TMCBLOG.com – Sobat sekalian, pasti sudah banyak yang kenal dengan salah satu balapan tertua di daratan Amerika utara ini kan? Pikes Peak International Hill Climb atau yang biasa disingkat PPIHC, menjadi salah satu balapan bergengsi di tanah Amerika, dan banyak sekali orang-orang golongan speedhunters baik dari kalangan tuner bahkan tak jarang pabrikan otomotif yang terjun langsung berlomba-lomba mendaki pegunungan Rocky Mountain, Colorado, USA dengan mesin mesin buatan mereka. Ducati yang sebelumnya serius turun balap PPIHC dengan Multistrada 1260, kini mereka menambahkan senjata mereka lewat Streetfighter V4 Prototype dan hasilnya sampai hari Selasa (local time) memuncaki 2 sesi kualifikasi PPIHC 2019. Woww…

Pada sesi Kualifikasi pertama yang dimulai pada jam 06:30, Ducati Streetfighter V4 Prototype yang digeber oleh Carlin Dunne langsung berada di posisi teratas. Menorehkan waktu 4:13.741 detik cukup untuk menempatkan Dunne dan sang Streetfighter V4 di puncak timesheet. Di posisi kedua ada pembalap Renni Scaysbrook yang menunggangi Aprilia Tuono V4 1100 dengan catatan waktu 4:18.425s atau terpaut jarak dengan Dunne sejauh 4,684 detik. Lalu pada di kualifikasi sesi kedua, Carlin Dunne makin cepat dengan memangkas waktu menjadi 4:09.550 detik dan masih betah di posisi pertama kategori sepeda motor.

Mengenai sosok Ducati Streetfighter V4 Prototype -nya sendiri memang tidak mengalami banyak perubahan jika dibandingkan dengan foto-foto yang disebar saat awal pemberitaannya. Dengan nomor start 5 dan dihiasi grafis seperti camouflage merah putih hitam, juga masih menggunakan dua pasang winglet yang ditempatkan di cover body samping kanan dan kiri dekat radiator. Kalau bicara motor memang Streetfighter V4 Proto ini hanyalah sebuah Ducati V4R yang dilepas fairingnya dan digantikan dengan balutan cover body yang minim serta penggunaan stang/handlebar baplang untuk menggantikan clip on pada versi Superbike nya.

Sebagai satu-satunya pemakai Ducati Streetfighter V4 [ya iyalah satu-satunya, wong masih prototipe] , Dunne tampil tanpa kendala sejak sesi pemanasan. Tak hanya itu, dominasi mulai terlihat dengan gap waktu yang begitu jauh dengan posisi kedua, dan semua fans memprediksi bahwa rekor catatan waktu PPIHC di kategori sepeda motor akan dipecahkan oleh Ducati Streetfighter V4 tahun ini. Well, kita nantikan saja result dari PPIHC 2019 ini deh sob. Akankah Ducati Streetfighter sanggup menguasai lomba sprint race sejauh 20 Km dengan jumlah 156 tikungan dan finish di puncak dengan ketinggian 4.300 MDPL Pikes Peak weekend ini . . ?

Hasil Qualifying 2 PPIHC 2019

Pos / Competitor / Total Time / Diff / Bikes
1.  Carlin Dunne / 4:09.550 / 0.000 / Ducati Streetfughter V4 Prototype
2.  Rennie Scaysbrook / 4:15.006 / +5.456 / Aprilia Tuono V4 1100
3.  Codie Vahsholtz / 4:15.775 / +6.225 / Ducati Multi Strada 1260
4.  Chris Fillmore / 4:23.377 / +13.827 / KTM 450SX-F Factory
5.  Lucy Glöckner / 4:24.310 / +14.760 / BMW S1000 R
6.  Rafael Paschoalin / 4:28.389 / +18.839 / Yamaha MT-07
7.  Robert Barber / 4:29.630 / 1 lap / University of Notthingham
8.  Kamil Holan / 4:37.737 / +28.187 / Ducati Streefighter 2015
9.  Cory West / 4:40.691 / +31.141 / Zero SR/F 2020
10.  Yoshihiro Kishimoto / 4:42.188 / +32.638 / Team MIRAI

40 COMMENTS

  1. Jadi ingat main Gran Turismo dulu,kalo dapat Suzuki Escudo pikes peak soalnya kuenceng bgt 😂😂😂

    Guest
  2. Kalo uphill “power is matter” masih berlaku gak sih? Kalo torsi ya jelas butuh.
    Sprocket gearnya ukuran berapa mata tuh? Segede motor stunt kah? Hehe

    Guest
  3. Makasih ya mas Nug. Gini nih… Balap motor naked…. Baru kali ini saya ketemu balap batangan… 👍🙏 Terus klo mo nyari videonya apa bisa via youtube?

    Guest
  4. Akankah Ducati Streetfighter sanggup menguasai lomba sprint race sejauh 20 Km dengan jumlah 156 tikungan dan finish di puncak dengan ketinggian 4.300 MDPL Pikes Peak weekend ini . . ?

    Wahhh baru tau kalo tikungan ada sebanyak 156 tikungan. Kirain cuma 2 doang, kanan dan kiri hehehehe

    Peace wak, just kidding

    Guest
  5. PPIHC balap menantang tapi kurang tersorot media. disini kuncinya bukan power, bukan torsi, kuncinya seberapa mampu mekanik dan rider menyeting mesin biar tetap bertenaga di ketinggian tinggi.. sering terjadi makin mendekati puncak, mesin mati. krn makin tinggi makin tipis oksigen/setelan jadi basah

    Guest
  6. saya bangga, ternyata ada perwakilan dari rider yoshihiro kishimoto yang mewakili para komunitas pecinta burung. team murai. hehe..

    Guest
  7. University of Nottingham kirain apaan,ternyata mereka bikin motor listrik yg dimensinya cukup gede

    Guest
    • Itulah desain motor modern skrg mulai jenuh, detailnya memang beda tapi dilihat keseluruhan “shape”nya sama, jadi kesannya kurang kreatif. Makanya desain retro naik lagi. Tren memang berulang2.

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.