TMCBLOG.com – Banyak pertanyaan masuk ke TMCBlog mengenai kualitas dari motor Honda CRF150L, bukan apa-apa kebanyakan masih mempertanyakan soal kekuatan sasis, kesesuaian suspensi bahkan sampai performa dari mesin yang disangkanya hanya 11-12 dengan Honda Verza 150. TMCBlog mencoba bertanya dan meihat secara langsung bagaimana Honda CRF150L ini ‘disiksa’ oleh pembalap Wildcard MX2 Delvintor Alfarizi sesaat setelah pembalap muda AHRT ini menyelesaikan lap eksibisi di Indako Safety Riding Center – Medan.

TMCBlog : “Del, CRF150-nya (yang dipakai) benar9-benar standar?”

Adel : “Ya benar-benar standar, itu juga handling-nya udah enak banget, powernya juga strong. Hanya ganti ban (menurut mas Agung, Manager AHRT untuk alasan safety).”

TMCBlog : Buat lompat, sasis kuat, suspensi mumpuni?

Adel : “Mumpuni sih, tadi aku udah nge-test juga. Sasisnya kuat dan nggak liar juga kontrolnya.”

TMCBlog : “Lompat lebih tinggi lagi masih berani?”

Adel : “Masih berani, dan masih bisa.”

Adel Menambahkan juga bahwa secara power dan torsi Honda CRF150L ini termasuk Tough Performance dan untuk sementara dengan peruntukannya Adel belum menemukan masalah yang bisa dijadikan masukan ke Honda untuk kedepannya.

TMCBlog : “Track coursenya sendiri, mini, untuk latihan bagaimana?”

Adel : “Track coursenya bagus, cukup buat latihan basic, terus juga body position. Soalnya intinya sama mau di adventure ataupun di road basicnya sebenarnya sama saja. Jadi ya keren sih ada track ini.”

TMCBlog : “Setiap hari, untuk jaga stamina apa yang Adel lakukan?”

Adel : ” Fisik, aku bangun jam 5 pagi, jam setengah enam, enam hari dalam seminggu olahraga sekitar 1 sampai 3 jam dilakukan pagi hari di mana siangnya biasanya latihan . .”

Astra Honda Motor dengan team factory-nya Astra Honda Racing Team mulai tahun 2019 ini memang mulai melebarkan sayap disiplin balap dari awalnya hanya road race kini merambah ke Motocross dan melakukan dengan debut dengan pembalap Delvintor Alfarizi yang tampil finish merebut point di dua kejuaraan dunia MX2 seri Indonesia di Palembang dan seri Asia di Semarang. Demikian semoga berguna sob.

Taufik of BuitenZorg

20 COMMENTS

  1. “Lebih tinggi lagi berani?” Pembalap mah berani2 aja, paling arm belakang bengkok atau unitrack nya patah kalau pakai shockbreaker standar.

    Guest
  2. Gak ada yg pake X-Ride?,pengen tau impresi nya
    “Berani lompat lebih tinggi?” Nggak ah masih sayang nyawa

    Guest
  3. Mirip efbe spesialis banding bandingin android.. lah jeroannya sama Snapdragon seri anu kok harganya beda jauh? ???

    Guest
    • klau boleh ngasih saran sih, up grade lagi aja mesin crf150 jdi 175 cc dgn long stroke, biar putaran bawahny lebih ngejambak lgi. yg skrg sih udah lebih ngjambak drpda klx150 tpi klau bisa lebih ok lg knpa tidK…. dan jrak main travel shock blkangny d upgrade lgi, klau loncak agak tinggi mentok klau yg skrg(banyak maunya nih saya?)

      Guest
  4. tiap hari Kaum sirikers makin kelojotan.maklum penjualannya makin ancur gara2 ngonda makin masif pergerakannya.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.