TMCBLOG.com – Siang hari kemarin, Benelli memberi kesempatan kepada awak media dan juga komunitas owner Benelli untuk menguji motor sport yang baru diluncurkan pada ajang GIIAS 2019 yang lalu yakni Leoncino 250 di Parkir Barat JI-Expo Kemayoran Jakarta. TMCBlog pun tak mau sia-siakan kesempatan ini dan langsung bergegas menuju venue untuk menjajal ‘anak singa’ berkubikasi mesin 250 cc itu.

Meskipun lahan yang disediakan sebatas sebuah lahan parkir, namun sudah cukup untuk berkenalan dengan Benelli Leoncino 250 ini. Motor yang mengambil basis desain dari Leoncino 500 itu ternyata asyik diajak jalan, mesinnya yang punya spesifikasi 1 silinder DOHC 4 klep 249 cc menghasilkan tenaga yang halus dan torsi yang pas untuk sebuah motor sport dengan tampilan scrambler. Klaim dari Benelli itu tenaga yang dihasilkan Leoncino 250 sebesar 26 Hp pada putaran 10.500 Rpm. Ketika grip gas dibejek memang tenaga mulai terasa mengisi ketika putaran lumayan tinggi.

Soal torsi, saya rasa cukup terasa di putaran rendah namun tidak terlalu ‘ngejambak’ istilahnya gitu yah. Tersalirkan dengan smooth ke roda belakang sehingga tidak mengintimidasi bagi rider yang belum pernah naik motor sport sebelumnya. Akselerasi Leoncino 250 ini terasa ringan, namun satu yang perlu diperhatikan bagi pabrikan adalah perihal gear shifting yang terasa agak keras dan gearbox mesin masih cukup sulit untuk pindah ke gigi netral.

Selain itu sih gak ada masalah sama mesin Leoncino 250 yang masih common dengan Benelli TRK251 ini. Soal panas mesin juga gak bikin ‘telor mateng’, masih aman sob. Tapi memang perlu dicoba jalan jauh nih sekalian tes konsumsi bahan bakarnya. Mungkin Benelli Indonesia mau pinjamkan 1 unit untuk TMCBlog buat seminggu? Hehehe..

Beralih ke riding position Leoncino 250, ada banyak kemiripan dengan menunggang Leoncino 500. Mungkin beberapa sobat sudah pernah coba naik di booth pameran Benelli. Posisi badan jadi sigap dan rada condong ke depan dengan bagian lengan sedikit terbuka.

Perbedaan dari Leoncino 500 terletak di dimensi tangki lebih slim untuk paha kita jepit dan juga stangnya sedikit lebih relax tidak terlalu baplang seperti moge-nya. Asumsi saya dengan posisi lengan seperti ini membuat rider tidak mudah lelah ketika berpergian jarak jauh.

Ketika riding pandangan mata ke arah panelmeter juga baik, dengan lebar layar LCD yang cukup besar sehingga posisi informasi kecepatan, lalu bar putaran mesin serta angka-angka indikator lainnya yang cukup besar terlihat dengan jelas. Fitur pada panelmeter-nya sendiri ada speedometer, tacometer, odometer, indikator suhu mesin, fuelmeter, indikator posisi gear dan juga MID tripmeter yang terdiri dari 2 rekaman mileage yang ingin diukur.

Tinggi joknya yang ada di angka 810 mm membuat saya [Nugi] kudu jinjit ketika jajal Leoncino ini. Namun tidak terlalu jadi masalah karena bobotnya yang tidak terlalu berat, atau angka pastinya seberat 155 Kg, menjadikannya mudah di-handle.D Distribusi bobot Leoncino ini ada di tengah cenderung ke depan, entah memang seperti itu atau karena akibat posisi riding yang seolah memaksa rider sedikit condong ke depan dan sedikit menekan stang/handlebar yang membuatnya seperti itu? Terus terang feel itu yang TMCBlog rasakan ketika di atas jok Leoncino 250. Dengan demikian handling terasa stabil dan juga mantap..

Nah ngomongin soal handling memang Leoncino 250 ini terasa seperti berkendara sebuah motor sport 150 cc. Enteng dan lumayan lincah dibawa bermanuver di arena test ride. Saat harus berganti arah dari kiri ke kanan ke kiri lagi pun juga mudah, tidak berat. Suspensi depan yang menganut model upside-down dengan diameter as 41 mm ikut andil membuat handlingnya menjadi mantap, tidak terlalu lembut tapi juga tidak stiff banget.

Sedangkan untuk suspensi bagian belakang tipe monoshock sedikit lembut, meski demikian monoshock bawaan motor ada setelan pre-load nya. Jadi untuk yang merasa agak ambles saat berboncengan bisa memutar cincin pengunci pegas untuk dikencangkan.

Masih soal handling, pengereman Leoncino 250 bisa dikatakan cukup pakem di bagian depan dengan berbekal cakram floating berdiameter 280 mm dipadu single caliper dengan 4 piston dan sudah ABS. Sementara pada bagian belakangnya juga sudah menganut ABS single disc brake 240 mm dengan 2 piston caliper rem, kekurangan lain pada unit yang TMCBlog coba ada pada rem belakang yang terasa kurang pakem untuk menghentikan laju motor.

Overall hasil test untuk Benelli Leoncino 250 ini positif. Buat sobat yang kepingin motor sport dengan desain yang anti-mainstream bisa banget dijadikan pilihan. Harga Benelli Leoncino 250 ini adalah 49,5 Juta Rupiah OTR Jakarta. Model ala motor scrambler dengan lampu lampu yang sudah menganut LED dan fitur-fitur seperti motor Jepang dan sepertinya juga enak buat dimodifikasi nih. Semoga artikelnya bermanfaat..

Nugi TMCBlog

26 COMMENTS

  1. Berhubung motor naikin di duduki

    Jok lembut bisa empuk diatas AHM kah?yg terkenal keras, kaku dibandingkan Yamaha

    Guest
  2. y tu om Nugie, g jajal Benelli tnt 249s? seru kalau di buat vlog, biar bisa dengerin suaranya

    sama g ada test ride Benelli motobi 152 om? kan penantang w175 tuh

    Guest
  3. y tu om Nugie, g jajal Benelli tnt 249s? seru kalau di buat vlog, biar bisa dengerin suaranya

    sama g ada test ride Benelli motobi 152 om? kan penantang w175 tuh

    oy ban yang di pakai leoncino ini Zeneos Turino ya om?

    Guest
  4. kekurangannya merek merek begini adalah msh terbatasnya dealer mereka yg mgkn cuma di pulau jawa saja.. sementara yg di daerah cuma bisa ngeces doang, bisa sih beli di jakarta trs bawa ke kotanya tapi begitu mw servis beresnya yg ga ada

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.