rata (issue ketika banyak pabrikan pindah ke bigbang)

          Guest
        • Oh gitu ya Bung Taufik? Ya..ya…saya mengerti. Thanks atas penjelasannya. Begitu pula dengan Bung Waqit.

          Guest
  6. Crossplane ini cocoknya apakah hanya untuk mesin 4 silinder dan 2 silinder ber cc besar 600cc keatas (MT07) kah Wak? Apakah kalo diaplikasikan ke mesin cc kecil (R25, MT25) tenaganya gak bisa sebesar yang 180 derajat yang sudah exist (CBR250RR, NINJA 250)?
    Contoh Benelli TNT 250 270 derajat yang tenaganya 25an hp tapi suara mirip 4 cylinder.

    Guest
      • ada faktor lain yaitu patented teknologi SR-VVT nya mereka yang sedikit banyak turut mengkatrol performa GSX-RR mereka, bagaimanapun, adanya pengaplikasian teknologi pengaturan katup pasti ada benefitnya.

        Guest
        • baru tau GSXRR motogp pake SRVVT. boleh tau liat di artikel mana om?

          knp hando ga pake vtech atau yahama pake vva ya?

          Guest
      • ngapain pake variable valve kalo penggerak klepnya pake pnumatic…mau di buka separo atau dibuka full bisa banget atau mau timing buka tutup klep berubah seiring rpm bisa pake bangetttt

        Guest
        • Betul lagian teknologi ini sama sekali tak cocok untuk mesin yg bermain di rentang tenaga 10000-20000 rpm…aneh

          Guest
    • posisi mesin suzuki gsx miring sekali, sementara m1 lebih tegak. beberapa sirkuit lebih bagus gsx, beberapa sirkuit lebih bagus m1,

      Guest
    • Mmm beneran karena faktor suzukinya apa faktor pembalapnya ya? Soalnya partner yg satu jarang bisa tampil didepan

      Guest
    • ada wawancara dgn pimpro nya gsx-rr ( shinichi sahara ) di laman suzukiracingnews tu masbro.. disitu diurai(gak semua sih.. krna bbrapa msih berupa rahasia). mengapa suzuki dan alex rins gemilang di musim ini. salah satunya adalah keseimbangan(balance) yg sudah didapat tdk akan diutak-atik lagi dan menyelesaikan msalah lainnya secara perlahan satu-persatu dgn evolusi kecil. yah.. mirip” Kandou(prinsip) ala yamaha gitu lah.. tidak mengubah apa yg sudah baik. tpi nampaknya yamaha lgi bingung dgn arah pngembangannya. hhehe..

      Guest
    • IMHO… Mungkinkah tingkat kecocokan motor dgn pembalap yg berbeda2 – dikarenakan bentuk tubuh pembalap yg tidak pernah sama 🙂
      Riding style yg berbeda2 juga mungkin dipengaruhi oleh fisik pembalap, maksudnya di sini secara keseluruhan…

      Guest
  7. “Inline yg mendapatkan karakter v” tapi kenapa rider lulusan nya mabok kalu bawa motor V?

    Kalu dibilang masa lalu, bener juga menghegomoni, para alien blm ada jaman itu yg bisa bawa motor celeng jurdun.

    Guest
    • Yap Karena walaupun karakter dentuman firingnya sama, namun dari distribusi Bobot dan lain lain berbeda

      Administrator
    • yg mesti di inget jg, dlu belum unified ECU PIRELI

      dan yang aneh ketika mesin I pake firing order unevent supaya mirip v, mesin V malah nyaman dengan screamer nya cmiiw

      Guest
      • menurut saya itu karena karakter mesin V yg punya tenaga melimpah justru ledakan mesin harus di ratakan guna mendapat output power yg lebih merata, kalo gk bsa loncat2 gk keruan hehe..

        Guest
  8. Yach sama kaya deltabox lah, itu bahasa paten Yamaha, bukan berarti yg lain ngak boleh pake teknik sejenis, hanya tidak boleh pake kata yg sama.

    Sama seperti SSS, Idling Stop, yg lain ikut pake bahasa yg dikit beda, tambahkan micin dikit, jadi ada smart dibelakang nya.

    Harus ada pembeda , walu hanya di nama.

    Guest
  9. tapi sejak d tinggal davide brivio hegemoni mission one(m1) mulai pudar dan puncak ketika lorenjo juga pergi mission one(m1) jdi benar2 hilang jati diriny dan burubah jadi “serigala yang tak berbulu”

    Guest
  10. tapi sejak d tinggal davide brivio hegemoni mission one(m1) mulai pudar dan puncak ny ketika lorenjo juga pergi mission one(m1) jdi benar2 hilang jati diriny dan burubah jadi “serigala yang tak berbulu”

    Guest
    • saya ketik secra benar “serigala yg tak brbulu tpi begitu d enter brbulu mlah berubah jdi d kunjungi….

      Guest
  11. saya ketik secra benar “serigala yg tak brbulu tpi begitu d enter brbulu mlah berubah jdi d kunjungi….

    Guest
  12. Wak harus di buatkan artikel ini khususnya honda dan yamaha, kenapa semenjak single ecu ini kedua motor mereka sangat tidak stabil performanya, beda dengan rcv 2013 dan 2014 yang kedua ridernya masih berkuasa didepan. Dan m1 2015 yang kedua ridernya masih sering didepan juga. Tapi sekarang m1 sudah seperti aprilia saja semenjak single ecu ini.

    Guest
  13. Nyerah saja saya. Ga paham. Bisa sih bayangkan gambar ledakan ledakan itu. Kecil kecil rapat vs gede jarang, maksudnya tahu n bisa merasakan. Klo angka pake derajat itu memusingkan. Big bang vs standart kok sama.

    Guest
    • Orang tidak akan belajar sejarah kalau tidak ada gunanya. Kenyataan bahwa sejarah terus ditulis orang, disemua peradaban dan sepanjang waktu, sebenarnya cukup menjadi bukti bahwa sejarah itu perlu. – dikutip dari buku seseorang

      Administrator
  14. Intinya wak,sejak diberlakukan aturan ecu tunggal magneti mareli..srigalanya yamaha dan honda kurang buas,.ecu inhouse jepang ttp lebih edan dan mantap..

    Guest
  15. sekarang jadi serigala bergigi domba, plus kena thor syndrome yang agak agak fat lucu overweight gimana gitu.

    Guest
  16. Memang Mesin Crossplane crank lebih gahar dan torsinya mantap. Tapi saya lebih suka suara Inline 4 biasa. Kembali ke selera ya. klo harus memilih yg 2 silinder baru saya milih mesin CP2 atau punya Benelli TNT250.

    Guest
  17. Gimana dengan V4 screamer dan V4 BIG BANG wak, adakah bedanya?
    Trus v4 screamer RCV kk suaranya mirip kaya scremer inline 4 yak? Kan v4 dengan inline 4 itu beda firing order

    Guest
  18. kan bener, pembalap cuma terima jadi parts, sasis, dan mesin baru. bagus jeleknya ya tergantung engineers pabrikannya. contoh Furusawa + Rossi dan Dovi + Gigi

    Guest
  19. “Dan ini pulalah yang membuat di masa lalu Yamaha M1 begitu menghegemoni jika bertemu dengan sirkuit yang memiliki banyak tikungan Panjang ( speed Corner )”

    sekarang the un-even ignition timing yg menjadikan 4inline itu “APEX PREDATOR” diklaim oleh gsx-rr suzuki

    Guest
    • Suzuki g pernah klaim lah bang
      Cuma kompetitor aja yg seenak udel lengserin titel yamaha untuk d sematkan d gsxr

      Guest
  20. Mesin inline kan pasti getaran lebih besar
    Apakah di mesin Yamaha ada balance wieght dicrankshaftnya spt mesin2 mbl 2000 CC keatas?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.