TMCBLOG.com – Seperti Kita ketahui Bersama di test Misano yang lalu, Para Pembalap Bukan hanya melakukan pengetesan Part yang akan dipakai Di race weekend MotoGP Misano 2019 pekan depan, namun Juga beberapa sudah mulai terlihat mempersiapkan Motor 2020. Salah satu pabrikan yanga kan kita bahas di sini adalah Honda. Secara umum di garasi Marc Marquez ada 4 Motor Honda RC213V. Dua Motor dengan Livery Standar Repsol Honda, Satu Motor dengan Fairing Repsol Honda dengan Body belakang HRC, sementara satu lagi menggunakan Body yang berwarna Hitam.

Dari empat Motor ini lah tmcblog berfikir bahwa dua Motor Livery Standar dipergunakan Untuk mempersiapkan Race weekend Misano 2019, Sementara Yang menggunakan Body RWB HRC merupakan proses konfirasi Feedback Test rider Stefan Bradl sementara RC213V warna Hitam merupakan bagian dari Persiapan RC213V 2020.

Honda RC213V Model 2019 sendiri yang selama ini dipakai Marc adalah Hasil dari perubahan besar besaran asupan udara (intake) di mana yang awalnya ( versi 2018 menggunakan model tunnel menyamping, sekarang menggunakan Tunnel tengah. Hasilnya, secara empirik memang membuat RC213V 2019 punya performa lebih. Dan ini dikonfirmasi Marc, dengan misalnya menghadirkan Top speed yang lebih tinggi membuat dirinya tidak perlu terlalu ambil banyak resiko di Sektor pengereman untuk meladeni Motor motor seperti Desmosedici.

Namun Jelas RC213V belum merupakan motor yang sempurna, Di Silverstone misalnya sangat terlihat ke-inferioritasan Motor V-4 ini di bandingkan dengan Suzuki GSX-RR. Alex Rins sangat ambil peranan dalam Mendikte Race Pace Marc Marquez tanpa Marc Bisa berbuat apa apa untuk hal tersebut. RC213V Masih kalah soal Handling terutama di Mid-Corner dan ini adalah PR besar HRC ke depan. Mesin Powerfull Jelas Menang di straight dan akselarasi keluar tikungan, namun Harus diimbangi Oleh Paket Sasis dan suspensi yang bisa bikin RC213V tidak kedodoran menandingi Inline 4 di Mid-Corner.

Oleh Karena itu salah satu Perubahan yang bisa dilihat dari Honda RC213V Hitam Misterius yang ditest Marc adalah Hilangnya semacam ‘ Bridge ‘ besar di dekat Pangkal sasis yang menyambung antara Cover tangki dan Side fairing sebelah kanan . Cek deh digambar Bawah iniΒ  . .

Foto : PaddockGP

Sebagai gantinya hadir semacam Carbon Reinforcement (penguatan dengan lapisan Karbon) dengan cara Carbon Wrapping pada bagian Pangkal dari sasis tersebut.

Di bagian Kiri Juga terlihat sob, dimana Bridgenya lebih diperkecil sementara samar samar kembali terihat adanya semacam ‘ Carbon wrapping ‘ Dekat bagian Pangkal dari Bentangan beam sasis sebelah kiri. Honda sedang riset soal Fleksibilitas dan sedang mencari di mana letak variabel fleksibilitas itu ditempatkan. Sebelum ini kita melihat Carbon Wrapping hampir menyelimuti bentangan sasis kanan dan kiri Honda RC213V.

Riset Flaksibilitas sasis dengan Carbon wrapping ini memang menarik. Alih alih riset material Alumunium yang butuh waktu dan laboratorium ( biaya besar) , secara umum riset dengan melakukan percobaan Wraping Carbon memang terlihat lebih Mudah, ekonomis dan cepat sehingga dapat diajak ‘kejar kejaran’ dengan Kebutuhan karakter sirkuit yang berbeda beda. Buat pabrikan Level Sultan kayaknya bisa saja merealisasikan kesiapan suplay sasis berbeda beda dimana Beda sirkuit beda posisi wrapping. Kita Lihat nanti di Valencia test dan Sepang test 2020 untuk versi kelanjutan dari Persiapan Honda 2020 ini . .

Taufik of BuitenZorg

 

 

57 COMMENTS

  1. Sebenarnya Marc bisa aja sih nandingi speed corner inline dgn cara sliding ala Stoner saat menghadapi corner parabolic yg panjang.
    Tapi ya itu, resikonya karkas ban cepat habis

    Guest
  2. Buat ningkatin kepercayaan diri di front end mungkin,tapi mungkin bakal bergantung lagi sama kompon depan paling keras

    Guest
  3. Buat pabrikan Level Sultan kayaknya bisa saja merealisasikan kesiapan suplay sasis berbeda beda dimana Beda sirkuit beda posisi wrapping.
    …nanya wak,dimotogp ada berapa sultan?

    Guest
  4. Dulu saya kira update parts cuma ada di F1..
    Tapi berkat ada wak haji saya jadi tau ternyata MotoGP pun ada update parts nya juga hingga yang terkecil pun ke ekspos… Hehehe
    Terimakasih wak πŸ‘

    Guest
  5. soltan dan lagi-lagi soltan! bikin perubahan terkesan biasa aja dan icrit-icrit…ga pernah Hedon kayak onoh noh, dan aliennya pun cuma bilang ini motor yg berbeda, dan lebih manusiawi!
    wak haji ngupas lagi soal segitu kadalnya rins ketika mengalahkan marc di engres kemaren…wah-wah jadi inget kalo marc pernah ngadalin hampir semua pembalap di sirkuit mana ya lupa, tahon kemaren kayaknya..flagtoflag!

    Guest
  6. Denfan segala kelebigan gsx dibanding rcv itupun rins cuma bisa nyalip di last lap itupun karena marc sedikit slide di tikungan terakhir, berarti hebat juga marc bawa rcv yg sulit melawan rins yg aduhai di mid corner

    Guest
  7. Nanya serius wak haji
    Kalo motor di katakan sempurna memenuhi kriteria apa aja ..?
    Apa
    1. Mudah di pake oleh beberapa pembalap untk meraih podium
    2. Bagus di corner dan bagus di straigh.

    Guest
  8. Konsen di sasis..
    Apakah mengindikasi jika mesin RCV sudah dinilai mantap untuk melawan GP20 wak..?? Atau masih ada update di sektor mesin.??

    Guest
  9. Dluar kmampuan rider kalo soal motor yg krusial adalah paket mesin dan sasis, th 2019 HRC ngulik paket mesin dg prubhan Air intake sjauh ini sdh ckp mladeni Ducati tinggal di 2020 tinggal improve paket sasis.

    Guest
  10. Yang unik saat mbahas hodna kita membicarakan bagaimana hodna mencoba mengejar tikungan dg i4 sie S, bagaimana hodna berjaban ditrack lurus dg L4 D.
    Saat kita membicarakan pabrikan lain?
    Kita membicarakan bagaimana pabrikan Hodna memperlakukan pembalap. sentris lah, tidak Tahu terimakasih pembalap setia lah.
    Pembalapnya dikatain tidak sopan lah, masa mbabayakan lah.
    Juga bagaimana tim suka protes part abu abu lah, tidak ikut moto2 lah.

    Hasilnya?
    Semoga kita bisa belajar jarinya. Kalau mau juara fokus peningkatan diri atas kekurangan dibanding lainnya. Jangan fokus cuma vocal mengangkat kekurangan lawan.

    Guest
  11. Coba bikin mesin 3 inline tapi silinder tengahnya v 2.
    Jadi 4 silinder. Ya perpaduan 3 inline dan 2 v
    1 2 1 gitu.
    Gokil gak Wak?

    Guest
  12. Mesin V4 dengan sasis yang kuat dan tetep cocok disetiap sirkuit itu memang level yang berbeda.
    Kalo sasisnya nggak cocok sama karakter mesin dan sirkuitnya jangan harap bisa mudah belok.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.