TMCBLOG.com – Alpinestar baru saja merilis secara resmi data crash dari dua pembalap motoGP yang jatuh di T1 Sirkuit Silverstone akhir pekan yang lalu. Pada dasarnya data tersebut merupakan data Yang menunjukan bahwa sistem Airbag pada Werpak alpinestar keduanya mengembang SEBELUM keduanya terjatuh menghantam daratan/ asphal.

Data di atas adalah data Jatuhnya Fabio Quartararo. Sobat Bisa lihat bahwa garis Impuls kuning yang artinya timing saat cartridges berisi Gas Argon mengisi secara cepat bladder balon air bag di dalam Werpak Fabio Quartararo.  Sobat Bisa lihat sangat tipis sekali jarak antara mengembangnya bladder dengan saat Fabio menghantam/ terjatuh di Asphal untuk kemudian terlempat ke pinggir Track. Ini artinya saat Jatuh, Fabio terlindungi oleh lapisan balon Bladder dari sistem Air Bag.

Agak sedikit berbeda dengan Data Quartararo, Andrea Dovizioso mengalami kejadian di mana Mengembangnya Bladder Balon Airbag di dalam Werpak sedikit lebih lama dibandingkan dengan apa yang terjadi di Fabio. Namun ini jelas Logis karena seperti kita ketahui ada waktu dimana Dovi mengalami kejadian ‘ terbang’ dulu ke udara sebelum jatuh. Dan disinyalir waktu terbang ini lah yang membuat jeda tersebut.

yang jadi pertanyaan, Koq ini Werpak bisa tahu pembalap mau jatuh sehingga bisa mengembangkan balon bladder Airbag sebelum pembalap menghantam asphal ? Jawabannya ada di Bagian dalam Werpak Alpinestar di mana ada chip elektronik yang namanya AirBag Control Unit (ACU). ACU ini memperoleh data dari sensor sensor Giroskopik dan Akselerometer yang biasanya diletakkan di dada dan Pundak.

Saat ACU mendeteksi ada perubahan giroskopis yang biasannya memang terjadi saat mau Jatuh/ crash maka ACU akan mengaktifkan Cartridge Gas Argon untuk mengisi Balon Bladder ABS. ABS aktif , mengisi balon bladder, baru Pembalap jatuh sehingga mereka terselamatkan karena memperoleh semacam Proteksi dari lapisan Balon Bladder tersebut, semoga berguna.

Taufik of BuitenZorg

42 COMMENTS

  1. Klo lowside, jelas logikanya sensor gyroskopic mendeteksi kemiringan dada dan pundak yg mendekati 180 derajat. Tapi klo highside tergantung posisi jatuhnya, klo kaki dulu atau pantat dulu walah remuk itu rider, soalnya gyroskopic mendeteksi masih di sudut yg normal. Mungkin hal ini yg dialami Dovi.

    Guest
    • bisa jadi, kyk Marc yang selebrasi naik2 pager, airbagnya ngembang, samapi harus ganti warepack di parc ferme

      Guest
  2. berapa puluh juta tuh wak harga wearpack nya? klo disini yg bikin sakit bukan pas jatuhnya tp pas tau kudu beli wearpack lagi ? sama ky helm..tear-off aja disayang2 ?

    Guest
  3. Tetep aku penasaran cara kerja ACU yg berdasarkan giroskopik…
    Karena pembalap motor jg miring miring kalo belok….
    Kok bisa bedain antara crash dengan miring ..dan ngerem keras …
    Bisa ngembang sebelum pembalap jatuh ke track…
    Luar biasa nih…
    Tehnologi di atas air bag mobil…
    Kalau mobil berdasar besarnya benturan ..

    Guest
  4. Kalau saat lorenzo jatuh sampai cedera parah apakah ada datanya wak ? Apakah saat itu wearpack lorenzo tidak berfungsi ?

    Guest
    • Nyerap impact nya sih pasti,wong metalurgi fiktif
      Tapi kalo pun ada pasti harganya muahall
      Apalagi adamantium,baja yg tak bisa patah dan tahan panas kaya cakar Wolverine pasti udah dipake buat velg,swing arm,mesin dan sasis,biar ga bengkok/cuil dikit ganti ?

      Guest
    • Yang ada mental lagi, sob. Kayak kostumnya black panther kan serap dulu gaya kinetiknya lalu dilepaskan jadi gelombang :v

      Guest
  5. ingat gaes, wearpack airbag ini hanya meminimalisir efek benturan dan cidera bukan mencegah dan menghilangkan 100% efek benturan,,,

    Guest
  6. Gila canggih banget, awalnya saya pikir cuma motor mereka yang canggih, kalau helem canggih ya itu harus, ini sampai wearpack juga canggih ternyata.

    Guest
  7. Selain giroskop dan akselerometer adakah sensor yg lain mungkin mendeteksi gerakan tiba tiba yg tidak biasa? ,kayak Quartararo yg selebrasi ngayunin tangannya pas victory lap tetiba airbag-nya ngembang sendiri
    Terus Marquez yg selebrasi di Parc ferme juga tetiba werpaknya ngembang sendiri
    Padahal lagi dalam keadaan tegak
    Atau cuma kasus error biasa

    Guest
    • Bener bro dulu pernah baca, salah satu mekanisme ngebaca gerakan tiba2. jadi gak cm tingkat kemiringan doang. Dan kalau gak salah jg ada sinkronisasi sama motor jg yg ngatur jarak rider dg motor. Kalau gak salah ya hahaha

      Guest
  8. Imo …
    apakah sensor nya jg online ke sensor motor … jika sensor motor menyatakan crash sketika airbagpun aktif … ntah jeda detik nya ..

    Tp case nya mm dan dovi …
    ACU yg di person nya yg lebih aktif berarti tdk online ke motor ya ??

    Guest
  9. Numpang nanya wak haji,,, itu pas Wearpack marq ngembang usai race ada mslh ap yah,,, lupa seri apa kmrn, kykny blm d ulas.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.