TMCBLOG.com – Sebut nama Johan Cruyff, Andrea Pirlo, Ruud Gulit, Lothar Matthaus, Cezh Fabregas, Edward Ivakdalam sampai Firman Utina. Jumlah Gol mereka Mungkin Tak sebanyak Marco Van Basten atau Kurniawan Julianto, Namun mereka adalah seorang pengatur permainan. Seorang playmaker bagai konduktor dalam sebuah orkestra musik klasik. Dengan Kecerdasan dalam membaca pergerakan lawan secara umum, kemampuan passing yang prima dan visinya dalam mendikte permainan, seorang playmaker menjadi otak bagi kesuksesan timnya. Nah itulah yang tmcblog lihat dari ‘ Jeroan’ Marketing yang bisa jadi merupakan salah satu Penentu Kenapa Honda Bisa menguasai lebih dari 70% Pangsa Pasar Sepeda Motor di Indonesia. Yap Honda Bukan Hanya memiliki seorang Play maker, mereka punya ribuan Man-Power yang menjalankan Sistem Playmaker.

Playmaker Di sistem Marketing Honda tersebut adalah CRM yang merupakan Kepanjangan dari Customer retention Management atau dalam bahasa Indonesia berarti Manajemen Hubungan Pelanggan. Honda Memilih Retention ketimbang Relationship sebagai kepanjangan dari Hurup R. CRM sendiri Bukan merupakan Hal baru dan sudah tentu banyak dibahas Oleh rekan rekan sekalian yang belajar banyak soal Ilmu management. Apa saja yang dikerjakan Oleh CRM/ CRO ini sehingga mereka layak disebut sebagai Playmaker ?

Yang bisa tmcblog tangkap dari Para CRO (Customer retention Officer) adalah salah satu tugas mereka mengumpulkan data sebanyak Mungkin mengenai Pelanggan. Bisa Dimulai tentunya dari Pelanggan yang pernah membeli Produk Sepeda Motor Honda di Diler. Data ini diteruskan dan diperdalam sedalam dalamnya sampai menghasilkan sebuah Gambaran dan pemetaan Grafis Mengenai Market sampai di tingkat Terkecil yakni Ring 1 atau radius beberapa km saja dari Diler mereka.

Sobat Bisa catat, sebuah Diler Reguler Honda di dalamnya punya ‘ Mesin ‘ ini. Jangan tanya Lagi seperti apa sistem CRM sebuah main Dealer. yang bikin tmcblog terkejut adalah man-Power yang dikembangkan Oleh Honda di Sistem CRM ini. Apakah mereka ini para CRO lulusan IPK di atas 3 dari Universitas (S1)? . . nggak sob, saat tmcblog Jadi Juri KLHN 2019 diketahui bahwa Para CRO CRO terbaik honda bahkan di-develope dari anak anak Lulusan SMA dan SMK . ..  asli geleng geleng kepala.

Jika dalam Sepakbola, Seorang Playmaker menjadi Kaki Tangan Pelatih dalam menggulirkan sistem permainan di Lapangan. Playmaker harus tanggap, adaptif terhdap apa strategi lawan, bisa membaca data dan memetakan dimana titik lemah lawan dan peluang peluang untuk bisa menyerang. Dari data ini Biasannya Playmaker hebat bisa mengkreasi serangan mulai dari daerah tengah lapangan, Sehingga akhirnnya ia memberikan Assit Terbaik kepada Striker yang akan memberikan sentuhan akhir serangan yang tujuan utamanya adalah GOL

Nah dalam Sistem marketing khususnya penjualan Sepeda motor, Tugas Para Playmaker CRM ini adalah mengumpulkan data seakurat mungkin, melakukan pengolahan data dan analisa sehingga dapat menentukan di Lokasi mana ada potensi penjualan yang growing, Sampai mempersiapkan pemikiran strategi Unik yang nantinya akan menghasilkan asist asiit matang terbaik untuk dapat diteruskan ke para Sales sales dilapangan. Sales Sales tinggal mengoptimalkan data untuk melakukan ‘ serangan’ marketing mereka dengan tujuan utamanya Penjualan Unit.

Dengan CRM ini jelas akan ada banyak penghematan dilakukan. Paling gampang adalah Perusahaan jadi tahu secara akurat dimana ia harus melakukan Kanvassing, dan Tipe Kanvassing apa yang paling jitu untuk memenangkan hati pelanggan. Segala kegiatan dilakukan dengan riset awal yang tepat sehingga hasilnya pun akan akurat. Bisa dibayangkan Kalo tanpa CRM, Para sales seliweran ke sana – ke sini nggak jelas mau kemana dan Ke siapa target Jual mereka, ngabisin tenaga, Ngabisin Duit, Hasilnya Nggak sepadan nanti . .

Di Kompetisi Layanan Honda Nasional 2019 (KLHN), Satu Kelas baru dibuka yakni Kelas CRO (Customer retention Officer) dan Tmcblog benar benar baru tahu bahwa kekuatan CRM AHM sudah sampai selevel ini. Secara non-formal tmcblog berbisik dengan nada pertanyaan ke Ibu Istiyani Susriyati, HC3 Div head AHM. Sejak kapan HC3 membangun sistem CRM ini. Ternyata sudah sekitar 7 tahun lamanya semenjak dirintis. HC3 membangunsistem, membuat sistem yang sederhana, mengajari bagaimana mengolah dan menganalisa sampai Diler kecil pun bisa melakukannya secara mandiri.

Bisa bayangin edannya sebuah Diler reguler Biasa di kota kecil dengan CRO lulusan Sekolah menengah atas bisa menjelaskan secara fasih hasil analisa analisa demografis pelanggan di sekitarnya dipadu dengan data data eksternal dari Polreg atau yang lain, mempresentasikan, mempertahankan dengan segala argumentasi bernas dan berdasarkan data lalu dengan percaya diri berani merekomendasikan hasil Risetnya ke Para FLP sales Marketing agar upaya Jualan mereka bisa akurat. It Just Amazing !

Taufik of BUitenZorg

97 COMMENTS

    • Kalo kita menyebut hubungan manajemen pelanggan berarti kegiatan mulai
      survey pelanggan, kepuasan, feedback, pemetaan pasar, market intelegent, event yg tepat sasaran, kemampuan daya beli, geografis, usia market, pekerjaan, penghasilan dllllllll dllll. tidak hanya koar koar kanan kiri.
      wowwww bener AHAEM.
      sekelas SULTAN SAJA efiseinsi agar tetap sasaran dan target GOAL.

      artikel ini menurut saya penting buangettttt untuk para inovator muda dan pembaca agar mencerdaskan.
      bintang 5 untuk artikel ini wak aji.

      Guest
    • Iyalah sales Hadno bisa menguasai pasar karena bisa merangkul semua jenis konsumen dgn mempelajari setiap daerah dan kemauannya

      Kalo sales Y kan cuma mau sama konsumen cerdas doang,jadi ngider nya cuma di UI,ITB dan universitas yg lainnya,selain itu mereka ogah,gimana MS mau berkembang????
      Anak kuliahan jg ga semuanya borju,kadang tanggal tua cuma bs makan nasi sama kuah di warteg ?

      Guest
    • satu lagi wak…pembangunan image yg dilakukan dari level terendah sampe level tertinggi….. hingga tercipta kepercayaan masyarakat thd image brand H itu sendiri…

      Guest
      • Buahahaaa.. bener om, para tukang BC sibuk nulis cuma buat ngatain se_sama bangsa Indonesia, padahal bisa jadi di mata Jepang, mereka cuma Romusha modern.. hahahaaa…

        Guest
    • saya malah sempat kepikiran kalau beliau itu ‘orang’ a*m, karena sejak blognya cukup kritis ‘menyerang’ produk2 a*m malah tambah laris tuh sampai mendominasi pasar hampir 80%.

      bisa jadi ada strategi brainwashing di mana seseorang seolah-olah (atau memang beneran) nyorotin jeleknya produk kompetitor sedemikian masifnya hingga calon kostumer sampai ilfil sendiri sama brand yang dia ‘bawa’, kesannya ‘nyerang’ terus (hampir) gak ada baiknya.

      akibatnya ya sebagian calon kostumer malah ‘simpati’ (baca: lebih memilih) dengan produk2 a*m (tentu saja dengan kualitas yang bisa diterima kostumer ya)

      kayak double agent gitu mungkin gak sih wak? hehehe… ngawur ya?

      Guest
      • mungkin maksudnya reverse psikologi gan, hasilnya kebalikanya
        tapi konspirasi double agent ini malah yg bikin panas lagi
        saya malah juga berfikir mungkin yamama diam-diam juga ngehire netizen yg bisa photoshop/render buat tes reaksi netizen?

        Guest
  1. Kayanya emang yamaha mesti blajar ke honda..
    Di tempat gw, salah satu kota di jatim (gk tau ditempat lain gini juga atau enggak) pengalaman waktu mau ambil R15 V3, sales marketing yamaha klo nawarin produk pasti sambil jelekin merk lain, yg ada pembeli malah risih, beda sma honda yg mereka promosi produk mereka dengan menjabarkan dan menjelaskan fitur unggulan yg mereka miliki, sales yamaha boro2 jelasin, ditanya apa itu VVA malah gk tau jawabnya cuma “yg jelas bagusan ini dari pada ono”, yg bikin risih lagi minta inden warna item malah dipaksa merah karena yg ready warna merah, yaudah akhirnya mlipir ke honda ngambil cebong, bodo amat dibilang lemot, yg jelas pelayanan memuaskan

    Guest
  2. Kayaknya ini alasannya produk baru honda sekarang banyak disukai sejak pertama launcing,karena data riset keingininan konsumen bener” dari ring 1 yg mewakili masyarakat umum,bukan semata mata mengikuti keinginan komunitas yg kadang maunya diatas masyarakat umum

    Guest
    • Mau motor keluaran Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki.. sparepart nya mah sami mawon keluaran Astra, Astra Otoparts ?? kalau lagi develop itu motor jejeran kok ngantri di development center AOP

      Guest
  3. Breaking news pagi ini!!!..
    Karena dilewati jupiter yg sangat k3nc4ng jalan menuju ke desa konoha berlubang dan dikabarkan tentunya 2 buah jembatan terputus.. hingga saat ini belum dilakukan perbaikan

    Guest
  4. Kalo Suzuki sistemnya pake apa Wak? Boleh lah di share masing2 pabrikan motor jepang dimari sistemnya kaya gimana.

    Guest
    • Kalo lihat produk lini suzuki yang tergolong minim, jaringan dealer juga g tersebar(daerah saya aja dulu ada deaper suzuki yg besar sekarang udah tutup, adanya cuma dealer rumahan) untuk marketingnya jelas beban berat sekali..

      Guest
  5. Wak haji, tlg diulas siapa playmaker yang merubah arah design honda sehingga seakan tertukar dengan yamaha sampai saat ini…. Karena ini radikalisme design….

    Guest
    • Setuju wak, pingin tau team desain internalnya ahaem, efek “porsi kue” saham sama besar (lebih?) pasti sudah punya seseorang sendiri mungkin sampai setara LPL (Large Project Leader) layaknya di principalnya di jepang buat mogenya. Apalagi dilihat dari ADV kemarin bener-bener booming.

      Guest
  6. “Retention” itu identik dg “mempertahankan”, jadi lebih dari sekedar “relationship” atau “hubungan”, mengingat penguasaan market honda sudah diatas 60%, wajar kalau mereka harus “mempertahankan” market yg ada dg effort yg luar biasa.
    Kalau mereka bisa menyentuh 70%, maka yg +10% itu adalah bukti dari hasil kerja CRM yg efektif.

    Anyway, CRO yg berbasis di dealer ini berarti juga menganalisa market di dua dunia ya? (dunia nyata, dan maya) 😀

    Guest
  7. Kalo udah lebih dari 7 tahun lalu berarti kejadian honda hampir dibabat Yamaha dulu bner2 ngerubah strategi perang Honda ya.

    Pantes Yamaha strategi nya mentah smua ya.

    Guest
  8. Sederhananya, kalo saya lebih suka jajan di warung yang makanannya biasa saja, tapi pedagangnya ramah, sumeh, murah senyum, dari pada makan di warung yang makanannya uenaaak, tapi pedagangnya mrengut, ngamukan.

    Nah, AHM ini contoh warung yang pedagangnya ramah, makanannya juga cukup enak dan lengkap.

    Guest
  9. Mungkin semua ini tak lepas dari budaya yang emang sudah terbentuk semenjak Soichiro Honda masih terlibat aktif di HMC (Honda Motor Co).
    Konon Soichiro san, pria kecil yg ga mau diem ini selalu menekankan untuk selalu berpikir out of the box, jangan lempeng2 aja. Berpikir kritis tentang kebutuhan masyarakat, dan berani menyambut tantangan global dengan strategi yang sangat cerdik dan jenius.
    Sejarah mencatat bagaimana Honda Civic first gen bisa memporak porandakan penjualan muscle car di US di tahun 70an akibat oil crisis. Lalu bagaimana Honda super cub motor imut bisa masuk ke pasar dunia di saat orang2 di jamannya dicekoki motor2 cc besar macam Harley Davidson, dsb.

    Duet Soichiro Honda dan Takeo Fujishawa san menjawab kebutuhan masyarakat bahkan sebelum masyarakat itu sendiri menyadari apa yang mereka butuhkan.

    Guest
    • Bener dulu siapa sih yg kepikiran mau beli civic yg ada muscle car yg k3nc4ng. Ternyata krisis minyak merubah segalanya. Dan dulu karena mesinnya cukup ramah lingkungan untuk standart taun gitu dia ga usah mikirin masang catalitic converter karena kebijakan amerika yg tidak akan memasarkan bensin dengan timbal. CMIIW ya gan..

      Guest
  10. Gw salut ama komen sekarang ini pada cerdas dan penuh wawasan dan sekaligus bisa sharing juga buat pembaca yang lain. Ada beberapa orang komentator spt @iwakbeneran yg kerjaannya merusak diskusi penting yg hanya bisa nyampah dan memalukan. Jadi sekarang ini mantaplah gw juga bisa tambah wawasan.
    Lanjutkannn

    Guest
  11. Dan jangan salah CRM ngonda ada 1 yg sliweran disini. . . G usah sebut nama n dia juga g pernah koment yg macem2 tp dia meperhatikan coment2 disini .. terus disaring n jreng dapet poin disini .. makanya beberapa tahun yg lalu ngonda slalu inovasinya mendekati apa yg diperdebatkan di warung ini dan blog blog kondang lainnya …

    Guest
  12. Kadang mereka juga melakukan survei langsung dan nyatanya canvas yg mereka lakukan berhasil. Nah kalau brand sebelah mungkin beda lagi pernah dulu pengalaman mau beli jupiter z burhan warna biru malah disusahin saat beli cash harus kredit akhirnya yaa beli sebelah pagi beli sore dianter gak banyak ba bi bu.

    Guest
      • yoii gan karena dulu emg jupe burhan lagi oke2 jaman2 mio juga joss jossnya, udah bolak balik kedealer minta brosur eh waktu mau ambil cash disaranin kredit, padahal apa susahnya dicash toh salesnya juga dapat untung. Tolong management traine sales2 di training ulang diberi pengarahan

        Guest
        • Soalnya kalau jadi transaksi kredit sales dapat insentif dari dua tempat pertama dealer kedua dari leasing, dan biasanya itungan target point dari leasingnya

          Guest
  13. Kan jelas dari awal perang bharatayuda, ymh itu dipenuhi oleh para kestaria muda yg punya cita cita, semangat tinggi, gelora besar, menghadapi kstaria AHM yg lebih senior dan berpengalaman jam terbangnya dalam bertempur, ngak sekuat ymh tapi taktik dan kerjasamanya yg membuat mereka bisa menyerang balik dan memukul mundur lawan sehingga lawan hanya bisa bertahan saja.

    Ymh kalah bukan karena tidak sakti, tapi kalah karena pendukung mereka memanfaatkan keadaan atas semangat mereka.

    Guest
  14. “mengumpulkan data sebanyak Mungkin mengenai Pelanggan. Bisa Dimulai tentunya dari Pelanggan yang pernah membeli Produk Sepeda Motor Honda di Diler” ini jelas ada benar nya, dalam satu paket pengiriman (unit + paket helm/jaket) kekonsumen biasanya dikasih question khusus seperti brosur yg hrs diisi oleh konsumen (gk wajib jg sih) disana berisi tentang pertanyaan bagaimana pengalaman pembeli dan apa saran2 kedepannya agar lebih baik.. sy tdk tahu apakah skrg masih berjalan atau tdk, krn kmrn sy buka karton paket (jaket+helm) gk ada.. hhe

    Guest
  15. Wah jangan2 para CRM ngumpulin data kemudian diolah dan simpen, kemudian pake machine/deep learning + AI, untuk mengetahui pola trend yg dimau oleh konsumen dan prediksi kondisi pasar ke depannya.. Wiii.. canggih dan serem

    Guest
    • walau mungkin tidak sampai ke model AI, namun mereka pandai menggunakan semacam ‘ Dashboard’ Yang isinya merupakan hasil Proses olahan data yang dapat mengilustrasikan pemetaan daerah marketing . . dan ini pakai Excel biasanya sih, cmiiw

      Administrator
  16. Yg jadi pertanyaan saya, siapakah yg memunculkan “grand design” AHM ini sejak 7 th lalu??apakah dr prinsipal jepang ataukah murni dr internal AHM sndri, hal ini terkait YIMM yg infonya langsung dipegang oleh prinsipal jepang tp malah mengalami “kemunduran”
    Jikalau mmg di AHM yg lebih banyak berperan dr pihak AHM, brarti memang untuk pasar indo mmg lebih baik dipegang orang indo sendiri, dan ini berlaku untuk semua pabrikan

    Guest
  17. Sedikit telat komen, tapi gak papalah moga aja dibaca masukan saya…
    Kalo bisa dibilang “PR”, mungkin ini pekerjaan rumah berikutnya utk ahm yaa…secara desain honda sekarang suda benar2 berubah dari honda yg orang kenal dulu, semua suda tau dan mindset desain honda suda berubah…
    Pr selanjutnya adalah ketersediaan spare part, yapp suku cadang motor hondanya sendiri…dan ini yg saya alami sendiri di kota saya surabaya, buat mencari spion original pcx aja susahnya minta ampun, dari ahass biasa sampai ahass yg bergelar dealer wing aja barangnya kosong dan harus inden selama sebulan. Padahal ya ini motor suda berjalan cukup lama di pasaran, masak hanya nyari spion aja susahnya minta ampun. Anehnya kejadian seperti ini tidak pernah saya alami ketika saya mencari spare part buat yamaha, ketersediaan melimpah, dan gak harus muter2 jauh buat mencarinya… Ahass boleh banyak dan tersebar bahkan sampai tingkat kelurahan selalu pasti ada ahass, tapi untuk spare part nol besar…
    Ayolaahh ahm, market besar harus diimbangi juga dgn ketersediaan spare part nya…

    Sama satu lagi wak, kapan katalog spare part online mu bakal rilis ahm. Ingat katalog spare part online, bukan katalog produk. Ada sih honda cengkareng, tapi spare part onlinenya hanya untuk keluaran terbaru, dan itu hanyalah dealer honda bukan atpm nya langsung.
    Yamaha, suzuki (kawasaki punya ?) suda punya katalog spare part online, masak pemegang market terbesarnya gak punya applikasi buat katalog spare part ??
    Ayo hc3 saya tunggu katalog spare part online mu, dan juga ketersediaannya juga…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.