photo Niki Kovacs

TMCBLOG.com – Per kemarin , Dorna telah mengirim Surat Informasi resmi ke tmcblog yang isinya bahwa Carmelo Ezpeleta (Dorna, Chairman), Paul Duparc (FIM), Herve Poncharal (IRTA) dan Takanao Tsubouchi (MSMA) telah melakukan Meeting LDR jarak jauh Tanggal 15 Juli 2019 menggunakan teknologi Informasi dan membicarakan Khusus soal Regulasi Aerodinamika.

Seperti Kita ketahui mulai awal Musim 2019 ini faktanya Technical Director MotoGP Danny Aldridge bisa terkesan Punya personalitas dua dalam mencermati dan menyimpulkan apakah suatu part aerodinamika bisa lolos atau nggak. Swing-arm deflector misalnya diharuskan untuk tidak difungsikan sebagai Part-aerodinamika, namun sampai saat ini hampir semua model Swing-arm deflector yang dibuat oleh pabrikan semua memiliki efek aerodinamika.

Dengan satu swingarm deflector yang sama, jika pabrikan bilang ke technical director bahwa fungsinya adalah sebagai aero-wing maka hasil judgenya akan beda dengan saat Pabrikan Bilang misalnya buat pendingin ban. Padahal Nggak ada yang berubah dari swingarm-deflector tersebut. Dany Aldridge mungkin dalam keadaan yang sulit juga. Ia berpegangan pada regulasi yang Klausul regulasinya boleh dibilang abu abu.

Oleh karena itu MotoG Menginformasikan bahwa setelah berkonsultasi pada semua Pabrikan yang ikut MotoGP. Komisi GrandPrix telah merubah dan Meng-update semua regulasi yang berkaitan dengan desain AeroBody. Regulasi yang baru nanti diharapkan bisa menjawab semua ‘grey area’ yang ditimbulkan oleh regulasi yang sekarang. proposan regulasi telah dikonsultasikan ke FIM dan memperoleh persetujuan SEMUA pabrikan dan disetujui oleh semua entitas Grand Prix Commission. Rencannnya regulasi baru ini akan berlaku efektif Mulai Seri pertama Musim 2020 nanti sob ..Β  Mudah Mudahan bisa menjawab segera soal kekisruhan regulasi aerodinamika

Taufik of BuitenZorg

52 COMMENTS

    • Singkatnya aerodinamik di sama ratakan ya wak haji,kalo benar berarti yg panas dingin duluan pasti si merah motor susah belok

      Guest
      • Sebetulnya jadi kurang pas klo balap motor prototype kebanyakan regulasi. Klo pengen aman rpm-nya as dibatasi.

        Guest
        • Kalo gak ada regulasi yang membatasi nanti jadi ada kesenjangan antara tim dengan budgetny banyak dengan yg budgetny tipis. Hasilnya nanti biaya pengembangan motor sangat besar. Dulu pernah terjadi di F1

          Guest
  1. Mending dibikin 1 model 1 produsen buat semua motor. Bodo amat cocok pa nggak. Ecu ma imu bisa diratain iya mas barang jelek gitu aja engga.

    Guest
  2. Technical Director MotoGP Danny Aldridge bisa “terkesan Punya personalitas dua dalam mencermati dan menyimpulkan”


    …atau Punya dua personalitas….wak

    …hehehehe

    Guest
    • Sependapat, sepertinya darno lelah sudah memberikan kebebasan dan kelebihan buat ducduc tapi gak bisa memanfaatkannya

      Guest
  3. Mungkin darno lelah udah ngasih “bantuan” buat dukduk tapi gak bisa memanfaatkan, yaudah regulasi abu* diperketat dan sekarang terserah siapapun yg mau juara

    Guest
  4. Bentar lagi ada review kancut jakarta-jonggol-Bandung.. kesengsem motor berjok triplek.

    Wak haji gak bikin review berjilid-jilid artis baru sebanyak episode tukang bubur naik haji? Padahal lagi shifting demand Wak.. πŸ˜πŸ˜†

    Guest
    • Kenapa ya Manusia2 macem Gini selalu muncul ?

      Gimana Market sharenya Mau Naik Kalo sales Dan FBnya Malah Sibuk ngurusin Produk Kompetitor ?

      Guest
    • jadi org jangan terlalu nyinyir, terserah mau bikin berjilid2 yah yg punya blog bukan ente kan, jadi diem aja…

      Guest
  5. Iya betul komentar atas saya, produk Honda semakin dibully, orangΒ² malah semakin ingin tau dan pengen nyoba(akhirnya beli), gimana ga nyungsep tuh penjualan yamaha.
    Bukannya iklan produk yamaha yang lebih kreatif dan inovatif biar lebih laku malah kerjaannya jatuhin produk kompetitor terus, ujung ujungnya yamaha secara tidak sadar malah tidak terekspos

    Guest
  6. Coret aja aero device. Adil untuk semua.
    Katanya nyari penonton sebanyak mungkin, kalau penontonnya udah sempet lihat aero device, gimana mau banyak yang nonton?

    Guest
  7. Semoga perubahan yang membawa angin segar bagi riders & bikers Indonesia khususnya, serta all people of Indonesia ya mas Nug. Ciaooo

    Guest
  8. Kalau ga gitu nanti bakal muncul Shark Fin dengan desain lebih extrem di buritan motor MotoGP buat bantu belok…

    Soalnya salad box ducduc ini sebenarnya mirip dengan shark Fin di F1 yang walaupun kecil efeknya tapi bisa bantu buat belok…

    Guest
  9. Larang aja berbagai bentuk part aerodinamika tambahan kayak yg diberlakukan di Moto3 Moto2,beres urusan
    Gak perlu ada grey area,green area, monochrome area,bullsh!t area

    Guest
  10. Test ride impresi xadv nya wak… Ayoo…. Monggo dikoco-koco biar lekas keluar artikel xadv nya.

    Guest
  11. Pertanyaan saya cuma 1 nih, kemana Claudio Domenicali ? Selaku ketua MSMA ? Apa dia sudah diganti atau habis masa jabatannya ? Ko Takanao Tsubouchi jadi perwakilan MSMA ?
    Jadi ada kesan setelah orang ducati hilang di MSMA dorna baru berani merevisi peraturan ini.

    Guest
  12. Saya rasa lebih enak kembali ke zaman dulu, tdk usah pake winglet atau embel2, clear fairing bersih dr itu semua. Jd adil ga ada area abu2

    Guest
  13. Sejak ada aturan lebar dan tinggi fairing yamaha kyk di kebiri.
    Dan motor sky gk punya ciri khas. Era lama yamaha m1 2010 punya aero bgus yg besar untuk mngurangi drag dr tubuh vr46 yg tinggi.
    Lg lg regulasi mnguntungkn pihak tertentu.
    Kali ini 2020 ducati yg selalu punya inovasi akan di kebiri..
    Kalo motogp trs bgini akan berakhir spt formula 1. Dmn bntuk mobil satu dan lain tak ada beda.
    Tlg pbrikan anu yg sering protes klo mentok gk bs inovasi out ja dr motogp..

    Guest
    • wkwkwk ngomongin tahun 2010 nih
      situ lupa siapa yg Jurdun 2010 ?? dan semenjak itu kagak pernah jurdun lg hehehe
      kakek legend cuma posisi 3 akhir musim 2010 dan dpt bonus sikil copot
      xixixi

      Guest
    • Sudahlah…masa gemilang VR46 sudah berakhir, ditandai dengan kemunculan rider2 hebat (alien) macam Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan makin lengkap dengan kemunculan MM93.
      Mungkin banyak fans berat VR46 yg tidak bisa mengakui kehebatan para rider tsb, ok ok saja, tetapi minimal para riders alien tsb bisa mengalahkan VR46 di sirkuit.

      Memang….bagi sebagian fans fanatik VR46 masa kejatuhan VR46 terasa sangat menyakitkan dengan diikuti berbagai drama yg tidak memihak dan bahkan menyudutkan posisi VR46.
      TETAPI itu wajar juga…. karena VR46 menikmati masa2 keemasannya dulu juga melalui berbagai drama yg menyakitkan para pesaingnya dulu.

      Saya dulu juga menjagokan VR46, ikut menikmati drama perseteruan saat menghabisi para pesaing dan rivalnya dulu.
      Namun kini saya juga menikmati masa-masa VR46 harus rela dihabisi oleh the next legend, apalagi sejak drama Sepang 2015.

      Nikmati saja….

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.