TMCBLOG.com – UB125 disinyalir Suzuki Burgman Street 125 bisa jadi sebentar lagi diperkenalkan! Yap seperti yang sudah TMCBlog ketahui infonya dari Pak Banggas Pardede dari PT. SIS bahwa tahun 2019 PT. SIS mendaftarkan NJKB dari semua produk barunya di awal tahun dan mungkin ini juga yang berlaku buat pabrikan lain. So memang ada kode baru yakni UB125 di situs NJKB DKI Jakarta yang juga sudah di announce secara resmi oleh Kemendagri RI. Biasannya jika Suzuki sudah umumkan kodenya di NJKB, ada kemungkinan motor ini akan diperkenalkan di Indonesia sob, walaupun belum tentu dijual.

Angka NJKB dari produk Suzuki UB125 ( yang disinyalir Burgman Street 125) tertera 14,8 juta Rupiah . . So jadi berapa perkiraan harga On-The Road nya? Kita mulai lagi dari variabel-variabel pembentuk harga On The Road dari sebuah unit motor yang dapat dihitung berdasarkan harga NJKB adalah:

  • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) = 1,5% Harga NJKB
  • Bea Balik Nama Kend. Bermotor (BBnKB) = 10% Harga NJKB
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPn) = 10% Harga NJKB
  • PPh Pasal 22 = 1,5% pembelian ( kayaknya NJKB)

So . . .

  1. NJKB Burgman Street 125 senilai 14,8 juta Rupiah
  2. Bea Balik Nama Kend. Bermotor (BBnKB) = 10% Harga NJKB ~ 1,48 juta Rupiah
  3. Pajak Pertambahan Nilai (PPn) = 10% harga NJKB ~ 1,48 juta Rupiah
  4. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) = 1,5% Harga NJKB = Rp 222.000
  5. PPh Pasal 22 = 1,5% pembelian ( kayaknya NJKB) = 1,5% Harga NJKB = Rp 222.000
  6. Biaya di tingkat dealer ( margin keuntungan dealer , asuransi, SWDKLLJ , biaya kirim, dan lain lain) ~ ( perkiraan ) ?

Dari variabel 1 sampai 5 saja jika dijumlahkan berada di angka : 18,204 juta Rupiah . . . Atau jika minus PPn, hadir 16.724 juta Rupiah. PPn ini masih dalam perdebatan, ada yang nulis ada ada yg nulis sudah termasuk harga Off The Road oleh karena itu kita masukan kedua angkanya saja ya.

Kalau saja variabel 6 biaya tingkat dealer kita anggap saja 1 juta-an Rupiah maka kemungkinan harga On The Road Suzuki UB125 (Burgman Street 125) bisa menembus angka sekitar 18 – 20 jutaan Rupiah. Dan dilihat dari range angka ini kemungkinan Suzuki Burgman Street 125 akan bersinggungan dengan Yamaha  FreeGo 125 dan Honda Vario 125.

Jika SIS menghadirkan model yang plek dari Suzuki India, maka desain dari Burgman Street disinyalir akan ada positif/plus dan negatifnya dari segi desain. Segi negatifnya salah satunya adalah ban belakang dari Suzuki Burgman Street 125 yang masih tidak umum buat konsumen kebanyakan skutik merek Jepang, yakni penggunaan roda ring 10 inchi.

Memang kalau di penggemar Vespa baik lawas maupun modern tidak asing lagi, namun buat skutik brand Jepang masih belum umum dan punya potensi akan jadi bahan bully dan kampanye buruk.

pict : www.rediff.com
Pict : www.rediff.com

Sementara nilai plus kalau memang mau digelar di market Indonesia dengan banderol 18 – 20-an juta Rupiah On The Road adalah desain dan riding style-nya yang Maxi Scooter namun dengan tingkat fungsionalitas yang mumpuni. Dan bahkan beberapa fitur yang dimiliki Burgman Street 125 India ini tidak hadir di FreeGo maupun Vario 125 seperti hadirnya bagasi besar, speedometer digital, colokan charger dan dek depan lebar dan tentunya setang yang tinggi dan nyaman. Plus kaki bisa selonjoran ala Maxi Scooter . . Hmmm mungkinkah momen PRJ (Jakarta Fair) 2019 nanti Suzuki akan menghadirkan motor ini secara resmi?

Taufik of BuitenZorg

44 COMMENTS

    • tidak bisa, karena akan mentok. bagasi besar dll yang menjadi keunggulannya itu tercipta karena ban belakang yang kecil. seandainya ganti ban lebih besar diameternya, maka keunggulan tadi akan berkurang/diubah. sedangkan mengubah desain itu memerlukan proses panjang.

      Guest
  1. Buat range Harga 18-20 kyky cakep nih wak haji tapi betul untuk urusan roda itu sangat super nggilani buat konsumen Indonesia, body sebongsor itu rodanya kecil bgt kaya kebanting, klo mau masukin indo WAJIB SIS ganti pelk yg lebih besar…
    Itu Syarat Utama diterima pasar Indo.. selebihnya tinggal permainan Marketing, InsyaAllah bisa diterima pasar tp klo apa adanya itu diboyong tanpa ada perubahan ya siap” jd penunggu gudang hihihhii

    Guest
  2. Alhamdulillah, jika kita banyak banyak bersyukur, kita masyarakat konsumen akan dikasih lebih banyak pilihan

    Guest
  3. Kalau masuk wajib ganti velg dan ban nya ganti tapak lebar dan ukuran yang banyak di jual di Indonesia .. samain ma nmax hehehe
    sukur kl ban belakang di kasih cakram..

    Saingannya ke FMax (FreeGo modif NMax) pasti lebih nendang Brugman Street ini

    Guest
  4. Nah, kalau betul desain seperti ini mendingan garap serius Burgman dulu daripada DR. Mumpung lagi hype nih matic bongsor.
    Harga bisa bersaing dengan desain yang kekinian, sudah DR sekip aja buat sekarang,

    Guest
  5. gak usah aneh aneh lah? paten haoju yg kemaren kan dah bagus,dan di respon baik sama orang2
    jangan budeg lah!kalo mau laris

    Guest
  6. hihihi mengingatkan akan varian kymco model skutik biasa tapi bisa selonjoran kaya big skutik

    Guest
  7. seandainya ban dibuat lebih besar (ring 14 inch), harus mengubah total motor. dek depan lebar itu salah satunya karena roda lebih kecil. bagasi dan komponen lain yang lebar di belakang itu memungkinkan karena pakai ban kecil. jika ganti ban besar, akomodasinya tidak akan sebesar itu. ya semua ada plus minusnya. bisa sih bisa, tapi bisa jadi jok akan tinggi sekali, dimensi motor jadi lebih panjang, dan tentu saja berpengaruh ke cost.

    Guest
    • Yg kaya ginian Sampeyan bandingin Sama honda kemaren? Dari desainnya aja jauuuuuhhhhh apalagi itu baru sebatas desain pateni Yg masih bisa dirubah saat maspro ..lha ini jelas2 barang dah jadi apa mungkin Bisa diganti ?

      Guest
    • lagian bedain mas antara daftar paten sama njkb, skutik hodna kemarin cuma didaftarkan desainnya dan itu belom tentu dibuat atau dijual disini. nah motor suzuki udah didaftarin nkjbnya dan sudah dibahas diartikel wak haji bisa dijual atau diperkenallan di indonesia.

      Guest
  8. jdi itu motor 125cc tpi segede nmax ya ?
    basis mesin dri apa mesin baru kah ?
    pakde tlng di bahas dnk, trimakasih sblmnya

    Guest
  9. Kalau desainnya ditelan mentah mentah, fix penjualan Dan response pasar Akan rendah.
    Sudah Ada SWISH yg jadi idola Dan sesuai minat pasar Indonesia, dan kemungkinan besar Akan jadi “game changer”, tapi kenapa kenapa bau baunya, justru burgman ini yang Akan nongol.
    Bener bener gak habis pikir dengan Jalan sulit yang selalu dipilih oleh Suzuki.

    Guest
  10. ciri khas motor / mobil di bawah bendera indo boill.. kalo mau jualan selaalu takut .. TAKUT LAKU…

    Guest
  11. baca2in komen jadi bgg, pada baca artikel nya gag sih..?
    byk komen berharap ban selebar ini, sebesar itu lah.. ini kelas 125 mas bro, buka calon big skutik Suzi, sasaran lawannya itu jelas2 di sebut Freego, Vario, dan mgkn jg Lexi 125 kog.. di kelas ini ban masih standar kecil semua, jd ga ush ngarep muluk2 ban gambot segala.. burgman street pake velg12″ dan ban ukuran scoopy jgua udh cukup oke bgt kog, lbh proporsional krn kliatan tebel bannya..

    tapi klo mnurut trawangan abne, bakal sulit ngubah ukuran roda blkg, posisi nya mgkn udh mentok sama bagian dalam swingarm/mesin… klo sebatas mentok bagasi sih masih lbh mudah di akali SIS dengan ngurangi kapasitas bagasi… tapi semoga klo emg masuk bisa deh pake roda dpn blkg velg 12″ dan ban profil tinggi.. biar lbh mudah di serap pasar..
    tapi klo misal hasil pajangan dan survey di PRJ positif ya why not juga.. we’ll see

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.