TMCBLOG.com – Dalam interviewnya dengan GPOne, pembalap nomor 2 Ducati – Danilo Petrucci mengatakan bahwa saat ini ( pasca race Assen) dirinya berada dalam kondisi yang harus memilih dua opsi pilihan yang sulit. Danilo menggambarkannnya sebagai pilihan Batu (Rock) atau Tempat Yang keras (Hard Place). Dua kata-kata kiasan ini tidak lain dan tidak bukan menggambarkan kondisi terkini pembaruan kontraknya dengan Ducati dan kondisi ‘Juklak’ di track dimana ia tetap belum boleh bikin bahaya Dovizioso sebagai Ace Rider Ducati.

Dalam kondisi pembaruan kontrak, Danilo berterus terang bahwa management dirinya masih belum menemukan kata sepakat dengan Ducati soal angka. Angka yang dimaksud belum secara terbuka mau diumbar oleh Danilo apakah itu angka uang kontrak ataukah angka jangka waktu kontrak.

Kondisi kedua yang tentu bikin galau Danilo terutama di Assen adalah soal target utama Ducati yang ingin jadi juara dunia dengan Andrea Dovizioso. Hal ini semenjak awal memang jadi sesuatu yang bikin gamang suasana. Gamang dalam artian sepertinya Danilo selalu ‘mikir-mikir’ tentang apa yang akan ia lakukan di track, Danilo akan mikir-mikir tentang apa yang ia hasilkan jika ia overtake Dovi. Bikin Dovi crash, bikin Dovi sulit mengejar point Marc Marquez dan lain lain. Dan ini boleh dibilang akan membuat sulit bagi seorang Petrux untuk mengeluarkan 100% Petrux . . Udah kayak lagu percintaan anak muda jaman sekarang ”  . . . Kau tak lagi sama, engkau bukan engkau 😀

Walaupun secara umum tidak dipertontonkan sebagai sebuah ‘ Team Order ‘ pada beberapa race yang sangat menggambarkan ke-gamang-an ini. Seperti halnya MotoGP Mugello dimana Danilo finish di depan Dovi, ataupun ketika di GP Jerez yang dengan blak-blakan ia bilang bahwa setiap ia melihat buritan GP19 Dovi seperti tergambar wajah para manager teamnya. Dan lalu Danilo yang berkali-kali minta maaf ke Dovi ketika melakukan overtaking . . Hal-hal ini  cukup memperlihatkan bahwa tidak mudah buat seorang Danilo untuk bisa memainkan lakon ini.

Walaupun kita belum mengetahui soal seperti apa ‘Term and Condition’ yang ditawarkan Ducati kepada Petrux untuk 2020, namun jika diraba-raba sepertinya sudah tergambar bahwa ada sinyalemen Danilo masih menilai value yang ditawarkan/disodorkan kepadanya masih kurang dibandingkan apa yang harus ia lakukan berkaitan dengan Dovizioso dan Ducati. Yap sepertinya ada riak-riak kecil di tubuh team ini, namun TMCBlog sendiri merasa deal antara Danilo dan Ducati akan ‘ Closed ‘ karena boleh dibilang opsi Danilo adalah yang terbaik diantara opsi-opsi yang ada saat ini seperti Jack Miller ataupun Alvaro Bautista. kalo sobat sekalian punya opini seperti apa?

Taufik of BuitenZorg

64 COMMENTS

    • nyesek baca quotenya Petrucci kyk yg dirilis GPone:
      Petrucci: “With Ducati, I’m between a rock and a hard place.”: The renewal of the contract is slow in coming: “”We don’t agree on the numbers, and I can’t take risks with Dovizioso. The race? There are no reasons to smile.”
      Sampai gak ada alasan untuk tersenyum

      Guest
    • Wak, sapa aja rider motogp yang bernyali besar pindah ke moto-e…?? Apa semuanya pecundang, ciut nyali …??

      Guest
    • tunggu Suzuki bikin team satelit dulu, Petrucci di atas GSX-RR pasti mantull. saya yakin bisa selalu berada di barisan depan, setidaknya 6 besar tiap race. “no ducati no cry”

      Guest
      • Mana berani, melanggar dikit dikirimin peluru di amplop, atau kepala kuda dikasur. Tanya aja Don Corleone

        Guest
  1. Di Assen juga kayak overtake Dovi setengah hati,pas dia gak bs kabur dr Dovi/buat gap banyak dia balikin posisi 4 nya ke Dovi,dan dia pas bikin pergerakan nunggu pace mir udah ga bs menyamai mereka berdua baru petrux berani bikin pergerakan,pokoknya penuh hitung2an lah

    Guest
  2. Gak ferrari gak ducati sama aja
    Suka mengedepankan 1 pembalap saja
    Padahal masih awal musim
    Gak tau juga apa dovi bakal fit sampai akhir musim
    Kondisinya sekarang peluang dovi n petrux 5050 di klasemen
    Apa gak sebaiknya di buka aja persaingan
    Nanti kalo sudah agak berjarak antara dovi b petrux baru dipilih mana yg di kedepankan

    Guest
    • Ungkapan tidak semua orang bisa puas dengan yg ada walaupun sudah di kasih yg terbaik sangat ada benarnya. Prinsif 1 jagoan sudah sangat pas buat tim apapun. Ducati dengan dovi, honda dengan marc, suzuki dengan rin. Salahnya yamaha tidak menentukan siapa pembalap no 1 sejak awal. Dengan dalih adil, tapi sulit tercapai tujuan.

      Guest
  3. Bisa dibilang team order secara halus, ingat soal Lorenzo di Sepang 2017, yang bilang gini “Saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk Tim.” Mapping 8 kayaknya, hehe.

    Guest
  4. Semua itu jgn tanggung2,, nanti hasilnya jg nanggung. Klo fight2 aja klo mlipir y mlipir skalian aja.

    Guest
  5. Berarti dpt dikatakan
    Petrux : ” Gw mampu sih nyalip d0vi…
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    …Tapi nasib dia bakal gimana ???
    *ha.aa.aa.aa

    Guest
  6. Dicuta knp gak bikin mirip hrc waktu ada dp26 aja waktu 2013/2014. Selow gak neko2. Siapapun world champions gp didukung penuh.. Hrc waktu peralihan pembalap, mereka fokus ke rider pengembang daripada ace rider. Tinggal siapa yg lebih bisa dan beruntung saja yang didukung. Petruk akan menjadi pembalap medioker klo nasibnya kayak gini. Padahal secara tidak langsung ace rider ducati bukan pembalap yang dinaungi keberuntungan. Ane dari tahun kemarin uda comment klo nasib dovi takkan lebih baik daripada dp26 nasibnya di kejuaraan world champions. Pembalap yg penuh keberuntungan menurut ane alm. Hayden. Sedangkan paduka minion penuh dengan trik

    Guest
    • Betul Bro.

      Ala HRC aja joss. Selama DP bisa lebih cepat dr pembalap utama dan saingan utama team mate-nya, boleh jadi juara seri. Tapi jika Ace rider bisa jadi P1, Pedrosa wajib ngamanin jadi P2.

      Guest
    • Simple, ducati pengen segera dapet title juara dunia. Beda sama yamaha yang beberapa tahun sebelum musim 2015 udah punya title juara dunia.

      Guest
  7. Emang ngenes kemarin buntutin dovi eh disalip morbidelli. Harusnya next race dia buktiin bisa start didepan dan klo bisa cari poin sebanyaknya. lagian jarak poin dah mepet ke dovi. opini

    Guest
  8. nyalip salah ga nyalip greget, apalagi di klausul kontrak gw ga boleh bikin dovi 0 point. riskan gw nyusulnya kontrak gw jadi jaminan nya.

    Guest
    • satu2nya cara ya dia harus perbaiki kualifikasi, bisa didepan jauh dari dovi. klo seimbang pada akhirnya disuruh hati2 dan gak bisa nyalip

      Guest
      • atau alaternatif lain selain perbaiki kualifikasi, yaitu di kondisi AD04 tdk bisa di depan MM maka dia berusaha fight dan finished di depan MM, otomatis jarak MM dgn AD04 tidak mengembang terlalu jauh..

        #walaupun berat dan kecil kemunginan bisa didepan MM

        Guest
        • nah itu di assen kejadian kan. makanya petrux bingung di salip salah ga di salip greget. padahal AD lg ga fight tp tetep dy sungkan untuk nyalip.cmiiw

          Guest
  9. suka aja sama tulisan amatir ini :
    hendaknya Petrucci mengawal, melindungi dan merecoki siapapun yg akan overtake Dovi pada track dimana Dovi dianggap kuat dan jangan finish di depan Dovi at any cost, kemudian Petrucci sendiri hendaknya mengasah kemampuannya pada track dimana Ducati dan Dovi dianggap tidak punya keunggulan

    Guest
  10. Memang ga asik bgt sih dilihatnya kmrin waktu di Assen, akhirnya petrux rugi sendiri belain dovi. Klo ibarat main bola mah udh dapet bola did depan gawang tanpa pengawalan bukannya langsung shoot malah assist. Klo dilihat dari gesture balapnya sih petrux sebenernya lebih cepet dan kuat dari dovi

    Guest
  11. Kalo diliat ada bright sidenya juga dimana tujuan lain metode ducati sekarang biar motor dan pebalap ducati (seenggaknya yang factory) bisa unggul/bersaing di semua sirkuit. Secara sebelumnya ada beberapa track yang ga dikuasai dovi dan tandemnya terdahulu.

    Ini beneran tulisan wak taufik? Tau amat lagu anak muda itu haha, saya aja anak muda ga tau itu lagu siapa. Kenalnya george benson, george michael, karl marx eh richard marx

    Guest
  12. dr awal menurut pendapat saya ini agak aneh..
    orang belom balapan uda disuru jagain dovi biar jurdun,,
    lah kalo petrux lebih jago dr dovi?
    ngapain dicegah bisa jurdun dengan petrux?
    imho aja c..

    Guest
  13. Cuma di Duc terjadi ketika pembalap alakadarnya dgn skill 89 jadi Ace Rider dibentengi rider dgn skill 99. Beti tp Petrucci lebih punya gairah buat fight.

    Guest
  14. sebenernya ya emang kelasnya dovi dr jaman kelas capung ya peramai doang…
    345
    waktu bisa perebutan jurdun sama marq..juga karna yamaha sakit…
    heranya ducati masih aja pertahanin dovi..yg dr jamannya hayden masih diducati ampe sekarang gitu2 aja…
    malah ga perpanjang paduka hohe…yg jelas2 udah bisa klop ama si merah bisa keblinger honda….hadeh hadeh…

    Guest
  15. Petrucci jauh lebih muda (gak muda2 amat sih) dan sudah mulai mekar krn di team yg tepat. Dovizioso skill bagus tapi gak konsisten, gak mungkin jadi juara dunia ala Hayden yg krn saingan utamanya sial terus.
    Musim depan baru kita liat “keadilan” di Ducati.

    Guest
  16. kayanya 2 singa dalam 1 kandang ini ada di pihak Ducati, cuma singa yang satu masih malu-malu kucing.

    Guest
  17. Ya mending kontrak di ttd aja dulu, sambil liat prestasi di lintasan. Sejauh ini ga ada opsi yg lebih bagus buat Petrux.

    Kalo emang pace Petrux lebih kenceng drpd Dovi di satu sirkuit ya ngacir aja (misal di Mugello kmrn). Kan Petrux bisa alesan, si Dovi udh didorong2 gak kenceng juga, ya udah gw ngacir duluan.

    Mending nunjukin aja di sisa musim ini kalo bisa konsisten dapet podium..

    Guest
  18. Lha wong dovi nya aja masih gk konsisten kok minta dikawal, pas dapet track yg gk cocok buat ducati langsung ngedrop, beda sma markes yg msih bisa di depan walau gk P1
    Petruk mah harusnya klo emang bisa di depan ya di depan aja, sekalian nunjukin ke bos “nih gw bisa lebih hebat dari dovi” klo bisa konsisten di depan bukan gk mungkin malah dovi yg dibuang

    Guest
  19. Jujur saja, kecuali di race Qatar, sampai Assen kmrn Dovi gak ada gregetnya. Justru di Mugello Petrux malah greget banget duel sm Marquez.

    Kayanya motivasi Dovi udah turun gak seperti tahun-tahun lalu dimana jabanin banget duel sm Marquez juga gengsi sama temen setimnya yang juara dunia bayaran mahal.

    Ya semoga aja setelah summer break bisa greget lagi mulai dr Brno sampe Valencia. Biar ga bosen liat Marquez mulu.

    Guest
    • Tahun depan harusnya gak ada lagi rider prioritas..kasian juga liat Petrux.
      Semoga Petrux bukan ‘Pedrosa’ atau ‘Barichello’ (di F1) lain, untuk season depan.
      Asli gak enak banget liat Team Order..
      Mending jaman Vale vs Jorge sampe sekat sekatan tapi itu lebih gentle.

      Guest
      • team order ok. tp jangan dr awal musim yang kesempatan nya masih terbuka buat semua. itu menurut ane. harusnya ducacrot harusnya evaluasi point di pertengahan sampe 3/4 musim siapa yang paling di unggulkan baru dah team order (buat prioritas).CMIIW

        Guest
  20. Tapi setidaknya posisi Petruc masih mending..
    Inget dulu Pedro?
    Udah duluan di RCV malah disuruh ngalah sama Ngkez
    Nyesek banget..

    Guest
  21. Gak sabar liat Sachen seperti apa lagi drama rider ducati factory ini..
    Desmo di Sachen terkenal kerepotan.
    Semoga aja Petrux sedikit bandel nyalip Dovi..
    Ducati susah di Sachen, apalagi dibelakang Dovi. bakalan makin jauh gap grupnya dengan grup didepannya..Dovi kadang kalo leading grup kedua suka bikin gap sendiri dengan depanya alias tambah molor…
    Benernya bandel pun gak papa, toh nilai jualnya bakalan dilirik pabrikan lain…gak usah takut sama Dovi!

    Guest
  22. apa susahnya sih overtake yang clean? kayanya dia takut banget gagal overtake kaya Loren di catalunya atau Rossi di assen

    Guest
  23. paling ideal petruci mengajukan proposal lamaran ke beberapa pabrikan dan satelit. pabrikan iprilili dan kitimi pasti lebih berminat. secara ianone jg mantan dikiti, atau coba memprovokator yimihi supaya fabio kartontaro bisa naik ke factory. jadi nanti bisa mengisi slot di sijiki menggantikan rins. hehe…

    Guest
  24. Klo gue merasa team order bukan suatu aib sepanjang tidak dilarang. Justru disitu menunjukan kekompakan dalam tim. Memang motogp tidak seperti sepak bola, tapi siapapun yg menang, tim yg menang. Malah aneh klo satu tim jadi kaya rossi vs jl, siapa pun yg menang diantara mereka, yg diuntungkan tetap lawan. Nanti bakal menyesal saat world champion hanya berselisih 1 poin, padahal andai saja…… Ducati tidak akan senang klo MM dan JL kompak saling dukung, demikian juga Honda ga akan nyaman klo Dovi dan Petux akur.

    Guest
  25. Ungkapan angka lbh ke tawar menawar soal jangka Waktu kontrak, sprtny itu lbh aman buat petruk kalo angka gaji bysny nanti akan getok palu pas udh bs buktiin petruk bs all out dg ducati tanpa gamang lg.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.