Morbidelli, British MotoGP 2019

TMCBLOG.com – Policy Open Data untuk Ke-empat pembalap Yamaha yang sama sama Menggunakan Yamaha M1 MY2020 memang punya beberapa nilai plus. Pembalap Rookie bisa langsung belajar dan melihat seperti apa pembalap Senior mereka menangani Yamaha M1. Namun sebaliknya, Pembalap Seniorpun bisa nyontek dan melihat data ke pembalap yang lebih muda soal data. Bukan apa apa Pembalap Seperti Fabio Quartararo adalah pembalap Murni yang mempelajari Yamaha M1 tanpa ‘ terkotori ‘ atau terpengaruh oleh Gaya riding motor pabrikan Lain.

Datanya tentu bisa macam macam termasuk data telemetri dan juga data set-up Part. namun memang Kalo set-up part merupakan sesuatu yang tidak bisa ditelan mentah mentah. Kenapa ? Karena biasannya set-up part itu sangat bergantung pada banyak hal. Riding Style, Bobot, Dimensi pembalap, bagaimana Cara mengatur gas, rem dan lain lain. namuns alah satu yang bisa di lihat adalah dengan melihat Karakter pembalap di spot spot tertentu.

Quartararo, British MotoGP 2019

Nah Pasca Hari pertama dari MotoGp silverstone 2019, Ace Rider Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli mengaku nyontek, Melihat data dari Fabio Quartararo untuk mengetahui resep apa yang dilakukan sang F1/4 sehingga bisa selalu memberikan kejutan dan sekaligus tamparan kepada pembalap pembalap ‘ seniornya’.

Morbidelli, British MotoGP 2019

Dan Seperti yang dilansir GPOne, Franco Bilang ” Kami telah mengindentifikasi masalah dan bekerja berdasarkan hal tersebut. Kami tahu kami kehilangan, namun sepertinya ini bukan sesuatu yang mudah untuk dibenahi. Masalah utama saya ada di level kepercayaan diri pada ban belakang yang belum selevel dengan Fabio. Motornya sama dan ketika saya melihat datanya, Fabio masuk tikungan lebih cepat dan lebih percaya diri saat keluar tikungan. Ia lebih sedikit mengalami wheelie saat keluar tikungan dan pengereman. “

Namun Buat sobat ketahui, mengetahui masalah dari melihat data Fabio tidak sama artinya dengan mencontek mentah mentah setup M1 Fabio. Yap Karena ada banyak perbedaan antara Morbidelli dan Quartararo. Yang bisa dilakukan Franco adalah mengunakan data Frbio sebagai patokan / referensi dan berusaha mencari setup terbaik dirinya sendiri untuk setidaknya bisa menyamai resep dilakukan F1/4. Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

40 COMMENTS

  1. Seorang dosen senirupa ikut lomba bareng mahasiswanya. Yang menang si mahasiswa. Itu gak masalah.
    Penulis buku pemula, bisa best seller mengalahkan yang senior. Itu juga wajar.
    Blogger gandos bisa overlap yang ngajari, yang notabenenya juga blogger roda dua. Itu sudah terbukti. Kita semua baca keduanya, bukan….?

    Guest
  2. Kalo dari hasil kunya kunyah statement morbideli ini. Percaya diri ini termasuk nyali atau talents? Walau menurut c mbah style morbi lebih ke si mbah.

    Guest
  3. Kok perasaan setiap pembalap yg dirundung ke-sumpekan dalam racing selalu wajahnya brewokan dibanding wajah biasanya yg selalu terlihat bersih

    Guest
  4. kesempatan buat ymaha, mumpung aspal baru grip nya ok, kl d trek yg grip rendah kebanyakan seteragel..
    F1/4 ktanya dh dpat update sasis dr sejak seri Assen, smoga bejo..

    Guest
  5. apa yg tidak bisa dicontek dari fabio itu adalah talentanya… luar biasa penampilan debutnya tahun ini benar benar menampar rossi dan vinales yg ngeluy M1 ini itu perlu ini itu kurang ini itu.. tapi dibuktikan sebaliknya malah sama fabio, 3x podium 3x pool…

    itu namanya talenta… miriplah seperti marquez dia mengendarai rcv dgn apa adanya dia dgn sekuat tenaga dan segala kemampuan dia dan g banyak ngeluh..

    mgkn marq jga dlm hatinya ketar ketir dgn fabio mgkn tdk dia tunjukan mgkn dia alihkan dgn blg dovi sangat ini itu luar biasa ini itu tapi dlm hati mgkn dia lebih khawatir sama fabio aplg klo dia di support pabrikan?

    Guest
    • Yes, F1/4 ada kemungkinan bisa jadi the next baby alien, walaupun yg pantas dibilang alien mamamakes sih, soale doi di debutnya langsung jurdun..

      Tapi F1/4 bisala dianggap swbagai ancaman nyata untuk mamamkes.
      Mudah2an twtep konsisten biar ada fightnya hehe

      Guest
    • Fabio masuk 2019, saat ada perbaikan significant dari manajemen pabrikan.

      Bukan 2017 atau 2018, saat ya ma-ha struggle, dan ridernya komplain. Sejak pertengahan musim 2017, awal 2018 sampai jeda tengah musim 2018 ya ma-ha terus menerus memberikan update yang gagal. Sampai akhirnya perombakan besar besaran musim ini.

      Wajar rider pabrikan komplain. Wajar mereka pesimis dgn update sampai yakin kalau arahnya memang benar. Sesudah arahnya benar dan ada perbaikan di Yama-ha … Fabio masuk.

      Fabio awalnya adaptasi, lalu kompetitif. Jadi hasil melebihi ekspektasi. Kalau kita dapat hasil melebihi ekspektasi, kita tidak mengeluh.

      Mengeluhkan keluhan rider pabrikan tidak bijak… Karena seluruh manajemen memang mengaku salah dan minta maaf. Sampai level Jarvis mengaku bikin kesalahan. Membandingkan keluhan rider pabrikan dgn Fabio lebih tidak relevan. Timeframe nya berbeda.

      Yang tepat cuma perbandingan rider pabrikan ya ma-ha dgn Marc. Bedanya Hon-da struggle setahun doang 2015. Tahun berikutnya berkembang lagi. Yama-ha tidak. Butuh dua tahun baru balik ke titik nol, masih belum unggul. Masih jadi pabrikan no 4. Tertinggal dari Suzuki. Jadi level tekanan pada Rossi n Maverick jauh lebih besar.

      Jadi kalau mau membandingkan, pastikan yang dibahas relevan.

      Fabio belum pernah menang, kalah jauh dari Marc saat jadi rookie. Fabio belum pernah menang race tahun ini, kalah dengan Vinales, dari sisi point juga kalah, padahal Vinales disikat 3x DNF.

      Dua tahun lalu jagat komentar juga rame komen Zarco lebih baik dari Rossi n Vinales. Sampai akhir periode gabung Yama-ha … Dia ga pernah menang. Dan entah dimana Zarco saat ini.

      Pointnya, Fabio masih belum lebih baik dari rider pabrikan Yama-ha. Peluang dia kedepan besar, tapi ga perlu dilebih-lebihkan. Ingat Zarco

      Guest
    • Mungkin ini Alien versi negara tetangga wkwkwkw

      Hmm… Alien de toilette?
      (Entah deh nanti malah salah kaprah wkwkwk)

      Guest
  6. Mungkin ini Alien versi negara tetangga wkwkwkw

    Hmm… Alien de toilette?
    (Entah deh nanti malah salah kaprah wkwkwk)

    Guest
  7. kelemahan motor satelit biasanya di performa balapan hingga akhir.
    andai bisa tetap kuat selama balap, F1/4 bisa jabanin MM dan AD di sirkuit yang ramah Yamaha

    Guest
  8. Wkwkwk jadi begini kelakuan pembalap kebanggaan fumi ? Wakakak nyontek data anak ingusan yg baru naik kelas ?
    Inget banget dulu pas morbi pindah ke yamaha gimana tuh fumi wakakak
    Sangat sangat menakutkan katanya sih gitu.
    Sampe ada artikelnya the next GOAT wakakak
    pas musim 2019 dimulai dia melempem. Tenang baru di qatar, tenang masih dibenua amerika, liat nanti diseri eropa.
    Udah berapa kali seri eropa tetep aja wakakakak

    Guest
  9. Kalo kata Om Mateo, Fabio ini bukan tipikal pengembang motor, he is go with the flow. Doi cuma butuh motor cepet dan tinggal nemplok temui s wusss…. Belom bisa kasih input banyak ke team.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.