TMCBLOG.com – Seperti yang diinformasikan oleh Motorsport, Ducati Sporting Director Paolo Ciabatti sempat menghadirkan komentar bahwa “Honda telah mendesain motor untuk Marquez, namun dibalik itu selalu berakhir menjadi sebuah Yamaha atau sebuah Ducati, jadi adalah Marquez lah yang harus kami lawan.” Pernyataan ini jelas secara umum jika terdengar dikuping Sayap Kepak seperti menempatkan pabrikan ini di bawah bayang-bayang seorang personal pembalap. Seperti kita ketahui policy Honda sangat memperhatikan segala potensi ‘Superbody’, jangankan soal Marc, perkara yang berhubungan dengan Nakamoto sendiri saja dahulu diperkirakan ada hubungan dengan upaya honda menyetop potensi superbody yang kian kental di tubuh HRC di bawah kepemimpinan Nakamoto-san . . Dan komentar Ciabatti ini terdengar oleh Alberto Puig ..  hingga akhirnya Team Manager Repsol Honda ini angkat bicara . . Dan kali ini cukup lugas dan pedas.

“Menurut saya Ciabatti harus melihat semua kemenangan Honda mulai era 500cc sampai MotoGP. Ia harus melihat sejarah dan mungkin ia tidak mau melihat hal ini. Yang jelas adalah setelah segala hal yang telah mereka (Ducati) lakukan – di mana itu melelahkan dan memiliki banyak keuntungan – Hanya memenangkan sekali kemenangan, di mana semua tahu itu terjadi ketika bersama Casey Stoner.”

“Semua effort yang diberikan Ducati ke kejuaraan ini, setelah dikumpul-kumpulkan menurut opini saya sangat tidak imbang [dengan apa yang diperoleh Honda]. Yang saya tahu Marquez menang dengan motor ini, sama seperti apa yang dilakukan Stoner, [Mick] Doohan, [Freddie] Spencer, [Eddie] Lawson, [Alex] Criville, [Nicky] Hayden dan [Valentino] Rossi sebelumnya. Bersama Honda banyak pembalap yang mampu memenangkan kejuaraan. Dengan Ducati hanya satu pemenang, hanya dalam satu tahun, dalam kondisi dan periode khusus.” Ujar Puig menanggapi.

Asli deh itu dalem banget sob respon seorang Alberto Puig ke omongan Paolo Ciabatti ini . . Intinya, Alberto Puig mau mematahkan opini Ciabatti yang menganggap Honda adalah motor yang hanya bisa dikendalikan dan dimaksimalkan oleh satu orang saja . .

Taufik of BuitenZorg

121 COMMENTS

    • Sekarang musimnya yg kalah tdk mengakui kekalahan nya
      Spt di Indonesia baru2 ini
      Mudah2an yg keok krna kesombongannya di beri hidayah
      Amiiiiinnn…..

      Guest
    • Intinya Ducati itu ngiri dengan honda…..soalnya Honda berhasil bikin motor untuk MM dan juara terus…..kenapa Ducati enga mengikuti langkah Honda….any question???….lebih baik bikin motor untuk 1 orang yg bisa mengantar juara dunia…..daripada bikin motor untuk semua pembalapnya tapi gak bisa juara dunia…..pilih mana……cetek amat Ducati pemikirannya

      Guest
    • catat:
      hanya SATU pemenang (Stoner)
      hanya dalam SATU tahun (2007)
      hanya dalam periode khusus
      (800cc tahun ke SATU)

      Guest
      • Kebetulan ducati juga pakai ban bridgestone yg relatif superior dibanyak sirkuit dibanding ban lain waktu itu.
        Tapi apa pun alasannya menang ya menang. Honda sudah banyak, yamaha, ducati, yang lain menyusul. Klo sedang diposisi diatas ngomong apa aja sah.

        Guest
    • Susah dikendalikan juga parameternya harus jelas.faktanya honda bisa sering juara,bahkan Crutchlow saja bisa beberapa kali podium 1 dgn rcv.

      Guest
    • Emang nyatanya gitu bro
      Bukan hanya seperti mesin inline yang kuat speed corner atau mesin v yang perkasa di topspeed
      RCV sepertinya memang didesain agar balance , artinya disirkuit yang banyak memanjakan mesin inline gak kedodoran buat ngimbangin dan saat ditrek lurus panjang tetap memuntahkan cirikhas mesin v,
      Artinya memang rider yang nungganng rcv harus ikut andil juga berusaha memaksimalkan potensi rcv ya mungkin memang baru marq yang faham akan itu dan juga sesekali CC,dan saya rasa JL jiga mulai sadar akan itu
      Mesin inline rebah mentok 64° lha mesin v aman sampe 66° tergantung ridernya berani apa ga
      Mueheheheh

      Btw JL bener mau pensiun kah?

      Guest
      • Macam cbr nearsquare.. makan tuh engine holic.. ? ini city bike with many poldur, bukan circuit bike..

        Guest
    • @B05: betul, ane setuju opini ente.. hanya marc yg saat ini bisa tunggangi “kespecialan” dari rcv. Kita tengok saja, saat rookie 2013 marc lgsg melesat juara dunia. Artinya marc emang punya talenta bagus, ditunjang motor rcv yg lumayan balance (dr segi top speed maupun speed corner) meskipun ciabati gak mau ngakuin itu motor bagus.

      Guest
    • @B05
      Sbnrnya bukan masalah inline mentok di 64 derajad. Inline mah cukup 60an derajad juga udah enak banget diajak belok di trek macem Assen. Sdngkan V lebih butuh effort untuk naklukin Assen. Ya cuma MM yg bisa dan berhasil kasih effort luarbiasa (66 derajad) & dgn murni talent dia aja itu V bisa jabanin inline di Assen.

      Guest
  1. intinya ciabati lagi ambil hati Marc. Atau bisa jadi karena honda gak suka superbody, mungkin bakal ngelepas Marc. intinya Ducati pengen marc ada dgn mereka.

    Guest
  2. Setelah segala hal melelahkan yang mereka lakukan – Hanya satu kali meraih kemenangan (2007) #jlebb ?

    Guest
  3. Sekali lagi targetnya adalah membawa ridernya juara dunia

    Imho
    Benar saat ini “cuma” marquez yg bisa memaksimalkan potensi rcv 2019
    N honda cenderung memprioritaskan kebutuhan marquez
    Knp krn marquez adalah rider terbaik yg hrc punya saat ini
    Kalo nanti ada rider yg lain atw marc hengkang, gw yakin kebijakannya bakal beda
    Toh dalam sejarahnya honda juga pernah buat motor yg bisa dipakai (juara seri) oleh banyak rider tp tidak ada satupun dr rider tsb yang juara dunia
    Jd percuma kan motor easy to ride tp gak juara dunia

    Guest
    • That the point..
      Intinya, semua pabrikan (termasuk honda) bakal pilih 1 motor dikendarai rider dan hasilnya Jurdun, daripada easy ride tapi gk jurdun. Easy ride itu bonus aja. Kan tujuan utama balap ini adl lomba jadi juara dunia, bukan lomba easy riding. Toh ini bukan motor massal..

      Guest
    • Tp di bilang budek sama pembalap lain JG nggak. JL contoh nya. Di kasih semua keinginan nya, Dan mulai terlihat perkembangan nya kalo nggak jatuh kmrn kmrn.

      Guest
    • easy to ride imo perlu juga. biar perolehan poin timnya optimal. contoh Yamaha waktu pembalapnya JL99 + VR46, dan JL99 bisa juara dunia cmiiw

      Guest
  4. Ini namanya “buruk muka, cermin dibelah”. Sehebat2nya Ducati, sejarah dan faktanya masih lebih hebat Honda dan sekian banyak ridernya yang udah juara bareng mereka.

    Guest
  5. Ada yang sedikit unik dengan filosofi organiasai HRC. Dalam waktu dua atau tiga tahun pasti akan ada perubahan personel wlpun kinerja personel sebelumnya bagus. Dan g cuma satu atau dua personel, tapi seluruh personel yang terlibat dalam project MotoGP. Jadi, bagi Honda, MotoGP tidak semata untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membangun motor, tapi juga jadi semacam ajang untuk mendorong sustainable development bagi organisasi mereka. Jadi, bagi Honda tantangannya adalah membangun motor yang bisa menjadi juara dunia, siapapun pengendaranya. Bukan menjadi juara dunia bersama Marquez, Lorenzo, Nakagami, ato bahkan Abraham.

    Filosofi tersebut ada sisi positif dan negatifnya. Bagi rider yang mengandalkan kontinuitas variabel yang dapat dikontrol (salah satunya tim dan komunikasinya) filosofi tersebut bisa berdampak negatif pada upayanya menjadi juara dunia, terutama saat personel yang baru tidak memperoleh knowledge transfer yang memadai, atau terdapat missing information yang sebelumnya disampaikan kepada teknisi yang lama.

    Bagi Marquez, filosofi ini pun menimbulkan masalah. Di musim 2015 dengan performance RC213V yg kurang memadai, Marquez pernah menyampaikan permasalahan terkait motornya, dan dia memperoleh jawaban “masalah yang mana, saya g pernah dapat informasi masalah tersebut dari teknisi sebelumnya”. Tapi Marc pun tidak bisa berbuat apapun karena “perubahan” adalah filosofi HRC, dan dia menerima kondisi tsb. Di sisi lainnya, HRC pun sepertinya memahami filosofinya bisa berdampak pada jalan mereka meraih gelar juara dunia, sehingga saat ini wlpun masih ada kebijakan perubahan personel, setidaknya dua atau tiga personel inti tidak berubah. Dan langkah ini pun berbuah positif terhadap hubungan antara HRC dan MM, karena MM merasa pendapatnya dihargai dan dianggap sebagai “important person” bagi HRC.

    Jadi, kembali lagi pada pernyataan Ciabatti, apakah HRC hanya membangun motor yang sesuai dengan Marquez? Jawabannya tidak, pada akhirnya HRC membangun motor yang menurut mereka terbaik sesuai dengan filosofi motor terbaik menurut mereka, berdasarkan masukan dari ridernya. HRC pun pasti ingin mengulang keberhasilan mereka membuat motor terbaik yg bisa digunakan seluruh rider seperti halnya NSR-500 Big Bang.

    Apakah RC213V saat ini yang terbaik, setidaknya dengan tetap mempertahankan filosofi motor mereka sebagai lap-time bike, RC213V bisa on par dengan Ducati dalam hal power dan akselerasi. Tapi karakternya sebagai lap-time bike dengan agility tinggi tapi dikombinasikan dengan power besar mengakibatkan motor tersebut menjadi motor yang menguras fisik, itu sebabnya mereka merasa perlu merekrut seorang Zarco dan Lorenzo. Satu-satunya Keunggulan HRC saat ini, mereka memiliki Marquez yang seperti halnya Hailwood, Spencer, Lawson, Gardner dan Doohan, yang bersedia untuk “Grit his teeth and bend his bike to his will”. Ada satu pernyataan Marquez kepada Emmett, “But sometimes, even if I don’t have a perfect base I like to keep what I have and try to find the best way or the best performance in the race with that base. Because you know this base, you know the reactions of that setup, and you are riding all the weekend with it”. Jadi, saat motornya bukan yang terbaik pun, Marquez berupaya untuk memperoleh hasil terbaik dengan tools yang disediakan Honda kepadanya. Mungkin Ciabattin bisa menyampaikan hal tersebut ke Dovi, setelah sebelumnya mencoba merenung apakah sebagai organisasi Ducati sudah menempatkan ridernya sebagai “important person”…..

    Guest
      • Buat yg lain aj Kang. Biar yg lain jg termotivasi juga untuk bikin komentar yg relevan dan g main ejekan…..?

        Jujur, itu yg jd pembeda blog ini dg blog yg lain dan bikin sy betah d sini.

        Guest
        • Kalo mau komen bermutu ya di blog ini…kalo mau nyampah monggo main di blog pak de banaran…

          Guest
    • klo komen pwanjang nan lebar tapi bernutrisi seperti bro AIM-1N ini sy jd inget dgn slah satu nickname yg jg tipikalnya kyak gni. nama nickname nya (ben piss) dlu sring nongol di kolom IWB sm di warung ini. entah skrg kok gk kliatan lgi.. hhe

      Guest
    • Ini ibarat Artikel didalam artikel.

      Enak banget, seperti makan nasi goreng tapi didalam butiran nasinya ada nasi goreng lagi.

      Guest
  6. Dah biar lebih terbukti
    Sekalian aj mamakes dituker ma dopi, atau mamakes kasi aj deh ke ducati, trus cari gantinya buat dampingin lorenjo
    Kalo honda masi bisa menang tanpa mamakes, brarti Puig Win
    Tp kalo mamakes tetep juara meski pake ducati, Ciabati Win
    Hehehe

    Dan sebagai penikmat motogp jd lebi seneng, g kaya gini, mamakes dominan bgt, jd membosankan

    Guest
    • Ga usah berandai-andai dan berangan-angan….

      Kalo anda pernah ingat, Dovi udah pernah di Repsol Honda tapi dia zonk, justru kalah oleh Stoner yang saat itu dia anak baru di Repsol Honda…dan saat itu Repsol menurunkan 3 pembalap…Dovi, Stoner dan Pedrosa…

      Berarti udah terbukti kalau Dovi tidak bisa memaksimalkan potensi RCV, justru Stoner si anak baru di honda bisa juara dunia dengan RCV .

      Guest
    • ah gak juga, motojipi tetep aja seru kok, tapi….

      kalo jagoannya kalah, dan dari tahun ke tahun kalah terus dan (likely, tren ke depan masih bakal terus mengalami streak kekalahan), maka motojipi akan membosankan.

      saya bisa memahami apa yg anda alami

      Guest
    • motogp ngebosenin ??? berarti F1 apa ???

      ngaku2 “penikmat motogp”, tapi cuma melihat berdasarkan hasil akhir. Proses dan hal2 menarik dibelakangnya malah diabaikan.
      berarti ga ada bedanya elu ama PENONTON sirkus.
      kalah lu ama penggemar bola.
      jangan ngaku2 penikmat/penggemar klo elu sebenernya cuma penonton.

      biar ga bosen ??? gampang…
      suru aja jagoan lu untuk “mainin” rider di belakang (klo ga mampu ke depan)
      biar lebih ada “atraksi” sesuai keinginan elu gitu
      jangan malah jagoan elu yg “dipake main” ama “rookie”.

      btw…
      klo bukan fanboy Marc (apalagi klo hater), kenapa berharap lebih dr Marc ???? munafik itu namanya. ya nggak ???

      Guest
    • Hahaha..saya tdk pernah baca asa kome kalo mang Rosai menang banyak membosankan…? Bagi fan MotoGP ga ada kata membosankan melihat motoGP..kecuali bagi fans rider tertentu..akan membosankan, khusuanya, jika hondut ato mamakea yg podium dan domnan..justru dgan hadirmya mamakes saya meluhat keseruan yg lebih karena bejaban dgn seorang Rossi..apalagi di awal2 mamakes masuk MotoGP..
      Ttd
      FmotoGP

      Guest
      • Nhah benerrr. Ketika Marc gak disyut, saya tetep nikmatin pack kedua Cal vs Vin. Lalu pack ke-3, trio Ducati vs Mir, pack ke ke-4 Mir vs VR.
        Gak boring banget race Jerman kemarin, malah asyik gitu. Apalagi klo pembaca setia blog wak Haji, nikmatin mah dari Jumat.

        Guest
    • Lah, Ducati yg kesenangan dong…..

      IMO, DDucTi banyak orang pintar dan hebat, salah satunya Dal’Igna, bahkan Dovi juga termasuk rider yg hebat terkait pengembangan motor, dn Petrux jg sebagai water boy, syg mereka g punya talent sebaik Marc. Sementara petingginya, not so much……

      Guest
    • Ahk dulu jaman rossi dominan gk ada tuh yg blg membosankan sbnr’a tergatung dari mana ente melihat sisi baik dn buruk’a sebuah komopetisi ? biasanya yg blg borink klau bukan fans rossi pasti fby yakin gue????

      Guest
  7. Disitu dibalik ucapan ciabatti itu ada usaha untuk membajak MM dgn memancing slah ucapan dari seorang puig ehh sapa sangka puig selain lihai melihat bakat merangkai kata diplomatis nya jg cihuy dan pabrikan MERAH SAMPAH pun menelan ludahnya lagi, ibarat kata ungkapan puig itu spt HEY HONDA BUKAN LEVEL DUCATI DAN DUCATI TIDAK ADA SEJARAH APA-APA DI MOTOGP dan hold my beer and shut the fuck up !

    Guest
    • yah begitulah efek samping ketika “tidak mampu berbicara banyak” di trek dan terlalu pongah di awal musim

      Guest
    • Bahkan di era 4 tak Yamaha yg di bilang motor paling rider friendly cuma 2 pembalap yg bs juara dunia,dibanding Hadno yg para juara dunianya malah lebih majemuk

      Guest
  8. Ya bidikannya kan ngbuat mm93 trlihat sbg superbody. Fantasi Duc adalah ingin caplok mm93 scepatnya.
    Jika chemistry hub mm93 dgn honda sedangkal itu mungkin peluru2 macam yg dilontarkan ciabatti perlahan bisa bobol eratnya hub mm93-honda
    Namun anda tahu mutual simbiosis nya dalam kontrak Hrc yg sewa jasa mm93.
    Dan humble nya mm93 yg ga pernah merasa bahwa gelar adalah capaian dirinya sbg individu, melainkan ada andil team dan motor didalamnya.
    Kasihan Ducati sebenarnya

    Guest
    • Bener, marques ini orangnya humble, dia selalu memuji tim dibalik kesuksesannya, tidak menganggap kesuksesannya karena diri sendiri seorang seperti pembalap kakek yang legend itu (kalo menang itu karena kesebatannya, kalo kalah itu berarti motornya yg busuk)

      Guest
    • Betul. Dari dulu perhatiin media sosial Marc, pasti klo menang, kata2 yang dipilih “We” tidak pernah individu. Tapi mungkin juga penulisnya admin HRC.
      WKKWKWWK

      Guest
  9. emang bener kata bang puig, ducati udah mengerahkan segala upaya yg melelahkan tapi belum berbuah hasil, dari penyeragaman ecu+software, salad box, aerodynamic wing, aerogate (sendok swing arm), kebijakan 1 pebalap utama (yg tahun ini malah mulai kedodoran lawan pebalap kedua nya). ya, itu melelahkan.

    Guest
  10. Menurut ku sih…faktor marc lah yg berperan ,skill nya diatas rata2,krn cuma dia yg menonjol diatas rcv saat ini,aku yakin ketika marc berani untuk pindah merk,honda bakalan terpuruk..krn rider sekelas jl aza ampun2an bwt menjinakkan keliaran tenaga rcv…diatas merk lainpun aku yakin marc akan tetep juara ..meski diatas ktm dan aprilia sekalipun,,beri dia motor dgn tenaga liar..marc akan menjinakkannya krn ia seorang matador sejati

    Guest
    • halahhh itu karna motornya yg hebat, klo marq levelnya masih di bawah si mbah itu, coba aja pindah ke KTM ato aprilia mana mungkin bisa juara apalagi podium

      Ttd FBR Logic

      Wkwk

      Guest
      • Aprillia ktm skrg walaupn ditangan mm pasti ga bakal bisa jurdun,,juara seri mash mungkn,,ketimpangan performa sm honda bak langit dan bumi,,
        Jd kalo ngomong jgn asal njeplak

        Guest
        • Kesimpulan yg saya tarik dri mas tomcat itu adalah berilah marq motor liar dan saya yakin marq juara bukan jurdun mas!!
          cuma juara ntah itu juara seri,juara 2 ato 3

          Guest
        • Rosi aja yg katanya Legend, Doktor pula dikasih waktu 2 tahun nyemplak Ducati yg notabene motor ngaceng, eh kenceng Zonk, apalagi disuruh nyemplak KTM apalagi Aprilia. Kalo berandai-andai mbo ya yg bener Japra.

          Guest
  11. puncak pembuktian keunggulan teknologi itu terletak di motogp mas, bukan superbike.

    mas, kalo kepala situ sakit, ke dokter, bukan malah komen.

    Guest
  12. Marquez pindah pabrikan belom tentu juara,

    Kena adzab dia, Kulit lupa sama kacang’ …

    Hiiiiii ngeerriiiiiiii

    Guest
  13. Ogut pikir Ciabatti komentar :

    “Marquez juara karena bobot tubuh yang lebih ringan dari pesaingnya”

    Guest
  14. Sekelas HRC kehilangan Marquez langsung kolaps??

    MotoGP berubah jadi motobiji iyaa..

    HRC akan siap kehilangan Marquez, dengan segala sumberdaya

    Guest
  15. lha dibanding Duc-duc yg malah mengatur-atur para ridernya di motogp agar yg jurdun sebisa mungkin si Dovi. Sampai2 si Petrux mengalami dilema hati ^^! setiap balapan sampe membayangkan WAJAH bos-nya diPANTAT motor rekan se-timnya.

    Duc-duc itu pabrikan motor apa partai politik sih ??? :P, rider ampe “ketakutan” gitu ama pimpinan.

    yah “mendinglah” Hon-hon DIKATAI membangun motornya hanya untuk satu rider tp terbukti yg jurdun pake Hon-hon udah banyak,

    dibanding duc-duc yg membangun motor susah payah, ditambah dengan “segala upaya, cara & investasi extra diluar kebutuhan motor”, tapi hanya meraih satu gelar jurdun sejauh ini….. ngenes-ngenes gimana gitu
    kasian fanboy sebelah yg udah ngetek abis-abisan

    btw…
    klo kata Marc sih, (berdasarkan rekaman kamera selepas race di Sachsenring tp sebelum berada di podium), “Petrux (berani) ngepush setelah ada deal perpanjangan kontrak… eh” ^^

    Guest
  16. Seriusan lagi ngomongin apa?

    Ada Madrid, ada Miss V ..

    Ini soal bola apa artikel dr.Boyke

    Aku tuh gak bisa di giniin ?

    Guest
  17. Gak usah bertele-tele

    Muke Gile udah berkomentar beginian loh dari dulu

    Soal Ducati itu gak ada apa-apanya dibandingkan hnoda:

    1. Moto3 gak bisa buat
    2. Moto2 gak bisa buat
    3. Talent perjenjangan dari Zero gak ada
    4. Mxgp gak ikutan
    5. Dakar ?
    6. Balap mobil ?
    7. Sejarah mencatat baru anak kemarin sore ikut GP
    8. Isi sendiri..

    Jadi merasa uyee sejajar hnoda yaa mending ngaca.

    Pernah diulas kan Ducati motor listrik cuma mampu branding merk Cina ..

    Pppffffftttttt ???

    Guest
  18. Bahkan seorang Nicky hayden bs jurdun. Wow. Yamaha honda bisa juara dunia dngn pembalap non alien???

    Guest
  19. Oh ada sedikit pencerahan, jadi Marquez lagi di kota Madrid nonton bola diwawancarai soal Miss V

    Okelah kalo begitu

    Guest
  20. Yang jelas adalah setelah segala hal yang telah mereka (Ducati) lakukan – di mana itu melelahkan dan memiliki banyak keuntungan – Hanya memenangkan sekali kemenangan, di mana semua tahu itu terjadi ketika bersama Casey Stoner.

    ini sih udah gak bisa dijawab lagi, udah skak mat lah istilahnya
    mending besok2 lagi selama masih ada puig, ducati gak perlu lah nyenggol2 hondut di media, puig ini kalau bales selalu langsung skak mat hehehehe

    Guest
  21. Pdhal menurut ogud, repsol hrc pernah loh menghadirkan motor yg bisa ditumpaki oleh pembalapnya di grid start. Itu jaman 3 motor dalam 1 tim, hanya skill user nya lah yg membedakan

    Senengnya ogud pd tim ini (repsol hrc), diluar kontroversinya mereka bisa tetap menghadirkan atmosfer yg tdk berubah dri jaman baheula sampe sekarang yaitu atmosfer kompetisi. Tentu itu dihadirkan dgn kerja keras dan pantang menyerah dan juga mereka menelurkan pembalap2 hebat diatas motor yg mereka bangun

    Seandainya mm93 hengkang, itu sepertinya bakalan hanya persoalan waktu saja. Jd yg berharap mm93 pindah pabrikan, berharap saja ia berlabuh di tim yg anda senangi

    Guest
  22. Klo saja motor diciptakan untuk bisa semua orang…maka mungkin tak perlu bakat untuk membalap…mungkin sy juga bisa juara…sebaliknya
    Klo saja ada orang berbakat…tapi tdk didukung oleh motor yg kencang dan perkasa, maka seberapa kuat tangannya pun memelintir gas tetap akan tertinggal….

    Guest
  23. Pernah gk liat argumen ciabatti yg lebih kontroversi ketimbang puig saat dia blg ducati salalsatu dri sekian byk pabrikan yg melahirkan grand prix atau lebih tepatnya skrg motogp kebayang ga tuh ngimpi nya pk pengamat??

    Guest
  24. Serius nanya ni Ogut…. Prestasi apa yg rossi dapet setelah nyemplak Dukati yg katanya motor kenceng selama 2 Tahun ??? Jangan komen ntu motor yg zaman ntu beda dah kena sambit sandal swallow ntar.

    Guest
  25. @pengamat
    .. sombong menanggapi kritikan? yg kya gini mah udah biasa di dunia olahraga, mungkin bisa di sebut psy war
    lg pula konteks pembicaraan Alberto puig bukan ttg mesin kok di sambung”in ke mesin

    Guest

Leave a Reply to Tbcbog Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.