TMCBLOG.com – Di FP1 MotoGP Austria 2019, Andrea Dovizioso menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1:24.033 detik. Sementara itu sebagai catatan Laptime rekor berada di angka 1:23.142 atas nama Andrea Iannone saat Masih bersama Ducati di tahun 2016. Untuk Musim 2019 Marc Marquez akhirnya tampil sebagai yang tercepat di 45 menit sesi FP2 ini dengan laptime 1:23,916 Yang artinya sekitar kurang dari 0,8 detik lebih lambat dari angka Laptime Rekor.

Race weekend MotoGP Seri Austria ini bagaikan sebuah Referensi dan penentuan apakah kedepan Marc Marquez akan bisa terus mendominasi sisa race MotoGP 2019. Bukan apa apa, dari tahun ketahun Boleh dibilang Ducati memang benar benar seperti Tak tersentuh di red Bull Ring sehingga Apabila Tahun ini Honda dan pabrikan Lain seperti Yamaha ataupun Suzuki Bisa memberikan Perlawanan maka bagaikan hadir sedikit shifting peta kekuatan performa Pabrikan di Austria ini.

hmmm, HRC Via Twitter menginformasikan bahwa ada sesuatu yang baru di daerah Honda RC213V Yang dipakai Oleh Marc Marquez sedikit beda nih ? . . Ngeh Nggak sob . . Ram air yang lebih meng-oval githu atau wing atas yang lebih lebar ? cmiiw

Di Sisa 5 menit terakhir, Marc Marquez Ikut melakukan Time attack dengan menempatkan ban belakang Slick Soft berkombinasi dengan ban depan Medium. Sepeertinya Marc ingin memberikan pesan kepada rival rivalnya bahwa ia benar benar berkonsentrasi semenjak awal menghadirkan kekuatan yang sebenarnya dari Honda RC213V di Austria ini. Maverick Vinales mengahdirkan ancaman dengan hadir di posisi kedua dengan laptime Yang juga tipis dari Marc Marquez diikuti Oleh Nakagami dan Quartararo . . Lho Ducati Ko agak Melempem di FP2 ini ?

Taufik of BuitenZorg

63 COMMENTS

      • elu nya yg bosen…tp pembalap kgk pernah bosen tuch tong? πŸ˜‚πŸ˜‚
        selera elu mgkin dircuit yg ber embel” cor…ya??? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ ups…alamak…keceplossaaannn

        Guest
  1. Wadidaw,nakagami unjuk gigi bahwa dia pantas dapat rcv 2020 kah?
    Suami mbak lucy makin ketar ketir nih πŸ˜…

    Guest
  2. Tadi wak haji bilang saat sampe jakarta langsung ke trans7 live. Wow padat jadwalnya 2x lagi, wak haji ternyata ramah banget ya.

    Guest
  3. selalu mengejar pole position di SETIAP FP (Free Practice) ??? yakin nih di SETIAP FP ??
    ga liat apa saat FP1 tadi Marc cuma ngetes ban dr awal sesi ??

    pake dihubungkan dengan Lorenzo pula
    Apa situ lupa klo Riding Style, mereka berdua berbeda jauh ?? Cara mereka buka tutup throttle, Timing Late brake pun beda

    kesannya situ memaksakan 2 elemen yg ga ada hubungan agar nyambung menjadi hubungan sebab-akibat

    Guest
  4. selalu mengejar pole position di SETIAP FP (Free Practice) ??? yakin nih di SETIAP FP ??
    ga liat apa saat FP1 tadi Marc cuma ngetes ban dr awal sesi ??

    Touring saat race & always untouchable ??? situ kaga liat race Assen & Mugello musim ini ??

    pake dihubungkan dengan Lorenzo pula
    Apa situ lupa klo Riding Style, mereka berdua berbeda jauh ?? Cara mereka buka tutup throttle, Timing Late brake pun beda

    kesannya situ memaksakan 2 “elemen” yg (mungkin) ga ada hubungan, agar nyambung menjadi hubungan sebab-akibat, serta mengabaikan sama sekali pengaruh “element” yg lain

    Guest
  5. Disemua sektor neng vina kenceng loh ,kok ya masihh kalah seperkian detik, mqsa spin ban belakang gk selesai selesai…atau emang gak ada yg ngerecokin

    Guest
  6. Wah beda header kayanya, Header knalpotnya gak diitung ?

    Lorenzo mah mainnya di corner bro, bukan di trek lurus.
    Pernah liat Lorenzo pakai Ducduc tapi paling lambat topspeednya?
    Saat di RCV mungkin karena kurang kilometres di motornya Lorenzo coba eksplor berbagai jenis gaya balap salah satunya superlate brake atau dia gak pakai lagi teknik butter hammer.
    Tapi yg jelas bukan cara main Lorenzo ngebut di lurus doang

    Guest
  7. Itu laptime persektor vina s1 – s4 lebih cepat dari MM kok masih kalah ya??apa ane yang gak paham laptime persektor?πŸ˜‚

    Guest
    • diambil yg tercepat bang dlm satu lap putaran periode fp2 …
      bisa jadi sebelumnya ada total waktu tercepat dlm 1 putaran..cmiwww

      vinales dlm fp semoga race bisa fight di depanπŸ™

      Guest
    • Dpt data dr mana itu ???

      saat FP2
      sektor 1: Marc ke-3, Vinalez yg ke-4 (Miller y tercepat)
      sektor 2: Marc yg tercepat, Vinalez yg ke-2
      sektor 3: kembali Marc ke-3, Vinalez yg ke-4 (Petrux yg tercepat)
      sektor 4: Vinalez ke-3, Marc yg ke-5 (Nakagami yg tercepat)

      Guest
    • Gw jarang banget mengamati laptime per sektor, di tingkat engineer sangat mungkin data itu bisa jadi acuan pembenahan MY berikutnya tapi buat penonton awam ya gw rasa cukup lihat avg.speed saja. Hohe menurut ane juga berpijak ke avg.speed semasa pakai inline kw dengan mengejar corner-speed yg kencang drpd lainnya.

      Guest
      • Saya juga baru kali ini..kebetulan aja yg diatas komen soal laptime persektor mv,jadi balik lagi keatas buat liat..πŸ˜…

        Guest
  8. @pengamat

    bener padahal andalan lorenzo di akselerasi masuk tikungan dan keluar secara cepat dan halus butther hammer

    Guest
  9. yakni murni cuma masalah tuning mesin doang ??
    lu cuma ngambil data mugello doang ???

    tau istilah “perfect shifting” atau “optimal shift point” ga ???

    yakin saat dog fight (posisi dibelakang lawan 2 ducati) lu masih bisa ganti gear di RPM yg sempurna ???

    Guest
    • Gw bukan belain…tp lengkapnya maksud bro pengamat itu gini, Dalam kondisi ceteris paribus motor si Markez beda settingan (kemungkinan besar di ECU) dgn si Hohe. Markez lebih rendah top speed nya. Bagi engineer terbuaeeeek pasti tahu apa penyebabnya cukup dgn melihat apa yg bro pengamat lihat.

      Guest
    • @FBS SEJATI:
      soalnya statement orang ini (si “pengamat”) cenderung aneh,

      dia mengambil & memakai sample dr 1 race (dia bilang Marc cuma nyari akselerasi dan seolah-olah Marc selalu lebih rendah top speed-nya dr semua rider RCV bermesin current),

      tapi kemudian dia terburu-buru menarik kesimpulan yg mengeneralisir, seolah-olah fix (yg dia asumsikan itu) telah diterapkan di semua trek, disemua sesi,
      sampe2 dengan pedenya dia mengatakan bahwa Marc pada SETIAP FP mengejar pole dengan cara mengabaikan Top Speed.

      Liat aja raihan Top Speed pada FP3 barusan, dimana Marc meraih posisi 2 raihan Top Speed tertinggi (cuma kalah dr Dovi)

      Aslinya sih raihan top speed itu bisa juga dipengaruhi kondisi saat itu, cara rider buka throttle, kemauan untuk tutup throttle serta melakukan mengerem setelat mungkin sebelum masuk tikungan.

      Selain itu, Rider yg riding stylenya smooth juga cenderung lebih sering meraih Top Speed yg lebih tinggi (terkecuali si FQ yg saat ini RPM mesinnya dibatasi).

      Guest
  10. Kalau menurut saya lebih pengaruh sama tutup pentil yang berbeda. Marquez pakai tutup pentil dari asgard yang lebih berat jadi top speednya ngga tinggi tapi lebih stabil. Kalo lorenzo kan pakai tutup pentil dari wakanda yang terkenal super ringan.

    Guest
  11. πŸ˜‚πŸ€£ ngarang.. Marquez lagi mencatat rekor lejen nya sendiri.. emang juara pole gak ada catatannya di buku MotoGP? Yang gak tercatat itu cuma juara pre-season πŸ˜‚πŸ€£

    Guest
    • agak kurang pas ajah dr komen pengamat
      ada benernya tapi terlalu cepat menarik kesimpulan hanya dr variabel tsb

      di sini komen @makimaki lebih masuk akal

      Guest
  12. Kembaran saya ini model2 komennya mirip sama yg kemarin nulis gini:
    “ketika performa motor sudah seimbang, maka tinggal berat badan pembalap yg menentukan”

    hhhhh

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.